CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 53


__ADS_3

Klek!


Pintu kamar itu terbuka.


Setelah Ataya berusaha menenangkan diri nya di dalam kamar, kini wanita itu terlihat berjalan menuju sofa yang berada di ruang tengah.


"Neng?"panggil mbok dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir.


Iya mbok!"Ataya tersenyum, dengan hidung yang terlihat memerah dan mata yang sembab.


"Eneng baik-baik aja kan?!"ucap nya kembali, berusaha meyakin kan keadaan ibu hamil itu.


"Ataya udah agak baikan mbok, abang kemana?"Ataya bertanya.


"Den Ibra keluar setelah nelfon bapak tadi."mbok Nim menjawab.


"Mbok, tolong ambilin air putih ya!" Ataya tersenyum, lalu segera di jawab anggukan oleh mbok Nim.


Sambil menunggu air minum yang di ambil kan mbok, Ataya memejamkan mata nya, ia kembali mengingat kejadian tadi. Di tambah sekarang suaminya Ibra malah tidak ada di rumah.


"Assalamu'alaiukum?"suara Ibra tiba-tiba sudah berada di raung tv.


"Wa'alaikumusalam!"Ataya terkejut, lalu menatap suami nya yang saat ini sedang berdiri menatap ke arah nya juga.


Ibra melangkah kan kaki nya perlahan ke arah istrinya, mengikis jarak di antara mereka berdua.


"Sayang, percaya sama aku. Aku nggak pernah ngelakuin hal bodoh bersama Nadia!"jelas Ibra dengan suara lirih, lalu jamari nya mengusap pipi Ataya pelan.


Seketika Ataya mengangguk mendengar penjelasan Ibra.


"Kita cari jalan keluar nya sama-sama."ujar Ataya kepada suami nya.


"Malam ini kita pindah dulu ke apartement papah ya?"kata pria itu, sambil terus mengusap pipi istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Neng? ini minum nya!"mbok meletakan segelas air putih itu di atas meja.


"Makasih ya, mbok."prempuan itu tersenyum, lalu meraih gelas tersebut dan segera meminum nya, hingga hampir habis.


"Mbok? tolong masukin baju Ataya sama baju Ibra ke koper yah, kita pindah malam ini."cicit Ibra.


"Siap den, biar mbok beresin sekarang, lebih cepat lebih baik bukan! kasian neng Ataya kalo terus-terusan di ganggu kaya gitu."


Ibra hanya tersenyum dan menganggukan kepala nya ke pada mbok Nim.


Ibra meraih ponsel milik nya yang berada di saku celana, lalu mulai melakukan panggilan telepon.


—Halo mang, tolong naik ke atas ya, bantuin mbok.


Kata nya yang langsung menutup telfon nya kembali, dan menyimpan benda pipih itu di atas meja.


"Mang dadang kesini?"Ataya menatap suami nya.


"Iya sayang, di apartement papah juga udaha ada mama Amira."


"Papah tau?!"Ataya mulai melihat Ibra dengan tatapan sendu.


"Iya sayang. "


"Ataya malu, setiap punya masalah papah selalu tau!" rengek Ataya.


"It's oke! papah khawatir kalo menyangkut tentang Nadia, papah juga takut kalo calon cucu nya berada dalam bahaya, sayang."ucap nya kembali.

__ADS_1


"Apa Nadia senekad itu?"


"Iya sayang."Ibra tersenyum, lalu meraih tangan Ataya untuk dia genggam.


Beberapa jam pun berlalu, kini baju Ataya dan Ibra sudah tertata rapih di dalam koper berukuran besar.


Pak Dadang pun sudah berada di apartement milik Ibra, tangan nya sudah menggenggam erat kedua koper di tangan kanan dan kiri nya.


"Mbok pastiin pintu nya menutup rapat!"kata Ibra.


"Baik den."mbok Nim menganggukan kepala.


"Ibra sama Ataya duluan ke bawah ya, mbok. Nanti mbok naik mobil sama pak Dadang aja."jelas Ibra yang langsung di jawab anggukan oleh mbok dan pak Dadang.


"Ayo sayang!"Ibra mengulurkan telepak tangan nya.


Ataya tersenyum lalu meraih uluran tangan Ibra, hingga kini tangan kedua nya saling menggenggam.


"Kalo kamu cape biar abang gendong?"jelas Ibra.


"Apaain si, bang lebay deh!"prempuan itu menepuk lengan Ibra cukup kencang.


...•••••...


Mobil yang Ibra dan Ataya tumpangi pun terus melaju dengan kecepatan sedikit cepat, hingga dua jam pun berlalu kini mobil yang Ibra tumpangi sudah berhenti sempurna tepat di parkiran apartemen milik Ruli.


"Ini apartement papah bang?"Ataya menatap sekitar.


"Iya, abang pinjem sebentar ke papah sampai rumah kita selesai."jelas Ibra yang langsung membuat istrinya tersentak.


"Rumah?"Ataya sedikit bingung.


