
Hari demi hari pun berlalu , kini Setelah satu minggu tinggal bersama putrinya Ataya , Aisyah pun berpamitan untuk kembali pulang ke Bandung . Berbeda dengan Aisyah , Hardian dan Zaydan pulang terlebih dulu setelah dua malam tinggal bersama Ataya dan Ibra.
" Tambah seminggu lagi aja ya bun " Pinta Ataya , yang saat ini ia tengah bersama sang ibu yang sedang memandikan putra pertama nya Zio.
" Ga bisa teh , kasian ayah sama Zaydan " Jawab Aisyah singkat dengan tangan yang masih mengelus lembut bayi kecil itu.
" Kalo ga ada bunda yang mandiin Zio siapa ?" Ataya sedikit merengek.
" Ya teteh dong , pasti bisa, orang Zio nya anteng begini " Jelas nya kepada Ataya.
" Tapi teteh takut bun , nge bolak-balik nya bunda, badan Zio kaya rapuh gitu " Pekik Ataya.
" Nanti juga bisa kalo terbiasa , lagian bukan gorengan yang harus di bolak-balik , coba mana handuk nya " Tangan Aisyah mulai mengangkat tubuh bayi mungil tersebut.
Setelah menerima handuk dari Ataya , kini Aisyah telah menggulung Zio dengan handuk di pangukan nya.
Membaring kan Zio di atas kasur, lalu mulai memakai kan pakaian yang telah Ataya siap kan.
" Eh cucu nenek udang wangi " Ucap Aisyah ketika selesai memberikan baby cologne di baju jumsuit Zio.
" Zio nya di kasih susu dulu " Jelas Aisyah . " Bunda mau beresin baju dulu yah " Ia tersenyum kepada Ataya.
Setelah Zio sudah berada dalam pangkuan nya , Ataya pun mulai membuka kancing baju milik nya.
Mulut Zio sudah terbuka , saat benda kenyal sudah menyentuh pipi gembul nya.
Pipi Zio mulai bergerak menyesap sumber makanan nya dengan sedikit kencang.
Tak ada rasa sakit ringisan di bibir Ataya atau pun rasa perih , seiring waktu dirinya telah terbiasa dengan Zio yang setiap dua jam sekali meminta jatah nya.
" Anak papah lagi apa ?" Ibra yang tiba-tiba memasuki kamar.
Ataya tidak menjawab , mata nya hanya pokus mepada bayi mungil yang berada di pangkuan nya.
Cup...
Ibra mencium kening Ataya.
Cup..
Ibra pun memberi ciuman di pipi anak nya Zio.
" Jangan cium-cium aku pah , papah belum mandi " Protes Ataya seakan Zio yang sedang berbicara.
" Yaudah papah mau mandi dulu , papah harus anterin nenek pulang oke " Jelas Ibra sambil berlalu menuju pintu kamar mandi.
Suara gemercik air pun sudah mulai terdengar , suara Ibra yang sedikit bersenandung di dalam sana terdengar jelas di telinga Ataya.
Setelah lama Zio terus menyesap susu favorite nya , kini pipi gembul itu sudah tak bergerak lagi , mata nya terpejam sempurna.
Ketika bibir Zio terlepas dari sumber makanan nya , Ataya sedikit tersenyum kala melihat bibi lucu yang kembali bergerak.
" Boleh ga sih mama gigit kamu , gemes banget mama ga tahan liat bibir kamu masih bergerak padahal mimi nya sudah selesai " Ataya berbicara kepada putra nya Zio.
Ataya mulai beranjakan dari duduk nya , mulai berjalan menuju baby box untuk menidur kan Zio yang sudah terlelap dengan sangat nyaman.
__ADS_1
Setelah Zio benar-benar sudah berada di tempat tidur milik nya , Ataya pun berlalu keluar dari kamar menuju ruang tengah .
" Mbo " Panggil Ataya ketika melihat nya tengah duduk bersama Aisyah.
" Iya neng , aden udah bobo ? " Sahut nya melihat ke arah Ataya.
" Udah mbo , tolong bikinin susu dong " Pinta Ataya sambil tersenyum.
" Boleh neng , biar mbo bikinin dulu yah " Jawab nya tersenyum sambil berlalu pergi.
Ataya pun mengangguk , lalu mendudukan dirinya di sebelah Aisyah.
" Bunda udah siap aja , semangat banget ninggalin teteh di sini "
" Nanti juga bunda tengokin , lagian mama mertua kamu juga sering kesini , ada mbo juga jangan takut apalagi Ibra dia bahkan selalu urus kerjaan di rumah biar bisa terus sama kamu , mereka selalu bantuin teteh kan " Aisyah tersenyum , jemari tangan nya mengusap bahu Ataya.
"Iya bunda , nanti kalo Zio udah dua bulan Ataya bawa ke bandung" Sahut Ataya sembari membalas senyuman Aisyah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang hari sekitar pukul satu , Aisyah pun sudah siap untuk kembali pulang kerumah nya yang berada di Bandung.
" Ayo bun " Ajak Ibra yang kini sudah siap dengan kemeja hitam dengan lengan yang sudah di lipat sampai sikut di padukan dengan celan jeans berwarna dark blue membuat nya terlihat sangat tampan dari pada biasa nya.
