
Setelah melalui jalanan padat Kota Jakarta, kini Ataya dan Ibra telah berada di salah satu hypermarket yang berada di kota ini.
"Mau ke tempat apa dulu kita sayang?"Ibra bertanya sambil terus mendorong trolli nya.
"Kita ambil sabun dulu aja yah!"Ucap Ataya.
Mereka pun berjalan menyusuri setiap lorong tempat ini, hingga mereka pun kembali terhenti.
"Abang, beli deterjen jangan?!"Tanya Ataya.
"Nggak usah sayang, kita beli sabun cuci piring saja, pembersih lantai sama yang lain nya lagi, kita nggak punya mesin cuci jadi nggak bisa nyuci!"Jelas Ibra sambil tersenyum.
"Yasudah kita ambil bodycare sekarang!"Ataya segera berjalan terlebih dulu.
Melihat Ataya yang sangat antusias dengan kegiatan nya saat ini, Ibra terlihat senang ketika istri nya ini kembali terlihat ceria.
Suasana pun terlihat sangat ramai, Ataya yang terus berjalan lebih cepat, wanita itu terlihat mengambil beberapa barang di tangan nya.
"Persabunan sudah, kita cari keperluar dapur!"Jelas Ataya kembali, wanita itu cukup cekatan walau ini belanja bulanan pertama nya.
"Siap nyonya Ibra!"Ibra terus menatap mata Ataya, lalu tersenyum ketika istrinya terlihat malu-malu.
Lorong demi lorong pun mereka lewati, kini semua keperluan sudah terkumpul dalam satu trolli yang Ibra bawa.
Lama mereka menunggu antrian kasir, akhirnya setelah beberapa menit Ibra dan Ataya pun selesai membayar semua keperluar dapur dan kebutuhan lain nya.
Dengan menenteng empat kantong belanjaan, Ibra dan Ataya pun bergegas menuju parkiran mobil.
"Abang biar Ataya bawa satu!"Ataya sambil memohon.
Walaupun Ibra memang terlihat tidak merasa kesusahan, tetap saja Ataya tidak mau melihat suami nya sedikit menaha sakit di tangan nya, karena setiap kantong itu lumayan terasa berat.
"Abang nggak mau tangan kamu jadi berotot, jadi biar abang aja!"Tutur Ibra tersenyum, sambil melihat ke arah Ataya.
"Tolong ambil kunci mobil nya aja, di saku celana belakang!"Pinta Ibra.
"Ish...nggak mau ah! nggak sopan!"Jawab Ataya dengan gelengan kepala.
"Cepetan tangan abang sakit!"Ibra sedikit mengangkat plastik belanjaan nya, memperlihat kan pada Ataya.
Dengan terpaksa Ataya pun mengambil kunci mobil yang ada di belakang saku celana Ibra.
Ketika Tangan Ataya mulai meraba nya!!
__ADS_1
"Oh udah mulai berani godain yah, pake di remas segala!"Goda Ibra dengan senyum jahil.
"Tuhkan!"Ataya memukul pantat Ibra kencang setelah merogoh kunci mobil nya.
"pasti usil!"Ucap Ataya pelan sambil membuka kunci mobil nya.
—Drekk...
Setelah Ataya menekan tombol kunci nya, Ibra pun bergegas memasukan semua belanjaan kedalam bagasi mobil.
^
^
Mobil yang di tumpangi Ataya dan Ibra pun melaju dengan kecepatan sedikit kencang.
Tanpa persetujuan Ataya terlebih dulu, Ibra pun kembali memasuki sebuah toko khusu pakaian prempuan.
"Loh! kok kesini bang!"Kening Ataya berkerut dengan ekspresi bingung.
"Kita beli baju kamu dulu yah? dan nggak ada penolakan!"Tegas Ibra.
Suami istri itu pun turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu toko tersebut bersamaan.
"Abang di sini ada mushola!"Jelas Ataya.
Mereka pun menuju lantai dua, tempat di mana mushola berada.
Untunglah abang membawa ku kesini, tempat nya bersih, luas dan lengkap.gumam Ataya.
Toko pakaian dua lantai ini, memang sedikit luas. Semua perlengkapan wanita terlihat sangat lengkap.
Bahkan untuk busui saja tidak usah risau, toko ini menyiapkan satu ruangan untuk Ibu menyusui atau bahkan hanya untuk mengganti pampers.
Beberapa menit belalu, kedua nya sudah turun kembali ke lantai dasar.
"Beli semua keperluan kamu sayang!"Pinta Ibra tersenyum.
"Nggak apa-apa emang?"Ataya sedikit canggung.
"Jangan seperti ini Ataya, ambilah semua keperluan mu! jangan pernah merasa sungkan dengan uang ku, karena mulai dari dua hari lalu uang ku sudah menjadi milik mu seutuh nya."Jelas Ibra
Ataya pun menganggukan kepala nya, lalu tersenyum.
__ADS_1
"Jangan lupa beli yang mirip sama kado bunda!"Ibra sedikit berbisik.
"Mau warna apa? terus beli nya berapa?"Ataya memperjelas pertanyaan nya.
"Biar abang yang pilihin!"Ibra tersenyum menyeram kan sambil terus menatap nya penuh intimidasi.
"Hah, apaaa!!"Pekik Ataya sedikit berbisik wanita itu sangat terkejut, awal nya ia mengira Ibra hanya menjahili nya.
Ibra pun mulai berjalan menuju tempat yang memajang kan pakaian kurang bahan itu.
Ataya yang tidak bisa berbuat apa-apa, akhir nya Ataya pokus saja dengan apa yang mau ia beli.
Sekian lama Ataya memilih, kini ia membawa beberapa potong drees, celana jeans, dan kemeja, bahkan tak lupa ia juga membawa beberapa stel palaian dalam.
Ataya pun membawa semua barang belanjaan nya ke kasir, yang sudah ada Ibra berdiri menunggu nya.
"Abang beneran beli ini?"Ataya menunjuk emapat pakaian tipis berwarna hitam dan merah maroon.
Ibra hanya tersenyum melihat Ataya yang terlihat malu.
"Abang nggak malu apa pas milih nya! aku yang cuma lihat saja malu banget!"Lirih Ataya.
"Banyak ko bu yang beli kaya gini!"Jelas seorang karyawan wanita.
"Masa sih mba, jangan kan memakai nya , melihat nya saja aku nggak sanggup!"Sahut Ataya sambil terus membayang kan.
"Bahkan yang membeli nya kebanyakan kaya ibu, kata nya sih biar suami nya pada betah di rumah!"Jelas wanita itu kembali.
"Oh gitu ya mbak!"Ataya hanya tersenyum.
Setelah selesai melakukan pembayaran, Ataya dan Ibra pun memutuskan untuk segera pulang.
"Makasih suami ku sayang!"Ataya bersikap manja.
"Kamu harus membayar nya malam ini!"Tegas Ibra dengan tatapan mata yang mengerikan.
"Oke nanti aku transfer pake M-banking!"Ataya tersenyum canggung.
Ibra yang mendengar pun kembali menatap Ataya dengan sinis.
"Bukan itu maksud nya!"Guman Ibra.
Namun Ataya mengalih kan pandangan nya, tidak berani menatap Ibra, ia tahu betul jurus pembicaraan suaminya ke arah mana.
__ADS_1
...TBC🌻🌻🌻...
...Jangan lupa! like, vote, komen, hadiah, tips nya juga dongs.....