
Hari demi hari pun telah berlalu , kini luka di pelipis Ataya sudah mulai mengering , namun masih terlihat sedikit memar.
Seperti kegiatan pagi biasa nya , ia selalu terbangun lebih dahulu dari suami dan anak nya.
Hari ini contoh nya , jam masih menunjukan pukul setengah lima , setelah melaksanakan solat , ia pun segera bergegas ke dapur.
Terlihat sudah ada bibi dan ibu mertua nya sedang sibuk membuat sarapan.
" Eh sayang .Mama lagi bikin susu kamu mau gak ? kalo mau biar sekalian mama bikinin ? "Tanya Amira ketika melihat Ataya yang kini sedang berjalan ke arah nya.
" Boleh deh mah " Jawab Ataya , lalu duduk di kursi meja makan yang berada di sana.
" Coklat apa putih ?" Amira mengangkat dua kaleng di tangan kanan dan kiri nya.
" Samain aja sama mama " Sahut nya sambil tersenyum ke arah Amira.
Amira pun tersenyum ke arah menantu yang kini sedang duduk di kursi meja makan , hanya menggunakan daster pendek dengan rambut di cepol asal-asalan.
" Masak apa bi ?" Ataya melempar pertanyaan kepada wanita sedikit berumur namun masih lebih muda dari pada mbo , tangan nya terus mengaduk wajan yang kini sedang berada di atas kompor menyala.
" Nasi goreng neng " Jawab nya menoleh ke arah Ataya lalu sedikit tersenyum.
" Bi boleh pisahin ga satu piring jangan pake kecap yah !"
" Boleh neng nanti bibi sisain " Sahut nya.
Setelah beberapa detik , Amira pun berjalan menghampiri Ataya dengan tangan nya membawa dua gelas lalu ia letakan di atas meja makan.
" Ini . Mama bikin susu coklat " cicit Amira sambil menduduki kursi kosong di samping Ataya.
" Makasih ya ma , maaf ngerepotin " Ucapa nya dengan senyuman manis ia berikan kepada Amira.
" Sama-sama. Itu luka nya masih memar ? kenapa udah ga pake kain kassa lagi ?".
" Sengaja di buka mah , biar cepet kering luka nya " Jawab Ataya.
" Zio masih tidur ?" Tanya Amira.
" Masih mah ".
" Ibra belum di bangun ?" Tanya Amira kembali.
" Belum , sebentar lagi keluar kamar nyariin aku " Sahut Ataya.
" Siang nanti mamah pulang yah , kasian papa di rumah cuma bertiga sama Gilang dan mbo " Jelas Amira sambil memangangi mug bdrukuran besar berisi susu coklat.
" Iya mah ga apa-apa "Sahut Ataya . " Kasian juga papah sama Gilang kalo mamah ga ada " Jelas Ataya kembali.
" Bibi biar disini dulu sama kalian yah " . Ataya pun mengangguk sambil meletakan kembali mug berisi susu nya.
" Eh cucu oma bangun " Cicit nya ketika melihat Ibra yang kini sedang berjalan ke arah nya dengan memanggku Zio.
Amira pun beranjak dari duduk nya lalu mengambil alih Zio dari Ibra.
" Abang mau di bikinin kopi ?" Tawar Ataya kepada suaminya.
Ibra pun hanya tersenyum , lalu duduk di kursi sebalah istrinya.
" Bi tolong binin kopi buat Ibra yah " Titah Ibra.
" Iya den . Nasi goreng juga udah jadi , mau sekalian di ambilin ?" Tanya nya kepada Ibra.
" Iya bi. Ambilin yang gak pake kecap aja " Sahut Ibra.
" Kalian sarapan aja duluan , mama mau ajak Zio nonton cartoon dulu "
Amira membawa Zio dari pangkuan Ataya .
" Iya mah , Ibra sama Ataya sarapan duluan yah "
" Iya , sarapan lah . Mama mau puas-puasin main dulu sama Zio sebelum pulang" Jawab Amira sambil berlalu membawa Zio .
