
...••••...
"Oek ... oek ... oek!"suara tangisan baby Zio terdengar nyaring hingga membangun kan Ibra dari ridur nyenyak nya.
"Sayang!?" Ibra beranjak lalu menghampiri Ataya.
"Sayang Zio bangun, abang harus gimana?"tangan Ibra menepuk pelan lengan Ataya.
"Shutttt, anak papah ... ini papah sayang!"Ibra mencoba menenangkan Zio dengan sedikit sentuhan di pipi nya.
"Sayang!" Ibra kembali menepuk pipi Ataya, tidak biasa nya Ataya susah bangun.
Mendengar suara tangisan bayi yang sangat nyaring terdengar, hingga tepukan di pipinya. Kini ia benar-benar telah terbangun, hingga mata nya langsung terbuka.
"Aduh sayang! maafin mama ya, mama nggak denger."ucap Ataya, kaki nya mulai menuruni tempat tidur, lalu mulai meraih bayi yang sedang berteriak seperti meminta sesuatu pada diri nya.
Kini Zio sudah berada di pangkuan nya dengan jeritan khas bayi, Ataya membawa baby Zio duduk di sofa tempat Ibra tertidur tadi.
Setelah Ataya duduk dengan posisi yang cukup nyaman, prempuan itu segera membuka kancing baju nya, lalu mulai memberikan apa yang sedari tadi Zio ingin kan.
Benar saja, kini Ibrahim junior sudah tenang berada di pangkuan sang ibu dengan bibir yang terlihat menyedot minuman favorite nya. Ataya hanya diam sambil meringis, ketika mendapat kan serangan dari bayi kecil itu.
Terlihat raut wajah yang menahan rasa perih, hingga Ataya menahan nya dengan meng-gigit bibir bagian bawah nya.
"Sayang, apa itu sakit?!"tanya Ibra yang sudah berada di samping nya, menyaksikan Zio tengah minum susu dengan mata terpejam.
"Ataya nggak kuat bang!" Ataya terlihat sedikit meringis kesakitan.
"Apa abang harus panggil suster?"tanya Ibra kembali, pria itu bingun harus berbuat apa.
"Tidak usah."suara Ataya terdengar lirih.
Ibra hanya terdiam mematung, ia memperhatikan Zio yang terlihat sudah lebih baik, namun mata nya melihat Ataya yang kini tengah menahan rasa sakit yang luar biasa.
Dua puluh menit Ataya memberi Zio ASI, barulah Ibra junior itu melepaskan sesapan nya.
Manik nya memperhatikan bayi yang kini berada dalam pangkuan nya.
Tak lupa ibu jari Ataya mengusap lembut pipi gembul milik Zio, bibir nya tiba-tiba tersenyum, melihat sosok yang selalu ia nantikan kini sudah berada sangat dekat dengan nya.
"Zio udah kenyang sayang?"ucap Ataya kepada Zio dengan jemari terus memain kan pipi gembul anak nya. "Maaf ya kalo ASI mama masih sedikit."kata Ataya kembali, dengan bibir yang tersenyum ke arah Zio.
Melihat pemandangan yang sangat romasti di hadapan nya, Ibra pun iku tersenyum melihat Ataya yang kini sedang berbicara pada bayi yang tengah tidur pulas karena sudah merasa kenyang.
Cup!
Ibra mencium pipi Ataya secara tiba-tiba.
"Terimakasih mama?" Ibra berbisik kepada istrinya Ataya.
Ataya menoleh, menatap Ibra sesaat lalu tersenyum.
"Zio mirip papa ternyata!" Ataya berbicara dengan pandangan yang melihat Zio lalu kembali melihat Ibra.
Ibra tersenyum kala mendengar pernyataan istrinya itu.
"Zio nya udah bobo sayang, ayo mama juga ikut bobo, ini masih jam setengah empat loh!"jelas Ibra dengan suara yang sangat lembut.
"Tolong boboin Zio dong pah!"pinta Ataya. "Mama masih mau duduk di sini, jadi papah aja yang ambilin tempat bobo Zio kesini ya?"pinta ataya kembali.
__ADS_1
Cup!
Ibra mencium singkat bibir Ataya.
Tanpa menjawab apapun, kini Ibra telah beranjak dari duduk nya, lalu mendorong box tempat Zio tidur ke arah Ataya.
"Makasih papah"Ataya sedikit berbisik, lalu bangkit dan menidurkan putra kecil nya kembali.
Setelah membuat Zio kembali pada posisi nyaman nya, Ataya kembali duduk di sofa tempat Ibra duduk saat ini .
Ataya tersenyum kepada suami nya Ibra, tangan Ataya sudah menyelinap masuk di antara celah lengan dan pinggang suamunya .
Tangan itu telah melilit dengan erat, kepala Ataya pun bersandar di dada bidang milik Ibra.
Cup!
Ibra kembali memberi ciuman di ujung kepala Ataya, dengan jemari tangan yang mengelus lembut punggung istrinya.
"I love you to the moon and back papa Ibra."tukas Ataya dengan kepala yang masih menempel di dada suami nya.
Ibra tersenyum mendengar ungkapan cinta dari Ataya, pandangan nya sedikit tertunduk kebawah melihat Ataya yang sedang bersandar manja di dada nya.
