
Dering alarm pun berbunyi, kini jam sudah menunjukan puku lima pagi, Ataya yang sedari tadi mendengar suara bising teresebut, ia mencoba mencari benda pipih milik nya dengan mata nya yang masih tertutup.
Ataya yang sudah mendapat kan ponsel nya, langsung saja mematikan alarm nya itu.
Sebelum ia beranjak dari kasur, Ataya mencoba menyingkirkan tangan yang berada di atas pinggang nya itu.
Ataya pun bergegas untuk mengambil air wudhu dan solat.
Mumpung abang masih tidur! gumam nya.
Setelah selesai ia melaksana kan kewajiban nya, Ataya pun menuju dapur untuk mengambil air minum, sebelum nanti ia membangun kan suami nya yang masih terlelap.
Sesampai nya Ataya di dapur, ia pun mencari keberadaan gelas, maklum saja! Ataya belum memgetahui letak barang-barang tersebut.
Hingga akhir nya Ataya menemukan nya di laci bawah, di ambil nya salah satu mug berwana hitam.
Ataya pun meletakan nya di atas dispenser dan mulai mengisi nya dengan air hangat.
Pandang Ataya hanya pokus kepada air yang sedang mengisi mug nya itu , hingga tiba-tiba sebuah tangan melilit erat di perut nya.
"Sayang!"Panggil Ibra dengan suara parau dan meletakan kepala nya di tengkuk Ataya lalu memeluk erat perut istri nya.
Ataya yang sedikit terkejut dengan ke beradaan Ibra, ia pun mencoba berbalik.
"Abang! ngagetin aja!"Pekik Ataya sambil memengan dada nya yang sudah berdetak lebih kencang
"Kok nggak bangun abang hmm?!"Tanya Ibra sambil terus mencium rambut istri nya.
"Tadi nya abis minum mau bangunin abang!"Jawab nya sambil meletakan mug nya kembali.
"Eh abang bangun duluan!"Jelas Ataya kembali.
"Abis nya berisik, Eh pas di lihat ada cewe seksi di dapur! jadi abang samperin aja."Goda Ibra, lalu mengulum senyum nya
Tidak mau kalah dengan Ibra yang selalu menggoda nya, Ataya pun mencoba menggoda suamin nya kembali.
Ataya pun langsung membalikan tubuh nya menghadap tubuh Ibra.
"Yaudah besok-besok Ataya pake baju yang di kasih bunda!"Jawab nya sambil mengalung kan tangan nya di leher Ibra.
Dan
—Cup.
(Ataya mencium bibir Ibra)
Entahlah, Ataya mempunyai keberanian ini dari mana, yang pasti kini ia sendiri terkejut dengan perbuatan nya sendiri.
Ibra yang mendapat serangan pajar pun tersentak, lalu tersenyum penuh arti.
Mata mereka pun saling bertemu, saling menatap lekat.
—Cup.
Kini Ibra yang mencium Ataya.
"Jangan membuat ku gila Ataya, abang udah susah payah menahan nya!"lirih nya sambil tetap menatap tajam Ataya.
"Ataya udah beres ko!"Jawab nya sedikit tersenyum.
__ADS_1
Ibra pun sedikit kebingungan dengan penjelasan Ataya.
Dia bilang seminggu tapi ini baru dua hari.Gumam nya dalam hati.
"Stop bercanda nya Ataya!"Gumam Ibra yang terus memandang istri nya.
"Sebener nya, Ataya nggak haid bang!"Jawab nya sedikit ragu, Ataya takut Ibra marah , karena telah berbohong pada nya.
"Jadi kamu rela ninggalin solat cuma buat bobongin abang!"Tegas Ibra."Kamu bilang mau ganti juga itu bohong?!"Raut wajah penuh kekesalan Ibra sudah terlihat.
Untuk pertama kali nya Ataya melihat Ibra dengan sikap seperti ini.
"Ataya tahu, Ataya salah bang maaf, tapi Ataya bener-bener belum siap, Ataya takut abang ngelakuin nya cuma karena nafsu bukan karena cinta!"jelas nya menyesal.
"Apa yang kamu takut kan Ataya?"Tanya Ibra tegas, mata nya mulai memerah tanda menahan amarah.
"Abang pelan-pelan, nanti ada yang denger! malu pagi-pagi udah berantem!"lirih Ataya mencoba menenang kan Ibra.
"Kamu malu!"Ibra tersenyum mengejek."Kamu tinggalin solat cuma gara-gara nggak mau aku sentuh itu nggak malu?"tanya Ibra kembali.
"Aku tahu semuanya bang, Ataya tau kalian masih saling menghubungi!"kini air mata Ataya pun tumbah.
Flastback on
Setelah ungkapan Ibra malam itu sebelum tidur Ataya merasa sangat senang, bagaikan mendapat kan sebuah keberuntung, dengan waktu cepat Ibra sudah mengutarakan isi hati nya.
Ibra pun tertidur memeluk erat Ataya, mendapat perlakuan istimewa membuat Ataya semakin yakin bahwa Ibra memang sudah mencintai nya.
Sampai Ataya pun memutuskan untuk ikut terlelap bersama Ibra.