" Iya , teh bunda pamit pulang dulu yah , jaga baby Zio nya baik-baik " Pamit Aisyah kepada Ataya yang sudah mencium punggung tangan nya.
" Iya bunda , salam buat ayah " Jawab Ataya.
" Sayang abang berangkat dulu " Pamit Ibra kepada anak dan istri nya.
Cup...
" Papa akan pulang cepat sayang " Bisik nya di telinga Zio.
" Hati-hati papah , nenek jangan ngebut bawa mobil nya " Jawab Ataya sambil melambai kan tangan. " Awas jangan tebar pesona " Teriak Ataya kembali kepada Ibra.
" Dadah , nanti nenek kesini lagi ya jengukin Zio " Aisyah mencium pipi Zio.
" Mbo saya pamit pulang " Pamit ny kembali pada mbo Nim.
" Iya bu , hati-hati di jalan " Jawab mbo Nim.
Ataya pun menyaksikan langkah kaki suami dan ibu nya , ada sedikit rasa sedih ketika bunda nya akan benar-benar pulang.
Bagai mana tidak , sedari kecil Ataya sangat dekat sekali dengan Aisyah , bahkan seminggu Aisyah tinggal bersama nya , Ataya selalu bersikap manja, layak nya anak kecil yang selalu merengek.
Tanpa sepatah kata pun Ataya hanya menatap punggung sang ibunda yang sudah mulai menghilang.
" Ayo neng masuk " Ajak mbo Nim. " Jangan sedih kita doa kan saja biar selamat sampai tujuan " Sahut nya kembali.
" Iya mbo , kita nonton oppa Lee jong suk " Tangan nya menyusut air mata yang tiba-tiba turun di pipi nya , tapi tetap tersenyum.
" Oke neng , mbo ambilin celiman dulu buat neng Ataya , biar ASI nya makin banyak "
" Jangan , Aku baru turun tiga kilo mbo " Jawab Ataya.
__ADS_1
" Badan neng Ataya ga ada yang berubah " Jelas mbo. " Perasaan eneng aja , munkin timbangan nya yang error" Jelas mbo Nim , memang benar yang ia katakan , tak ada perubahan yang terlihat di tubuh Ataya , selain mata panda yang sudah melingkat jelas berwarna hitam di mata nya.
" Masa sih " Tanya nya kembali.
" Iya masih sama kaya kemarin-kemarin " Jawab mbo . " Kalo ngurangin makanan takut nya malah ngaruh ke ASI nang " Timpa mbo Nim kembali.
" Iya deh mbo " Ataya pun tersenyum ke arah mbo , lalu mulai duduk dan menyala kan tv.
*****
Setelah beberapa jam Ibra dan ibu mertua nya Aisyah melalui perjalanan.
Kini mobil hitam Ibra sudah sampai di halaman rumah milik mertuanya yang bertempat di Bandung.
Kedatangan nya telah di sambut Hardian yang kini tengah berdiri di depan pintu rumah.
Brugghh..
Ibra menutup kembali pintu bagasi setelah mengeluarkan barang bawaan ibu mertuanya.
" Loh kata nya bunda mau naik bis " Sahut Hardian kepada Aisyah.
" Iya , tapi Ibra sama Ataya ga ngebolehin bunda pulang kalo naik kendaraan umum jadi di anterin deh " Jelas Aisyah kepada Hardian lalu tersenyum kepada Ibra.
" Yasudah , kita ngopi dulu " Tawar nya kepada Ibra.
" Terimakasih yah , Ibra langsung pulang aja " Tolak nya kepada Hardian.
" Ih jangan atuh , kita ngopi dulu kebetulan bi Nita lagi goreng pisang di belakang " Ajak nya kembali kepada menantu nya.
" Tapi yah Ibra udah janji pulang cepat " Tolang nya lagi.
" Ih ga boleh nolak , pamali , hayu masuk dulu nanti pulang nya abis isya aja biar tenang " Hardian terus berusaha membuat menantunya istirahat terlebih dahulu.
Akhir nya Ibra pun tidak bisa menolak , iya tersenyum lalu memasuki rumah bersama Hardian.
" Eh ada bang Ibra " Sapa Zaydan yang kini tenga duduk di ruang tv.Ibra hanya membalas sapaan Zaydan dengan senyuman
" Iya abang anterin bunda tadi " Jelas Aisyah sambil membawakan pisang goreng , lalu di susul oleh bi Nita yang membawa dua gelas kopi di nampan nya.
" Kata papa kamu , sekarang usaha di bidang kuliner nya makin berkembang ? sampe udah bikin cabang di mana-mana?" Tanya Hardian.
" Alhamdulilah yah , rejeki anak istri " Jawab Ibra setelah menyeruput kopi hitam nya.
" alhamdulilah , anak cucu ayah aman di tangan kamu " Canda nya sambil tersenyum ke arah Ibra.
" Aman yah tenang aja " Ibra membalas candaan mertua nya.
Sore ini pun Ibra habis kan dengan bercengkrama bersama ayah mertuanya Hardian.
Di temani segelas kopi dan pisang goreng yang di sediakan ibu mertua nya dan bi Nita.
...****************...
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa Like & Vote .🙏
💛💛💛💛💛