
Jam sudah menunjukan pukul lima sore, namun dua sejoli ini masih saja tertidur pulas di bawah hangat nya gulungan selimut, bahkan mereka berdua tidak menghiraukan bunyi bising dari ponsel Ataya.
Mungkin karena acara mereka kemarin, kedua nya masih terlihat sangat kelelahan.
Tepat pukul enam sore, Ibra pun terbangun.
Mata nya melihat sosok cantik tertidur begitu pulas di samping nya.
Tib-tiba alarm di ponsel Ataya berbunyi kembali.
Ibra yang merasa risih pun lansung menganbil benda pipih milik istrinya tersebut, dan mematikan alarm nya.
Ibra kembali meletakan ponsel Ataya, kini pandangan nya tertuju pada wajah cantik istri nya yang masih terlihat pulas.
Ibra menatap nya lekat, hingga tidak terasa bibir nya tersenyum tipis penuh kekaguman.
"Kecapean kaya nya, sampe alarm bunyi aja nggak denger!"Suara nya berbisik sambil terus memperhatikan wajah cantik Ataya.
Karna waktu sudah menunjukan solat maghrib Ibra pun mencoba membangun kan Ataya.
Di usap nya lembut kepala Ataya yang memakai kerudung, lalu mencium kening istrinya pelan.
—Cup..
"Sayang bangun!"Ibra menepuk-nepuk pipi Ataya pelan.
"Sayang!"Panggil Ibra kembali.
Tidak ada pergerakan sedikit pun, sampai Ibra memounyai ide lain untuk membangun kan istrinya itu.
–Cup.
kecupan mendarat di pipi kiri Ataya.
–Cup.
satu kecupan di bibir Ataya.
Dan seperti nya cara ini berhasil membuat sang pemilik tubuh bangun dari tidur nyenyak nya.
Ataya mulai mengerjap kan mata, lalu menggeliat pelan.
Ketika mata nya telah benar-benar terbuka, Ataya melihat sosok yang sedang tersenyum pada nya.
Wajah tampan itu sangat dekat dengan nya, menatap lekat lalu membalas nya dengan senyuman kembali.
"Bangun sayang!"Lirih Ibra menatap dalam manik sang istri, tangan nya juga masih tetap mengelus pelan pipi Ataya.
"Jam berapa ini bang?"Tanya nya dengan suara parau.
"Udah waktu nya solat maghrib istri ku sayang!"Jawab Ibra.
"Yaudah, abang solat dulu sana!"Ataya mengusap pipi Ibra.
"Abang solat dulu kalo gitu, takut keburu abis lagi waktunya!"Ujar nya lalu di jawab anggukan Ataya
"Padahal tadi udah set alarm jam empat, tapi malah bablas sampe mau jam setengah tujuh!"Gumam nya sambil merenggang kan otot tubuh nya yang mulai terasa pegal.
"Yaudah abang solat maghrib dulu yah, kita berangkat udah solat isya aja biar tenang!"Ibra mencoba menenang kan Ataya.
Ataya mengulum senyum, lalu mengangguk.
Sesegera mungkin Ibra melaksanakan kewajiban nya saat ini, setelah memakan waktu karena membangun kan Ataya.
__ADS_1
^
^
Jarum jam sudah menunjukan pukul delapa malam, kini Ataya dan Ibra sudah siap untuk chekout,setelah menunggu Ibra melakukan solat isya tadi.
Kedua nya pun lansung berjalan menuju pintu lift dan segera turun kebawah.
Setelah beberapa menit melakukan chekout, Ataya dan Ibra pun menunggu petugas valet yang sedang mengambil mobil Pajero hitam nya di basemat hotel.
Tidak butuh waktu lama, mobil yang mereka tunggu pun datang, terlihat seorang petugas turun dan memberika kunci nya kepada Ibra.
Tidak lupa Ibra pun memberi sedikit uang tip untuk petugas tersebut.
"Terimakasih pak."Ucap nya sambil mengaggukan kepala.
Ibra tersenyum, lalu mulai beranjak masuk bersamaan dengan Ataya, dan mulai melajukan mobil nya perlahan menuju tempat yang akan mereka tempati .
Di dalam mobil ke dua nya hanya terdiam, Ibra yang sedang sibuk mengemudi pria itu hanya pokus kepada jalan.
Sesekali mereka pun saling melirik, Ibra yang ingin memastikan Ataya tertidur atau tidak, dan Ataya yang memastika apakah suami nya ini memgantuk atau tidak.
...🎶 And awas runnin ' far away...
...Would i run off the world someday...
...Nobody knows , nobody knows...
...And i was dancing in the rain i felt a live...
...And i cant complain...
...But now take me home...
...take me home where i belong 🎶...
Menemani perjalanan jauh Ibra dan Ataya yang cukup melelah kan.
Sekitar tiga jam lama nya mereka melaku kan perjalanan Bandung-Jakarta.
Akhir nya mobil yang Ibra kemudikan sudah sampai di basement apartemen milik nya.
"Hayu turun!"Ajak Ibra.
Ataya pun hanya menjawab dengan senyuman.
