CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 31


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu, kini usia pernikahan Ibra dan Ataya sudah mesasuki bulan ke dua.


Makin hari sifat mereka terbongkar oleh pasangan masing-masing.


Ataya yang sekarang mulai manja kepada Ibra, begitu pun sebalik nya Ibra yang terlihat mulai posesif dan sedikit ngambekan kepada Ataya.


"Sayang di sini udah ada anak aku belum?"Tanya Ibra yang terus memgelus perut rata istrinya.


Ataya hanya tersenyum dengan tangan yang terus mengusap kepala Ibra.


"Seperti nya belum sayang, sabar yah."Sahut Ataya tersenyum.


"Kamu haid tanggal berapa sayang?"Ibra lansung menatap Ataya.


"Emmmm..?"Ataya berpikir, mencari ingatan tanggal awal haid ya yang bisa di bilang tidak teratur."Tanggal delapan, kalo nggak salah."Jawab Ataya, dengan mata yang pokus dengan drama korea yang sedang tayang di tv.


"Ini udah tanggal dua belas cinta, wah seperti nya di sini udah ada anak papah."Bibir Ibra mulai mencium perut Ataya.


"Abang geli."Tangan Ataya berusaha menjauhka kepala Ibra dari perut nya. " Bulan kemarin juga telat seminggu malah, pas di test negatif, terus besok nya mens kan!"Ujat Ataya, pandangan mata nya terus fokus ke depan, namun tangab nya tidak pernah mau diam, mengusap lembut wajah suaminya.


"Coba di test lagi yah!"Rengek Ibra sedikit kekeuh dengan ke inginan nya.


"Nggak mau ah, nanti sedih lagi."Tolak Ataya dengan kepala yang bergerak ke kanan dan ke kiri.


"Sayang ayolah, sekali saja."Rengek nya kembali seperti seorang anak kecil yang meminta di belilan permen.


"Belum abang, kalo hamil pasti muntah-muntah tiap pagi, lagian kita nikah baru dua bulan sayang."Tutur Ataya pelan, berusaha memberi penjelasan kepada suaminya.


"Kan kita bikin nya tiap malem sayang."Ibra terus membeo.


"Kata orang-orang justru kalo mau punya anak jangan terlalu sering."Akhirnya Ataya menoleh ke arah Ibra, menatap nya sambil mengulum senyum.


"Aih,...Itu mah kata kamu kaya nya!"Ibra masih kekeuh.


Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Ibra pun mengalah, ia tidak akan memaksa istri nya melakukan test kehamilan, sebenar nya Ibra tahu Ataya tak mau karna tidak ingin membuat nya kecewa seperti bulan lalu.


🦩


🦩


Hembusan angin pagi sudah menyapa, Ataya yang sudah terbangun ketika mendengar suara adzan di aplikasi ponsel nya.Seperti biasa, setelah Ataya melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim, Ataya langsung membangunkan Ibra yang masih terlelap.


"Suamiku, ayo bangun sayang."Tangan nya menepuk pelan pipi Ibra.


Tubuh Ibra menggeliat, bukan nya terbangun ia malah menarik tangan Ataya, sampai wanita itu jatuh di atas tubuh nya.


—Brugggh...


Ataya menghantam dada Ibra cukup keras.


"Abang!"Pekik Ataya berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Ibra.


"Boleh minta jatah nggak sayang?"Gumam nya dengan suara parau.


"Ehh, solat dulu bang cepetan keburu siang loh!"Titah nya kembali.


"Sehabis solat, minta satu ronde boleh?"Ibra berbisik dengan mata yang tertutup.


"Solat dulu!"Tegas Ataya, berusaha membangunkan tubuh nya, lalu menarik tangan Ibra agar suaminya itu segera bangun.


Ibra beranjak, kaki nya sudah mulai berjalan menuju kamar mandi.


Melihat suami nya yang sudah terbangun, Ataya pun bergegas menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuk suami nya.


Ataya langsung mengoleskan selai coklat kacang ke atas roti tawar kupas favorite Ibra, dan memasukan nya kedalam alat pembuat roti panggang.


Sambil menunggu benda itu berbunyi, Ataya menyiapkan kopi hitam untuk Ibra.


Tangan nya masih sibuk mengaduk kopi hitam , tiba-tiba saja sepasang tangan memeluk tubuh nya dari belakang.


"Sebentar sayang!" Ataya menepuk-nepuk tangan Ibra.


