CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 28


__ADS_3

...⚠️Warning⚠️...


...Konten ini dapat mengakibat kan!...


...Sesak nafas, panas dingin, gatal-gatal....


...Yang belum cukup umur silahkan skip-skip....


...Nonton Doraemon & Upin Ipin....


...Happy reading guys!!...


🌻


🌻


Setelah beberapa jam Ibra pergi meninggal kan istrinya, kini Ibra sudah kembali berada di kediaman nya. Ketika masuk, Ibra merasa heran dengan keadaan apartemen yang sangat sepi.


Ibra berjalan menuju dapur, mencari istrinya yang sudah sangat ia rindukan.


"Sayang!" Ibra memanggil dengan dengan suara sedikit berteriak dan mata yang terus mencari keberadaan Ataya.


Ibra kembali menuju ruang tv, lalu mata nya tertuju pada pintu kamar yang sudah tertutup rapat.


"Apa Ataya begitu takut, sampe ngurung diri di kamar!"Gumam Ibra sambil terus berjalan ke arah pintu kamar nya perlahan.


Tangan putih dengan urat yang menjalar di lengan nya meraih konp pintu, lalu menekan nya perlahan sampai pintu kamar nya terbuka.


—Ceklek..


Kepala nya menyebul, melihat ke adalam kamar, hingga pandangan nya tertuju pada wanita yang tengah duduk di tepi ranjang dengan rambut terurai.


"Sa-yang!"Sesaat tubuh Ibra mematung, darah nya terus berdesir ketika mendapat pemandangan indah di depan mata.


Seorang gadis tengah sibuk mengusapkan sesuatu pada kaki jenjang yang terlihat sangat mulus, dengan rambut coklat yang terurai dan pakaian hitam tipis yang melekat di tubuh kecil nya.


Lama Ibra berdiri di ambang pintu sambil terus memper hatikan kegiatan istrinya, namun beberapa detik kemudia Ibra lansung menutup pintu kamar nya perlahan.


—Klek..


"Sayang!" Ibra kembali memanggil Ataya, berjalan perlahan untuk mengikis jarak di antara kedua nya.

__ADS_1


Ataya menoleh, bibir nya tersenyum dengan raut wajah berbinar, kemudian menghampiri Ibra yang juga sedang berjalan ke arah nya dengan mata yang terlihat berbinar.


"Abang dudah pulang!"Tanya Ataya sambil terus berjalan mendekat, lalu merangkul leher suaminya dengan kaki yang sedikit berjinjit.


Ibra diam, pria itu tak bergeming, ia hanya terus menatap lekat mata indah kecoklatan milik isttinya, paras wajah yang begitu cantik dengan senyum manis yang terus terukir di bibir tipis nya.


"Apa ini semua untuk ku?"Tanya Ibra dengan suara pelan namun terdengar sangat seksi, tangan yang bergerak menyingkirkan setiap anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya kemudian menyelipkan nya di celah telinga.


"He'emm!"Ataya menganggukan , raut wajah nya kini terlihat gugup, namun terus tersenyum dengan mata yang terus beradu pandang.


Tangan Ibra lansung menarik pinggang istrinya, menarik agar lebih mendekat sampai tidak ada jarak sedikit pun di antara kedua nya.


Tubuh nya sedikit membungkuk, lalu menyatukan kening nya dengan Ataya.Suara deru nafas sudah sangar jelas terdengar, mata wanita di hadapan nya sudah terpejam, lalu tampa menunggu lebih lama, Ibra langsung memangut dua belahan kenyal yang beraroma strawbarry.


Dengan lembut Ibra terus mel*mat bibir ranum istrinya yang begitu terasa nikmat, tidak ada balasan dari Ataya, wanita itu hanya terdiam dengan mata yang terus tertutup.


Dengan sedikit gigitan Ibra di bibir Ataya, membuat istrinya terkejut lalu membuka mata bersamaan dengan kedua celah bibir ranum nya.


Setelah mulut istrinya tebuka, dengan sangat senang hati Ibra menyusuri setiap bagian yang terasa sangat manis menurut nya.


"Empphh!!"Tangan Ataya terus memukul dada bidang suami nya, ketika dirinya mulai kahabisan nafas dengan perlakuan Ibra yang masih sangat awam bagi Ataya.


Sesaat Ibra melepaskan pautan bibir nya, pria itu hanya tersenyum melihat Ataya yang melihat nya dengan tatapan kesal dengan nafas yang terengah-engah.


Ibra terus berjalan perlahan, menuju tempat tidur dengan tangan Ataya yang merangkul bahu kekar nya.Perlahan Ibra merebahkan rubuh kecil istrinya, dengan netra yang terus menatap manik indah wanita di bawah nya.


