
Setelah Zaydan mengantar kan kedua kaka nya , ia pun langsung menuju salah satu cafe milik Ibra.
Satu setengah jam mengendarai mobil pajero hitam milik Ibra , Zaydan pun sampai dan memarkir kan mobil milik kaka nya tepat di samping Cafe.
Terlihat suasana cafe yang masih sedikit sepi , maklum saja mungkin karena baru jam sepuluh siang.
–Tringting..
Terdengan suara seseorang mendorong pintu cafe.
Mata Zaydan pun menatap seorang gadis yang kini terlihat sedang berdiri di depan meja kasir.
Jantung nya sedikit berpacu lebih kencang kala langkah nya terus mendekat ke arah Irma , gadis yang sudah satu bulan ini selalu mengacak-acak pikiran dan perasaan nya.
" Eh ka Zaydan sudah datang ?" Sapa nya ketika ia melihat keberadaan Zaydan dengan senyum merekah di bibir Irma.
" Apa Heri sudah datang ?" Tanya Zaydan dengan sikap so dingin.
" Belum , baru saya sama Santi yang datang " Jelas Irma.
Zaydan pun mengangguk , lalu beranjak pergi dan memasuki ruangan Ibra.
" Stttth " Santi pun mencolek lengan Irma.
__ADS_1
" Paan si loh ?" Pekik Irma.
" Kaya nya Zaydan suka ama loh ".
" Ngawur aja nih orang , mana mau orang ganteng mirip opa-opa sama gw " .
" Gak tau aja dia merhatiin loh dari tadi " Ujar Santi.
" Ah , apaan si orang umur gw aja lebih tua dari dia ko , gw udah semester dua , lah dia baru mau masuk " Jelas Irma sambil mengejek ucapan dari Santi.
" Lalu masalah nya di mana neng ?".Canda Santi kembali kepada Irma
Sedang asik berbincang , akhirnya suara lonceng di pintu cafe pun berbunyi kembali , dua gadis itu sontak melihat ke arah suara bermula.
" Udah dateng emang ?".
" Udah , kaya nya abis nganterin ibu sama bapak langsung kesini " Kata Irma lalu di jawab anggukan Heri .
Tok..tok..tok..
" Lo udah lama nunggu ?" Tanya Heri kepada Zaydan yang sedang memain lan ponsel nya.
" Enggak baru juga sampe " Jelas Zaydan .
" Ibu sama bapak udah berangkat ?" Tanya Heri sambil mendarat kan bokong nya di kursi sebrang Zaydan.
__ADS_1
" Udah , abang nyuruh gw itung-itungan sama lo Her ".
" Ya ayok , waktu nya main itung-itungan kita " Canda Heri , mereka berdua pun saling melempat senyum kala satu sama lain selalu melempar kan candaan.
Lama Zaydan dan Heri berkutik dengan buku dan kalkulator , akhir nya setelah dua jam mereka menyelesai kan tugas bulanan nya.
Kini Heri dan Zaydan pun kembali keluar , terlihat ke adaan cafe yang sudah terlihat ramai.
" Ir , lo butin pesenan aja , biar kasir gw yang jaga " Kata Heri.
" Siap "Sahut Irma singkat .
Seperti hari-hari biasa,setelah Zaydan di izin bekerja di cafe milik Ibra, selalu membantu Santi untuk memberikan buku menu atau pun mengantar pesanan.
Banyak sekali para remaja wanita saling bertingkah untuk menjadi perhatian Zaydan.
Bagai mana para wanita tidak terpikat , tubuh tinggi,berkulit putih dengan style ala opa-opa korea yang selalu mengunakan celana dan kaos oversize serba hitam, di tambah sepatu sport yang membuat Zaydan bertambah ke tampanan nya.
Namun hanya satu wanita yang selalu cuek pada remaja berusia delapan belas tahun itu.Siapa lagi kalau bukan Irma , sesungguh nya Irma pun sama seperti yang lain , ia mengagumi ke tampanan adik dari bos nya itu , namun dengan cepat ia menepis nya , apalagi mengingat ia yang sudah berumur dua puluh tahun , membuat nya tidak terlalu pede.
Ini nih peyempuan yang bikin babang Zay klepek-klepek..
Othor boleh minta semangat dari kalian ga sih 😌 semangatin dongss..
__ADS_1