
Sinar matahari sudah terlihat menyelinap di celah gorden hitam yang membentang di kaca besar kamar apartemen.Ibra mengerjapkan mata nya pelahan, mencoba untuk segera sadar dari tidur nyenyak nya.
Tangan nya terulur ke arah nakas, untuk mengambil ponsel milik nya.
Ibu jari Ibra lansung menekan tombol power, dan terlihat jam sudah menujukan pukul sepuluh siang dengan latar belakang dua insan manusia yang sedang tersenyum memamerkan buku pernikahan nya. Kemudian Ibra mengusap layar ponsel nya sambil tersenyum, apalagi ketika ingatan nya kembali pada malam indah nya bersama Ataya .
Pandangan mata nya teralih, melihat seorang yang masih tergulung selimut tebal.Wajah lelah nya terpang-pang jelas.
Tampa ampun Ibra menggempur nya semalaman, sampai istrinya baru bisa benar-benar tidur pada pukul tiga dini hari.
Tangan Ibra mengelus lembut wajah cantik yang terlihat gurat kelelah itu dengan lembut.
"Tidur saja cantik!" Ibra setengah berbisik dengan mata yang terus memperhatikan wajah cantik yang terlihat sangat tenang di hadapan nya.
Setelah cukup puas melihat pemandangan indah di hadapan nya, Ibra segera mengenakan kaos yang tergeletak asal di bawah lantai.
Pria itu kini sedang bergelut dengan peralatan dapur, Ibra ingin membuatkan sarapan untuk istri tercinta nya, walaupun hanya omlet tapi Ibra menambahkan bumbu cinta yang membuat cita rasa masakan nya menjadi sangat istimewa.
Setelah selesai, Ibra meletakan satu piring di atas meja ruang tv, sesegera mungkin Ibra kembali ke kamar untuk membangun kan istri cantik nya.
Pandangan Ibra langsung tertuju Ataya yang kini sedang memain kan ponsel dengan selimut yang masih menutupu tubuh polos nan seksi nya.
"Sayang."Panggil Ibra sambil terus berjalan ke arah tempat tidur di mana istrinya berada.
Ataya langsung beralih menatap Ibra yang sedang berjalan ke arah nya.
"Iya suamiku?"Jawab nya tersenyum.
"Ayo bangu, suamimu ini sudah membuatkan sesuatu yang istimewa."Ujar Ibra sedikit berbisik lalu duduk di samping Ataya.
"Ataya pinjem kaos abang sama celana batik panjang boleh?"Sergah Ataya sambil mengulum senyum.
"kenapa? apa istriku ini nggak punya kaos dan celana panjang?"Tangan nya mengelus lembut rambut Ataya.
"Ada kok, cuman kalo pake baju Ataya, nanti singa nya bangun lagi!"Ataya tersenyum canggung.
Mendengar penjelasan Ataya, Ibra langsung tersenyum penuh arti kepada Ataya.
"Abang suka gaya kamu sayang, di luar ke arab-araban di rumah ke barat-baratan!"Tukas Ibra lalu mengedipkan satu mata nya .
"Ayo mana baju nya? Ataya laper sayang!"Rengek wanita itu terdengar manja dan menggemaskan.
__ADS_1
—Cup..
Ibra mencium basah pipi Ataya.
"Oke, baiklah. Tunggu sebentar!"Ibra beranjak, lalu segera membuka lemari pakaian nya dan membawa baju yang Ataya minta.
"Sini, biar abang pakein baju nya."Ucap Ibra setelah duduk kembali di tepi ranjang.
"Biar Ataya pake sendiri saja, kalo di pakein abang, bisa bahaya!"Ataya menjawab dan memberi sedikit cubitan di pipi Ibra.
"Abang mulai bucin nih sama istri seksi nya, cepatlah, abang tunggu di ruang tengah yah!"Tutur Ibra, lalu pergi dari kamar nya.
Setelah Ibra keluar kamar, Ataya segera bergegas memakai pakaian milik suami nya itu, pakaian yang terlihat longgar di tubuh Ibra, tapi terlihat sangat besar ketika Ataya yang mengenakan nya.
Ataya pun langsung berjalan menuju di mana sang suami berada, dengan tangan yang masih bergerak di atas kepala menggulung tinggi rambu coklar nya.
