CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 69


__ADS_3


Brugh...



Ibra seketika tersadar dari tidur pulas nya , manik Ibra menatap seluruh kamar yang terlihat begitu gelap , hanya ada cahaya remang lampu dari luar yang memaksa masuk dari celah gorden.


" Aww " Suara Ataya memekik lirih.


Mendengar suara rintihan istrinya , Ibra pun langsung menyibakan selimut tebal nya , dan terduduk di tepi ranjang.


" Sayang " Panggil Ibra , kaki nya melangkah mencari saklar lampu .


" ATAYA " Suara nya sedikit meninggi ketika melihat istri nya yang sudah tersengkur dengan darah yang bercucuran dari plipis.


" Abang tolong Ataya pusing " Suara nya sedikit melemah .


Ibra pun langsung berlari ke arah Ataya.


" Kamu kenapa sayang " Ibra pun langsung meraih tubuh Ataya dalam dekapan nya , tatapan nya sedikit menunduk melihat tangan Ataya yang memegang dahi dengan berlumuran darah.


" Aku pusing " Lirih Ataya kembali , mata nya terus terpejam .


Pikiran nya menjadi tidak karuan , ia harus membawa istrinya ke rumah sakit . Tapi bagai mana dengan Zio yang masih terlelap tanpa ada yang menemani .


Ibra pun menarik kaos dari tubuh nya lalu mulai melilit kepala Ataya agar bisa sedikit menahan darah yang keluar.


Tangan nya mulai memangku Ataya yang kini tengah terduduk ke atas ranjang.


" Kamu kenapa sayang " Raut wajah Ibra terlihat sangat khawatir , ibu jari nya berusaha membersih kan sisa darah di hidung dan pipi istrinya.


" Aku mimpi Zio jatuh terus nangis " Jawab Ataya dengan suara lirih.


Ibra pun menghela nafas nya perlahan , manik nya menatap sendu Ataya yang kini juga tengah menatap nya.


" Sayang , lain kali bangun nya pelan-pelan . Darah kamu rendah , gak bisa bangun tiba-tiba " Jelas Ibra.


" Ataya lupa kalo Zio tidur nya di baby box " Sahut nya. " Ataya kira Zio bobo sama kita terus jatuh " Mata nya sayu , menatap box tempat Zio tidur , tatapan mata nya memperlihat kan ke khawatiran.


" Sakit ga ? " Tanya Ibra.


" Enggak . Ataya pusing bang " Jawab Ataya.


Melihat lilitan kaos di kepala Ataya sudah mulai terlihat noda merah yang perlahan menembus , hati nya semakin ternyuh takala Ataya yang mulai terlihat lemas .


Ibra pun mengulur kan tangan nya ke arah nakas , lalu membawa benda pipih dalam genggaman nya.


Ia menatap layar ponsel , jam baru saja menunjukan pukul satu dini hari.


Tuuutt...📲


Suara sambungan telepon .


📞 Assalamualaikum ?


Wa'alaikumusalam , pah udah tidur belum ?


📞Belum , ini baru mau .


Papah sama mamah bisa kesini ga ?

__ADS_1


📞Loh ada apa ? tumben malem-malem.


Nanti cerita nya disini aja , kalo bisa secepat nya mama sama papa kesini.


📞Yasudah papa kesana sekarang .


Iya pah , maaf ngerepotin kalian .


📞Tidak apa-apa.


Assalamualaikum pah.


📞Wa'alaikumusalam.


Setelah panggilan telepon nya terputus , Ibra pun meletakan ponsel nya kembali di atas nakas.


Ibra kembali menatap Ataya yang kini terlihat sudah memejam kan mata nya.


" Sayang ganti baju sama pake kerudung yah ? papah mau kesini " Ibra pun beranjak ke arah lemari , lalu membawa dress panjang rumahan dan krudung instan milik istrinya.


Tak lupa ia pun membawa kaos untuk ia kenalan kembali.


" Abang . Ataya pake hoodie abang aja , sama pinjem celana batik abang" Cicit nya dengan suara lemas.


" Iya sayang " Jawab nya lalu meletakan pakaian Ataya kembali lalu membawa pakaian milik nya.


Entah mengapa Ataya sangat suka memakai pakaian suaminya.


Ia pun mulai memakai kan hoodie oversize milik nya dengan sangat pelan dan hati-hati.


Ibra juga mulai memakai kan topi yang berada di hoodie sebagai pengganti kerudung di kepala istrinya.


" pake dulu celana nya sayang " Ibra pun mulai memakai kan nya untuk Ataya yang kini sedang memakai dress rumahan selutut.


Ibra pun langsung beranjak dari duduk nya , lalu ia berlari ke arah pintu luar.


