CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 52


__ADS_3

Klek!


Pintu Apartemen terbuka perlahan.


"Assalamu'alaikum?"ucap Ataya bersamaan dengan suami nya Ibra.


"Wa'alaikumusalama!"mbok Nim menjawab salam dari Ataya dan Ibra, yang baru saja datang.


"Mbok udah makan belum? ini abang beliin bakmie ayam."Ataya bertanya sambil menunjukan sesuatu di tangan nya.


" Tolong ambilin sendok yah kita makan bareng-bareng sambil nonton opa-opa ganteng!"ucap nya kembali dengan senyum malu-malu, karena mendapat tatapan tajam dari Ibra.


"Siap neng, mbok ambilkan dulu sendok sama mangkuk nya."mbok Nim menjawab, lalu tersenyum.


"Jangan nonton opa-opa terus, nanti cinta kamu ke abang luntur!" Protes Ibra, ia merasa tak terima ketika istri nya mengilai pria lain, selain dirinya.


"Ish, lebay!"Ataya menepuk lengan Ibra.


"Ini tuh lagi seru-seru nya bang, cerita nya tentang putri duyung yang jatuh cinta sama Lee Min Ho." Jelas Ataya antusias.


"Pindahin aja, nyari siaran yang lain!"sergah Ibra, dengan tangan yang mulai memegang remote tv.


"Awas aja kalo di pindahin! liatin nanti aku suruh Abang tidur di sofa!"cicit Ataya yang memincing kan mata ke arah suaminya.


"Iya, iya. Apaan sih! udah nggak baca novel malah jadi pindah ke drama korea!"Ibra merajuk.


"Neng, ini mangkuk sama sendok nya."mbok langsung menyimpan nya di atas meja.


"Wah! mbo sama bi Mimi juga suka nonton yang ini, cowok nya ganteng banget ya neng!?"jelas mbok dengan mata yang terlihat berbinar.


Melihat ke kompakan kedua wanita beda usia yang berada di hadapan nya, Ibra tertegung seraya menggeleng kan kepala tidak percaya.


"Ini lagi mbok, pake ikut-ikutan segala bilang ganteng!"ucap Ibra ketus, lalu terlihat mendelikan mata nya.


"Emang ganten den. Coba di tonton, pak Dadang juga suka nonton bareng mbok kalo lagi istrirahat!"ujar mbok Nim, sambil tersenyum.


"Pak Dadang nonton drama korea juga mbok?"cicit Ibra penuh keterkejutan.


"Wah! Daebak!"kata Ataya, lalu bertepuk tangan.


"Ya ampun!"Ibra memijat pelipis nya, yang seketika terasa pusing.


"Sayang, jangan kaya gitu. Sini kita makan bakmie dulu!"Ataya menepuk sisi kosong di samping nya.


"Nggak jadi makan! nggak mau kalo tontonan nya korea!"Ibra masih merajuk.


Ataya dan mbok Nim langsung saling menatap, melihat kelakuan Ibra yang terlihat sedang cemburu kepada drama kesukaan Ataya.


"Dih, umur aja udah 28 tahun. Tapi kelakuan nya masih kaya Gilang!"Ataya mencebik.


"Sayang!"rengek Ibra kembali.


"Mbok, dulu kelakuan nya kaya gini juga?"Ataya memandang wanita itu, bertanya pada seorang yang pernah mengurus suami nya dari kecil.


"Ya gitu neng, kalo ke mauan nya nggak di turutin suka ngamuk-ngamuk sambil nangis kenceng banget!"ujar nya dengan mata yang terus pokus ke arah tv.


"Bongkar aja mbok, bongkar. Nggak apa-apa sumpah dah!"Ibra menatap mbok Nim tajam.


Seketika Ataya tergelak, ketika melihat tingkah aneh suami nya hari ini.


Ibra benar-benar seperti anak kecil yang selalu merengek meminta permen.


Setelah memakan bakmie langganan nya bersama mbok Nim. Ataya kembali ke kamar, ia segera mengganti celana kulot dan kemeja nya menggunakan daster rumahan.


Ia pun membawa satu kantong belanjaan berisi baju calon anak nya, yang akan segera lahir sekitar tiga bulan lagi.

__ADS_1


"Mbok?"panggil Ataya.


"Iya neng, mbok cuci piring kotor dulu sebentar!"sahut nya.


"Abang nggak ganti baju?"Ataya melihat suami nya yang masih duduk di atas sofa.


"Sebentar lagi sayang."jawab Ibra singkat.


"Ada apa neng?"mbok Nim berjalan mendekat.


"Ini, tolong nanti cuciin di laudry yah?"Ataya memberikan satu kanton berisi pakaian anak nya.


"Ini baju dede bayi neng?"mbok tersenyum.


"Iya mbok!"sahut Ataya.


"Wah, mbok jadi nggak sabar mau liat anak nya den Ibra nanti."ucap nya antusias.


"Anak aku pasti ganteng bi kaya aku."kata Ibra Ibra.


"Lah, ko ganteng? kan anak kamu cewek!"cicit Ataya sedikit heran dengan suami nya ini.


"Ya, pokok nya anak aku mirip aku!" Ibra kekeuh dengan wajah anak nya yang harus persis seperti diri nya.


"Udah mbok, tinggalin aja. Lagi kumat kaya nya!" Ataya pun berjalan meninggal kan nya ke dalam kamar.


"Sayang, mau kemana?"Ibra berteriak.


