
Ceklek...
Ataya memdorong pintu menggunakan tubuh nya.
"Mbo tolong bawain " Suara Ataya sedikit berteriak namun tetap terdengar lembut.
Namun yang datang bukanlah wanita paruh baya itu , melain kan Ibra yang kini menghampiri nya dengan sedikit berlari , lalu Ibra mebawa beberapa kantong belanjaan dari tangan istri nya.
Ataya pun terus berjalan tanpa melihat wajah Ibra , langkah nya bergegas menuju dapur.
" Mbo ini belanjaan nya , untuk hari ini masak sup ayam aja sama sambel yah " Jelas Ataya kepada wanita yang baru saja menghampiri nya.
" Iya neng , biar mbo beresein dulu " Sahut nya .
Ataya pun kembali berjalan menuju ruang tengah , langit pagi sudah terlihat sedikit terang , namun putra tampan nya belum terbangun dari tidur nyenyak nya.
Trak..
Ataya meletakan kunci mobil di meja dekat tv.
" Kamu pake mobil sayang ?" Tanya Ibra kepada istri nya.
Ataya pun merilik ke arah suaminya Ibra , tak ada senyuman di wajah Ataya , wajah cantik itu kini terlihat tanpa ekspresi.
" Iya , Ataya juga nemuin ini " Tangan nya meraup benda yang berada di saku celana nya.
Ibra pun sedikit terkejut kala melihat Ataya meletakan satu lembar kertas kecil dan juga ikatan rambut.
" Sayang , ayo kita jelasin di dalam " Ibra sesikit berbisik , tangan nya menggenggam langan Ataya lalu membawa nya ke dalam kamar , lamu menutup nya.
Ibra pun membawa Ataya ke arah sofa yang berada di kamar nya.
" Sini " Titah nya kepada Ataya dengan menepuk sisi kosong di samping nya.
Ataya hanya menurut saja , tidak ada protes sedikit pun tak ada sepatah keta pun dari ibu anak satu ini, ekspresi wajah nya masih sama , tampak diam namun terlihat sangat menyeram kan.
"Pertama abang jelasin ikatan rambut ini dulu , abang ga tau ini punya siapa , tapi ke mungkinan ini milik Nadia " Suara nya terhenti kala melihat Ataya yang kini sedikit menjauh dari nya.
" NADIA " Suara Ataya meninggi.
" Aaaaaaaaaaaaaaa " Suara Ataya membuat Zio terbangun dari tidur nyenyak nya.
Ataya pun beranjak dari duduk nya , lalu langkah nya tertuju pada Zio yang kini tengah terduduk sambil terus berteriak.
" Ini mama sayang " Ataya pun membawa Zio dalam pangkuan nya.
" Mamamamama" Celoteh nya saat tangisan itu terhenti.
" Iya ini mama , Zio mu mimi sayang " Tawar ibu satu anak itu kepada putra nya dengan senyuman kepada Zio.
Mendengar kata mimi dari Ataya , Zio pun menghentakan kaki dan tangan , senyum nya mengembang dengan mata yang sudah basah oleh air mata.
Ataya pun mengangkat kaos yang ia kenakan , lalu mulai membuka kancing bra yang berada di depan .
Dengan semangat Zio pun melahap , sudah terlihat pipi gembuk seperti bakpau itu mulai kembang-kempis.
" Anak papah bangun sayang " Ibra memcium pipi Zio , namun kecupan nya di balas sedikit cakaran oleh tangan kecil yang kini tengah berada di pipi ayah nya.
__ADS_1
" Kurang kenceng de , ayo cakar lagi " Jelas Ataya menatap wajah putra nya.
" Sayang ko gitu " Pekik Ibra kepada Ataya dengan tatapan sendu.
" Jangan sayang - sayang deh , geli aku tuh denger nya ,sayang tapi selalu nyembunyiin sesuatu dari istrinya , pulang kerja malem terus ,giliran istrinya mau pergi sendiri ga boleh " Jelas Ataya memasak muka jetek nya .
" Sayang , abang emang ketemu Nadia terus bawa dia masuk ke mobil"Suara nya terhenti kembali.
" APA? , NADIA? BERDUA DI MOBIL ? SAMA KAMU ?" Cecar Ataya dengan suara kembali berteriak.
Wajah kaget Zio pun terlihat kala melihat sang ibu bersuara begitu kencang.
" Sayang pelan-pelan Zio mau nangis lagi " Jelas Ibra mengusap pipi putra nya yang sedang menyesap susu favorite nya.
" Cape banget Nadia mulu , udah di bilang kalo kalian masih terkait masa lalu masing-masing ya di selesai kan dulu , ini udah diem-diem terus ketemu mantan. " Cecar Ataya kembali.
" Itu ga di sengaja sayang , dia datang ke cafe dengan perut yang sudah sangat membesar waktu abang sama Heri lagi bikin pembukuan , mana abang tau kalo dia tiba-tiba kontraksi " Jelas nya lirih raut wajah nya sudah terlihat sayu.
" Aku cuma mau tanya sih , kamu akhir-akhir ini beda sama aku , apa cinta kamu tumbuh lagi sama Nadia " Ataya terlihat lebih rese pagi ini .
" Enggak sayang , abang cuma nolongin aja , terus setruk itu memang abang yang belanja buat anak nya juga , abang ga sendiri ko di temenin Irma sama Heri juga " Jelas nya panjang lebar.
