
Terimakasih cinta ku . Ucap Ibra setelah meng gagahi istri nya yang kini sudah terlunglai lemas di atas sofa besar yang berada di kamar nya.
Sesekali pandangan nya melihat Zio yang kini tengah terlelap di tengah ranjang berukuran besar , dengan bantal dan guling yang mengelilingi tubuh mungilnya.
Ibra pun beranjak meninggal kan Ataya yang kini terlihat sudah terlelap.
Kaki nya menuruni sofa lalu mulai melangkah menuju kamar mandi.
Suasana kamar terlihat semakin gelap , hari sudah semakin sore , sinar matahari pun mulai menghilang.
Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi , Ibra pun keluar dengan sehelai handuk menutupi pinggang nya sampai kelutut , wajah tampan nya terlihat lebih segar dengan rambut klimis brantakan ayah satu anak itu terlihat sangat mempesona.
Arah kaki nya melangkah menuju lemari , ia pun menarik kaos polos berwarna putih dan celana batik panjang yang selalu ia kenakan.
Tak lupa Ibra pun meraih saklar lampu , yang berada di sebelah lemari nya.
Setelah selesai , ia pun kembali menghampiri Ataya yang sedang berbaring tanpa sehelai benang pun di atas sofa.
Terang lampu itu pun membuat mata Ibra semakin jelas menatap pemandangan indah di hadapan nya.
Tubuh polos , putih bersih , rambut coklat panjang yang sudah tak beraturan karen ulah nya.
Ada rasa ingin menghajar nya kembali , namun Ibra tak tega , bahkan baru sekali saja ia menggempur nya Ataya sudah terlunglai lemas.
Bibir nya mengukir senyum , badan nya sedikit membungkuk , manik nya terus menatap wajah cantik Ataya dengan jemari yang terus mengelus lembut pipi istri tercinta nya.
Tangan Ibra mulai mengangkat tubuh Ataya , kaki nya mulai melangkah ke arah ranjang lalu mulai membaring kan nya.
Tidak lupa , Ibra pun menarik selimut untuk menutupi tubuh indah Ataya.
" Cape banget kaya nya ? sampe di pindahin aja ga bangun " Tutur Ibra sedikit berbisik , bibir nya terus tersenyum dengan jari tangan yang terus mengusap pipi Ataya.
Ibra pun kembali duduk di sofa , tangan nya mulai memain kan layar ponsel mengusap ke atas dan ke bawah.
Laki-laki itu pun terlihat sedang melihat situs pendaftaran online untuk melaksanakan umroh.
Sebenar nya Ibra sudah memikir kan nya dari jauh hari , ia ingin memberi hadiah umroh kepada istri tercintanya itu.
" Abang " Tiba-tiba suara panggilan Ataya terdengar.
" Iya sayang ? " Ibra meletakan ponsel nya di atas meja , lalu mulai beranjak menghampiri Ataya yang kini masih terbaring berselimut tebal.
" Kenapa sayang ?" Ibra pun duduk di tepi ranjang , tangan nya mengusap lembut kepala Ataya.
Tanpa menjawab Ataya pun langsung menggeser tubuh nya , lalu menjadikan paha Ibra menjadi bantal dengan tangan yang sudah memeluk erat pinggang Ibra.
" Kenapa heumm ?" Tangan Ibra terus mengusap kepala istrinya.
Ataya hanya menggeleng kan kepala , mata nya masih terpejam .
Ibra hanya tersenyum , manik nya terus menatap wajah cantik yang kini sedang bergelayut manja pada dirinya.
" Mamamamama " Tiba -tiba suara Zio terdengar .
Seketika pandangan Ibra pun tertuju pada bayi yang sudah bangun dan sedang melihat ke arah nya.
" Mam anak nya bangun " Jelas Ibra kepada Ataya.
Ataya pun langsung beranjak , badan nya lansung berbalik ke arah Ibra junior, yang kini sedang menarik pelan selimut nya.
" Apa sayang " Tanya Ataya kepada Zio , bayi itu pun tersenyum pada Ataya.
__ADS_1
" Sayang mandi dulu gih , biar Zio sama papah aja " Titah nya kepada Ataya.
-Cup
Ataya mencium gemas pipi gembul Zio.
" Zio sama papah dulu yah , mama mau mandi dulu " Ataya pun menyibakan selimut nya , lalu mulai beranjak menuju kamar mandi memamerkan tubuh indah nya kepada Ibra.
"SAYANG " Panggil Ibra.
" Iya sayang " Jawab Ataya sambil terus berjalan .
" Suka kebiasaan deh , kalo lagi ga pake baju jalan nya pake slow motion "
" Engga sayang , emang begini jalan nya " Ataya membela diri sebelum benar-benar memasuki kamar mandi .
