CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 62


__ADS_3

Setelah membersih kan dirinya , kini Ataya telah memakai drees rumahan pendek tanpa lengan dengan lilitan handuk masih menempel di kepala nya , ia terus berjalan ke arah dapur untuk menemui wanita yang sudah ia anggap sebagai keluarga nya sendiri.


" Mbo ayok siap-siap kita ke Bandung " Titah Ataya kepada mbo Nim yang tengah menonton sinetron di kamar nya.


" mbo disini aja neng , jagain rumah " Tolak nya dengan senyuman.


" Ngapain di jagain ? ga bakalan ada yang kuat bawa nya mbo " Canda Ataya.


"Mbo disini aja neng " Tolak nya kembali.


" Yakin ga mau main ke Lembang ? tempat nya enak loh buat makan indomie sambil nonto opa-opa " Ataya masih berusaha membujuk mbo Nim.


" Beneran mbo boleh ikut ?" Tanya nya kembali kepada Ataya.


" Boleh , ayok bang Ibra yang mau ajak kita jalan-jalan , udah berapa lama Ataya ga liburan ya mbo " Cicit Ataya.


" Abis nikah juga mbo ga pernah denger kalian liburan apalagi bulan madu " Jelas nya.


" Iya ya , kenapa ya abang ga ajakin Ataya bulan madu ?" Sahut Ataya.


" Belum mungkin neng , nanti bulan madu nya kalo mau bikin ade buat den Zio " Candanya kepada Ataya.


" Aduh , lahirin Zio aja mules nya masih berasa mbo " Ataya memasang ekspresi ngeri di wajah nya.


Mbo Nim pun hanya tersenyum , mendengar pernyataan Ataya.


" Yaudah mbo siap-siap , Ataya juga mau siap-siap mumpung Zio masih bobo " Titah nya , lalu Ataya melangkah kan kembali ke arah kamar.


Setelah Ataya memasuki pintu kamar , ia sudah melihat Zio yang sudah terbangun sedang berada di pangkuan Ibra .


" Zio udah bangun ? mandi dulu yu sama mama sayang " Ataya mendekati Ibra , lalu mulai beralih memangku putra nya.


" Ayo mandi dulu , nanti papah ajak jalan-jalan oke " Kata Ibra sambil memberikan Zio pada Ataya.


" Papa tolong ambilin koper ya sayang "Titah Ataya kepada suaminya sambil menunjuk koper yang ada di atas lemari .


" Iya nanti papah ambilin yah " Sahut Ibra kembali.


Ataya pun berjalan menuju kamar mandi dengan Zio yang berada di pangkuan nya.


Setelah berada di dalam bath up , Ataya pun mulai membuka satu-persatu pakaian yang Zio kenakan , lalu mulai menyala kan air hangat di shower .


Anak kecil berkulit putih itu pun terlihat senang kala sang ibu membasuh badan nya dengan air , tangan nya terus ia hentaran ke dalam air hingga menimbulkan cipratan yang membuat baju Ataya terkena air dan sedikit basah.


" Mama salah deh kaya nya mandi duluan " Jelas Ataya sambil tesenyum ke arah Zio.

__ADS_1


Setelah selesai dengan mandi nya , Ataya pun mengangkat Zio ,lalu mulai melilit kan handuk di badan putra kecil nya.


" Gendong dulu sama papah , mama mau ambil baju nya dulu " Ataya menyerah kan Zio pada Ibra.


" Sini sayang " Tangan Ibra membawa Zio pada dekapan nya. " Dingin ya de" Tanya Ibra , Zio pun tersenyum kepada Ibra.


" Aduh anak papah udah gede , perasaan kemarin masih oe oe deh " Ibra mencium gemas pipi Zio.


" Sini sayang pake baju dulu " Ataya pun meletakan perlengkapan Zio di atas ranjang.


Setelah Zio berbaring di hadapan nya , Ataya pun mulai mengoles kan lembut minyak telon ke seluruh tubuh Zio , lalu mulai memakai kan pampers ,celana Jeans dan kemeja lengan panjang yang di gulung sampai sikut , hari ini Zio benar-benar sama persis seperti ayah nya , dari wajah dan juga style baju.


" Ibra " Sahut Ataya wajah nya menatap lekat anak kecil yang sudah terlihat rapi , bibir nya tersenyum mata nya benar-benar melihat Ibra namun dengan versi mini .


" Sayang " Protes Ibra ketika Ataya memanggil Zio dengan sebutan nama nya.


