
Setelah beberapa hari berada di Bandung , akhir nya hari ini Ibra ,Ataya ,Alzio dan juga mbo Nim .
Berapamitan untuk kembali ke kediaman nya yang berada di kota Jakarta.
" Kami pulang dulu ya , dadah nena dadah kake ,dadah om tengil " Ataya melambaikan tangan kecil Zio, yang kini sedang duduk di pangkuan nya.
" Dadah ganteng , sering-sering yah nengokin nena sama kake "Aisyah pun melambai kan tangan .
" Ibra , hati-hati bawa mobil nya , jangan ngebut " Pesan Hardian kepada Ibra dengan lambaian tangan dan tersenyum.
" Bu saya pulang " Pamin mbo Nim.
" Iya iya hati-hati di jalan yah " Aisyah tersenyum ramah .
" Bunda , ayah ,Zaydan kami pulang dulu, assalamualaikum " Pamit Ibra.
"Waalaikumusalam" Jawab Zaydan ,Aisyah dan Hardian bersamaan.
Setelah berpamitan , mobil yang di tumpangi empat orang tersebut kini berjalan pelan meninggal kan pekarangan rumah Ataya.
" Yahh Zio pulang , rumah sepi lagi deh " Raut wajah Aisyah pun terlihat murung.
" Ada Zaydan bunda , ga usah sedih " Sahut Zaydan.
" Kamu mah ga bisa di uwel-uwel lagi " Jelas Aisyah sambil berlalu melangkah kan kaki nya masuk kedalam rumah.
" Ih si bunda mah ga tau yah " Jawab Zaydan kembali , sambil tersenyum kepada Hardian.
" Iyah " Hardian pun tersenyum sambil mencubit pipi Zaydan .
" Hhahahahahahha " Mereka berdua pun tegelak bersama , lalu beranjak menyusul Aisyah.
***
Sementara itu di dalam mobil hitam yang kini terlihat melaju cukup kencang.
" Sayang " Panggil Ibra kepada istrinya yang tengah memanggku Zio yang sudah terlihat mengantuk.
" Heummh " Ataya melirik ke arah suaminya Ibra.
" Rumah kita sebentar lagi selesai " Jelas nya.
" Oh ya ? rumah kita di mana sih , ko abang gak pernah mau kasih tau aku? "
" Iya , mungkin sekitar dua atau tiga bulan lagi rampung" jelas Ibra .
" Nama nya juga kejutan jadi gak boleh gau " Ibra pun tersenyum ke arah Ataya
" Daerah nya di mana ? " Tanya nya sambil tersenyum manis.
" Gak tau " Ibra pun tersenyum jahil ke arah Ataya.
" Mbo tau neng " Sambar mbo Nim tiba-tiba.
" MBO " Sahut Ibra tiba-tiba.
Ataya pun tersenyum penuh ejekan kepada suaminya itu.
" Mbo nanti cingcay oke " Ataya masih tersenyum kepada Ibra.
" Siap neng gampang itu mah " Jelas mbo Nim.
" Jangan sampe gagal ngasih kejutan dong mbo " Ibra pun menepuk dahinya .
Ataya pun hanya tersenyum kepada Ibra yang kini terlihat sedikit frustasi.
Tiba-tiba panggilan suara masuk di ponsel Ibra.
-Papah .
Assalamualaikum ,pah ?.
📞Waalaikumusalam , kamu jadi pulang hari ini ?.
Iya pah ,ini lagi di jalan.
__ADS_1
📞Oh iya hati-hati di jalan .
Ada apa pah ?.
📞Ini oma nya Zio bawel banget nanyain anak gembul itu.
Iya nanti pulang ke rumah papah dulu.
📞 Iya , mama mu juga lagi masakin buat kalian .
Iya pah.
📞Yasudah kalau begitu , assalamualaikum.
Walaikumusalam pah.
Panggilan telepon itu pun terputus.
" Kenapa bang ?" Ataya menatap Ibra.
" Mama udah kangen Zio " Jelas Ibra.
" Iya udah hampir seminggu mama ga main sama Zio " Sahut Ataya kembali.
" Iya makanya kita mampir dulu ke rumah papah , mamah juga udah masakin buat kita " Jelas Ibra kembali.
" Iya bang " Ataya mengangguk.
" Sekalian abang mau kasih tau papah, kalo rumah udah mau selesai"
"Iya sayang " Jawab Ataya kembali.
Mobil pun terus melaju dengan kecepatan sedikit kencang , hingga pada sore hari mobil itu pun mulai memasuki halaman rumah orang tua Ibra.
Tin..
Tin..
Tin..
" Cucu omaa sudah datang " Amira pun memangku Zio .
Ataya pun tersenyum melihat Amira yang begitu antusias dengan kedatangan mereka ke rumah nya.
