
Alarm ponsel Ataya pun berbunyi nyaring, hingga mampu membuat Ataya membuka mata nya dengan susah payah, tangan Ataya pun bergerak mencari keberadaan ponsel nya di nakas.
Setelah mecapai ponsel nya, ia mengambil dan melihat layar ponsel, lalu mematikan alarm yang masih terus berbunyi.Jam sudah menujukan pukul empat pagi, ketika Ataya ingin bangun ia merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang nya dengan erat.
Dengan hati-hati ia pun mengangkat tangan Ibra, meletakan nya di sisilain, lalu ia bangun.
"Mau kemana?"Tanya Ibra tiba-tiba dengan suara serak nya.
"Mau ambil wudhu bang!"Jelas Ataya kepada Ibra.
Bukan nya Ibra melepas pelukan erat itu, ia malah menarik Ataya semakin mendekat dan memeluk nya kembali semakin erat.
"Tungguin abang sebentar lagi."pinta Ibra sambil menenggelam kan kepala nya pada punggung Ataya.
"Udah jam empat bang, bentar lagi adzan!"Jelas Ataya sambil menepuk nepuk tangan Ibra pelan.
"Disini dulu, nanti jam 5 baru boleh bangun!"Tegas Ibra masih tetap memejam kan mata nya.
Ataya pun Tidak bisa apa-apa lagi selain pasrah.
Ia mencoba membalikan badan nya untuk berhadapan dengan Ibra.
Ketika Ataya berbalik, ia melihat lebih jelas wajah tampan suami nya dengan jarak yang sangat dekat.
Ataya terus manatap nya, senyuman manis terukir di bibir Ataya, dengan tangan kanan nya mencoba menyentuh pipi Ibra yang sedang terlelap.
Ia mengusap pipi suami nya dengan lembut sambil berbicara lirih.
"Apa bener bang Ibra udah cinta sama aku?"Ucap nya sambil tetap mengelus pipi Ibra.
Ketika Ataya terus melakukan hal yang sama, tiba-tiba mata Ibra pun terbuka.Sampai membuat Ataya terkejut dan seketika langsung menarik tangan nya kembali.
__ADS_1
—Tap..
Ibra mehan tangan kecil yang sedari tadi mengusap pipi nya.
"Kenapa,terusin aja nggak apa-apa."Gumam Ibra dengan suara berat.
"Ataya ganggu abang yah?"Cicit Ataya masih mencoba melepas kan tangan nya dari Ibra.
"Jangan membuat nya bangun pagi-pagi Ataya?"Ibra menatap manik cantik istri nya lekat.
Ataya benar-benar terluhat salah tingkah dengan perkataan Ibra tersebut, ia mengerti betul apa yang di maksud Ibra.
Untuk menyelamat kan dirinya, dengan cepat ia pun bangun dan berlari menuju kamar mandi.
—Brug....
( suara pintu di banting sedikit kencang )
Beberapa menit pun berlalu.Ibra yang merasa heran dengan Ataya yang sedari tadi masih betah di dalam kamar mandi.
"Sayang, ko lama? abang juga harus bersih-bersih!"Panggil Ibra sambil mengetuk pintu.
"Sebentar lagi bang!"Jawab di dalam kamar mandi.
"Ih nanti keburu terang, nanti waktu solat subuh nya abis" jelas Ibra kembali.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.
—Ceklek...
Ataya pun keluar dengan wajah bingun nya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Ibra sambil melihat Ataya.
"Abang Ataya izin mau keluar sebentar ya!"Ataya gugup.
"Loh kenapa, solat dulu nanti abang anter!"Ibra masih kebingungan, kenapa tiba-tiba sekali Ataya minta izin keluar.
"Kaya nya Ataya nggak solat untuk saat ini sampai seminggu kedepan!"Jelas nya, namun terus menundukan kepala, seolah enggan bertatap muka dengan Ibra.
Maafin Ataya ya allah.Cicit nya dalam hati.
"Kenapa nggak solat?!"Tanya Ibra yang masih belum ngeh maksud Ataya.
"Ataya....hari ini dapet!"Ujar nya sambil tersenyum paksa.
Mendengar penjelasan dari istri nya. Tampa curiga Ibra pun memgerti, Ibra mengangguk, lalu tersenyum.
"Yaudah tunggu sebentar, abang solat dulu!"Kata Ibra, ia pun memasuki kamar mandi lalu menutup pintu nya.
Ada sedikit kesal di hati Ibra, bangai mana tidak, malam indah bersama istri nya kini harus tertunda lagi.
Beberapa saat Ataya menunggu Ibra, yang sedang menunaikan kewajiban nya, hingga setelah beberapa menit, suaminya pun selesai.
Ibra yang sudah selesai melaksanakan kewajiban nya pun segera ber-siap-siap untuk mengantar Ataya.
Sementara Ataya yang sedari tadi sudah memakai kerudung , beranjak mengikuti langkah kaki Ibra yang sudah berjalan ke arah pintu.
Maafin Ataya ya bang!
...TBC🌻🌻🌻...
...Guys! mau like, vite, mawar, kopi sama vote nya boleh nggak😂😂...
__ADS_1