CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 20


__ADS_3

Kini Ibra dan Ataya pun sudah berada di Restaurant hotel tempat mereka menginap.


Ataya yang sudah membawa sedikit nasi goreng seafood, dan segelas susu putih kesukaan nya.


Ataya berinisiatif mencari tempat duduk terlebih dahulu, setelah menemukan meja untuk di tempatinya, ia pun meletakan nasi goreng dan susu putih milik nya itu.


Tidak lama setelah ia duduk, kini Ibra pun datang menghampiri yang hanya membawa segelas kopi dan roti.


Ketika Ibra meletakan sarapan nya, Ibra melihat Ataya berjak menuju kumpulan makanan kembali.


"sayang mau kemana?"Tanya Ibra.


"Ataya ambilin air putih dulu!"Jawab nya sambil menoleh, lalu di jawab anggukan oleh suaminya Ibra.


Tak lama setelah Ataya masuk kedalam, wanita itu pun kembali keluar dengan membawa dua air mineral di tangan nya.


Ataya terus berjalan menuju meja nya bersama Ibra yang terletak di luar ruangan.( Outdor )


Ataya segera meletakan air yang di bawa nya, dan duduk di hadapan Ibra.


"Kamu makan sedikit banget!"Ujar Ibra sambil mengunyah roti isi selai coklat milik nya.


"Sedikit sih, cuman sering."Jawab Ataya tersenyum.


Seketika ke adaan pun hening, hingga Ataya kembali membuka suara.


"Abang boleh tanya?"Ataya menatap pria di hadapan nya.


"Mau tanya apa?"Ibra menjawab sambil meletakan cangkir kopi nya.


"Emmmm...gimana yah!"Ataya terlihat bingung. "Soal mamah abang!"Ataya penasaran.


"Oh mamah! dia meninggal empat tahun yang lalu."Jelas Ibra sambil terus menatap wanita yang terus menatap dirinya.


"Kalo papah sama tante Amira?"Ataya masih penasaran.


"Papah sama tente Amira, hubungan mereka baru berjalan lima bulan, dan rencana papah mau nikahin tante Amira kalo abang udah nikah!"Jelas Ibra kembali.


"Abang setuju?..


"Awal nya tidak, tapi lama kelamaan abang tahu tante Amira baik! jadi ya oke lah, cuman Gilang kemarin-kemarin masih nggak setuju tapi akhir nya oke juga sih."Jelas Ibra.


Ataya pun hanya menanggapi dengan anggukan kepala.


Tak terasa mereka duduk di tempat ini sudah agak lama, walaupun makanan mereka sudah habis, tapi mereka masih saja asik mengobrol.


"Sore ini kita pulang ke Jakarta yah!"kata Ibra.


"Ke rumah papah?"Timpal Ataya.


"Engga, kita tinggal di apartemen punya abang!"Jelas Ibra.


"Terus papah sama Gilang?"Ataya terus membeo.


"Nanti kan papah juga bakalan nikah!"Sahut Ibra sambil tersenyum.


Kini Ibra dan Ataya pun berjalan kembali menuju kamar mereka, dengan tangan yang saling bertautan sepanjang jalan.

__ADS_1


Setelah sampai, seperti biasa Ibra pun mengeluar kan acses card nya dan segera menempel kan di handle pintu.


β€”Klik..


Ibra lansung mendorong pintu kamar nya perlahan.


Sepasang pengantin baru sudah berada di dalam kamar nya, dengan segera Ataya mengemas pakaian nya kembali kedalam koper berukuran sedang milik nya.


Sama hal nya dengan Ataya, Ibra pun segara merapikan barang-barang milik nya ke dalam koper.


Setelah koper mereka sama-sama rapi, kini Ibra menyeret koper nya kedekat pintu dan di susul oleh Ataya dan koper nya.


"Waktu pulang masih lama, sekarang baru jam sepuluh! kita berangkat jam empat saja yah?"Usul Ibra sambil melihat jam tangan milik nya.


"Iya bang."Ataya mengangguk.


Sambil menunggu jam pulang. Ataya dan Ibra pun bermalas-malasan di atas kasur dan sibuk dengan ponsel masing-masing.


Ibra yang sibuk dengan pesan yang di kirim kan kepada salah satu karyawan nya.


Dari laporan kerjaan, hingga memberi tahu ada seorang prempuan yang mencari nya.


Ibra yang merasa bingung hanya mengerut kan kening nya.


Siapa yang nyariin? tumben! pikir nya.