" Mama kapan mau pulang ?" Tanya Ibra kepada istrinya.
" Siang katanya , kasian papa kalo kelamaan sama kita " Sahut Ataya.
" Itu masih memar ? kenapa ga di pakein kain kassa lagi ? " Ibra pun mendekat kan pandangan nya ke arah luka jahitan di pelipis Ataya , dengan kening yang berkerut penuh tanya.
" Biar cepet kering bang , kalo mau mandi baru di tutupin biar ga langsung kena air " Jelas nya.
__ADS_1
"Wudhu ? "
" Enggak tadi lupa " Jawab nya singkat lalu meminum susu nya sampai tandas.
" Den ini nasi sama kopi nya " Bi Mimi pun meletakan kopi dan sepiring nasi goreng tanpa kecap di depan Ibra. " Kalo ada apa-apa panggil aja bibi mau ke kamar dulu ya neng "
" Iya bi makasih ya " Jawab Ataya lalu di jawab anggukan oleh bi Mimi.
" Makan " Titah Ibra lalu menggeser kan piring yang ia minta dari bibi tadi.
" Loh , kan abang yang minta . Aku udah minum susu " Tolak nya , lalu menggeser kembali piring itu kepada Ibra.
" Sayang !" Ibra menatap Ataya tajam.
" Aku kenyang sayang . Makan sama abang aja " Ataya tersenyum ke arah Ibra.
" Makan sayang ! abis ini minum obat , udah minum obat mandi nanti aku pake in salep nya " Ibra pun menggeser kembali piring itu ke arah Ataya.
" ABANG !! " Rengek nya sambil menggeleng kan kepala.
Melihat Ataya terus menerus menolak sarapan pagi nya dengan alasan sudah meminum susu.
Ia pun meletakan gelas kopi nya , lalu mulai mengambil sendok.
" Aaaa . open your mouth baby " Sendok berisi nasi goreng tanpa kecap pun sudah berada di depan bibir nya.
"Abang . Timbangan Ataya udah naik lagi " Istri cantik nya itu menggerutu.
" Shuttth . Makan sarapan nya ! atau kamu yang abang jadiin sarapan " Cecar Ibra dengan senyum menyeringai dengan tatapan yang membuat Ataya bergidik ngeri.
" Kan masih ada mamah bang " Jawab nya pelan dengan mata yang membulat.
" Abis pulang mamah kita beraksi oke " Wajah jahil nya ia perlihat kan dengan alis yang sudah naik turun . " Ayo ini di makan , pegel nih " Titah nya kembali.
" Abang juga makan yah " Pinta nya dengan lalu tersenyum .
" Iya sayang " Cicit nya .
Setelah menyuapi istrinya , sesuai dengan ke inginan Ataya ia pun juga memakan nasi dari piring dan sendok yang sama .
Setelah memakan sarapan mereka , kini Ataya dan Ibra pun beranjak menuju ruang tv dimana Zio dan oma nya berada.
" Siapin aja biar Zio di mandiin oma " Jawab Amira.
" Sama Ataya aja mah " Sahut Ataya kembali sambil duduk di sofa sebelah Amira.
" Biar mamah aja . Sebelum mama pulang " Jelas nya lalu tersenyum.
Berbeda dengan para orang tua yang berebut memandikan nya , bayi gembul nan tampan itu hanya terdiam dengan tatapan tertuju pada film cartoon doraemon.
" Yaudah , nanti Ataya bawa baju ganti nya Zio ke kamar mamah " Ataya pun tersenyum.
" Kita mandi yu ganteng " Ajak nya kepada Zio , anak itu pun tersenyum senang , tangan dan kaki nya bergerak menghentak dengan memamer kan gigi nya yang baru tumbuh empat.
" Anteng banget si cucu oma , nginep sama oma , opa , sama om Gilang mau ?"
" Mamamamamama" Respon Zio dengan tawaran Amira.
