
"Alhamdulilah, selesai."Ujar Ataya yang sejak tadi sibuk merapikan semua bahan yang tadi ia dan Ibra beli.
"Sekarang kan jadi lebih enak di lihat, nggak kosong melompong!" Ia terus berbicara dengan tangan di pinggang dengan bibir yang terus tersenyum.
Dengan sangat senang hati, Ataya merapikan semua barang yang dia dan suami nya beli seorang diri.Dari menata stok sabun di kamar mandi, hingga merapikan barang-barang keperluan dapur.
Tidak lupa, Ataya juga merapi kan kamar nya, menata baju milik nya di dalam lemari, dengan sangat rapih.
Kini keringat nya sudah membasahi tubuh seorang nyonya Ibra, baju nya sudah terlihat lusuh, rambut cepol nya sudah terlihat acak-acakan sekali.
Merasa semua sudah selesai, Ataya pun langsung beranjak pergi dari dapur menuju kamar mandi yang berada di kamar nya.
Sore hari telah tiba, langit biru kini sudah berganti warna menjadi orange, sungguh pemandangan senja di jendela kamar nya terlihat sangatlah indah.
"Abang kapan pulang yah, rasa nya sepi kalo abang nggak ada!" lirih nya, sambil terus menunggu Ibra pulang. Baru saja Ibra masuk dalam lehidupan nya sudah membawa pengaruh sangat besar bagi wanita duapuluh lima tahun itu, padahal seharian ini mereka meng habis kan waktu ber-dua, baru saja Ibra pamit pergi menemui papah nya, Ataya sudah sangat merindukan kehadiran sosok suami nya tersebut.
Siang tadi, tidak lama setelah mereka sampai di apartemen, Ruli menghubungi Ibra, entah apa yang mereka bicara kan tiba-tiba saja Ibra pamit tak lama setelah memutus kan sambungan telepon.
"Sayang, papah minta abang kerumah sekarang, kamu nggak apa-apa kan sendiri di sini?"Tanya suaminya kepada Ataya.
"Iya, berangkatlah.Aku akan baik-baik saja."Ataya menatap nya sambil tersenyum.
"Abang nggam akan lama, janji."Sambung Ibra kembali, lalu pria itu pun bergegas mengambil hoody dan kunci mobil.
__ADS_1
—Cup..
Satu kecupan di pipi Ataya.
"Baik-baik di sini, tunggu abang pulang." Pinta Ibra, lalu di jawab anggukan kepala sambil tersenyum manis ke arah nya.
^
^
Setelah lama Ataya menatap langit senja, wanita itu pun mencoba melangkah ke sudut kamar untuk meraih gorden dan mulai menutup nya.
Ataya lansung kembali membuka kado dari ibunda tercinta nya. Ataya terdiam sejenak dengan sejuta pikiran yang membuat nya sedikit pusing.
"Kamu tidak ingin suami mu berpaling bukan?"Tanya nya pada diri sendiri." Tidak apa-apa Ataya, ini adalah ladang pahala untuk mu, layani suami mu dengan baik."Ataya mencoba menepis rasa malu dan tidak siap nya untuk segera memberikan kebutuhan batin suaminya.
"Siap tidak siap, aku harus siap.Cepat atau pun lambat ini pasti terjadi juga Ataya!"Gumam Ataya.
Ataya pun berjalan menuju kamar mandi, dan memulai ritual mandi nya yang sedikit memakan waktu cukup lama.
Puluhan menit berlalu, Ataya pun sudah selesai dengan mandi nya.
Kini ia keluar dengan aroma mawar yang menyeruak di tubuh nya.
__ADS_1
Tangan Ataya langsung meraih dan memakai pakaian serba hitam pemberian ibu nya.
Langkah kaki Ataya segera berjalan menuju cerimin, melihat diri nya dari pantulan cermin, hingga membuat nya sedikit terlihat kaget .
"Haaa!!"Ataya menutup mulut nya.
"Kaya mba-mba open BO pinggir jalan nggak sih"Gumama nya sambil terus memperhatikan diri nya.
"It's oke Ataya, rilex jangan gerogi oke! kamu harus terbiasa berpakaian seperti ini di depan suami mu nanti!"Ataya terus berbicara pada dirinya sendiri yang berada di pantulan cermin.
Wanita cantik itu segera menyisir rambut coklat sebahu nya, ia memutuskan untuk tidak mengikat nya malam ini, tidak lupa Ataya juga menyemprot kan minyak wangi di leher dan di belakang kedua telinga nya.
Setelah merasa cukup, Ataya pun berjalan menuju ranjang dengan body lotion di tangan nya. Memakai lotion memang kebiasaan nya, bahkan jauh sebelum bersama Ibra pagi,siang,atau pun malam.
Ketika Ataya mulai mengusap kan lotion di kaki mulus milik nya, tiba-tiba saja handle pintu bergerak.
—Ceklek...
Seseorang terlihat membuka pintu kamar nya perlahan
...To be countine ya gengs....
...😅😅...
__ADS_1
...Jangan lupa Author minta like dan dukungan nya....