CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 32


__ADS_3

Ke adaan kamar masih sangat gelap, namun sepasang mata kini sudah terbuka sangat lebar, dan terjaga dari tidur nya.


"Jam berapa?"Suara nya masih serak, tangan Ataya mencoba meraih ponsel milik nya yang ia letakan di atas nakas samping tempat tidur nya.


Ataya memincing kan matanya, tak kala cayaha terang di layar ponsel menyilau kan pandangan wanita yang masih berbaring di atas tempat tidur.


"Jam dua!"Gumam nya lalu meletakan kembali ponsel milik nya.


Mata Ataya sudah tidak bisa tertutup kembali, karena cacing di perut nya sudah berdemo untuk minta di dalam sana.Perlahan Ataya melepaskan dekapan tangan Ibra, lalu menyibakan selimut tebal yang membungkus tubuh polos nya.


Ataya beranjak memasuki kamar mandi, sambil membawa beberapa helai pakaian milik nya.


"Udah di bilang jangan disini!"Cicit nya sambil mengusap tanda merah ke unguan di lehernya.


Ataya langsung memakai pakaian nya, kemudian membasuh wajah dan segera beranjak pergi menuju dapur


Tangan nya mulai membuka lemari pendingin, lalu membawa kotak sereal dan susu.Tidak lupa Ataya membuka satu laci untuk membawa gelas dan mangkuk berukuran sedang.


Perlahan Ataya mengisi mangkuk nya dengan sereal dan susu, kemudia beralih mengisi gelas kosong nya dengan air putih hangat, lalu kembali menuju sofa ruang tengah.


Mendengar suara bising di arah luar kamar, Ibra langsung terbangun pandangan nya melihat sisi kosong di sebelah nya.


"sayang!"Panggil nya, namun tidak ada jawaban .


Ibra menyibakan selimut tebal nya, memungut kaos nya yang tergeletak di lantai dan mulai memakai nya sambil terus berjalan ke arah luar.


"Sayang, kamu lagi ngapain?" Tanya Ibra, mata nya sedikit mendongkak melihat ke arah jam dinding.


"Makan sereal, abang mau?"Ucap nya sambil menyodor kan mangkuk berisi sereal coklat dan susu.


Ibrapun ikut duduk di sebalah Ataya.


"Baru jam dua lo sayang!"Kata Ibra sedikit berbisi, lalu meraih sendok dan mulai menyuapi satu sendok pada mulut nya sendiri.


"Ataya laper, makanya ke bangun!"Sahut Ataya dengan mata yang pokus melihat cartoon di depan nya.


—Cup ...


Ibra mencium pipi Ataya tiba-tiba.


"Ish,.... jangan cium-cium!"Tangan Ataya menyusut bekas kecupan Ibra dengan tangan nya."Aih,...kamu bau banget sih!"sambung nya sedikit ketus.


"Sayang ko jedes gitu!"Tanya nya heran."Kamu masih marah sama aku?"Ibra bertanya dengan wajah sedikit sayu.


"Enggak, cuman kamu emang bau!"Cicit Ataya kembali dengan mata yang masih pokus pada tontonan nya.


"Yasudah, abang ke kamar lagi aja!" Ibra bangkit dan kembali menuju kamar.


"Dih.. baper!"Ledek Ataya dengan suara yang cukup kencang.


Setelah menghabiskan sereal nya, Ataya langsung membawa mangkuk dan gelas kotor nya kembali ke dapur.


Sebelum Ataya kembali masuk kedalam kamar, terlebih dulu ia mematikan tv yang masih menyala .


Sesampai nya di kamar, pandangan Ataya menatap ke arah tempat tidur yang kosong, lalu beralih melihat seseorang yang sudah meringkuk di atas sofa dekan jendela.


"Dih ngambek ternyata, sampe tidur nya pindah."Sergah Ataya lalu menaiki ranjang untuk kembali berbaring.

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari laki-laki itu, padahal Ataya tahu kalo Ibra belum benar-benar tidur.


Terlihat jelas cahaya layar ponsel yang Ibra main nya di balik selimut tipis yang membungkus tubuh nya hingga kepala.


"Yaudah besok-besok aku juga tidur di sofa tv, jadi abang bisa tidur di kasur ini"Ancam Ataya.


Mendengar ancaman dari istrinya, dengan cepat Ibra membuka selimut dan segera berjalan kembali ke arah ranjang di mana Ataya berbaring.


"Aih...Tinggal bilang, abang sini dong tidur dekat Ataua." Suara nya meniru kan Ataya.


"Ihh, ko jadi ngambekan gitu?"Sergah Ataya sambil terus mematap suaminya.


"Ko malem ini kamu nyebelin yah!"Jawab Ibra yang sudah mulai berbaring.


"Masa sih, perasaan biasa aja ah!"Ucap Ataya santai.


Ibra hanya terdiam, sesekali pria itu terdengar menghela nafas.


Sebelum benar-benar tidur, Ataya kembali melihat jam yang berada di ponsel nya.


"Baru jam stengah tiga!"Gumam Ataya lalu kembali meletakan ponsel nya di atas nakas, dan mulai memejamkan mata.