"Are you ready babe?"Ibra berbisik tepat di daun telinga Ataya, sampai membuat wanita itu sedikit menggelinjang kerika merasakan sesuatu yang hangat menyapu tengkuk nya.


Mata Ataya sudah terlihat sayu, terus menatap pria yang sedang mengungkung nya, lalu mengangguk.


Ibra menyeringai, lalu menarik kaos yang di kenakan nya, dan melempar ke sembarang arah.


Tubuh Ibra membungkuk, mendekat kan wajah nya pada Ataya.Perlahan ia mencium kening nya, lalu turun ke mata,kemudian kedua pipi nya, lalu berakhir di bibir dan mencumbu nya cukup lama.


Dada Ataya terlihat sedikit membusung, wanita itu menggigit bibi bawah nya sandiri dengan keras, berusaha menahan sesuatu yang sudah menyeruak di dalam dada nya.


"Lepaskan saja!"Suara Ibra pelan, namun lagi-lagi terdengar seksi di telinga Ataya.


"Di sini hanya ada kita berdua! kita berteriak pun tidak akan ada yang mendengar!"Jelas Ibra kembali, dengan tangan yang sudah menggerayang nakal di atas paha istrinya.


Dengan susah payah Ibra berusaha melucuti kain pelapis tubuh istrinya, kini gaun tidur berwarna hitam itu sedah terlepas, menyisakan kain hitam berenda yang masih membungkus dua gundukan indah milik Ataya.

__ADS_1


Ibra kembali membungkukan tubuh nya, menyelinap kan kedua tangan di punggung Ataya, lalu membuka pengait br*.


Setelah pengait itu terlepas, Ibra menarik nya kuat, lalu melemparkan benda tersebut, kemudian meremas dan menyesap benda kenyal tersebut secara bergantian.


"Ngghhh..."Ataya melenggu, mata nya terpejam dengan tangan yang terus meremas rambut suaminya.


Ibra yang mendengar suara seksi istrinya semakain tidak sabar, hingga pria itu mulai menanggal kan kain terakhir yang masih mereka kenakan.


Ibra merengsek lebih mendekat, menatik paha mulus Ataya, lalu mulai menempatkan benda milik nya di ambang pinti syurga dunia.


"Abanggg!!"Suara teriakan Ataya lansung memenuhi kamar, ketika merasakan sesuatu menerobos paksa milik nya tampa aba-aba, air mata Ataya mulai mengalir begitu saja bercucuran membasahi pipi.


"Perih!"Suara nya memelan ketika inti tubuh nya terasa begitu sakit, dengan satu tangan nya terus mencengkram badcover yang berada di bawah tubuh nya.


"Maaf."Ibra berusaha menenangkan istrinya, sambil terus mengecup dan mengusap pipi Ataya.


Setelah Ibra berhasil membuka segel pabrik milik istrinya, tangan Ibra kembali mengusap peluh yang sudah terlihat bercucuran.


Sesaat Ibra diam dengan milik nya yang masih terbenam, menatap istrinya yang terus meringis menahan sakit yang terus menjalar.


Setelah beberapa menit, akhir nya Ataya sudah mulai melepaskan cengkraman nya, Ibra tersenyum lalu mulai kembali melakukan aksi nya secara perlahan.


"Shhhhhtt!"Ataya mendesis, bibir nya meringis dengan kening yang terus berkerut, menahan sesuatu yang belum biasa di rasakan nya.


Suara erangan dan desahan kini mendominasi di dalam kamar kedua pengantin yang sedang memadu kasih.


"Ahhhhh....Sayang!"Ataya terus merancau, dengan tangan yang terus meraba tubuh pria di atas nya untk berpegangan.


"Iya sayang, kita tuntas kan bersama."Kata Ibra dengan suara tertahan.


Keringat sudah mebasahi tubuh mereka berdua, dengan gerakan dan hentakan cepat erangan Ibra terdengar bersahutan dengan Ataya cukup keras, lalu menyemburkan lahar panas kedalam rahim.


Setelah melakukan pergulatan yang cukup melelahkan, Ibra yang ambruk di Ataya tubuh Ataya sekarang sudah mulai bangkit.


Mata Ibra melihat istrinya yang sudah terlunglai lemas di bawah kungkungan tubuh nya.


"Terimakasih istriku sayang."Ibra pun mengecup kening Ataya, tidak lupa Ibra mengusap lembut perut rata Ataya, berharap anak nya akan segera tumbuh di rahim istri tercinta pilihan ibu nya.


Perlahan Ibra beranjak turun dari ranjang, namu sebelum ia benar-benar pergi, Ibra menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh polos istrinya yang sudah terlelap.


Hayoloh!! awas kedutan..😌😌😌

__ADS_1


...Jangan lupa! like, vote, komen nya gengs.Like dan vote dari kalian sangat berati bagi Author bubuk rangginang ini!!...


__ADS_2