
Hari-hari Ataya dan Ibra pun terlihat semakin menyenangkan, banyak hal yang mereka lakukan setelah si kecil di dalam perut Ataya sudah banyak merespon, contoh nya saat Ibra membisikan banyak obrolan untuk anak nya, bayi kecil di dalam perut istrinya itu selalu merespon ucapan calon papa nya dengan tendangan yang cukup kencang.
"Aww!!"Ataya meringis.
"Come on baby tendang mama lagi!"Ucap Ibra, wajah nya sangat dekat dengan perut bulat Ataya, dengan jemari tangan yang terus mengusap nya lembut.
"Stop adek!"Suara Ataya sedikit kencang, dengan jari telunjuk yang sudah di lurus kan ke atas, seperti sedang memarahi anak lecil.
"Oke anak baik." Tangan nya mengelus perut buncit nya, dan tersenyum.
"Ahahahahaha...."Ibra tertawa ketika melihat tingkah laku sang istri, ia benar-benar bisa membuat bayi nya langsung terdiam.
"Kaya nya malam ini abang mau tidur di sofa depan tv ya sayang." Jelas ataya dengan senyum menyeringai.
"Yah,...nggak seru, apa-apa pasti ujung nya tidur di sofa!"Gumam Ibra dengan wajah mengejek.
" Abis nya,... abang nggak tau sih rasa nya di tendang terus kaya mau pipis sampe nggak bisa nahan." Ataya membela diri.
"Papa laper nih dek! masakin mie instan dong." Mata nya menatap Ataya.
"Mau kuah atau goreng pah?" Ataya tersenyum.
"Kuah saja, pake telor ceplok sama cabe rawit."Jelas Ibra denga satu jempol tangan mengangkat.
"Oke, Ataya bikinin dulu." Ataya pun beranjak meninggal kan Ibra yang berada di kamar menuju dapur.
Ataya pun mulai mengisi air ke dalam panci, lalu menaruh nya di atas kompor.
TREK!
( masing-masing aja lah gimana enak nya suara kompor)๐
Tangan nya mulai membuka lemari yang berisi tumpukan mie, coffe, dll.
Ataya membawa dua bungkus mie kuah, lalu meletakan nya di meja sebelah kompor.
Sekarang kaki nya berjalan mendekati lemari pendingin, lalu membawa dua buah cabe rawit berwarna merah dan satu butir telur ayam.
Ketika air di dalam panci itu mendidih, Ataya pun memasukan dua bungkus mie sekaligus.
Tangan nya terus bergerak, menumpahkan bumbu kedalam mangkuk berukuran besar.
Sambil menunggu mie nya matang, Ataya menghidup kompor yang satu nya lagi, dan mulai membuat telur ceplok pesanan sang suami tercinta.
Sekitar lima menit, Ataya pun sudah membawa nampan berisi satu mangkuk mie dan segelas air putih.
Lalu meletakan nya di atas meja.
"Abang, udah mateng!"Panggil Ataya yang sudah duduk di sofa terlebih dulu.
Ibra yang menunggu istri masak, ia hanya berbaring dan memain kan ponsel milik nya.
Bukan tidak merasa kasihan kepada Ataya wanita dengan perut yang sudah membulat itu, tapi kadang-kadang sifat manja Ibra datang dadakan, kaya tahu bulat.
Laki-laki itu mulai melangkah kan kaki nya menuju ruang tv, tempat istri nya berada.
"Kamu bikin berapa sayang? kok banyak banget!"Tanya Ibra.
"Aku bikin dua bungkus, kan aku juga mau."Sahut Ataya .
Ibra pun mengerti, ia langsung duduk di samping istri nya, lalu mulai memasukan mie buatan Ataya ke dalam mulut nya perlahan.
Suapan demi suapan terus Ataya dan Ibra lakukan, sampai kini mangkuk mie itu sudah tandas tanpa sisa.
"Eeeeee!!"Ataya sendawa.
"Eh maaf sayang!"Ataya sedikit menahan malu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang."Jari nya mengusap pipi Ataya lalu tersenyum.
Ibra bahagia, melihat Ataya yang kini makan dengan lahap dan sediki banyak, di bandingkan saat dirinya belum hamil, wanita itu hanya makan sekali itupun sangat sedikit.
Awal nya Ibra pikir Ataya sedang diet, nyata nya tidak seperti itu, sifat jelek nya disini Ataya akan makan ketika dirinya sudah benar-benar lapar. Bahkan Ibra pernah berpikir, apa Ataya itu kurus karena kurang gizi.
"Sudah selesai?"Ujar Ataya." Biar aku langsung cuci."
"Kamu diem aja ya, ini biar abang yang beresin oke!" Ibra langsung membawa nampan berisi mangkuk kotor menuju dapur.
Ataya mengangguk, ia senang kala Ibra memperlakukan nya sangat istimewa, Ibra selalu mengingat kan nya untuk tidak terlalu lelah, apalagi Ataya sering mengeluh mulai sakit di bagian perut bawah nya.
Sambil menunggu suami nya datang kembali, Ataya pun menyandarkan kepala nya di atas sandaran sofa, awal nya Ataya memainkan ponselnya, tapi tiba-tiba saja ponsel itu jatuh di atas wajah nya.
"Aduh!! hidup mancung ku." Pekik nya kesakitan, lalu meletakan ponsel di atas meja.
