
"Abang!"Ataya memepuk pelan tangan Ibra, mencoba membangun kan pria itu dari tidur lelap nya.
"Abang!" Pangil Ataya kembali sambil terus menggoyang kan tubuh suami nya.
"Hmmmmmm?"Gumam Ibra tampa membuka mata nya.
"Anak kamu laper ish!"Bisik Ataya yang mulai kesal.
Seketika Ibra membuka kedua mata nya.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Ibra sambil berusaha menghilang kan kantuk nya.
"Jam setengah dua." Sahut Ataya dengan senyum tak tahu malu nya.
"Hahh , udah pagi mau nyari makan apa?" Ibra kaget sekaligus bingung.
"Aku mau kwetiaw!" Bisik Ataya.
"Besok siang aja ya beli nya!" Bujuk Ibra mengusap lengan Ataya.
"Tapi ade laper nya sekarang!"Rengek nya manja dengan tangan yang terus mengusap perut bulan nya.
Ibra menghela nafas nya dengan kasar, lalu tubuh nya beranjak dengan langkah kaki yang langsung menuju pintu kamar mandi, kemudia keluar setelah beberapa detik.
"Tungguin papah cari dulu kwetiaw nya."Jelas Ibra sambil menyeka wajah nya dengan tissu.
"Tapi ade mau ikut!"Rengek nya dengan menirukan suara anak kecil.
"Udah pagi angin nya dingin banget, tungguin aja yah!"Tukas Ibra lalu tersenyum.
Mendapat menolakan dari Ibra, Ataya langsung terdiam dengan bibir yang sudah cemberut.
Melihat raut wajah Ataya yang berubah, Ibra menghela nafas nya pelan, lalu tersenyum ke arah istrinya.
Mana tega aku! ucap nya dalam hati.
"Oke baby come on!"Ibra tersenyum."Pakai jaket nya yah!"Timpal Ibra lalu membawa jaket yang di bawa nya dan segera memakai kan untuk istri yang sangat di cintai nya.
"Oke kita berangkat!"Cicit Ibra sumringah, kemudian meraih kunci mobil yang berada di atas nakas.
"Pah ade pengen jalan kaki."Ataya berujar.
Dahi Ibra menjengit.
"Yang benar saja sayang kalo jauh kamu ke capean!"Ibra di buat bingung oleh permintaan ibu hamil satu ini.
"Kita cari yang dekat-dekat saja."Ataya tersenyum, lalu meremat kan jemari nya di tangan Ibra.
"Baiklah nyonya, aku sudah tak bisa menolak mu lagi." Jelas Ibra.
Mereka berdua pun berjalan menelurusi lorong yang sepi , berjalan ke arah pintu lift dan menekan tombol yang ada di hadapan nya.
Ting..
Suara pontu lift terbuka.
Dengan tangan yang terus saling berpautan, kedua nya masuk ke dalam lift.
__ADS_1
"Ko manja banget si hmmm?" Ibra mengusap tangan Ataya yang melilit di lengan nya.
"Ataya tuh kangen nya dari kemarin."Bisik Ataya.
Ibra hanya tersenyum dengan tingkah laku istrinya ini, ia senang kala Ataya terus mencari nya, dan selali bersikap manja.
Beberapa detik kedua nya di dalam kotak besi yang bergerak, akhir nya pintu lift terbuka.
Ting..
Pandangan Ataya meneliti sekitar,ke adaan lobby benar-benar terlihat sangat sepi, hanya ada bebepa petugas yang sedang berjaga.
Kaki kedua nya terus melangkah ke arah luar, mata Ibra melihat sekitar, mencari keberadaan pedagang nasi goreng yang masih bukan.
Kaki nya terus berjalan pelan, menyusuri trotoar di bawah dingin nya langit malam.
"Sayang kaya nya udah pada tutup!" Rengen Ataya yang sudah sangat mengingin kan kwetiaw goreng.
"Kita jalan sedikit lagi kedepan.Masih kuat nggak?" Tanya Ibra
" Masih." Sahut nya tersenyum.
Tangan kedua nya terus saling menggenggam, berjalan pelan menikmati kota di malam hari.Hingga setelah puluhan menit mencari, Ibra menemukan tenda nasi goreng yang terlihat masih buka.
Senyum Ataya terukir, dengan cepat mereka berjalan, mendekat untuk segera memesan.
"Bang! kwetiaw nya satu di bungkus ya, pedes jangan pakai kecap!"Jelas Ibra.
"Siap mas, di tunggu yah!"Ucap nya seraya tersenyum ke pada Ibra.
