
Malam pun semakin larut , setelah tiga jam ia memacu laju kendaraan nya dengan kecepatan tinggi , akhir nya Ibra sampai di mana anak istri nya berada.
Ia pun menekan tombol kode agar bisa memasuki apartement milik papah nya , yang sejak beberapa bulan terakhir ia tempati.
Suasan di dalam sudah remang , hanya lampu-lamu kecil berwarna kuning yang menyala.
Keadaan apartement pun sudah sangat sunyi , ia meletakan kunci mobil nya di atas meja di dekat tv.
Manik nya menatap pintu kamar yang sudah tertutup namun lampu yang masih menyala.
" Apa Zio bangun " Gumam nya lirih , kaki nya terus melangkah mengikis jarang nya dengan pintu pemisah antara ruang tengah dan kamar yang ia dan Ataya tempati.
Cekrek...
Ibra membuka pintu perlahan , mata nya melihat pemandangan yang membuat hati nya kembali tenang.
Ibra melihat Ataya yang tidur bersandar kepada beberapa bantal di belakang nya , dengan Zio yang menempel di dada Ataya seperti baby koala.
Bibir nya tersenyum ketika melihat orang yang sangat Ibra kasihi tengah tidur terlelap , terlihat lingkaran hitam di mata Ataya , pertanda ia kurang tidur.
Zio memang suka terbangun di jam-jam pagi , tapi istri nya itu tidak pernah mengeluh , ia selalu menyambut tangisan bayi mungil nya dengan panggilan sayang.
Sebelum Ibra benar-benar mendekat , kaki nya pun berjalan menuju kamar mandi , ia pun mulai mencuci tangan , muka dan kaki .Tidak lupa Ibra pun menganti baju nya dengan kaos polos warna hitam dan celana batik panjang.
" Sayang " Panggil Ibra sedikit berbisik , dengan tangan yang mulai menepuk pipi Ataya perlahan.
" Sayangku " Ibra mengusap kepala Ataya lembut .
Mata cantik berwarna coklat dengan bulu mata yang lentik itu pun sudah mulai membuka.
" Abang udah pulang " Sapa nya dengan suara serak , ia masih berusaha menetral kan ke adaan dengan mengerjap kan mata.
" Baru aja sampe " Jelas nya sedikit bebisik , manik nya menatap Ataya yang juga kini sedanh menatap nya , jemari tangan Ibra pun terus mengusap kepala Ataya.
" Abang udah makan ? biar Ataya ambilin kalo mau ?" Tawar nya kepada Ibra sosok yang selalu ia rindukan kehadiran nya.
" Belum sayang , abang mau cepet pulang , kangen kalian " Jelas Ibra tersenyum kepada Ataya.
" Yaudah Ataya ambilin , Ataya boboin Zio dulu " Sahut Ataya , tubuh nya berusaha bangun perlahan ia tak mau membuat anak nya terbangun kembali , kaki nya sudah mulai menyentuh lantai lalu beranjak mendekati baby box tempat tidur Zio.
Kini kaki nya melang menuju Ibra.
" Ayo sayang " Ibra pun beranjak dari duduk , satu tangan nya sudah berada di pundak Ataya.
Cup..
Ibra mencium kening Ataya.
" Cinta banget abang tuh sama kamu " Ataya hanya tersenyum mendengar pernyataan suami nya Ibra.
Cup..
__ADS_1
Ibra kembali mencium pipi Ataya.
" Mama kangen Papa ga sih " Tanya nya kepada Ataya sambil terus berjalan .
" Kangen , Zio juga kangen kaya nya , tadi nangis nya susah di tenangin" Jelas Ataya kepada Ibra.
" Mau makan di sini atau di meja makan " Ataya bertanya sambil melepas kan tangan suaminya yang kini tengah berada di pundak nya.
" Disini aja , sambil nonton tv " Sahut Ibra kemudian duduk di sofa depan tv.
Tangan Ibra sudah meraih remote lalu menekan tombol power untuk menghidup kan tv.
Ataya yang sudah berada di dapur , ia mengambil piring lalu mulai mengisi nya dengan sedikit nasi dan lauk.
Tidak lupa Ataya pun membawa gelas lalu mulai mengisi nya dengan air putih.
Ataya pun kembali ke ruang tengah dengan pirin dan gelas yang berada di tangan kanan dan kiri nya.
" Abang ini makan nya " Ataya meletakan nya di atas meja , dan mulai duduk di sisi Ibra.
" Terimakasih istriku. ' Cup ' " Ucap Ibra lalu mencium pipi Ataya kembali.
" Abang nanti tiba-tiba mbo liat kan malu " Pekik Ataya kepada Ibra.
" Mbo udah sering liat sayang , kamu nya aja ga sadar " Jelas Ibra dengan suapan nasi ke dalam mulut nya.
" Hahhhh , yang bener " Ataya terkejut.