" Mah , pah sehat ?" Ataya mencium punggung tangan Amira dan juga Ruli.
" Sehat sayang alhamdulilah" Jawab Amira .
" Bu " Sapa mbo Nim .
" Iya mbo , gimana kabar mbo Nim ?"Tanya Amira.
" Baik bu " Jawab nya.
" Yasudah kita lanjutkan ngobrol nya di dalam saja "Ajak Ruli.
Ataya da Ibra pun berjalan begandengan tangan mengikuti Ruli dan Amira yang sedang memangku Zio ke arah ruang keluarga.
Sementara mbo Nim langsung menuju kamar nya yang berada di belakang.
" Mbo " Panggil bi Mimi , menyambut rekan kerja .
" Bi apakabar ?" Mbo Nim tersenyum.
" Baik mbo , mbo sendiri gimana?"
" Baik bi , di rumah neng Ataya ga terlalu banyak kerjaan , paling jagain aden Zio , kalo kerja an yang lain mah sedikit soal nya neng Ataya juga suka ngerjain kerjaan rumah " Jelas mbo Nim.
****
" Kalian udah laper belum ? biar mama panggil bibi buat siapin ?" Tanya Amira.
" Sebentar lagi aja mah " Sahut Ataya.
" Iya mah , istirahat dulu " balas Ibra.
__ADS_1
" Gimana ayah , bunda kalian sehat ?" Tanya Ruli.
" Alhamdulilah sehat pah " Jawab nya sambil tersenyum.
" Pah , sebentar lagi rumah kita selesai , jadi kita akan pindah "
" Kenapa harus pindah , tempat yang kalian tempati sekarang juga rumah kalian Ibra " Jelas Ruli.
"Itu punya papah , bukan hasil keringet aku "
" Yasudah kalo begitu , Ataya sudah tau ?" Tanya Ruli.
" Sudah pah " Sahut Ibra.
" Belum pah , Ataya ga di kasih tau sama abang " Jelas Ataya.
Ruli pun hanya tersenyum mendengar pernyataan Ataya.
" Oh Ataya tau ,papah sama abang kong kali kong "Mata Ataya menyipit ke arah Ibra , meneliti sesuatu.
"Hahahahahah " Gelat tawa ayah dan anak pun nyaring terdengar.
" Aaaaaaaaaaaaaa " Tiba-tiba saja Zio menangis ketika terkejut dengan suara tertawa ayah dan kake nya.
" Ihh kalian ini berisik , cucu ganteng mama kan jadi kaget " Amira menepuk lengan Ruli yang kini sedang duduk di sebelah nya.
" Aduh maafin opa ya sayang " Ruli pun merentang kan tangan nya ,lalu memangku Zio.
Tangisan Zio pun tak kunjung terhenti , anak itu malah meronta-ronta ke arah Ataya.
" Sini sama papah sayang "Ibra pun membawa Zio kepada dekapan nya.
" Aaaaaaaaa" Tangisan Zio terus terdengar , hingga Ataya pun membawa Zio dalam pangkuan nya.
" Mah , pah , Ataya ke kamar dulu " Ataya beranjak dari duduk nya lalu membawa Zio naik ke lantai dua menuju kamar Ibra.
" Ibra mau bantuin Ataya dulu mah , pah " Langkah kaki Ibra pun mulai melangkah menuju dimana istri dan putra nya saat ini.
Cekrek..
Ibra membuka pintu kamar nya , mata nya melihat Ataya yang kini sedang berbaring .
" Sayang " Panggil Ibra.
" Shuttt " Ataya menoleh ke arah Ibra lalu menyimpan jari telunjuka nya di bibir. " Jangan berisik" Titah nya kepada Ibra.
Ibra pun menutup pintu dengan sangat perlahan , lalu mulai menyusul Ataya yang kini tenga berbaring di ranjang.
Cup..
Ibra menciup pipi Ataya.
Tangan nya sudah berada di atas pinggang istrinya.
" Minta nambah boleh ga ?"Bisik Ibra menyentuh tekinga Ataya hingga membuat Ataya menahan rasa geli.
" Ga boleh , Zio lagi mimi " Jelas Ataya berbisik juga.
Ibra pun tersenyum ke arah istrinya.
" Berarti kalo udah mimi boleh yah " Seringai nakal pun terlihat di bibir Ibra.
" Iya sayang "Ataya menatap Ibra , jemari Ataya pun mengusap pipi Ibra.
Mendengar kata setuju dari Ataya , Ibra pun beranjak dari ranjang nya , ia mulai menuju pintu lalu mengunci nya perlahan.
" I coming baby "
🤭🤗🤗
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE OKE.
__ADS_1
AUTHOR JUGA BEGADANG TERUS , SIAPA TAU ADA YANG MAU NGASIH KOPI☺☺☺☺