CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
End


__ADS_3

SEBELUM LANJUT KE EPISODE TERAKHIR INI .


PERTAMA-TAMA AUTHOR MAU UCAPIN BANYAK TERIMAKASIH , KEPADA SEMUA READERS YANG BERPATISIPASI DALAM KARYA YANG BARU NETAS INI🐣.


MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM NOVEL AUTHOR , KARENA AUTHOR BELUM SEPROFESIONAL PARA PENULIS NOVEL YANG KALIAN SUKAI.


TAPI AUTHOR AKAN TERUS BERLAJAR DAN BELAJAR , AGAR BISA KEMBALI MEMBUAT CERITA YANG LEBIH BAGUS.


...HAPPY READING !!....


Satu tahun pun berlalu , kini rumah tangga Ibra dan Ataya semakin bahagia , apalagi dengan tumbuh kembang Zio yang sangat pesat.


Delapan minggu sudah usia kehamilan kedua Ataya , namun di kehamilan saat ini ia terlihat lebih happy , tidak ada rasa mual atau pun pusing di setiap harinya .


" Om ayok om bikin aku telbang lagi " Pinta Alzio pada Zaydan .


" Udah ah , om cape ka " Jelas Zaydan , seketika ia lansung mendudukan tubuh nya di sebelah Ataya yang tengah sibuk dengan ponsel nya .


" Ma...Liat om nakal , om gak mau angkat kaka lagi " Celoteh anak kecil itu mengadu kepada sang ibunda .


" Om nya cape dulu ka , nanti minta di terbangin sama papah aja yah " Ataya berusaha menjelas kan kepada Zio .


Anak kecil itu mengangguk , lalu ikut dudu di sofa bersama Zio dan juga Ataya .


" Gimana udah move on ?" Tanya Ataya tampa mengalih kan pandangan sedikit pun.


" Naon si teh ?! .. Udah atuh move on mah , lagian udah lama banget gak usah di inget-inget lagi " Jelas Zaydan , adik laki-laki Ataya itu langsung mendengus kesal ketika mengingat kan masa lalau yang begitu tragis.


" Yasudah , kuliah yang bener ! kalo udah itu kamu bisa buka usaha sendiri , terserah mau di bidang apa ! masalah prempuan nanti kita cari . Kalo udah punya penghasilan kan gak bakalan di tolak gara-gara belum mapan " Kata Ataya kembali .


" Iya teh , ini juga lagi usaha kan ? biar jadi pengusaha sukses kaya abang " Sahut Zaydan .


Sedang asik berbincang dengan Zaydan , suara Ibra memanggil Ataya pun terdengar .


" Mam "Panggil Ibra yang berada di ruang kerja nya .


" Iya pah " Sahut Ataya , lalu beranjak menuju arah suara terdengar .


-Ceklek...


" Kenapa ?" Tanya Ataya kepada Ibra yang kini tengah dudu di kursi kerja dengan laptop menyala di hadapan nya .


" Sini " Ibra menepuk paha nya , memberi kode agar Ataya duduk di pangkuan nya .


" Kenapa ?" Tanya Ataya yang sudah duduk di pangkuan Ibra .


-Cup..


Ibra mencium pipi Nabila.


" Aku kangen aja " Jelas nya hingga membuat Ataya mengerut kan dahi.


" Apa sih , jangan cium-cium ! nanti kaka masuk tiba-tiba " Kata Ataya pada suaminya Ibra .

__ADS_1


" Dia sedang apa ?" Ibra menanyakan Zio .


" Seperti biasa , dia membuat om nya kewalahan ." Ujar Ataya sambil tersenyum .


Ibra pun mengangguk , lalu kembali fokus pada layar laptop nya kembali .


Brak....


Pintu terbuka begitu keras , lalu muncul sosok kecil yang memanggil-manggil Ibra .


" Papah , come on ! Zio mau telbang pah , om Za udah lemah " Rengek Zio pada Ibra , tangan kecil nya menarik-narik lengan Ibra yang kini sedang memangku Ataya dan sibuk bekerja .


" Oke ka , ayok kita ke luar sekarang " Ibra pun menutup laptop nya , lalu berdiri ketika Ataya sudah turun dari pangkuan nya .


" Ye ..ye ..ye ..Zio kaya nya mau main ke taman deh , cama papah ,mamah cama om Za " Jelas Zio .


" Taman belakang ?" Tanya Ataya .


" Iya mah , kalo taman jauh kan masih panas " Sahut nya .


" Zaydan , nanti tolong ambilkan hasil hitungan bulanan di cafe !" Titah Ibra .


" Kantor cabang ?" Sahut Zaydan .


" Pusat " Jelas Ibra .