Baru saja ia tertidur.Ataya sudah di bangun kan kembali oleh suara dering telpon.
Sempat berfikir beberapa kali, akhir nya Ataya mengambil benda pipih tersebut.
Awal nya ia hanya berfikir mungkin telepon yang sangat penting, hingga tenggah malam melakukan panggilan telepon.
Bukan tanpa usaha Ataya pun mencoba membangun kan Ibra.
Tapi lagi-lagi ia hanya menggeliat saja dan tertidur kembali.
Angkat aja kali yah siapa tau penting.Ataya berbicara dalam hati
KETIKA ATAYA MENGANGKAT NYA.
📞Hallo sayang , aku pulang.
Terdengar suara prempuan di sebrang sana.
Ataya hanya terdiam, namun ada sedikit sakit di hati nya.
📞sayang
📞Hallo
**Ataya pun memutus kan sambungan telpon tersebut , tanpa berbicara sepatah kata pun.
Tak terasa air mata nya mengalir membasahi pipi, Ataya kembali meletakan ponsel Ibra.
Ataya pun akan mencoba bersikaf se-biasa mungki , seperti tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Flastback off.
Ibra yang mendengar penjelasan Ataya pun hanya terdiam.
"Kamu salah paham Ataya!"Kini Ibra telihat melunak ketika mendengar penjelasan Ataya.
"Bahkan ketika abang dapat pesan aja Ataya tau, Ataya cuma mau abang jujur, tapi apa abang cuma diem aja!"Jelas nya sambil menangis.
"Sayang!"Ibra berusaha metaih tangan Ataya namun wanita itu menepis nya.
"Stop abang, biar Ataya jelasin kesalahan Ataya, sebelum nya maaf karena aku belum memenuhi ke wajiban ku sebagai seorang Istri, asal abang tahu, Ataya tau ini dosa, makanya Ataya mencoba berhenti dari ke bohongan ini, dan biarin Ataya sendiri untuk saat ini, Ataya takut nggak bisa nahan lisan Ataya, jadi abang solat aja ga usah mikirin masalah ini dulu, matahari udah mau muncul!" Jelas Ataya panjang lebar dan berlalu menuju sofa di ruang tv.
Melihat Ataya yang pergi begitu saja, ada sedikit penyesalan di hati Ibra, hal yang ia takut kan sudah terjadi.
Kesalahan terbesar nya ada pada dirinya , kenapa ia tidak memutus kan untuk mengganti nomer lama nya dengan nomer baru.
Jadi nya seperti ini, walau pun Ibra sudah memblokir semua yang berhubungan denga Nadia, wanita itu masih bisa menghubungi nya dengan nomer baru.
Ibra langsung berjalan menuju kamar, dan melakukan apa yang Ataya perintah kan tadi.
Setelah selesai beribadah, Ibra pun duduk di tepi ranjang nya.
Ia memikir kan kejadian tadi.
Sikap manis nya tadi mungkin awal dari Ataya yang ingin jujur pada nya.Tapi bodoh nya Ibra malah sedikit membentak nya bahkan ketika Ataya mencoba menenang kan dirinya.Ibra mengusap wajah nya kasar, dengan penyesalan yang amat besar di dalam hati nya.
"Maafin abang sayang!"Lirih Ibra sambil meremas rambut nya.
Ia menyesali semuanya, ketika mengingat Ataya yang selalu bersikap manis pada nya, walaupun ia sedang menaha sakit di hati nya kerana mendapat panggilan dari wanita lain pada ponsel suaminya sendiri.
Langit sudah memperlihat kan terang nya , waktu sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi, tapi Ataya masih belum kembali ke kamar nya.
Ibra pun beranjak melangkah kan kaki nya perlahan menuju ruan tv.
Betapa pedih hati nya, Ibra melihat Ataya yang tertidur dengan ke adaan berbaring seperti janin, meringkuk dengan takan yang memeluk erat lutut.
Ataya tertidur sedikit membungkuk dan sangat terlihat jelas wajah cantik nya yang sembab.
"Sayang!"Panggil Ibra lirih sambil berjongkok mendekat kan wajah nya pada Ataya.
Wajah cantik itu pun membuka mata nya perlahan.
"Maafin abang!"Suara Ibra pelan seraya mengelus pipi Ataya.
Tak ada jawabana dari Ataya, ia hanya tersenyum ke arah Ibra, dan bangkit dari tidur nya.
Selembut ini kah Ataya? bahkan ketika ia sudah membentak nya, senyum manis itu masih Ibra dapat kan.
Mendapat senyuman dari Ataya justru membuat Ibra semakin menyesali perbuatan nya tadi.
"Tidur nya pindah ke kamar yah? nanti sakit kalo tidur di sini!"Ibra memohon dengan suara lirih penuh penyesalan.
Lagi-lagi tak ada jawaban dari Ataya, ia hanya tersenyum sambil berlalu pergi meninggal kan nya.
...🌻🌻🌻...
...Oh jadi Ataya bohong kalo dia lagi haid gara-gara angkat telepon dari Nadia 😳...
...Jangan lupa like nya ya gengs....
__ADS_1
...Dukungan dari kalian sangat berarti buat author💛**...