Ataya , Ibra dan Amira pun tersenyum melihat tingkah lucu dari Zio.
" Yaudah , Zio mandi ya ma tolong bawain baju ganti nya ke kamar -
oma " Cicit Amira dengan suara menirukan anak kecil.
Setelah melihat Zio yang sudah di bawa ibu mertua nya , ia pun bergegas menuju kamar .
Langkah nya terus berjalan ke arah lemari milik putra nya Zio lalu mulai membawa jumper baby dan kepeluan lain nya , Ke kamar Amira.
******
Tingtung...
Suara bell apartemen nya berbunyi , Ataya yang sedang berada di ruang tv pun lansung beranjak.
" Biar abang aja sayang " Ibra pun ikut berdiri.
" Oh ya udah " Setelah Ibra berlalu ia pun kembali duduk di atas sofa mata nya kembali tertuju pada tv yang sedang menayang film drama korea kesukaan nya.
Grekk..
__ADS_1
" Pa Dadang . Ayo masuk pa " Ibra pun membuka pintu apartemen nya lebar-lebar.
" Tunggu di sini aja den , mau jemput ibu " Tolak nya ramah.
" Masuk dulu , ngopi dulu di belakang ada bi Mimi ko " Jawab Ibra kembali.
Pria yang berumuran lebih tua dari papah nya itu pun langsung memasuki apartemen nya.
" Saya ke belakang dulu den " Cicit nya .
" Iya panggil aja bi Mimi pak " Sahut Ibra.
Mendengar suara laki-laki yang kini sudah memasuki apartemen nya , Ataya pun dengan gerakan kilat memakai topi hoodie nya sebagai penganti penutup kepala.
" Neng . saya kebelakang dulu "Sapa nya kepada Ataya.
" Eh iya pak " Ataya menganggukan kepala nya.
" Pakaian ku sudah menolong mu sayang ku " Bisik nya ketika duduk di sisi Ataya.
-Cup..
Bibir Ibra menyerang pipi Ataya tiba-tiba.
-Plakkkk
Ataya memukul lengan Ibra sangat kencang hingga membuat suaminya meringis.
" Kalo di lihat orang gimana ?" Sesal Ataya.
" Engga sayang " Sahut Ibra , bibir nya melengkung sempurna kala melihat Ataya yang begitu panik.
" Ya jangan pas banyak orang juga dong bang !"
" Kalo ga bangak orang , abang udah bikin kamu amburadul dari tadi " Ibra pun terus memancarkan senyuman mengoda kepada istrinya.
" Ih dasar " Ataya pun menepuk pundak Ibra.
" Aya , Ibra . Mama pulang dulu ya " Amira pun berjalan dengan pa Dafang sudah mengekor di belakan nya.
" Oh iya mah hati-hati , titip salam buat papah " Ataya pun bernjak dari duduk nya menghampiri Amira.
" Iya , Zio tidur ?"
" Iya mah abis nyusu jadi tidur " Jelas Ataya.
" Yasudah mamah pulang yah . hati-hati jangan sampe dapet jahitan lagi " Canda Amira.
" Hehe . Iya mah , makasih ya maaf juga kalo ngerepotin "
" Engga sayang . Kalo kalian butuh mamah telepon aja yah jangan sungkan "
" Iya mah " Ataya pun tersenyum .
" Ibra jagain anak istri nya yah , mama pulang "
" Iya mah "
Ataya dan Ibra pun mencium punggung tangan Amira.
" Assalamualaikum ."
" Waalaikumusalam , mah " Jawab nya bersamaan .
Ibra dan Ataya pun berjalan di belakang Amira , mengantar nya sampai ambang pintu.
" Hati-hati mah " Cicit Ibra.
Amira pun berbalik , lalu tersenyum dan melambaikan tangan nya ke arah mereka berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC
Jangan lupa Like dan Vote.
Salam cinta dari Author .
Semangat puasa nya gengs.
__ADS_1