"Abang juga cinta kamu sampe bulan, merkurius, venus, mars, jupiter dan planet-planet lain nya!"cecar Ibra.
Setelah membalas pernyataan cinta istri nya, kini Ibra merasakan cubitan di pinggang sedikit kencang dari Ataya.
"Aw sayang sakit!"suata Ibra lirih memohon agar Ataya menghentikan nya.
"Jangan bercanda kalo istrinya lagi serius!"ujar Ataya, kepala nya mendongkat ke atas, lalu pandangan mereka pun saling bertemu.
"Abang nggak bercanda sayang ku!"raut wajah nya terlihat sangat serius, manik Ibra menatap lekat wanita yang berada dalam dekapan nya.
Mendapatkan tatapan dari Ibra, Ataya segera beranjak berusaha menjauh untuk menyembunyikan wajah grogi nya.
"Eits, ... mau kemana!?"kata Ibra yang kembali menarik lengan Ataya.
"Temenin abang disini!"pinta Ibra kepada Ataya.
"Abangggg!"pekik Ataya kala ia terjatuh di pangkuan Ibra.
"Apa masih sakit?"tanya Ibra dengan tatapan sendu ke arah istri cantik nya itu.
Ataya pun mengerti apa yang di maksud Ibra, ia langsung menggelengkan kepala lalu tersenyum.
"Semua nya tidak sebanding ketika aku melihat anak pertama kita yang sangat tampan dan sehat, begitu juga dengan suami ku, ia selalu bersama ku, menyemangati ku, bagai mana bisa rasa sakit itu akan terasa kembali?"ucap Ataya dengan bibir yang melengkung sempurna.
"Terimakasih telah berjuang di antara hidup dan mati demi anak ku."ujar Ibra, jemari tangan nya mengusap pipi mulus Ataya.
Ataya menggeleng kan kepala.
Cup!
Ataya mencium bibir Ibra.
"Terikasih selalu ada, terimakasih selalu menguatkan, dan terimakasih untuk segala nya papa Zio."mata mereka saling menatap.
Ibra pun tersenyum, lalu memangku Ataya menuju ranjang nya kembali.
"Abang turunan"pinta Ataya yang sedikit terkejut dengan tindakan sang suami.
__ADS_1
"Shuuuttt, tidurlah. Sebentar lagi Zio akan berteriak meminta makanan dan minuman nya kembali, jadi istiahatlah sebelum dia benar-benar berteriak."jelas nya lalu membaring kan Ataya.
...••••...
Detik demi detik pun berlalu, kini jam sudah menunjukan pukul dua siang hari.
Setelah mendapat kan izin pulang dari Dokter, Ataya yang sudah siap dengan pakaian pulang nya.
Berbeda dengan Ataya yang sudah siap untuk berangkat kini Ibra tengah sibuk merapihkan barang-barang yang akan ia bawa pulang.
Baby Zio yang sudah siap dengan stelah serba kuning nya, berada di pangkuan sang ibu tercinta dengan tenang.
"Ayo sayang?"ajak Ibra yang sudah memegang koper di tangan sebelah kiri nya.
"Udah beres? apa ada yang ketinggalan? coba di chek pah?"ucap Ataya kepada Ibra.
"Udah sayang, yuk pulang."tangan kanan nya menggandeng Ataya.
Kaki Ataya dan Ibra pun terus melangkah menelusuri lorong rumah sakit menuju mobil yang sudah terparkir di dekat pintu keluar.
Ibra segera membuka kan pintu untuk istrinya Ataya, kemudian segera menutup nya. Ibra tampak sedikit berlari, lalu membuka pintu bagasi untuk menyimpan koper berisi pakaian Ataya dan Zio di sana.
Setelah selesai, Ibra segera memasuki mobil lalu mulai menjalan kan nya dengan kecepatan sedang .
Ke adaan jalan siang ini terlihat sedikit padat, hingga membuat mereka terjebak dalam kemacetan yang cukup panjang.
Untung saja baby Zio tidak rewel l, walau pun ke adaan sedikit terik bayi itu tetap terlelap di pangkuan Ataya.
"Bobo nya nyenyak banget anak papah!"Ibra berujar, mata nya melirik Zio lalu tersenyum kepada Ataya.
"Iya papah, Zio seneng kalo di gendong."kata nya dengan suara seperti anak kecil.
"Bunda sama Ayah kaya nya nanti malem sampe di Jakarta."kata Ibra.
"Ataya udah kangen banget sama bunda." Ataya tersenyum.
"Abang udah telfon mbok, biar beli makanan buat Ayah, Bunda, sama Zaydan nanti kalau udah disini." Jelas Ibra kembali.
Setelah beberapa jam terjebak macet, kini Ibra, Ataya dan juga baby Zio sudah sampai di depan pintu apartement.
Klek!
Ibra menekan handle, kemudian membuka nya perlahan.
...🎉" WELCOME HOME "🎉...
Suara sambutan itu membuat Ataya sedikit terkejut.
"Ya allah!!"
...•••••...
Jangan lupa like, komen, hadiah, dan vote setiap hari Senin : )
Mampir juga di Novel baru othor yang berjudul [My Ex Husband] klik favorite agar tidak ketinggalan di setiap eps nya.
Ig. @_anggika15
~Terimakasih untuk dukungan yang selalu kalian berikan~☺️☺️
__ADS_1