Ataya tidak menjawab, dia terus berlalu tanpa memghirau kan teriakan dari suaminya. Perlahan Ataya naik ke atas tempat tidur, kemudian merebahkan tubuh nya yang mulai terasa pegal.


"Sekarang kok, pinggang aku kaya gampang pegel ya!"gumam nya pada diri sendiri.


"Sayang?"panggil Ibra lagi, yang saat ini sudah berada di dalam kamar dan menghampiri istrinya.


"Emang nya pinggang kamu kenapa hemm?"tanya Ibra, lalu tangan nya mulai mengusap lembut punggung Ataya.


"Nggak tau, pegel-pegel aja!"jelas Ataya singkat.


"Abang, Nadia ko bisa tau si kita ada disana? apa Nadia ikutin kita yah?"


"Abang juga nggak tau, kenapa sekarang dia selalu nongol tiba-tiba."jawab Ibra.


"Kita pindah aja ya, ko Ataya takut si kalo Abang sama mbok nggak ada, gimana aku nanti!?"wajah Ataya terlihat sedikit khawatir.


"Kita pasti pindah sayang, kita beli rumah."ucap Ibra, lalu mengusap kepala Ataya.


"Sayang, nanti mbok pulang apa nginep?" Ataya bertanya, mata nya menatap wajah tampan suaminya Ibra.


"Nginep sayang, kasian kalo pulang pergi."kata Ibra.


"Oh, berarti mbok tidur nya sama aku yah disini, abang di sofa!"Ataya sambil mengulum senyum di bibir nya.


"Iya sayang, sementara waktu seperti itu dulu."jelas Ibra kembali.


...•••••...


Sementara itu di unit lain namun gedung apartement yang sama, wanita itu terus memikir kan sesuatu, hingga wajah nya terlihat sedikit muram.


Bagai mana ini, Ibra sekarang lebih mencintai istri nya dari pada aku! Gumam nya.


Aku harus bilang ke Ataya kalo ini anak nya Ibra! Ujar Nadia dengan seringai licik di bibir nya. Oke Ibra kalo kamu nggak bisa ninggalin Ataya, aku akan buat Ataya yang ninggalin kamu.


Nadia mulai beranjak dari duduk nya, ia melangkah kan kaki nya menuju pintu keluar.


Langkah nya terus menelusuri lorong, lalu berhenti ketika sampai di salah satu pintu unit milik seseorang.

__ADS_1


Dor..


Dor..


Dor..


Nadia memilih menggedor pintu tersebut dari pada menekan bell.


Klek! pintu terbuka.


"Non Nadia!" Wanita paruh baya itu terlihat sangat terkejut dengan ke datangan dirinya.


"Halo mbok, apa kabar?" tanya nya lalu menerobos masuk.


"Non, tapi!"suara mbok terhenti kala mendengar suara nyonya rumah ini bertanya.


"Siapa mbok?" Ataya bertanya, tatapan nya tertuju pada wanita yang baru saja ia temui tadi siang.


"Hi Ataya, aku mau ketemu suami kamu, boleh?!"ucap nya dengan senyum penuh arti, dengan kaki yang terus melangkah ke arah sofa tv.


"Siapa sayang?" Tanya Ibra, Ataya hanya tediam dengan raut wajah yang juga terlihat bingung. "Nadia! kamu ngapain kesini?"Ibra menjengit.


"Ibra, aku hamil!" Nadia berkata dengan tak- tahu malu nya.


"Ha-hamil!"suara Ataya terbata-bata, dengan tangan yang menutup mulut dan mata yang sudah membulat sempurna.


"Jangan gila kamu Nadia! aku tidak menghamili mu!" Jelas Ibra penuh penekanan.


"Aku nggak gila sayang, kita memang pernah melakukan nya bukan?"seringai iblis nya terlihat kembali.


Mendengar pernyataan dari Nadia, hati Ataya mencelos seperti sedang di timpa benda besar secara tiba-tiba.


"Apa, yang di katakan wanita itu benar bang?"suara Ataya sudah bergetar, mata nya bahkan sudah memerah dan berkaca-kaca.


"Enggak, gitu sayang!"Ibra berusaha menjelas kan.


"Jawab jujur! ya atau tidak!" Ataya penuh penekanan.


"Sayang?" Suara Ibra lirih, tatapan nya sendu.


"Abang, jawab!" Ataya kembali bertanya.


"Iya sayang, tapi itu bukan anak aku."akhir nya Ibra jujur dengan pertanyaan Ataya.


Air mata Ataya tumpah begitu saja, hati nya pun terasa sangat hancur.


Bahkan kaki nya terlihat melangkah mudur, memasuki kamar, lalu membanting pintu sangat kencang, dan mengunci nya dari dalam.


Brugh!


Suara nyaring bantingan pintu menggema.


"Mbok, seret wanita iblis itu keluar!" Titah Ibra dengan sikap dingin nya.


"Tidak usah repot-repot mbok, aku bisa keluar sediri."Nadia tersenyum, lalu langkah nya mendekat ke arah Ibra.


"Aku akan mengambil milik ku kembali Ibra, kalo kamu tidak bisa meninggal kan nya.Maka aku yang akan membuat Ataya meninggal kan mu!"Bisik Nadia dengan seringai licik, lalu berjalan menjauh dari Ibra menuju pintu, untuk segera keluar.


...•••••...


Jangang lupa dukungan nya guys! berupa like, komen, vote, dan hadiah lain nya.


Ig. @_anggika15


~Sayang kalian saCianjureun~

__ADS_1


__ADS_2