—Ting..


"Abang lepasin dulu, ini sarapan udah siap, duduk sana sambil nonton cartoon!"Titah Ataya sambil terus berusaha melepaskan dari lilitan tangan kekar suaminya.


—Cup....


Ibra mencium tengkuk Ataya, lalu melepaskan pelukan nya dan beranjak pergi.


"Ish,...Abang nakal!"Cicit Ataya sambil memegang leher bekas kecupan suaminya.


"Kamu yang nakal, pagi-pagi udah bikin aku gerah dengan celana pendek mu itu!"Tukas Ibra, pria itu menjawab sambil berlalu menuju ruang tv.


"Dasar,masa cuma pake kaos sama celana pendek aja udah bikin abang panas."Sergah Ataya, sambil berjalan membawa roti bakar dan segelas kopi milik suami nya.


Ibra sudah terlihat sudah duduk di hadapan televisi, sambil terus memainkan ponsel nya.


Ataya pun meletakan sarapan nya di meja tv tepat di hadapan Ibra.


"Sarapan kamu mana sayang?" Tanya Ibra sambil menyeruput kopi panas nya.


"Udah tadi sambil bikin roti Ataya makan melon."Kata wanita yang sudah duduk di samping nya.


Seperti inilah kegiatan Ataya setiap hari, wanita yang selalu sarapan dengan buah dan air putih yang cukup banyak.


"Abang hari ini mau liat cafe sebentar."Tutur nya.


"Mau apa, bukanya pembukuan setiap bulan udah kemarin Heri yang kesini?"Tanya Ataya.


"Ada yang harus di chek sayang."Sahut Ibra yang masih pokus dengan sarapan nya.


"Awas saja kalo kamu macem-macem!"Tegas nya dengan mata yang sedikit meneliti.


"Enggak, abang cuma satu macem ko sayang!" Jawab Ibra tersenyum.

__ADS_1


"Itu mantan kamu masih suka nelpon enggak"Tanya Ataya, maklum saja mereka masih belum berani memeriksa ponsel pasangan masing-masing.


"Udah di block, tenang saja, cinta ku cuma buat kamu!"Ibra berujar.


"Yasudah aku Ikut!"Tidak seperti biasa nya hari ini Ataya sikap nya sedikit cerewet.


"Hayu, justru aku seneng kamu ikut, biasa nya kalo di ajak nggak mau."Kata Ibra sambil tersenyum ke arah istrinya.


^


^


Jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi, Ibra dan Ataya pun kini sudah terlihat siap berangkat menuju cafe yang Ibra miliki.


Sekitar satu setengah jam mobil yang mereka tumpangi melaju, akhirnya Pajero hitam itu terparkir tepat di samping cafe milik nya.


"Loh, abang mau bikin cafe lagi di sebelah?"Tanya Ataya sambil turun dari mobil.


"Iya di bangun dulu, nanti di gabung sama cafe yang ini!"Jelas nya sambil terus berjalan.


Mereka berdua pun memasuki cafe yang telihat masih sepi, semua karyawan masih sibuk membersihkan meja dan kursi, yang berjejer rapih.


"Pak,....Bu!"Sapa para karyawan ketika Ibra dan istrinya masuk.


Ataya dan Ibra hanya menjawab dengan senyuman sambil terus berjalan menuju ruangan Ibra.


"Sayang tungguin disini yah, AC nya nyalain aja, abang mau lihat pembanguan dulu!"Jelas Ibra yang meletakan kunci mobil nya di atas meja.


"Iya sayang!"Ataya mengangguk, lalu duduk di kursi kerja milik Ibra.


Dengan cepat Ibra beranjak, berjalan ke arah luar meninggalkan Ataya sendiri di dalam ruangan nya.


Pandangan Ataya mulai menyusuri ruangan milik suaminya itu, tempat yang terlihat rapi dan wangi, netra nya langsung memandang poto pernikahan mereka yang menepel di dinding bercat putih.Kaki nya berjalan menuju meja kembali, dan mulai membuka satu persatu laci yang berada di bawah meja kerja Ibra.


awal nya Ataya tidak menemukan hal yang aneh, hingga mata nya tertuju pada figura poto yang tertutup kertas.


Dengan perasaan penuh penasaran, Ataya langsung mengambil nya.


—Prankkkkkk....


Benda itu terjatuh,pecahan kaca nya bertebaran di mana-mana.


