CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 40


__ADS_3

Malam hari di apartement Ibra, Ataya yang sedang duduk di sofa tv dengan tangan yang memijat kaki yang terlihat sedikit membengkak.


"Sayang kaki kamu kenapa?"Tanya Ibra yang baru saja keluar dari kamar.


"Cuma sedikit pegal sayang!"Sahut Ataya melihat suaminya dan tersenyum.


Ibra yang kini telah duduk di sebelah Ataya mata nya melihat kaki Ataya yang sedikit berbeda dengan tatapan sendu.


"Loh, sayang ko kaki kamu bengkak gini?"Ibra menatap Ataya panik.


Ataya tersenyum.


"Nggak apa-apa sayang, ini normal!"Jelas Ataya.


"Apa rasa nya sakit?" Ibra bertanya.


"Nggak, memang begini."Ataya terus memijat kaki nya.


"Perasaan kemarin-kemarin nggak kaya gini tampilan nya!"Manik nya meneliti kaki sang istri.


"Iya, baru sekarang, mungkin karna tadi siang kelamaan berdiri sama jalan-jalan."Jelas Ataya.


Mendengar penjelasa dari Ataya, Ibra langsung mengangguk tanda mengerti.


"Abang belanjaan kita belum sampe yah?"Tanya Ataya.


"Kaya nya di anter besok pagi sayang."Sahut Ibra.


Setelah kaki nya terasa lebih baik, Ataya menurun kan kaki nya dari atas sofa, manik nya melihat ke arah jam dinding yang berada di atas lemari tv, jam sudah menujukan pukul sembilan malam.


"Abang tidur yuk?"Tangan nya menggenggam Ibra.


"Duluan aja yah, abang mau nonton bola dulu sebentar lagi mulai."Tolak Ibra.


Ataya pun melepaskan cengkraman di tangan suami nya itu, ia berlalu begitu saja tampa sepatah kata pun .


Wajah nya terlihat kesal, ia merasa Ibra sekarang tak seromantis dulu, pikiran buruk pun mulai menhantui otak nya.


Apa abang nyembunyin sesuatu yah .gumam nya dalam hati.


Tangan nya meraih saklar lampu, lalu mematikan nya dan mengganti dengan lampu tidur yang berada di atas nakas sebelah ranjang tidur nya.


Tubuh nya sudah berbaring dengan selimut tebal berada di atas tubuh nya.


Ataya mencoba memejam kan mata yang sudah mulai mengantuk, namun tetap tak bisa tidur tampa tangan yang selalu melilit erat di pinggang nya.


Tak lama setelah Ataya mematikan lampu dan berbaring, suara langakah kaki mulai terdengar mendekat.


Ranjang nya sedikit bergerak dan mengeluarkan suara decitan kala tubuh pria itu berbaring di samping nya.


"Jangan marah!"Bisik nya, lalu memeluk tubuh Ataya dari belakang.


"Enggak!"Jawab Ataya singkat. "Sana kata nya mau nonton bola!"Tangan nya berusaha melepas kan dekapan Ibra.

__ADS_1


"Nggak jadi, mau bobo aja bareng kamu!"Sahut nya .


Ataya pun membalikan tubuh nya menghadap Ibra, menempelkan kepala nya di dada Ibra yang sangat terasa nyaman bagi Ataya.


"Tidurlah sayang!"Cicit Ibra, tangan nya mengusap lembut kepala Ataya.


"Abang, nanti Ataya lahiran di bandung aja yah." Jari tangan nya mengetuk-ngetuk di dada Ibra.


"Kenapa hmmmm? "Tanya Ibra lirih.


"Ataya kangen bunda." Balas Ataya dengan suara lirih.


"Kalo kamu lahiran di bandung, abang gimana?"Kepala nya menunduk melihat Ataya.


"Kan bisa nengokin kesana!"Sahut Ataya.


"Nggak bisa sayang, nanti setelah periksa, kita langsung ke bandung tapi kalo lahiran, di sini saja yah?"Pinta Ibra.


Ataya hanya terdiam, benar juga yang di katakan suaminya, kalo dirinya berada di Bandung, sedang kan Ibra ada di Jakarta, itu akan membuat Ibra susah membagi waktu.


Ibra terus mengusap rambut Ataya, sampai hembusan nafas istrinya sudah terdengan teratur, dengan mata nya terpejam rapat.


Manik nya menatap lekat wajah tenang sang istri, ada rasa bersalah dalam hati nya, Ibra terlalu sibuk sehingga membuat Ataya ingin pulang ke rumah orang tua nya karena kesepian.