" Ko makin hari semua nya jadi mirip sama papah si nak " Jelas nya gemas , jari tangan nya selalu memain kan pipi gembul Zio seperti squisy.


Ibra hanya tersenyum mendengar pernyataan istrinya.


" Gendong papah dulu ya sayang , mama mau beresin baju ke koper dulu " Ataya pun mengendong Zio , lalu berjalan ke arah Ibra yang tengah duduk di sofa.


" Sini sayang " Tangan Ibra terlentang menyambut Zio pada dekapan nya.


...****************...


" Sayang ayo " Ajak Ibra ketika melihat Ataya masih duduk di hadapan cermin dengan jemari tangan yang sedang memakai kan lipstik di bibir nya.


" Iya sayang , ini juga selesai " Jelas Ataya.


" Pokok nya Zio harus terus di gendong mama yah , jangan di kasih mbo oke " Seru Ibra kepada Ataya.


" Dihh , mulai aneh deh , kalo kebelet pipis gimana " Tanya Ataya heran.


" Kalo kamu ga bawa Zio pasti semua orang nyangka nya kamu masih perawan atau lajang " Cicit Ibra kepada Ataya .


" Nah kan posesif " Ataya melihat ke arah suaminya.


" Bukan posesif , tapi hari ini kan kamu dandan , jadi abang jaga nya harus extra" Jelas nya .


Bagai mana Ibra tidak posesif , dengan wajah polos tanpa make up saja istrinya itu sudah terlihat sangalah cantik , apalagi saat ini , Ataya mengunakan sedikit polesan make up , bibir yang terlihat berwarna coklat , polesan eyeshadow dan maskara , membuat Ataya terlihat seperti anak gadis yang masih lajang .


Dengan tubuh tinggi ideal , membuat orang akan berfikir bahwa Ataya belum mempunyai suami apalagi anak.


Ibra benar-benar merasa cemburu saat ini , ia tak rela kecantikan istri nya di lihat oleh banyak orang di luar sana .

__ADS_1


" Mam , make up nya di hapus aja yah " Ibra tersenyum membujuk Ataya.


" Ih ko di hapus " Wajah Ataya terlihat heran. " Ga mau ya istri nya kelihatan cantik?".


" Iya nanti cantik nya di lihat laki-laki lain sayang "


Ataya pun tersenyum. " Abang juga kan genteng , jadi kalo istrinya cantik ya ga apa-apa sayang " Jelas Ataya pada suaminya.


Setelah lumayan lama Ataya membujuk suaminya , akhirnya Ibra pun tak mempermasalah kan penampilan Ataya saat ini .


Ibra membawa satu koper berukuran besar , berisi kan baju Ibra ,Ataya dan juga putra nya Zio.


Semua nya telah siap , Ataya pun membawa Zio di pangkuan nya yang kini tengah tertidur , lalu duduk di sofa ruang tengah ,menunggu Ibra yang sedang memanggi mbo Nim.


Sementara itu , kaki Ibra terus melangkah menuju kamar yang kini telah di tempati mbo Nim.


" Mbo , udah siap ?" Tanya Ibra.


" Udah den " Jawab nya , ia pun beranjak dengan tas kecil di jing-jing nya.


" Tas nya biar Ibra yang bawa mbo " Sahut nya dengan tangan yang langsung menyambar tas yang sedang di genggam nya.


Ibra pun melangkah kan kaki nya kembali menuju ruang tengah


" Sayang ayo kita berangkat " .Ajak Ibra kepada istrinya yang tengah duduk.


Mendengar ajakan suaminya , Ataya pun terbangun dari duduk nya.


" Biar mbo yang gendong aden neng " Tawar nya sambil merentang kan tangan .


" Ga usah mbo , biar Aya aja " Jawab nya tersenyum. " Ataya masih muda tenaga nya masih banyak , mbo jalan aja ikutin abang yah " Canda nya kepada mbo Nim.


" Kalian kompak sekali , pakai kemeja sama celana jeans semua nya"Mata mbo Nim melihat Ataya ,Ibra dan Zio.


" Iya mbo , biar Ataya keliatan punya suami sama anak " Jawab Ibra .


Ataya dan mbo Nim pun hanya menggeleng kan kepala nya mendengar perkataan Ibra.


Langkah nya terus melangkah keluar dari apartement yang mereka tinggali menuju parkiran mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC.


JANGAN LUPA LIKE & VOTE.

__ADS_1


KALO GENGS MAU KASIH GIFH JUGA AUTHOR TERIMA DENGAN SENGANG HATI☺


__ADS_2