Kepala nya kembali bersandar, mata nya menatap langit-langit apartement berwarna putih cerah itu, lalu mata nya mulai terlihat sayu, dan.
"Lah tidur kamu?"Ibra mendekat menatap mata Ataya yang sudah terpejam .
Hebat nya ibu hamil , padahal di tinggal sebentar tapi udah ketiduran aja.Gumam nya, lalu menggeleng kan kepala dan tersenyum.
"Sayang, tidur nya benerin! nanti pinggang nya sakit lagi."Ibra menepuk-nepuk pipi istri nya.
Mata Ataya terbuka tiba-tiba, hingga membuat Ibra terkejut bukan main.
"Gendong!!"Rengek Ataya seperti anak kecil.
Ibra langsung tersenyum, lalu mulai mengangkat tubuh Ataya, tubuh nya masih terlihat sama, hanya perut saja yang sudah menonjol, dan seperti nya berat Ataya bertambah.
"Berat!"Lirih Ibra.
Lalu.
Plakkkk!!
"Jadi kamu bilang aku gendut?!" Ataya dengan tatapan sendu.
"Eng-nggak! bukan gitu, abang becanda kok." Ibra gelagapan.
"Udah turunin aja."Tangan nya mulai meronta .
"Gitu aja ko marah sih." Ibra tersenyum menggoda Ataya.
"Awass!!" Ataya langsung bangun, menabrak tubuh kokoh Ibra dan berlalu tanpa sepatah kata pun.
"Yah,.. Ibu hamil marah lagi."Ibra berkata sangat kencang.
Ibra hanya mengutuk dirinya sendiri, dirinya telah membuat istrinya tersinggung, padahal awal nya hanya ingin bercanda .
Apalah daya nya, kini Ataya sangat sensitif sekali walau dengan candaan seperti itu.
Ibra langsung menyusul Ataya yang berada di kamar. Wanita itu sudah berbaring miring dengan tangan yang menyangga kepala .
" Sayang, abang cuma bercanda!"Tubuh nya ikut berbaring dan memeluk Ataya dari belakang.
"Iya." Jawab Ataya singkat.
"Kita jalan-jalan sore yuk." Ibra sedikit merayu.
Ataya hanya terdiam, sebenar nya ia sangat ingin mengucap kan "Ayok." tapi Ataya terlalu gengsi mengucap kan nya.
Melihat Ataya hanya terdiam, Ibra pun mengeluarkan jurus handal milik nya.
Cup..Cup..Cup
Ibra menghujani wajah milik Ataya dengan kecupan nya.
__ADS_1
"Abang,...Bau!!" Teriak Ataya sambil menutup hidung.
Lagi-lagi Ibra menyerang Ataya dengan penuh kecupan
"Abang!"Rengek Ataya.
"Ampun nggak hmm?!"Kata Ibra.
"Iya ampun!" Tangan nya menahan bibir Ataya.
" Oke ayok kita berankat." Tangan Ibra menarik Ataya .
^
^
Mobil hitam Ibra terus berjalan menyusuri jalanan Jakarta.
"Ada yang mau di beli nggak sayang?"Tanya Ibra dengan tatapan masih lurus kedepan.
"Hari ini lagi pengen jagung bakar!"Jawab Ataya.
"Kita ke super market , kita beli jagung nya " Sahut Ibra.
"Enggak, Ataya mau yang di puncak."Jelas nya.
"Ya allah Ataya!"Tatapan Ibra penuh keterkejutan.
"Mpppptth...hahahah serius amat. "Jemari tangan Ataya mencolek ujung hidung Ibra.
"Beli sate padang aja yah." Kata Ibra.
"Iya papah." Ataya mengulum senyum.
Setelah bernegosiasi dengan Ataya, akhirnya sate padang sudah berada di genggaman prempuan yang kini tengah duduk di mobil.
"Mau kasih nama anak kita siapa?" Tanya Ibra.
"Mmmmh,..siapa yah?!"Jawab nya bingung .
"Apa dong ayok!!" Sahut Ibra kembali.
"Kalo baby nya cewe, abang mau kasih nama Senja." Jelas Ibra.
"Kenapa Senja?" Tanya sang istri.
"Nggak tau seneng aja, soal nya abang suka sama langit sore."
"Tapi kalo bisa nama nya yang islami, kaya abang kan Ibrahim, biar agak menyamar kan kelakuan nya gitu" Ledek Ataya.
"Iya sih, kelakuan abang nggak sebagus nama pemberian mamah." Ibra menjawab.
"Nah itu tau!!" sahut Ataya.
"Yaudah mau yang islami kan, gimana kalo ba'da ashar?!"Ibra melirik Ataya dengan wajah sok polos.
"Allahuakbar, Ibrahim kamu bener-bener ya, cari toilet umum sekarang juga!!"Ataya mengusap perut nya yang sudah menegang.
"Ahahahahahhahaa."Ibra tertawa lepas.
" Dih, nge jox sendiri geli sendiri." Ledek Ataya.
Ibra malah tertawa semakin kencang.
...Jangan lupa Like dan Vote ya gengs ๐๐คญ...
...Dukung cerita pertama Author yang tak se sempurna para penulis profesional lainya๐...
__ADS_1
...Iloveyou๐๐๐๐heheheh๐....