
Setelah Ibra dan Ataya menghabis kan sarapan bubur milik nya.
Kini mobil Pajero hitam itu sudah kembali melaju dengan kecepatan sedang, menuju salah satu mall yang ada di kota Bandung.
Setelah selesai memarkir kan mobil.Ibra pun turun,dan di susul Ataya dari belakang.
"Mau nyari apa dulu kita?"Tanya Ibra.
"Apa ya bang? Ataya nggak tahu!"Sahut Ataya bingung.
"Gimana kalo sepatu dulu?"Usul Ibra.
"Ataya ikut gimana abang aja yah!"Jelas Ataya sambil tersenyum.
"Ya sudah,kita cari toko sepatu nya!"
ke dua nya pun kembali berjalan menyusuri setiap toko.
Ataya yang selalu mengekor di belakang Ibra, membuat Ibra terus mencari keberadaan nya hingga membuat Ibra berbalik arah.
"Ataya sini!"Panggil nya sambil mengulur kan tangan.
"Hahh apa?"Ataya kaget sekaligus bingung.
"Ayo!"masih tetap mengulur kan tangan.
"Emang boleh?"Tanya Ataya.
"Sebener nya jangan,tapi kamu jalan nya lama!"Ibra berujar.
"Emm..iya maaf."Ataya tersenyum.
Setelah cukup lama mencari, akhirnya Ibra dan Ataya sampai di salah satu toko septu,dengan banyak model dan warna membuat nya kembali bingung harus ambil yang mana.
"Abang tunggu di sini, di pilih ya waktu kita cuma sedikit"Ibra memperingatkan.
Setela ber-keliling mencari, akhirnya Ataya putus kan untuk mengambil sepatu plat, warna navy.
"Abang ini udah!"Panggil nya.
Ibra pun segera menghampiri.
"Coba lihat."Ibra mencari sepatu yang berada dalan genggaman calon istrinya.
"Itu udah di kasir bang!"tunjuk Ataya.
"Cuma satu? coba ambil satu lagi!"Kata Ibra.
"Ini sudah lebih dari cukup bang."
"Ambil satu lagi Ataya!"Titah nya kembali.
"Enggk abang ini aja yah!"Cicit Ataya sambil tersenyum.
"Ya sudah iya."Ibra mengalah, lalu di jawab senyum kembali oleh Ibra.
Setelah selesai, mereka keluar dari toko.
Dan mencari toko lain nya.Seperti toko peralatan solat,dan kebutan-kebutuhan Ataya lain nya.
Sebenar nya Ibra menawarkan tas kepada Ataya,lagi-lagi gadis ini menolak.
"Mau beli kerudung ga atau gamis?"Tanya Ibra kepada Ataya.
"Udah aja bang, kita pulang yah,udah cukup ini juga."Ataya tersenyum.
Baru kali ini ngajak cewe belanja banyak nolak nya! pikir Ibra.
Beda jauh sama Nadia yang selalu meminta ku untuk di belikan sesuatu! dalam hati nya.
Setelah selesai membeli kebutuhan untuk akad nanti.
__ADS_1
Mereka berdua pun menuju parkiran mobil, untuk segera kembali.
"Abang makasih ya, Ataya jadi ga enak sama abang!"Ataya canggung.
"Ini udah kewajiban abang Ataya, abang yang ga enak, banyak barang-barang yang harus nya di beli, tapi kamu tolak!"Cicit Ibra.
"Jadi, nanti ini di bawa ke Jakarta sama abang?"Ataya bertanya.
"Iya! tenang, nanti di bawa lagi pas abang dateng buat nikahin kamu."Ibra tersenyum ke arah Ataya.
"Ya ampun Ataya abang lupa cin-cin nya belum?"Ibra tersentak.
Mereka pun memutus kan untuk mencari toko emas terdekat.
Bisa-bisa nya mereka melupakan hal paling penting yaitu, cin-cin nikah.
Tak berselang lama,akhirnya Ibra menepikan mobil di depan toko mas.
Seperti biasa Ibra berjalan lebih dulu Ataya selalu menyusul nya dari belakang.
"Mbak saya cari cin-cin nikah."Pinta Ibra.
"Silahkan sebelah sini pak."Karyawan toko membawa kedua nya ke sisi lain.
"Ataya mau milih, apa di pilihin abang?"Ibra sudah mulai paham sifat calon istri nya ini,sifat tidak enakan terhadap orang lain,selalu membuat nya berkata: Gimana abang saja!
"Ataya ikut abang!"
Benar saja pikir Ibra.
Setelah memilih, akhir nya Ibra memutus kan pada satu desain.
mas putih polos (couple) hanya milik Ataya yang memiliki liontin.