"Abang tega banget!"Lirih nya dengan mata yang sudah terlihat berkaca-kaca dengan pandangan yang tidak teralihkan.


Ataya berusaha membersih kan ceceran kaca yang bertebaran dimana-mana, tangan nya tidak mampu menahan benda kecil itu ketika mata nya menangkap foto suaminya dengan wanita lain.


Ataya berusaha menahan air mata nya, namun sayang, usaha nya gagal ketika air itu hatuh membasahi pipi nya.


Hati Ataya perih, kala terus melihat ke dua orang yang saling memcintai sedang terlihat tersenyum bahagia.


"Apa mungkin abang masih menemui nya?"Gumam Ataya.


Pintu ruangan terbuka, terlihat Ibra yang sedang berjalan masuk ke arah nya.


Seketika Ataya langsung menyusut air mata nya dengan telapak tangan.


Tidak ada jawaban dari Ataya, wanita itu sibuk memunguk kaca pigura yang pecah oleh diri nya.


"Sayang!" Panggil nya sedikit terkejut ketika melihat sesuatu yang tergeletak di lantai dengan pecahan kaca dimana-mana.


Ibra langsung berusaha meraih tangan Ataya, namun istrinya menolak, menepis nya secara kasar.


Ibra tahu istrinya sudah melihat apa di balik pigura itu, lagi-lagi Ibra teledor.


kenapa ia tidak membuang nya terlebih dulu sebelum Ataya melihat nya.


"Kamu nangis?" Tanya Ibra, tangan nya mengusap pipi Ataya pelan.


"Nggak usah pegang-pegang!"Tangan Ataya kembali menepis Ibra.


"Sayang biar aku jelasin!"Sergah Ibra yang mulai terlihat panik.


"Nggak usah di jelasin, ini juga udah jelas banget bang!"Tangis Ataya mulai pecah.


Ibra mulai terlihat bingung dengan ke adaan nya sekarang, Ataya yang tidak ingin ia sentuh, bahkan ketika Ibra mendekat pun Ataya melarang nya.


"Kita pulang yah, kita beresin semua nya di rumah!"Pinta Ibra, badan nya sedikit membungkuk dan tangan nya mulai mengusap air mata Ataya.


Ataya hanya tediam, tidak ada satu patah kata pun dari mulut Ataya.Ataya tidak pernah sampai seperti ini, bahkan biasanya ketika kesal pun Ataya akan tetap tersenyum.


Raut wajah Ibra kini berubah jadi masam, pria itu terlihat khawatir ketika mengetahui dirinya dalam masalah besar.


Ibra dan Ataya lansung berjala ke arah keluar dari ruangan nya, Ataya hanya menunduk menyembunyikan wajah sembab nya dari setiap orang yang berada di tempat.


"Heri, tolong bersihin ruangan saya!" Pinta Ibra kepada seorang karyawan kepercayaan nya.


"Iya pak."Heri langsung mengangguk.


Kini kedua nya sudah berada di dalam mobil yang sudah mulai melaju pelan.


Hanya terdengar alunan musik yang Ibra putar dengan volume kecil, sementara Ataya hanya terdiam dengan pandangan keluar jendela.


Ibra melihat istri nya hanya terdiam, dirinya mengutuk diri nya sendiri, bagai mana bisa ia lupa membuang foto nya bersama Nadia waktu itu.


Setelah melalui perjalanan yang cukup memakan waktu, kini Pajero hitam itu sudah terparkir kembali di basement apartement.


Mobil nya sudah benar-benar berhenti, Ataya pun terlebih dulu keluar dari mobil dan berlari meninggal kan Ibra begitu saja.


Bukan tidak ingin mengejar, hanya saja Ibra tahu, ketika Ataya marah istrinya itu hanya ingin di beri waktu untuk sendiri.


Pintu lift sudah tertutup, Ataya meninggal kan nya begitu saja.


Dengan perasaan gusar, terpaksa Ibra harus menunggu lift selanjut nya.


—Ting...

__ADS_1


Pintu lift kembali terbuka, Ibra pun bergegas masuk dan menekan tobol tujuan nya.


Setelah beberapa detik berada di dalam lift, akhirnya Ibra sampai di lantai yunit nya berada.


Perlahan Ibra mendorong pintu nya agar terbuka, ruangan terlihat kosong dan sunyi, Ibra pun menuju pintu kamar yang sudah tertutup rapat.