Ataya terus tersenyum girang, karena telah berhasil mendapat kan apa yang di ingin kan nya saat ini, walaupun harus berjalan sedikit jauh, dan mulai merasa pegal di kaki nya, tapi itu bukan masalah bagi dirinya.
"Ini mas,... mbak! kwetiaw pedas nggak pake kecap." Jelas nya sambil memberi kan satu kantong pesanan Ataya.
"Berapa bang?" Tanya Ibra.
"Lima belas ribu!"
Ibra pun mengambil dompet di saku celana nya, dan mengambil dua lembar pecarahan uang.
"Bang suka tutup jam berapa?" Tanya Ibra sebelum beranjak.
"Saya tutup jam tiga mas!" Jelas pedangan nasi goreng tersebut.
"Oke terimakasih bang."Ucap Ibra.
"Abang ko nanyain tutup jam berapa?"
" Siapa tau malam-malam selanjut nya kamu mau kwetiaw lagi!"Ujar Ibra.
" Kan kalo dari apartement lumayan jauh sayang."
" Buat kamu jauh aja bakalan abang datengin , cuman nanti harus pake mobil , kalo jalan kaki ga sanggup!" Jelas Ibra.
Sekitar lima belas menit mereka berjalan kaki, Akhir nya Ataya dan Ibra sudah berada di dalam kamar hotel yang mereka tempati.
Ketika Ataya sedang sibuk menikmati kwetiaw nya, mata nya melihat ke arah Ibra yang kini tengah memperhatikan nya dengan tangan memangku wajahnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Papah mau?"Ataya menyodor kan satu sendok untuk Ibra.
Ibrapun tak bergeming ia hanya menerima suapan sang istri.
"Abang ko tau aku nggak terlalu suka kecap?"Gumama nya sambil terus mengunyah.
"Soal nya kalo kamu lagi mampir di abang-abang seblak, suka bilang jangan pake kecap!"Jelas Ibra.
Ataya tersenyum mendengar penjelasa suami nya, walaupun Ibra terlihat cuek, tapi diam-diam Ibra memperhatikan nya apa yang selalu di lakukan nya.
"Udah jam tiga pagi sayang!" Ibra melihat jam dinding."Kita pulang aja ya sayang, kita lanjutin tidur nya di apartemen kita aja." pinta Ibra.
Ataya terlihat berfikir sebentar, lalu menganggukan kepala nya.
Sambil menunggu Ataya selesai dengan makan nya, dengan cekatan Ibra mengemas barang bawaan nya ke dalam tas berukuran sedang.
"Ayo sayang aku udah selesai!" Ajak Ataya.
Ibra pun menghampiri Ataya dengan membawa air kemasan botol lalu membuka nya.
"Minum dulu sayang." Ibra memberikan air mineral kepada Ataya.
Ataya mengangguk, lalu meraih apa yang di berikan Ibra untuk dirinya.
"Terimakasih papa."Ucap nya dengab wajah sumringah.
^
^
Sekitar pukul setengah empat, mobil yang Ibra kemudikan kini sudah melaju dengan kecepatan sedang, jalanan terlihat sepi, maklum saja masih sangat pagi, hanya ada beberapa mobil yang terlihat melintas.
Sesekali Ibra melirik ke arah Ataya yang kini sudah terlelap kembali.Tangan nya memeluk perut bulat nya erat, seperti ingin melindungi sang buah hati yang ada di dalam sana.
Sekitar satu jam melaju di jalanan kota, mobil yang di tumpangi kedua nya sudah terparkir, namun Ataya masih terlelap, sampai membuat Ibra tak tega membangun kan nya.
^
^
—Klek..
Pintu apartemen nya terbuka, Ibra terus berjalan pelan menuju kamar yang kedua nya tempati, lalu membaring kan Ataya pelan.
Tangan Ibra menarik selimut tebal yang ada di bawah kaki Ataya, agar bisa melindungi sang Istri dari hawa pagi yang sangat dingin.
Ibra segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersih kan dirinya, walupun sudah sedikit terlambat, tapi Ibra tetap melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.
Setelah selesai, Ibra langsung beranjak ikut berbaring bersama sang istri yang sudah terlep lebih dulu, ia membenam kan kepala Ataya di dada bidang nya, dan memeluk erat tubuh Ataya, mengusap perut Ataya pelan, lalu terlelap.
...TBC🌻🌻🌻...
...Jangan lupa! like, vote, dan komen....
...Positif vibes ya!!...
...Jangan komen aneh-aneh, tulisan nya emang belum se wow para suhu, tapi othor masih berusaha dan terus belajar....
__ADS_1
...So...Jangan bikin othor down!...