Setelah selesai mereka pun bergegas, untuk segera pulang karena Jam sudah menunjukan pukul setengah tiga sore.
"Belum solah dzuhur, solat di rumah aja kali ya bang?"Ucap Ataya.
"Iya solat di rumah aja!"Jawab nya.
Sesampai nya di halaman rumah,mereka di sambut oleh ke dua orang tua Ataya yang duduk di kursi teras.
"Eh anak-anak bunda udah pulang,udah pada solat belum?"Tanya Aisyah.
"Belum bunda, ini baru mau!"Jawab Ataya.
"Ya sudah Ibra solat di kamar Zaydan saja ya,masuk aja Zaydan nya ada ko!"Jelas Aisyah lalu di jawab anggukan Ibra.
"Iya tante terimakasih."
"Ayo bunda anter."Aisyah jalan terlebih dulu.
Tok..
Tok..
Tok..
Suara pintu kamar Zaydan di ketuk.
"Zaydan, abang Ibra mau ikut solat nak!"panggil sang bunda.
Tak lama pintu kamar pun terbuka.
"Iya bunda."sahut Zaydan, lalu membuka pintu kamar nya lebar-lebar.
Ibra lansung memasuki kamar Zaydan.
"Abang ikut sebentar ya Zaydan!"Ucap nya basa-basi.
"Iya bang,sok aja ga usah sungkan-sungkan!"jawab nya datar.
__ADS_1
Setelah selesai melaksanakan kewajiban nya,Ibra langsung keluar kamar menuju ruang tamu kembali.
Ayah Hardian pun datang untuk menemani calon suami putrinya kembali.
"Gimana udah selesai?"Tanya Hadia.
"Udah om tinggal di serahin nangi ke tante Amira!"Jelas Ibra, sambil duduk di samping Hardian.
"Papah kamu kapan nikah sama calon mama mu itu?"
"Kata papah, papah mah gampang Ibra dulu aja!"Jawab nya sambil tersenyum.
"Sebelum pulang, kita makan malam dulu yah?"Ujar Hardian.
"Nggak usah repot-repot om, Ibra udah ini langsung pulang,udah di tungguin sama kerjaan Ibra?"Jelas Ibra kembali.
Tak lama seorang prempuan pun keluar dari kamar nya,menggunakan dress rumahan dan kerudung instan berwarna merah maroon.
Lagi-lagi Ibra hanya terdiam mengagumi kecantikan calon istri nya, yanga sedang berjalan ke arah ruang tamu.
Apa gw udah mulai jatuh cinta ya,tapi masa secepat ini berbicara dalam hati .
"Teh Ibra udah mau pulang ini!"pamggil ayah.
"Ko cepet? nggak mau ngopi dulu atau minum?"Tawar Ataya pada Ibra.
"Nggak usah, abang jualan kopi,udah bosen minum kopi abang pulang aja takut kemaleman."Kekeuh Ibra.
"Yaudah hati-hati ya bang!"Kata Ataya pelan.
"Om, Ibra pulang dulu assalamualaikum!"Ibra pamit.
"Oh iya hati-hati jangan ngebut-ngebut yah!"Pesan Hardian.
"Sebentar teteh panggil bunda!"Ataya lansung berlari ke arah belakang.
"Bun! bun,,bundaaa?"Ataya mengetuk pintu kamar.
"Iya teh kenapa?"
"Abang Ibra mau pulang!"Kata Ataya.
"Oh iya tunggu bunda lagi pake baju dulu!"
Setelah beberapa menit Ibra menunggu akhir nya yang di tunggu keluar.
"Tante Ibra pulang!"Pamit Ibra lalu mencium punggung tangan Aisyah.
"Iya hati-hati ya nak!"
Ibra mengangguk.
"Assalamu'alaikum!"
"wa'alaikumusalam!"
Ibra langsung berjalan ke arah mobil, lalu memasuki mobil hitam milik nya.Perlahan mobil Ibra mulai keluar mundur dari halaman rumah Ataya.
Setelah mobil berjalan dan tidak terlihat lagi mereka pun segera memasuki rumah.
"Zaydan judes ya sama Ibra,cemburu kaya nya!"Aisyah berbisik.
"Iya teteh satu-satu nya mau di ambil laki-laki lain!"Ujar Hardian yang juga berbisik.
"Ah masa si bun,dia cemburu sama bang Ibra?"Senyum Ataya mengembang kala tau sang adik sangat menyayangi nya.
"Sekarang Ade di mana bun?"Tanya Ataya.
"Ada di kamar, lagi main game."Kata Aisyah.
Ataya pun kembali menuju kamar nya,sedangkan bunda dia sibuk menemani ayah di ruang tv.
__ADS_1
TBCπππ
JANGAN LUPA! LIKE, VOTE, DAN KOMEN.