"Kemarin habis ngapain sama papah,sayang?"Tanya Ataya, sambil terus berjalan lali duduk di samping suaminya.
"Cuma bahas soal usaha kami sayang, tapi papah juga bahas pernikahan nya sama tante Amira."Jelas Ibra.
"Oh ya,jadi apa yang kalian bicarakan aku mau tahu?!"Ataya sangat antusias.
"Ini di makan dulu, omelate spesial rasa cinta bikinan abang!"Kata Ibra, lalu menggeser piring berisi omelate hasil kreasi nya untuk Ataya.
"Wah...Suamiku bisa masak telorr ! Ataya tersenyum antusias sambil bertepuk tangan pelan.
Ibra hanya tersenyum melihat Ataya yang sangat senang dengan apa yang ia berikan.
Suapan-demi suapan Ataya terus lakukan, hingga omelate cinta dari suaminya habis tampa sisa.
"Yahh...piring nya bolong!"Gumam Ataya. " Maaf Ataya nggak sisain buat abang!"Ucap nya dengan raut wajah yang sudah berubah masam.
Ibra tersenyum, bahkan hampir tergelak ketika melihat tinggah lucu istrinya.
"Tidak apa-apa sayang!"Telapak tangan Ibra mengelus lembut pipi istrinya."Suka nggak sayang?"Tanya Ibra dengan senyum manis nya.
"Suka atuh, enak ini mah rasa cinta, baru nemuin."Ataya mengacung kan dua jempol tangan nya.
Ataya lansung beranjak dari duduk nya, berjalan pergi membawa piring kotor nya menuju washtafel yang berada di dapur.
Sesampai nya di dapur, kaki Ataya sedikit berjinjit ketika akan membawa gelas yang berada di rak atas.
__ADS_1
Setelah membawa segelas air, ia pun segera kembali meng hampiri Ibra yang tengah asik dengan tontonan cartoon.
"Abang nggak kerja?"Ataya bertanya sambil meletakan gelas berisi air putih hangat di meja. "Ini udah siang!"Jelas Ataya sambil menatap jam dinding yang menempel di tembok.
"Nanti sore kita kontrol cafe abang sama-sama yah!"Ujar Ibra, pria iti menoleh ke arah Ataya, lalu tersenyum.
"Abang!"Panggil Ataya."Mantan abang itu gimana?"Ataya bertanya sedikit hati-hati dan terlihat canggung.
"Nggak gimana-gimana sayang, biarin aja, nggak penting."Jelas Ibra yang tiba-tiba mengusap tang Ataya.
Ataya hanya menggerakan kepala nya, ke atas dan kebawah pertanda ia mengerti bahwa Ibra tidak ingin membahas yang lain saat ini.
"Jangan banyak pikiran ya sayang!"Ibra menatap nya.
Ataya mengangguk sambil tersenyum.
" Iya sayang."Segah nya.
"Abang mandi gih, Ataya mau beresin kamar dulu!"Titah Ataya pada suaminya, lalu bangkit.
Wanita itu lansung berjalan menuju kamar, lalu mulai membersihkan tempat tidur nya yang terlihat sangat berantakan, di susul Ibra yang langsung melangkah kan kaki nya menuju pintu kamar mandi.
"Mau ikut mandi nggak?" Tanya Ibra dengan seringai mengerikan.
"Tidak tuan terimaksih!"Ataya menjawab lugu seolah-olah dia seorang pegawai rumah ini.
Melihat kelakuan Ataya, Ibra pun menutup pintu kamar mandi dengan wajah sumringah.
—Klek..
Sementara suaminya mandi, Ataya yang baru saja selesai membersihkan tempat tidur kini beralih membersihkan ruang tv dan dapur.
Kaki nya terus berjalan mondar-mandir, membersih kan setiap sudut ruangan, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di belakang, lalu membawa sebuah pelan yang sudah ia basuh dengan air dan pewangi lantai.
[Ataya sama Ibra udah bucin ya gengs.]
...🌻🌻🌻...
...Jangan lupa like nya ya , yang mau kasih hadiah juga dengan senang hati Author terima🤭...
...Salam cinta dari Author💛....
__ADS_1