Tidak ada pelukan hangat dari suami nya, mereka tidur saling membelakangi.


Mungkin memang Ibra tengah kesal dengan nya, seperti yang di katakan Ibra tadi, bahwa dirinya terlihat sedikit menyebal kan pagi ini.


"Emang aku nyebelin yah, padahal aku biasa aja?"Ucap nya lirih, ada rasa sedikit sedih ketika tangan besar itu tak memeluk tubuh nya.


🌻


🌻


Setelah sekitar lima belas menit, Ibra sudah menyelesaikan ritual mandinya.Ia keluar, dengan pandangan yang tertuju pada istrinya yang masih tertidur pulas.


"Tumben masih tidur."Gumama nya.


Subuh tadi Ataya tidak membangunkan Ibra, mungkin dia masih kesal dengan suami nya itu.


Tidak ada sarapan buatan Ataya pagi ini, Ataya tidur sangat pulas bahkan wanita itu tidak bergerak sedikit pun, walau mendengar suara tv yang sedikit keras.


Beberapa menit setelah Ibra menghabiskan kopi nya, pria itu berjalan menuju kamar dan mulai membuka gorden agar sinar matahari pagi masuk ke dalam kamar nya.


—Ssrreeetttt....


Dengan sekali tarikan Ibra menggeser gorden tebal nya berkumpul di sudut.


Silau nya sinar matahari mulai membuat mata Ataya terganggu, hingga wanita itu mulai mengerjap kan mata nya perlahan.


Ibra langsung menghampiri istrinya, lalu tubuh nya berjongkok tepat di hadapan Ataya.


"Sayang bangun udah siang!"Ujar Ibra seraya tersenyum.


"Heumm!"Gumam Ataya sambil mengucek mata nya.


"Aku bikinin roti sama susu putih!"Jelas Ibra kembali, dengan ciuman lembut di kening istrinya.


"Aih.... abang sana!!" Protes Ataya yang langsung menutup hidung.

__ADS_1


"Loh kenapa?!"Dahi nya mengkerut, Ibra benar-benar bingung dengan sikap Ataya sekarang.


"Demi allah abang bau banget! sampe buat aku kleyengan."Sergah Ataya sambil terus menutup hidung nya.


Ibra yang ke bingungan pun mencium ketek sebalak kanan dan kiri nya, terus mencari letak bau nya dimana.


Bukan nya Ataya tidur di bawah ketiak gw hampir tiap malam! gumam nya dalam hati.


"Bau apa sih?"Hidung nya terus mengendus kaos yang ia kenakan."Bau pewangi baju ko!"Tegas Ibra yang merasa dirinya tidak bau badan.


"Ih sanaaa abang , Ataya jadi mual!"Rengek Ataya.


"Yaudah ayo bangun, makan roti kamu di meja sana!"Titah Ibra."Abang ganti baju dulu kalo gitu!"Tutur nya lalu beranjak pergi menjauh dari Ataya.


Ataya mengangguk, menyibakan selimut lalu menuruni ranjang kemudian berjalan ke arah luar.


Ibra mengganti kaos nya dengan kaos baru, tidak lupa ia semprot kan sedikit minyak wangi milik nya.


Ibra kembali jalan menghampiri Ataya yang sedang duduk dengan segelas susu di tangan nya.


Ketika Ibra duduk di sisi Ataya.


"Ini bau apa lagi sih?!"Ataya ketus, hidung nya kembali kembang-kempis, mencari sesuatu yang terus membuat nya merasa mual.


"Ini wangi sayang, bukan nya kamu suka ya bau minyak wangi punya abang?"Jelas Ibra dengan raut wajah yang sedikit aneh.


"Aku nggak kuat"Ataya lari menuju kamar sambil terus menutup hidung nya.


"Sayang!"Ibra pun berlari menyusul Ataya.


Uwekkk...Uwekkk..Uwekkk.


Ataya kembali mengeluar kan sarapan roti dan susu yang ia makan .


"Sayang lain kali jangan mandi pagi-pagi lagi!"Ujar Ibra dengan tangan yang mengusap punggung Ataya.


"Ini juga gara-gara kamu, sampe aku harus mandi pagi!" Jawab Ataya kesal.


Ibra hanya terdiam, hari ini Ataya terus-terusan mengomelinya.


" Aku nggak kuat, bau nya bikin aku pusing!"Kata nya sambil mendorong tubuh Ibra.


"Yasudah ayo tidur lagi, istirhat." Ibra menuntun Ataya kembali ke kasur.


Dan membawakan segelas air hangat.


"Abang mau kemana?" Tanya Ataya melihat Ibra yang akan keluar kamar.


"Abang di sofa depan!" Cicit nya pelan, lalu kembaki berjalan.


"Oh jangan jauh-jauh!"Pinta Ataya sambil tersenyum.


Gimana sih di deketin kata nya bau nya bikin pusing , di tinggal malah bilang jangan jauh-jauh . Kesal Ibra


...🦩🦩🦩...


...TBC...

__ADS_1


...Jangan lupa! like, vote, komen nya ya guys.....


__ADS_2