Ibra dan Ataya pun turun dari mobil bersamaan. Ibra langsung berjalan menuju bagian belakang mobi dengan cepat membuka bagasi mobi nya, lalu menurun kan dua koper milik Ibra dan Ataya.
Mereka berjalan beriringan menuju pintu lift, lalu jari Ibra menekan tombol tiga belas.
Pintu lift tertutup, dan mulai terasa bergerak.
Setelah beberapa detik, pintu lift kembali terbuka, lalu kedua nya keluar dan berjalan menyusuri lorong apartemen yang terlihat temaram.
Ibra lansung berhenti tepat di dapan salah satu pintu.Lalu ia mulai memijat kode akses apartemen nya.
—Ceklek...
( pintu pun terbuka )
"Selamat datang di rumah sayang!"Sambut Ibra sambil merentang kan ke dua tangan nya.
Ataya pun hanya tersenyum malu dengan pipi yang merah merona, Ataya tak menyangka bahkan dalam waktu singkat Ibra sudah memperlakukan nya dengan sangat manis dan romantis.
__ADS_1
Apartemen yang mewah,isi nya yang tertata dengan rapi, dan juga warna perpaduan (Hitam, putih, dan abu-abu.) membuat nya semakin terlihat elegan.
Ini karena milik Ibra! coba kalo milik Ataya mungking semua isi ruangan ini hanya berwarna kuning.🤭
Ibra pun berjalan menuju pintu di samping ruang tv, lalu menekan knop pintu dan mendorong nya perlahan.
—Ceklek...
"Ayo masuk ini kamar kita, kita nggak bisa kaya di novel-novel, yang bobo nya pisah dulu. Karena desain nya minimalis, jadi cuma punya satu kamar saja, satu dapur, dan satu toilet di luar, juga nggak punya ruang tamu, apalagi halaman!"Jelas Ibra panjang lebar.
"Yaudah berarti abang tidur di sofa depan tv aja ya!"Ataya tersenyum jahil.
"Eits... enak saja, semalem bobo peluk-pelukan mau-mau aja!"Ibra tersenyum ke arah Ataya.
Ataya berusaha cuek, lalu menata koper milik nya di sudut kamar, sebelum nanti ia merapih kan nyan
"Sekarang udah jam sebelas malem, beresin baju nya besok saja, tempat baju kamu di sana, di sebelah lemari baju abang."Jelas Ibra.
"Iya Ataya juga mau mandi, besok aja beresin nya, udah lengeket nggak enak! "Sahut nya sambil menuju kamar mandi.
"Abang ikut boleh?"Ujar nya sambil tersenyum jahil.
"No..no..no..! Masih ada enam hari lagi!"Ataya tersenyum ke arah Ibra.
Ibra pun menepuk jidat nya pelan.
"Sehari aja lama banget kalo nungguin yang indah-indah mah!"Ucap nya sambil memasang wajah sedih.
Suara gemercik air mulai terdengar, tidak lama setelah pintu kamar mandi tertutup rapat.
Setelah menunggu beberapa menit lama nya, akhinya Ataya keluar dengan hanya menggunakan handuk.
Awal nya ia ragu akan keluar, berhubung Ataya lupa mengambil baju nya di dalam koper, wanita itu pun terpaksa keluar dalam ke adaan seperti ini, lagi pula cepat atau lambat suami nya itu akan melihat nya.pikir Ataya.
Ibra yang baru pertama kali melihat Ataya memamerkan paha mulus nya, kini terlihat hanya terdiam sambil menahan gejolak di hati nya.
"Tuh kan mancing-mancing!"Omel Ibra sambil berlalu menuju kamar mandi.
Ataya yang mendengar omongan Ibra tak menjawab, ia buru-buru mengambil keperluan nya di dalam koper.
Setelah selesai memakai pakaian dalam nya, Ataya pun mengambil kaos oblong dan celana tidur pendek nya.
Dia tidak berniat menggoda Ibra, hanya saja hampir semua baju tidur Ataya bebahan minim.
Ataya pun bergegas menuju ranjang dan menghalangi betis mulus nya menggunankan selimut tebal berwarna hitam.
Sekitar sepuluh menit Ibra berada di dalam sana, akhirnya ia keluar dengan hanya mengguna kan lilitan handuk di pinggang.
"Abang kenapa pake handuk!"Protes Ataya sambil memangling kan wajah nya dengan selimut.
"Kalo nggak pake handuk abang malu:"Jawab Ibra datar.
"Engga maksud aku, abang pake baju di kamar mandi!"Jelas Ataya.
"Kamu juga godain abang tadi!"Sahut Ibra sedikit usil.
Tak ada jawaban lagi dari Ataya, wanita itu hanya berbaring sambil menyembunyikan wajah nya di balik selimut.
Setelah selesai mengenakan pakaian nya, Ibra pun segeta menyusul Ataya yang kini sudah berada di atas tempat tidur nya.
...TBC🌻🌻🌻...
...jangan lupa di like ya gengs....
__ADS_1
...kalo mau ngasih gif juga gpp🤭...
...Ini novel pertama ku , dukungan dari kalian sangatlah berarti besar bagi author bubuk ini. love you 🍅...