"Maaf kalo akhir-akhir ini abang nggak ada waktu buat kamu!"Ibu jari nya mengelus lembut pipi Ataya.


Sebelum ikut terlelap, Ibra pun mencium kening Ataya.


Ibra benar-benar telah jatuh cinta pada jodoh pilihan alm.mama nya, bagai mana tidak, Ataya adalah seorang yang membuat nya bangkit dalam rasa patah hati yang teramat dalam.


Tapi nyata nya tidak, Ataya selalu mengendalikan amarah nya dengan sangat baik.Mungkin kalo ke adaan itu di balik, ia akan meninggal kan Ataya apalagi tertangkap basah sedang berduaan dengan lawan jenis di dalam satu ruangan, walau itu hanya salah faham.


Ibra tak mengerti, kenapa Nadia kembali di saat Ibra benar-benar tak menginginkan wanita itu lagi.


^


^


Pagi hari sekitar pukul tujuh, Ataya tengah sibuk membersihkan ruang tv dan dapur, walau terkadang pinggang nya suka nyeri tiba-tiba tapi tak menghilang kan niat nya untuk merapikan tempat tinggal nya bersama Ibra.


Semua pekerjaan rumah nya sudah selesai, sambil menunggu suami nya bangun, ia duduk di sofa tv, dengan segelas Hot lemon tea di tangan nya.


Tak seperti biasa nya, Ataya yang selalu melihat cartoon, pagi ini iya menyaksikan drama korea.


Dengan mata yang masih sayu, rambut sedikit acak-acakan,.Ibra berjalan menghampiri dirinya .


"Lagi apa sayang?"Tanya Ibra dengan suara serak nya.


"Lagi minum lemon tea, abang mau?"Ataya menyodorkan gelas nya.


"Tolong bikinin susu putih aja!"Jelas Ibra.


"Waww tumben sekali."Ataya sedikit terkejut.

__ADS_1


"Lagi pengen aja, tapi lebih pengen punya kamu." Ibra dengan senyum tengil nya.


"Masih pagi loh bapak Ibrahim!" Tegas Ataya.


Ting..tung...


"Selamat pagi!"panggil seseorang di luar sana.


"Iya!"Ibra berjalan menuju pintu.


"Saya mau anter perlengkapan bayi atas nama ibu Ataya."Jelas nya.


"Oh iya saya suami nya." Ibra tersenyum.


Setelah menanda tangani surat terima , Ibra pun membawa barang-barang nya menuju kamar.


"Siapa?"Tanya Ataya.


"Paket adek sudah datang."Sahut Ibra.


"Sepagi ini?"Ataya sedikit menaikan suara nya.


"Mungkin karena banyak barang yang harus di anter juga!"Jelas Ibra kembali.


"Ini pesanan nya tuan."Kelakuan konyol Ataya di perlihat kan kembali.


"Tuan-tuan."Balas Ibra ,mengambil gelas dari Ataya. "Ini buka di novel kamu yah!"Omel Ibra.


"Iya nih udah lama nggak baca novel!"Sahut Ataya.


"Enggak boleh baca novel terlalu sering, nanti kamu jadi pengen sugar dady lagi!" Kata Ibra.


Memang setelah menikah dengan Ibra, Ataya jarang sekali membaca koleksi novel nya karena Ataya pernah membuat candaan bahwa tipe nya adalah bapak-bapak tampan dan kaya raya, mungkin di situlah awal mula Ibra tidak suka Ataya membaca novel-novel milik nya.


"Tapi aku emang sekarang nggak lagi suka baca novel sayang!"Jelas Ataya.


"Terus?"Ibra menatap Ataya.


"Lagi suka nonton drama korea!"Ataya tersenyum penuh arti.


"Aduhh makin bahaya!"Cicit Ibra.


"Enggak sebahayaan Nadia ko sayangku, ketimbang opa-opa ganteng."Jelas ataya, penuh ejekan.


Tak ada jawaban lagi dari Ibra, ia tak mau membuat kelinci lucu nya menjadi singa betina kembali.


"Hari ini mau kemana?"Tanya Ibra, mengalih kan topik.


"Nggak ada, hari ini mau di rumah saja."Jawab Ataya santuy.


"Asikk minta jatah!" Teriak Ibra, sambil berlari menuju kamar.


Ataya sedikit kaget, mata nya membulat mendengar pernyataan Ibra, sepertinya diam di rumah bersama singa lapar adalah kesalahan besar pikir nya.

__ADS_1


...TBC🌻🌻🌻...


__ADS_2