" Tapi kamu masih nengokin kan , ngaku aja deh " Ataya kembali bertanya.
" Malem doang " Jawab Ibra santai.
Plak..
Ataya menampar pipi Ibra.
" Kenapa ga sekalian aja jadi ayah anak nya aja " sahut Ataya.
" Aku tuh kesel banget sama kamu bang , tiap hari di tinggal , terus pulang malem ,tiba-tiba dapet kabar dari suami dia udah memuin mantan nya , udah lah sore ini aku berangkat ke Bandung " Keluh nya kepada Ibra.
"Abang kan beresin kerjaan biar cepat-cepet bisa liburan " Jelas nya ."Ga kasian liat suami nya pergi pagi pulang pagi " Tannya Ibra.
" Kamu seneng kan ketemu Nadia " Selidik Ataya.
" Ya allah sayang engga , kamu ko makin cemburuan aja sih " Ibra pun tersenyum menggoda Ataya.
" Sore ini aku mau pulang titik " Tegas Ataya masih cemberut kepada Ibra.
" Oke , siapa takut , kita titipin Zio sama kake, nenek nya , kita chek in hotel " Sahut Ibra santai.
" Dih GR banget , siapa juga yang mau di bawa chek in emang aku cewe macem apaan " Jawab nya jutek , mata nya terus mendelik.
" Abang udah nahan seratus hari lebih , setiap minta di tolak , giliran ada yang mau cuma-cuma sama abang malah ngambek " Ibra terus menggoda istrinya.
plakkk.
Ataya memukul kencang lengan Ibra.
" Aww sakit sayang , dosa lo mukul-mukul suami "
" Aku solat taubat nanti , lagian bilang dosa , apa ketemu wanita lain selain istri nya dapet pahala gitu " Cicit Ataya penuh kekesalan.
" Iya iya maaf , abang tau kamu mau liburan , makanya udah sering marah-marah , maafin abang akhir-akhir ini waktu buat kalian nya kurang "
__ADS_1
Cup ..
Ibra mencium kening Ataya.
" Udah jangan marah-marah , kasian Zio " Bisik Ibra,mata nya menatap manik Ataya yang kini sedang menatap nya.
"Abang nya nyebelin " Suara nya bergetar , wajah sudah tertunduk.
" Jangan nangis sayang " Ibra pun menundukan kepala nya , melihat wajah Ataya yang kini terlihat sendu." Boboin dulu Zio nya sayang kasian " Titah nya sambil menusap pipi Ataya.
Ataya pun mengangguk , lalu menidurkan Zio di baby box tempat tidurnya.
Ketika Ataya ingin berbalik arah , ada sesuatu yang tiba-tiba melilit pinggang nya.
" Jangan marah , abang tau abang salah , abang selalu ambil keputusan sendiri , tapi dua hari yang lalu wanita itu tiba-tiba datang , abang ga tau maksud dia apa , tapi ketika dia mengalami kontraksi ga ada yang bisa kita lakuin selain menolong nya , abang memang membeli kan perlengkapan baby untuk anak nya , tapi yang ngasih bukan abang , tapi Heri sama Irma" Jelas Ibra .
Ataya terdiam mendengar penjelasan Ibra , ia membalik kan badan dan langsung mengalung kan tangan nya di leher Ibra.
" Apa aku terlihat seperti orang jahat yang melarang suaminya berbuat baik " Tanya Ataya dengan suara lirih , manik nya terus menatap lekat mata sang suami.
Ibra menggeleng kan kepala , lalu tersenyum ke arah nya.
" Semua istri tidak mau suaminya kembali berurusan dengan masa lalu nya , yang kamu lakukan itu wajar " Tangan nya terus memeluk pinggang Ataya , mata nya terus menatap mata Ataya dengab senyum di bibir nya.
Tanpa jawaban sepatah kata pun dari mulut nya , ia langsung membenam kan kepala nya di dada Ibra , tangan nya beralih memeluk pingga Ibra.
" Maaf , Ataya udah berprasangka buruk sama abang " Suara nya sedikit pelan.
" It's oke " Ibra mencium kening Ataya kembali. " Kamu butuh liburan , pikiran nya jadi negatif terus , kita siap-siap nanti sore kita ke Bandung " .
" Aku mau mandi dulu " Ataya mendongkakan kepalanya , dan mulai melepas kan pelukan nya.
" Kita mandi bersama " Ibra tersenyum kepada Ataya.
" Ga boleh , abang tungguin ade aja nanti suka kebangun " Tolak Ataya.
" Ayolah masa nifas nya sudah lama kadaluarsa , tapi jatah nya belum di kasih " Ibra membujuk Ataya.
" Iya tapi sekarang ga boleh , abang jagain ade nanti kalo bangun nangis nya kaya di cubit kenceng banget " Jelas Ataya kembali.
Setelah berhasil menaklukan singa lapar , Ataya pun melangkah menuju kamar mandi , tak lupa ia menutup pintu.
Ketika tangan Ibra ingin maraih knop pintu.
Crek..
Ataya mengunci nya dari dalam.
" Gagal terosss " Kesal nya pada diri sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Oh jadi mama Ataya yang over thinking guys 🤭
Papa Ibra mah baik , di kantor cuma sibuk ngitung duit sama Heri😁
Jangan lupa Like , Vote & Komen ya gengs 🙏😚
__ADS_1
I 💛 U 🍅