*******
Setelah melakukan makan malam bersama , Ibra dan Ataya pun berpamitan untuk pulang.
Tidak pernah terlewat kan ketika anak dan cucu nya akan pulang , Amira dan Ruli selalu mengantar mereka sampai masuk ke dalam mobil.
" Zio nginep aja di sini sama oma yah " Amira masih berbincang kepada Zio yang masih berada dalam pangkuan nya.
" Zio pulang aja ya , oma , opa " Jawab Ataya sambil tersenyum , lalu merentang kan tangan nya untuk memangku Zio.
" Mah , pah , kami pulang dulu " Ataya dan Ibra pun mencium tangan Amira dan Ruli.
" Iya sayang , hati-hati yah " Tanga Amira mengusap lembut kepala Zio .
"Mbo Nim juga gak ikut pulang , kata nya mau nginep dulu di sini " Jelas Ibra.
" Iya mungkin mau kangen-kangenan dulu sama bibi " Sahut Amira.
- Brugh.
Suara pintu mobil menutup.
" Kami pulang dulu " Ataya berteriak , dengan melambai kan tangan Zio kepada Ruli dan Amira.
" Iya hati-hati " Amira pun membalas lambaian tangan Zio.
Mobil hitam milik Ibra pun mulai berlalu ,berjalan keluar dari pintu gerbang , lalu mulai meninggal kan rumah besar milik orang tua nya dengan perlahan.
Setelah satu setengah jam , mereka melalui jalanan ibu kota sampai akhir nya mobil itu pun sudah terparkir di apartemen yang mereka huni.
" Sayang , Zio biar abang yang gendong " Pinta Ibra ketika sudah menuruni mobil.
" Koper ?" Ataya menatap Ibra penuh tanya.
" Nanti aja , udah anterin kalian abang turun lagi ambir koper " Jelas Ibra.
Ataya pun tersenyum , dan mulai memberikan Zio kepada ayah nya.
" Anak papah ko doyan bobo sih " Gumam nya.
*****
" Abang " Panggil Ataya .
" Iya sayang ?" Ibra pun menoleh ke arah Ataya yang kini sedang berjalan ke arah nya yang sedang duduk di sofa ruang tengah.
__ADS_1
" Besok ke Dokter ya ?" Sahut Ataya.
" Dokter apa ? " Raut wajah nya terlihat sangat bingung.
" Ke Dokter Syifa " Jawab Ataya yang kini sudah duduk di sebelah Ibra.
" Emang kamu hamil ?" Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Ibra.
" Engga , mau pasang IUD " Jelas Ataya.
" Apaan itu mah ? ga usah aneh-aneh "
" Engga aneh , jaga-jaga aja bang " Jawab Ataya.
" Ga usah di jaga , kalo Zio mau punya adik ya ga apa-apa " Sahut Ibra santai.
" Ya mau , tapi kan ga sekarang , Zio masih kecil "
" Engga usah sayang , biarin aja , abang mau nawarin sesuatu sama kamu , mau ga ?" Tawar Ibra .
" Apa ?" Ataya penasaran .
" Kita honeymoon mau ga ?" Tawaran itu membuat senyum di bibir Ataya merekah.
" Hah " Mata nya membulat. " Serius " tanya Ataya kembali.
" Serius " Ibra pun memperlihat kan layar ponsel nya kepada Ataya .
" Dua tiket umroh plus sayang?"Ataya terkejut , mulut nya terbuka namun di tutupi telapak tangan nya.
Ibra pun mengangguk lalu tersenyum menanggapi sikap istri nya.
" Zio ?" Ataya bertanya lagi.
" Kita titip Zio sama orang tua kita " Jelas Ibra.
" Ajak aja yah , kasian sayang " Ataya sedikit memohon.
" Sayang " Ibra menatap Ataya. " Kita dulu aja , ada rejeki nya kita ajak Zio sam mbo Nim " Jelas nya.
" Kasian abang " cicit Ataya kembali.
" Kita belum pernah bulan madu , kalo ajak Zio bukan bulan madu sayang " Jelas Ibra kembali.
Ataya pun menganggukan kepala nya , lalu tersenyum.
-Cup
Ataya mencium bibir Ibra.
" Nanti Ataya bilang ke bunda dulu yah " Jawab nya , lalu mulai beranjak pergi menuju kamar meninggal kan Ibra begitu saja.
Ibra pun tersenyum , melihat tingkah istrinya yang sedang sedikit berlari dengan lompatan-lompatan kecil tak kala tangan nya ikut mengayun ke depan dan belakang.
Membuat Ibra tersenyum penuh arti.
" Makin hari makin cinta abang sama kamu sayang " Gumam Ibra , mengusap wajah nya perlahan lalu tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE ,VOTE DAN GIFH😁☺🤗