-Deg


Ketiga orang dewasa kini sudah duduk di gazebo taman belakang rumah Ataya dan Ibra .


Memperhatikan Zio yang terus berlari-kesana dan kemari tampa terlihat lelah .


" Ga apa-apa kan abang nyuruh kamu kesana ?" Ibra bertanya kembali.


" Kemana ?" Tanya Ataya .


" Ke kantor pusat , ngambil pembukuan dari Heri " Jelas Ibra .


" Nanti Zaydan ambil ke sana bang , tenang aja " Kata nya .


" Syukurlah , kirain abang kamu gak mau karena di pusat ada Irma " Ibra pun menoleh ke arah Zaydan lalu tersenyum jahil .


" Kan kejadian nya udah lama , jadi harus udah bisa bedsamai dengan ke adaan " Ucap Zaydan sambil menggerakan alis nya ke atas dan ke bawah .


Akhir nya Ibra dan Ataya bahagia dengan keluarga kecil nya , begitu pun dengan Zaydan yang berusaha menerima ke adaan ,setelah satu tahun lalu di tolak mentah-mentah oleh ibunda dari Irma , karena Zaydan masih kuliah dan hanya pelayan cafe milik kaka nya yang di anggap belum mapan .


YANG SABAR YA OM ZA 😌.



Foto Om Za sama Zio waktu holiday ke taman Safari 🀭☺.


Padahal ganteng ya , tapi di tolak mentah-mentah sama ibu nya Irma🀧.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


KARENA CERITA ATAYA DAN IBRA SELESAI ❗❗


JADI MAMPIR KE NOVEL KU YANG SATU LAGI . DI KLIK AJA PROFIL NYAπŸ˜‰



" Apa kau tidak percaya pada ku ?" Isak tangis Nabila pun pecah.


" Percaya kau bilang ? apa aku harus mempercayai mu ? ketika dengan leluasa nya kalu mencium pipi laki-laki lain hah ?"Aldrich pun benar-benar tak terkendali.


" Aku tidak mencium nya , aku hanya menempel kan pipi ku mas " Jelas Nabila . " Aku juga bersama ke dua sahabat prempuan ku ".


Aldrich pun terkekeh , lalu meminu red wine yang berada di hadapan nya hingga tandas.


" Sudah berapa kali kau menjual tubuh mu hmm?" Tanya Aldrich dengan tubuh yang semakin mendekat hingga membuat Nabila sedikit ketakutan .


" AKU BUKAN PELACUR !! " Jelas nya dengan mata tajam yang terus menatap mata suami .


Lagi-lagi Aldrich tertawa . " Oh ya? aku tidak yakin " Kata Aldrich dengan wajah yang sudah mendekat dengan wajah Nabila.


Dengan penuh keberanian Nabila pun mendorong Aldrich sekuat tenaga.


" APA AKU TERLIHAT SEPERTI JALANG BAYARAN MU ?!" Entah keberanian dari mana hingga Nabila pun berani berkata seperti itu .


" Oh ayolah , mereka justru lebih berhaga dari pada dirimu ".


" JANGAN PERNAH SAMA KAN AKU DENGAN JALANG-JANGAN MU TUAN ALDRICH YOHANES MAHARDIKA !!" Teriak Nabila tepat di depan wajah Aldrich.


" Tentu saja , kau memberikan nya secara cuma-cuma , tapi setiap wanita yang aku tiduri , mereka mematok harga kepada ku " Aldrich benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya


" Aku bukan pelacur !! " Lirih Nabila kepada Aldrich dengan tatapan sendu.


" Apa bukti nya hah , foto itu lebih bisa di jadi kan bukti ke timbang omong kosong mu NABILA !" .


Sama hal nya dengan Aldrich , kini Nabila pun sudah tersulut emosi dengan hinaan yang suami nya lontar kan kepada dirinya.


Sehingga Nabila terlihat sangat berani duduk di pangkuan Aldrich dengan mencengkram kerah kemeja suami nya itu.


" GAGAHI AKU SEKARANG !" Kata Nabila dengan penuh emosi.


" Ck..aku tidak sudi menyentuh bekas lelaki mu itu "Tatapan kedua nya sudah sama-sama di penuhi kabut amarah.


Nabila kembali menarik kerah kemeja Aldrich , menempelkan dahi nya kepada dahi Aldrich.


" LAKUKAN ITU SEKARANG ! TUAN ALDRICH YANG TERHORMAT".Titah Nabila kembali dengan tatapan penuh kebencian.


Seketika Aldrich pun mengangkat Nabila , lalu membawa nya ke arah kamar.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Bye..bye dari Ataya ,Zio dan Ibra . Sun jauh kata nya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2