Berbeda dengan Ibra yang sibuk berbalas pesan, justru Ataya sibuk dengan game bertani milik nya.


Tiba-tiba !!


Ting..


Ting..


Ting..


Ibra yang sedari tadi memang sedang memain kan ponsel nya lansung membuka pesan tersebut.Kening nya berkerut ketika melihat pesan dari nomor yang tidak di kenal nya.


Siapa? Ibra beratanya dalam hati.


Betapa terkejut nya Ibra ketika membuka pesan tersebut, sampai-sampai mata nya membulat dengan raut wajah yang sangat terkejut.


πŸ’Œ:Sayang kamu di mana??


πŸ’Œ:Aku cari kamu di rumah nggak ada yang jawab.


πŸ’Œ:Ke apartemen juga kosong! jadi aku ke cafe,tapi ternyata kamu nggak ada juga.


Ibra yang mendapat kan pesan tersebut cepat-cepat ia menghapus nya.Ia tidak mau Ataya sakit hati gara-gara melihat isi pesan yang di kirim mantan kekasih nya itu.


Ya walaupun sebenar nya Ataya belum berani memegang ponsel nya.


Tapi jaga-jaga saja, siapa tau tiba-tiba Ataya ingin melihat ponsel nya dan ia menemukan hal yang akan membuat nya sakit.


Ibra langsung meletakan ponsel milik nya di atas nakas telat di samping ranjang nya.


Lalu meringsek lebih mendekat pada Ataya da memeluk tubuh istri nya erat.

__ADS_1


Ataya yang tiba-tiba mendapat kan pelukan pun terlihat sangat terkejut, sampai tubuh nya membeku dan tidak bisa berkutik.


"Loh! abang?"Cucit nya smbil memengang tangan yang melilit pinggang nya.


Mendengar protes istri nya, Ibra langsung mendekat kan bibir nya ke arah pipi Ataya.


β€”Cup.


satu kecupan di pipi.


Ataya hanya mematung mendapat kan perlakuan tersebut.


"Abang sayang kamu! cinta kamu juga,mulai sekarang Ataya harus percaya sama abang, jangan pernah dengerin apa kata orang lain!"Tiba-tiba saja ia berbicara panjang lebar.


Ataya hanya mengkerutkan dahi nya, ia tidak tau maksud suami nya apa,kenapa tiba-tiba berbicara seperti ini.


"Iya suami ku!"Ataya tersenyum dan mengusap tangan Ibra.


Kini Ataya pun membalikan tubuh nya menghadap Ibra.


Ataya melihat Ibra yang sudah memejam kan mata.


Ketik Ataya akan mengusap kepala suaminya.


Ibra terlebih dulu memelukan dan menenggelamkan kepala nya di dada Ataya.


"Abang!"Ataya kaget.


"Biarin gini sebentar yah!"Pinta nya dengan suara pelan, dengan mata yang terus terpejam.


"Abang kenapa? ada masalah kah?"Tanya Ataya yang merasa aneh dengan sikap suaminya.


Ibra pun hanya menjawab denga gelengan kepala.


"Ukuran nya tiga enam kan?"Cicit Ibra.


"Apa nya yang tiga enam bang?"Ataya bingung, pandangan nya menunduk dengan tangan yang terus mengusap kepala suaminya.


"Enggak, bukan apa-apa!"Ibra tersenyum jahil.


Ataya yang mulai mengerti maksud Ibra kemana, dengan segera Ataya mulai melepas kan paksa lilitan tangan suami nya.


"Ih nggak lucu ah, sana! nggak usah peluk-peluk lagi!"Ataya kesal


"Engga!"Ibra semakin mengerat kan pelukan nya."Biarin kaya gini!"Pinta nya kembali dengan suara manja nya.


"Lama-lama abang kaya Zaydan, nyebelin!"Sergah nya sambil memukul-mukul tangan Ibra.


"Aduh... iya-iya maaf!"Ucap Ibra sambil menangkis pukulan tangan istrinya.


Sesaat Ataya terdiam, melihat Ibra sudah sedari tadi menutup mata nya, Ataya pun ikut memejam kan mata nya sambil terus memeluk Ibra.


Dan tak lupa Ataya menghidup kan alarm di ponsel nya, tepat pukul empat sore.


Nggak boleh bablas! gumam nya.


...TBC🌻🌻🌻...

__ADS_1


...Jangan lupa! like, vote, komen, follow yah.....


__ADS_2