"Kita obrolin di dalam aja nanti ya, sayang?"kata Ibra, kemudian turun dari dalam mobil nya, di susul Ataya kemudian.


Klek!


Ibra membuka pintu apartement milik papa nya.


"Eh! kalian sudah sampai?"sambut Amira ke pada Ataya dan Ibra.


"Assalamu'alaikum mah, pah?"Ataya berjalan mendekat dan mencium kedua tangan mertua nya.


"Wa'alaikumusalam, sini duduk dulu!" Amira menuntun Ataya.


"Iya mah makasih."Ataya tersenyum.


"Iya, sayang."cicit Amira.


"Mbok, sama pak Dadang belum sampe?"tanya Ruli.


"Belum pah, sebentar lagi kaya nya."ujar Ibra


"Ajakin Ataya ke kamar Ibra, suruh dia istirahat."kata Ruli kepada anak sulung nya itu.


"Iya pah, Ibra sama Ataya ke kamar dulu kalau begitu."pamit nya, lalu beranjak menuju kamar yang sudah di siapkan.


Setelah Ibra dan Ataya mesasuki kamar, Amira terlihat duduk lebih mendekat kepada suaminya.


"Pah, mama takut deh Nadia nekad." Amira khawatir.


"Papah pasti awasin wanita itu, dari dulu dia memang suka bikin ulah terus!"Ruli berujar.

__ADS_1


"Bikin ulah? maksud nya?" Amira sedikit bingung.


"Iya, kalo ada kemauan nya nggak di turuti Ibra, dia pasti suka ngancem, papah heran kenapa Ibra pernah cinta banget sama dia!"ucap nya sedikit kesal.


"Sekarang Nadia lagi bikin Ataya benci sama Ibra, untung Ataya nggak segampang itu buat ninggalin suami nya."jelas pria itu.


Tok..


Tok..


Tok..


Obrolan Amira dan Ruli pun terhenti kala mendengar ketukan pintu.


"Assalamu'alaikum buk, pak?"mbok Nim memasuki apartemen bersamaan dengan pak Dadang.


"Wa'alaikumusalam, mbo pak Dadang!"sahut Amira seraya tersenyum.


"Koper nya mau simpen di mana bu?"mbok Nim bertanya.


"Simpen aja dulu di situ, nanti kalo Ataya udah keluar baru tolong beresin ya mbo!"titah Amira kepada asisten rumah tangga nya itu.


"Oh, iya bu."wanita itu menganggukan kepala.


"Sekarang kalian istrirahat saja dulu di belakang yah."kata Ruli, yang langsung di jawab anggukan oleh mbok dan pak Dadang.


Sementara itu di dalam kamar Ibra dan Ataya .


Mereka berdua sedang membicarakan tentang kejadian hari ini yang membuat Ataya kembali terkejut.


"Ataya, sama seperti permintaan abang dulu. kamu harus percaya sama abang, jangan dengerin apa kata orang lain!"jelas nya kepada Ataya yang kini sedang berada di dekapan nya.


"Apa abang yakin, nggak pernah melakukan nya bersama Nadia?"Ataya kembali menanyakan halitu.


"Iya! jangan pernah merasa jijik sama abang, itu adalah hal yang paling hina yang pernah abang lakuin dulu."Ibra berkata jujur, lalu kepala nya sedikit tertunduk.


Terdengar Ataya pun menghela nafas nya sedikit kasar. Bagai mana tidak, walaupun itu masa lalu, tapi tetap saja Ibra pernah menumpah kan rasa cinta nya kepada Nadia.


"Sayang maafin abang!"Ibra memohon.


"Abang udah solat taubat?"tanya Ataya dengan suara dingin.


"Semenjak abang ketemu kamu, abang udah lakuin itu!"jelas Ibra kepada Ataya.


"Yaudah, cinta memang tidak pernah melihat siapa dari masalalu seperti apa bukan? maka aku Ataya Putri Adnan menerima dirimu dengan segala kekurangan mu."ucap Ataya, wajah nya mendongkat menatap wajah Ibra yang kini tengah melihat nya.


Ibra langsung tersenyum kepada Ataya, wanita yang selalu membuat nya kagum dengan sifat nya yang sangat lembut.


Terkadang Ataya memang harus menyendiri ketika mendapat kan masalah. Agar dirinya tidak salah mengambil keputusan, dan menyesalinya di lain waktu.


Setelah cukup tenang, sikap nya akan menjadi seperti biasa kembali.


Selembut itu kah hati Ataya, bahkan Ataya bisa menerima masa lalu Ibra dengan lapang dada.


"Terimakasih telah menerima segala hal buruk yang ada pada ku, jangan pernah memikirkan apapun yang akan membuat mu setres sayang!"manik kedua nya saling menatap penuh haru.


"Abang nggak mau anak kita kenapa-kenapa."jelas nya kembali.


...•••••...


Jangan lupa dukungan nya guys! Berupa like, komen, vote, dan hadiah lain nya.

__ADS_1


Ig. @_anggika15


~Love you tomat~


__ADS_2