TOK..TOK..


"Ataya sayang, buka pintu nya yah!"Ibra sedikit memohon.


Tidak ada jawaban, hanya terdengan suara rintihan Ataya yang terdengar begitu pilu.


Ibra pun kemabali menuju sofa tv, ia akan menunggu sampai pintu itu terbuka.


Pikiran nya kemana-mana, pria itu takut Ataya nekad dan pergi meninggal kan nya, pikiran nya kalut, sampai Ibra meremas keras rambut nya sendiri.


^


^


TUTT...


TUTT...


📞Assalamualaikum,,,


Bunda


📞Iya teh kenapa sayang.


Engga apa-apa bun, teteh cuma kangen bunda.


📞Kenapa nangis, coba cerita ke bunda.


Teteh nangis karna kangen bunda heehe (senyum paksa)


📞Yaudah kalo nggak mau cerita tidak apa-apa.


Ayah sama Zaydan mana bun.


📞Ayah masih di kebun belum pulang, kalo Zaydan lagi mandi baru pulang sekolah.


Oh gitu ya bun, yaudah teteh mau mandi juga, kalian baik-baik ya .


📞Teteh juga yah.


Iya bunda , assalamualaikum.


📞Waalaikumsalam.


Sambungan telepon nya terputus, Ataya langsung meletakan ponsel nya di atas nakas samping tempat tidur.


Ataya beranjak, lalu berjalan ke arah kamar.


—Ceklek..


Ataya membuka pintu.


"Sayang!" Ibra lansung berlari dan memeluk Ataya.


"Iya!"jawab Ataya.


"Maafin abang."Kata Ibra.


"Iya."Jawab Ataya kembali.


"Kamu boleh nampar abang, tapi jangan diemin kaya gini!"Tukas Ibra dengan tatapan sedikit memohon.


—Plakkk...


Satu tamparan keras mendarat di pipi Ibra, sampai meninggalkan bekas kemerahan.


Ibra hanya terdiam, pria itu paham mungkin kesalahan nya saat ini sangatlah fatal.


"Sayang!"Ibra menatap manik hitam milik istrinya


"Kalo abang masih cinta dia, lepasin aja Ataya!"Mata nya terlihat memerah kembali , cara bicara nya pun bergetar.


"Abang nggak bakalan lepasin kamu Ataya!"Tegas Ibra dengan suara sedikit meninggi, ketika wanita yang sangat di cintai nya meminta untuk di lepaskan.


"Lepasin seseorang yang udah lama sama kita emang susah, jadi lepasin aja aku, mumpung masih jalan dua bulan, jadi belum terlalu berat dan berdampak besar."Tukas Ataya kembali.


"Ini semua salah paham sayang!"Tegas Ibra."Cinta aku udah buat kamu sayang!"


Ataya hanya tersenyum getir.


"Laki-laki memang begitu, bisa mencintai dua wanita sekaligus."Timpal Ataya.


Ibra langsung memeluk Ataya, mencoba membuat amarah Ataya reda, walaupun Ataya meronta minta di lepaskan, tapi Ibra tetap tidak melepaskan dekapan hangat nya.


"Abang lepas!"Ataya terus memberontak.


"Enggak!"


Pandang mata mereka pun bertemu, sesaat kedua nya terdiam, manik mata nya saling menatap dalam.Entah bagai mana kini bibir mereka saling betemu, memangut satu-sama lain, tidak ada perlawanan dari Ataya, wanita itu hanya terdiam, sengan mata yang sudah tertutup, dengan tangan yang mulai mengusap dada bidang Ibra.


Tangan Ibra semakin mempererat cengkraman di pinggang Ataya, suara decapan mulai terdengar jelas, dengan cepat Ibra membawa Ataya ke dalam kamar, memangku nya seperti bayi koala tampa melepas kan tautan bibir.


Perlahan Ibra membaringkan Ataya di atas tempat tidur. Pandangan kedua nya kembali bertemu, menatap satu sama lain dengan tatapan sensual.


Dengan penuh gairah Ibra kembali menyambar kedua belahan kenyal istrinya, dengan tangan yang sudah mulai meremat setiap lekuk tubuh Ataya.


Hingga terjadilah pergumulan panas antara keduanya.


...TBC🌻🌻🌻...

__ADS_1


...Jangan lupa! like, vote, komen untuk mendukung authro yang hanya bubuk rangginang ini....


__ADS_2