CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 12


__ADS_3

...KEDIAMAN RULI AKDAD....


Tepat pukul sembilan malam Ibra pun memasuki rumah, setelah beberapa jam memacu mobil nya menuju perjalanan pulang.


Kedua tangan nya penuh membawa belanjaan milik calon istri cantik nya itu.


Ibra lansung membawa nya menuju kamar, ia akan menyerah kan semua benda ini besok kepada pada calon istri papa nya itu.


Tante Amira memang sangat baik, bahka ia mau repot-repot mengurus semua persiapan pernikahan Ibra dan Ataya.


Setelah duduk beberapa menit, Ibra langsung memasuki kamar mandi untuk segera membersih kan diri.


Sekitar sepuluh menit Ibra berada di kamar mandi, akhir nya pria itu keluar dengan menggunakan bathrobe dan rambung acak-acakn yang terlihat basah.


Ibra pun merebah kan badan nya di atas kasur empuk king size.


Ia raih ponsel milik nya, dan segera membuka galeri. Ibra melihat kembali foto Ataya yang ia ambil tadi secara diam-diam.


"Kenapa dia manis sekali!"Ibra bermonolog dengan bibir yang mengulum senyum.


Tidak bisa di pungkiri, mungkin Ibra sudah mulai membuka hati nya untuk Ataya.


Gadis itu sudah sangat menarik perhatian nya, dari tingkah laku dan penampilan.


"Semoga kamu adalah penawar luka hati ku Ataya," Ibra berbicara lirih dengan pandangan yang terus tertuju pada layar ponsel nya.

__ADS_1


Ia pernah merasa kecewa dengan seseorang yang dua tahun sangat istimewa di hidup nya.


Tapi tiba-tiba saja, prempuan itu meninggalkan dirinya nya tampa sebab.


Lalu meninggalkan luka yang amat begitu dalam.


Ibra memcoba membuyarkan lamunan nya dengan beranjak dari tempat tidur.


Dan langsung keluar kamar menuju dapur untuk membuat coklat panas agar bisa menenangkan pikiran nya.


"Ibra! kamu pulang jam berapa?" Tanya sang ayah yang tiba-tiba menyusul nya ke dapur.


"Jam sembilan pah, jalanan sedikit macet tadi , jadi pulang nya rada telat."Jelas Ibra.


"Lancar ko pah, cuma Ataya kebanyakan nolak! jadi ada beberapa barang yang belum di beli."Jelas Ibra.


"Oh ya? jadi masih kurang apa lagi? biar tante Amira yang beli nanti."Ujar Ruli.


"Tas, baju, skin care, sama pakaian rahasia mungkin."Sahut Ibra sambil membaca coklat hangat milik nya.


"Ya sudah, besok tante Amira ke sini, sekalian ambil barang yang tadi kamu beli, kurang nya biar tante Amira yang urus, biar cepet beres satu-satu, waktu nya udah mepet banget ini, satu bulan nggak bakalan kerasa loh!"Ruli berujar.


malam ini mereka habis kan ber-dua saja, Gilang yang akhir-akhir ini lebih suka berdiam diri di kamar dengan computer dan game nya.


Bukan nya Ibra dan ayah nya tidak berusaan membuat nya ceria kembali seperti biasa.

__ADS_1


Hal itu sudah sering mereka lakukan, untuk saat ini Ibra memcoba membiarkan nya, hanya waktu yang akan membuat nya mengerti dengan apa yang akan segera terjadi.


"Pah kenapa mamah ingin jodohin Ataya sama Ibra?" Ibra menoleh ke arah Ruli.


"Kata mamah kamu dulu, Ataya kecil aja sudah cantik, apalagi udah gede!"Terang Ruli.


"Tapi Ataya emang cantik si pah!"Ucap nya.


"Kamu udah cinta sama Ataya?" Tanya Ruli.


"Untuk saat ini belum pah."Gumam Ibra.


"Oh ya?papa yakin Ataya bisa bikin kamu jadi cinta banget sama dia, yang polos-polos itu suka bikin candu Ibra."Tutur Ruli yang terlihat sedikit serius.


"Apa nya nih yang bikin candu?"Ledek Ibra.


"Ngomong-ngomong gimana sama Nadia?"Ruli mengalihkan pembicaraan.


"Kami udah putus setahun yang lalu pah!"Jawab nya santai.


"Ohhh , jangan sampe nanti dia jadi pengganggu di rumah tangga mu Ibra!"Tegas Ruli, mata nya terus menatap Ibra penuh penekanan.


"Semua nya udah Ibra block pah, tenang aja nggak bakalan ganggu Ataya sama Ibra nanti."Jelas Ibra.


...Like, vite, kome, sama follow nya dongs......

__ADS_1


__ADS_2