
Malam hari nya di kediaman Ibra dan Ataya , setelah satu bulan menghuni rumah baru nya , kini barulah tiba waktu nya Ibra dan Ataya
berkemas untuk menunaikan ibadah umroh mereka yang tertunda.
" Teh ada yang mau di masukin lagi ? kalo udah biar bunda tutup koper nya " Ujar Aisyah yang kini sedang berada di kamar Ataya.
" Iya udah bun , biar teteh aja . Mamah sama bunda istirahat aja " Jelas Ataya yang melihat kedua wanita selalu sibuk membantunya , entah itu tentang barang bawaan atau sibuk mengasuh si kecil Zio.
" Ya udah bunda ke kamar dulu yah , kasian ayah ".Jelas Aisyah sambil berlalu.
" Iya bunda , makasih ya " Ataya pun tersenyum kepada Aisyah. " Zio tidur mah ? " Tanya Ataya ketika melihat Zio yang di pangku bak koala yang sudah tidak bergerak.
" Iya , sebentar lagi mama tidurin " Bisik nya namun masih bisa di dengar Ataya.
Ataya pun mengangguk , lalu mendekat ke arah Amira.
" Yaudah mama Ataya tinggal dulu yah , mau panggil abang dulu "Bisik Ataya dan di jawab anggukan oleh Amira.
Ataya pun berjalan ke luar kamar , manik nya meneliti sekitar mencari keberadaan seorang yang sangat ia cintai.
" Abang !!" Panggil nya ketika melihat Ibra yang tengah duduk di kursi taman belakang bersama Zaydan .
Satu bulan sudah Zaydan ikut tinggal bersana mereka , sebenar nya Zaydan selalu meminta izin untuk tinggal sendiri dan menyewa kosan,namun Ibra dan Ataya selalu melarang nya mengingat Zaydan baru saja menginjakan kaki nya di ibu kota.
" Ayo istirahat besok pagi-pagi berangkat loh " Jelas nya sambil menghampiri dua laki-laki yang tengah terduduk dengan dua gelas kopi yang sudah tandas di atas meja.
" Iya ini juga baru mau masuk " Ujar Ibra.
" Besok Zaydan anterin ke bandara teh ?" Tanya Zaydan.
" Iya , sim nya udah jadi kan ?".
__ADS_1
" Udah teh , tenang aja ".
" Yaudah sana istirahat , udah jam sepuluh loh " Jelas Ataya .
" Yaudah Zaydan masuk kamar dulu ".
" De ?" Panggil Ibra.
" Iya bang ?" Zaydan pun kembali berbalik.
" Abang titip cafe yah , abang serahin ke kamu selama abang sama teteh di mekkah nanti " Jelas Ibra.
" Oh iya bang , tinggal pembukuan bulanan kan ?".
" Iya , nanti seperti biasa itung-itungan bareng Heri " Zaydan pun mengangguk lalu pergi meninggal kan Ataya dan Ibra yang masih berda di taman belakang .
" Emang Zaydan udah faham ?" Tanya Ataya kepada suaminya.
" Alhamdulilah " Ujar Ataya.
Karena malam semakin larut , sementara mereka harus berangkat pagi , akhir nya Ibra dan Ataya masuk , tidak lupa ia menutup pintu kaca da mulai menarik tirai berwarna abu-abu tua itu menutupi pintu kaca yang cukup lebar.
Sesampai nya mereka di depan pintu kamar , Amira pun terlihat keluar dengan sesikit mengendap-endap.
" Udah tidut mah " Tanya Ibra.
" Udah " Amira tersenyum . " Mama istirahat dulu ya " Pamit Amira.
" Iya mah , makasih ya . Maaf ngerepotin mamah " Ujar Ibra.
" Iya ga apa-apa" Jawab Amira sambil tersenyum .
__ADS_1
Setelah Ataya dan Ibra memasuki kamar , mereka pun langsung berjalan ke arah ranjang yang berukuran cukup besar, dengan warna badcover berwarna abu-abu tua seperti hal nya barang-barang lain yang mendominasi warna monokrom kesukaan Ibra.
Sebelum menyusul sang istri yang sudah terlebih dulu berbaring , Ibra berjalan ke arah boxbaby yang di dalam nya terdapat Zio yang sudah tidur sangat nyenyak.
" Besok papa sama mama berangkat ya sayang , baik-baik di sini . Jangan ngerepotin oma sama nena ya sayang " Bisik Ibra kepada Zio lalu mencium pipi mbul Zio.
" Semua nya udah beres sayang ?" Tanya Ibra yang kini sudah berafa di atas ranjang bersama Ataya.
" Udah bang ".
–Cupp
" Selamat tidur sayangku " Kecupan pengantar tidur untuk Ataya Ibra berikan di kening wanita cantik yang kini sudah berbaring dengan mata yang sudah terpejam.
" Iya abang .. Selamat tidur papah sayang " Balas Ataya tanpa membuka mata nya.
" Gak dapes sun nih ?".
Ataya pun membuka mata , lalu berbalik ke arah Ibra.
–Cupp..
Ataya membalas nya di bibir Ibra.
" Selamat bobo sayang " Ataya pun tersenyum ." Awas kesiangan , nanti ketinggalan pesawat " Ujar nya lalu kembali berbaring.
Tidak butuh waktu lama , setelah Ataya berbaring tangan kekar milik Ibra pun kini menyelinap di antara celak tangan , lalu mulai melilit nya dengan sangat erat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa like , vote dan komen nya gengs..
__ADS_1