" Iya sayang ga apa-apa yang di lihat cuma cium pipi bukan yang lain " Jelas Ibra tanpa mengalih kan pandangan nya dari tv.
" Kalo malu-malu terus ga bakalan ada Zio sayang " Ibra terus menggoda istrinya.
plakk..
Ataya memukul lengan Ibra.
Ibra hanya tersenyum ke arah istrinya yang kini tengah terlihat sedikit kesal.
" Aaa ,open youre mouth " Ibra mendekat kan sendok makan nya kepada Ataya.
" Ataya ga mau , nanti semakin gendut " Tolak nya memanglingkan wajah.
" Hahh " Ibra sedikit terkejut. " Kamu bilang segini gendut ? yang bener aja sayang kamu ini kenapa " Cicit Ibra kepada Ataya yang akhir-akhir ini merasa tidak percaya diri.
" Iya soal nya baju aku udah ada yang ga muat " Pekik nya , terlihat ada rasa khawatir pada raut wajah nya.
" Sayang ukuran baju kamu XS, ya paling sekarang S kalo engga M " Jelas Ibra kepada Ataya.
" Ya tapi aku ga mau , nanti kamu ga cinta lagi sama aku " Rengek nya manja dengan air yang sudah melinang di sudut mata nya.
Ibra pun meletakan piring nya yang masih tersisa sedikit nasi dan lauk , lalu meminum segelas air putih yang telah Ataya siap kan hingga tandas.
__ADS_1
Ibra pun membawa Ataya kepada pelukan nya.
" Sayang janga seperti ini , seperti nya tiap malem Zio nangis karena ASI nya kurang karena kamu nahan laper , kasian Zio sayang abang ga pernah nuntut kamu harus bagai mana dan seperti apa." Jemari tangan nya mengusap lembut punggung Ataya.
" Jangan pernah berfikir yang tidak-tidak sayang , sebelum memper masalah kan tentang berat badan , kamu pernah ngeluh tentang goresan halus di perut mu , but it's oke , aku tetap mencintai mu sayang " Jelas nya kepada Ataya yang kini sudah terdengan tangisan pelan.
Ibra pun terus berusaha membuat Ataya tenang , ia tak pernah menyangka , di balik sabar nya Ataya ada sejuta ketakutan di dalam lubuk hati nya.
Sebenar nya Ibra bahagia ketika mendengar bagai mana dirinya tak lagi mencintai Ataya , secara tidak langsung itu adalah pengakuan Ataya terhadap dirinya , ya Ibra senang ketika Ataya takut kehilangan nya itu berarti Ataya sangat mencintai nya.
Namun ada rasa khawatir dengan sikap istrinya saat ini , seperti yang pernah Dokter Syifa jelas kan , bahwa gelaja babyblues akan sangat berakibat burut pada bayi nya nanti.
" Bagai mana bisa abang berpaling , sementara istri yang abang miliki sudah sangat sempurna " Sahut Ibra kembali.
" Abang sayang Ataya ?" Ataya bangkit dari dekapan Ibra.
" Sangat , abang sangat menyayangi mu dan juga putra kita Alzio " Jelas Ibra lalu tersenyum kepada Ataya.
Ataya pun mengangguk paham dengan apa yang di kata kan Ibra.
" Apa mau abang bikinin susu " Tawar Ibra.
Ataya menggelengkan kepala nya ."Ataya udah minuam susu tadi ,di bikinin mbo " Sahut nya.
" Baiklah , kita tidur sekarang " Jelas Ibra ia beranjak dari duduk nya , tak lupa ia mamatikan tv ,lalu mulai berjalan menuju kamar dengan tangan yang sudah menggandeng Ataya.
Ibra membiar kan Ataya berjalan terlebih dulu , tangan nya mendorong pintu agar tertutup lalu mengunci nya.
Ibra berjalan ke arah ranjang di mana Ataya sudah berbaring miring menghadap baby box yang Zio tempati.
Setelah berada di atas kasur , Ibra pun mulai menarik selimut .
Ia pun berbaring tangan nya melilit pinggang Ataya dari belakang.
" Goog night sayang "Bisik Ibra pada istri nya.
Ataya pun berbalik ke arah Ibra , lalu membenam kan kepala nya di dada Ibra.
" I love you " Lirih nya namun masih bisa di dengar Ibra.
" Love you more baby " Jawab Ibra , pandangan nya menunduk ke arah Ataya , jemari nya menyentuh dagu Ataya agar melihat ke arah nya.
Cup..
Ibra mencium bibir ranum Ataya.
" Tidurlah sayang , jangan pernah memikir kan hal yang tidak akan pernah abang lakukan " Jelas Ibra kepada Ataya , tangan nya kembali membawa Ataya pada dekapan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa Like , Komen & Vote 🤭
Salam cinta dari Author gengs 💛💛💛.