
...π IBRA POV π...
Ketika Ataya beranjak pergi dari sofa, Ia pun berlajan memasuki kamar dengan langkah cepat.
Sayang nya, ketika ku susul dia sudah memasuki kamar mandi terlebih dulu dan mengunci nya dari dalam, lalu terdengar gemercik air di dalam sana.
Aku tahu, dia sedang menangis di dalam sana, aku tetap bisa mendengar nya walaupun pun terdengar sangat pelan.
Awal nya aku mencoba menunggu dengan duduk di sofa kamar dekat jendela.
Pemandangan di atas sini sangat bangus, bisa sedikit menenangkan hati ku yang sedang tidak karuan ini.
Tiga puluh menit istri ku masih belum keluar juga, aku baru menyadari di dalam sana sudah hening tanpa suara.
Hati ku sakit, pikiran ku kalut, betapa bodoh nya aku,membentak seorang istri yang sedang ber sikap manis kepada suaminya sediri.
Aku menyesali semua sikap dan perkataan ku, awal nya aku memang kecewa.
Tapi sekarang! aku lebih kecewa pada diriku sendiri, bisa-bisa nya aku marah sebelum mendengar penjelsan Ataya.
Aku mengetuk pintu kamar mandi berkali-kali.
"Ataya!"Panggil ku masih belum mendapat jawaban.
"Sayang?"
"Istriku?!"
Tiba-tiba terdengar kembali suara gemercik air, syukur lah masih ada pergerakan di dalam sana .
Sekitar sepuluj menit aku menunggu nya di depan pintu .
__ADS_1
Akhir nya pintu kamar mandi pun terbuka, dia keluar memakai baju milik ku.
Rambut nya di lilit handuk, wajah nya yang terlihat sedikit pucat, dengan bibir nya yang membiru, ya allah suami macam apa aku ini! karena sifat keras kepala ku, Ataya menjadi seperti ini.
"Abang sayang nangis?!"Tanya Ataya pada diriku dan mengusap lembut pipi ku.
Aku hanya menjawab nya dengan menggeleng kan kepala.
Bodoh sekali aku ini, bahkan Ataya melihat jelas mata bengkak ku seperti ini.
Istri yang hebat, dia masih tetap tersenyum walau pun hati nya sakit .
Ataya menuntun ku ke arah ruang tv, dia menyuruh ku duduk, lalu pergi kembali.
Tapi kenapa dia pergi ke arah dapur, apa dia akan meninggal kan ku? atau apa!.
Aku memperhatikan kemana pergi nya istri ku ini, aku takut dia pergi ke atah luar ketika aku lengah.
Ada sedikit perasaan lega, ia pergi ke dapur bukan keluar rumah.
Bukan nya, seperti itu cara meluap kan kekesalan.
Tak lama suara langakah kaki pun terdengar kembali.
Istriku membawakan ku segelas air putih hangat.
Dan untuk ke sekian kali nya dia memanggilku sayang.
Dia menyuruh ku meminum nya. Setelah selesai aku pun meletakan kembali gelas yang sudah kosong di atas meja.
Romantis sekali istri ku ini.
__ADS_1
Entahlah, mendapat perlakuan seperti ini, aku semakin menyesali perbuatan ku tadi.
Tadi pagi aku membentak nya sampai wajah nya terlihat ke takutan, tapi seperti tidak terjadi apa-apa kepada Ataya, dia tidak terlihat membenciku.
Malah selalu memperlihat kan sifat manis nya.
Aku lansung memeluk istriku ini, ku ungkap kan terus kata maaf.
Hingga dia membalas pelukan ku .
Ketika aku terus meminta maaf pada nya, dengan santai nya ia bilang telah me-maaf kan ku.
Bagai mana bisa aku tidak mencintai nya, sikap nya lebih dewasa dari ku, tinggkah lakunya yang sangat lembut.
Mamah memang tahu, siapa yang bisa menangani sifat pemarah ku ini.
Sungguh rasa cinta ku bertambah berkali-kali lipat.
Selain wajah nya yang cantik, Ataya pun memiliki hati yang baik , bahkan ia tidak terlihat marah padaku.
Beruntuntung sekali aku mendapat kan nya.
Seorang gadis yang tidak pernah menjalin hubungan sama sekali, tapi dia bisa se dewasa ini menhadapi ke salah pahaman ini.
"Maafin abang sayang!"Kata maaf ku terus ku lontar kan.
"It's oke, ini hanya miss komunikasi!"Jawab nya! sambil tersenyum.
Aku pun memeluk nya kembali, menenggelam kan kepala nya di dadaku.
Aku akan secepat nya menyelesai kan ini dengan Nadia, aku tidak ingin dia selalu meengganggu ku, dan menyebab kan kesalah pahaman lagi!
__ADS_1
...TBCπ»π»π»...
...Jangan lupa! like, vote, dan komen....