Suara panik Amira pun sudah mulai terdengar nyaring di telinga Ataya.


" Ya allah Aya " Suara nya sedikit berteriak , bagai mana tidak Amira melihat wajah Ataya dengan banyak bercak darah dengan kepala terlilit sesuatu.


" Ini kenapa Ibra ?" Tanya Amira kepada anak sambung nya.


" Mah pelan-pelan , cucu kita lagi tidur nanti bangun " Jelas Ruli kepada istrinya.


" Ataya jatuh mah , plipis nya kena sudut meja jadi robek " Sahut Ibra.


" Yasudah , cerita kronologis nya nanti saja , sekarang kamu bawa menantu papa ke IGD " Titah Ruli kepada anak nya.


Ibra pun mengangguk , ia mulai mendekat ke arah Ataya .


" Ayo sayang , abang gendong ya ?" Tangan nya mulai menyelinap di kedua kaki Ataya.


" Ataya bisa jalan bang " Tolak nya.


" Yaudah ayo pegang abang aja " Ibra pun meletakan telapak tangan Ataya di lengan nya.


" Mah , pah . Ataya titip Zio , ASI nya ada di kulkas tinggal di angetin " Jelas Ataya lalu di jawab anggukan oleh Amira.


" Jangan khawatir ada mama sama papa di sini " Sahut Ruli.


Ataya dan Ibra pun lalu pergi meninggal kan kedua orang tua nya bersama Zio .

__ADS_1


******


" Saya kasih obat pereda nyeri , sama penambah darah ya bu " Jelas Dokter jaga yang memeriksa Ataya.


" Baik Dok . terimakasih " Ataya tersenyum lalu mulai beranjak pergi menuju kasir dan Farmasi.


Ibra pun terus meng genggam tangan Ataya , mata nya terus tertuju pada plipis yang sudah di lapisi kain kasa , begitu tak tega nya ketika ia melihat Ataya mendapat kan tiga jahitan.


Ibra tak mendengar Ataya berkekuh kesah , ia hanya melihat Ataya menejam kan mata nya ketika jarum itu mulai menembus kulit nya


" Duduk di sini aja , biar abang aja yang ambilin obat nya ya sayang "


" Iya bang " Jawab Ataya.


Ataya pun duduk di salah satu kursi yang tersedia , ia melihat Ibra yang kini sedang melakukan pembayaran lalu mulai menebus obat.


Rasa syukur selalu ia ucap kan dalam hati , ia memiliki suami yang amat sangat mencintai nya.


Suaminya itu terus menatap diri nya dengan tatapan sendu penuh ke khawatiran .


Terlihat Ibra pun sudah membawa kantong obat di tangan kanan nya , ia terus berjalan ke arah Ataya yang kini sedang menunggu nya sambil duduk .


" Ayo sayang , kita pulang " Ibra pun membawa tangan Ataya kembali di genggaman nya.


" Abang " Panggil nya sambik terus berjalan menuju pintu keluar.


" Kenapa sayang ? " Tanya nya lembut , dengan bibir yang sudah mengukir senyum .


" Maaf dan terimakasih " Sahut Nabila. Aldrich pun hanya menatap nya bingung.


" Apa itu sayang ?" Tanya Ibra kembali.


" Maaf udah ngerepotin abang , dan terimakasih atas cinta yang begitu besar " Ataya pun tersenyum ke arah suaminya.


" Untuk sekarang abang maaf kamu , tapi dengan syarat "


" Syarat nya apa bang ?" Ataya mengerut kan kening.


" Lain kali kalo bangun pelan-pelan , duduk dulu jangan langsung berdiri apa lagi lari " Jelas Ibra.


" Maaf , Ataya takut Zio kenapa-kenapa " Raut wajah Ataya terlihat gusar.


" Udah , mimpinya jangan di inget-inget terus" Ibra mengusap pipi Ataya.


Atay pun hanya mengangguk , ia terus berjalam perlahan mengikuti langkah sang suami.Hingga Ataya dan Ibra pun sudah sampai di parkiran mobil.


" Masuklah bidadari ku" Ibra pun membuka kan pintu untuk Ataya.


" Terimakasih suamiku " Ataya pun tersenyuk lalu menaiki mobil milik suaminya.


Setelah Ataya berada di dalam mobil , ia pun mulai berlari kecil , menyusul Ataya yang sudah berada didalam , menuju arah pintu sebelah kanan.


Lalu Ibra mulai memasuki mobil ,dan melajukan mobil nya dengan perlahan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC


JANGAN LUPA LIKE & VOTE.


JANGAN LUPA JUGA BACA NOVEL AUTHOR YANG SATU LAGI

__ADS_1


( CINTA BEDA KASTA ) 🤗🤗🤗 tinggal klik di profil author🙏.


__ADS_2