
Setelah Ataya menunggu cukup lama dengan perasaan yang campur aduk, kini ia telah di perboleh kan keluar untuk menemui suami nya yang baru saja selesai menucapkan janji suci.
Ataya berjalan di dampingi oleh ke dua sodara nya.
Yaitu anak dari tante Audi, adik dari bunda nya. Ia berjalan perlahan menuju kursi kosong di sebelah suami nya dengan pandangan yang terus menunduk.
"cie...cie"Teriak adik tengil nya, siapa lagi kalau bukan Zaydan .
"Ade!"Tegur sang bunda sambil menepuk tangan Zaydan cukup kencang.
Terlihat dari kejauhan Ataya membulat kan mata nya ke arah Zaydan.
"Ayo di tuntun istri nya!"Kata pak penghulu kepada Ibra yang lansung di jawab anggukan.
Perlahan Ibra berjalan menghampiri Ataya, mengulur kan tangan nya untuk meraih tangan wanita yang sudah sah menjadi istrinya beberapa menit lalu.
Ataya tersenyum malu-malu, tangan nya terus di tuntun Ibra, hingga kedua nya duduk bersampingan di hadapan penghulu, Hardian juga kedua saksi.
*Bukan visual ya gens hanya gambaran saja*
—————————————————————
Setelah menandatangani buku nikah kedua nya,
Kini Ibra dan Ataya bertukar cincin, riuh ramai sorak sanak sodara pun terdengar.
sampai kembali membuat Ataya tersenyum gugup.
Setelah Ibra selesai menyemat kan cicin di jari manis Ataya, dengan perasaan gugup Ataya langsung mencium punggung tangan suaminya.
Ketika Ibra akan mencium kening Ataya pun , kegugupan terjadi kembali.
"Udah sah Ibra, langsung aja!!"Teriak sodara yang berada duduk bersama keluarga yang lain.
Semua orang pun tersenyum melihat tingkah malu-malu kedua pengan yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri.
Dan
—Cup
Ibra mencium kening Ataya.
"Tahan-Tahan!"Teriak sang foto grafer."Oke sip"Teriak nya kembali sambil mengacung kan jempol.
Kini tatapan Ataya pun tertuju pada Ibra, hingga mata mereka pun bertemu.
"Hai istri ku!"Ibra berkata sambil tersenyum.
Ataya yang malu tidak menjawab ia hanya tersenyum sambil menundukan kembali kepala nya.
Acara akad pun selesai, kini kedua mempelai sudah berganti baju.
Duduk di atas singga sana pelaminan, sambil menyambut uluran tangan dan ucapan selamat dari para sodara dan tamu.
"Selamat ya bro, akhir nya dapetin yang baik ya walaupun lo nya brengsek!"Cecar salah satu teman Ibra.
"Sialan lo!"Jawab Ibra sambil memukul tangan teman nya tersebut.
Kini hari pun mulai gelap, rangkaian acara sudah mulai selesai, namun masih terlihat ada beberapa tamu, dari sanak sodara mau pun teman dari Ataya ataupun Ibra.
Semua terlihat bahagia, termasuk ke dua orang tua Ataya yang sedari tadi berbincang dengan Ruli dan Amira.
Tak berbeda dari orang tua Ataya dan Ibra adik mereka pun sudah sangat terlihat akrab.
Gilang yang usia nya terbilang lebih muda dari Zaydan, ia selalu berbincang tentang Game atau pun sekolahan.
Tepat pukul sembilan malam, acara pun kini sudah selesai.
__ADS_1
Sebelum pergi bersama suami nya, terlebih dulu Ataya masuk ke dalam kamar hotel yang tadi di tempati nya bersama Aisyah dan Hardian.
"Tolong bantuin ganti baju ya tante."Pinta Ataya kepada tente Audi.
"Iya sayang, tante bantuin."Sahut nya sambil mengulas senyum.
Setelah terlepas dari baju pengantin nya yang sangat membuat ia kelelahan.Ataya pun segera mandi, takut nya Ibra kembali cepat dan menjemput nya.
Ya sebelum Ataya menuju kamar hotel orang tua nya Ibra sempat berpesan, ia akan menjemput nya setelah Ibra selesai membersihkan dirinya.
Ataya pun telah selesai mandi , ia memakai drees tidur panjang dan memakainkerudung instan berwarna navy.
"Ibra jemput kapan teh"Tanya Hardian kepada Ataya.
"Sebentar lagi kaya nya yah!"Sahut Ataya.
"Teteh nggak pulang ikut kita aja?"Tanya Zaydan serius.
"Ga bisa dong , teteh ikut suami nya sekarang!"Jawab Aisyah sambil sibuk bebenah koper milik nya.
"Malem ini aja, pulang kerumah."Pinta Zaydan kembali.
Ataya pun terharu dengan sifat adik nya saat ini, ia terlihat sangat sedih ketika tahu sang kaka akan pergi bersama suami nya nanti.
"Nanti teteh tengokin ko dek, jangan tengil yah, jangan bikin bunda sama ayah kesel loh!"Nasihat nya kepada Zaydan.
Zaydan hanya terdiam, ia terlihat sangat berbeda tak seperti biasa nya yang terlihat selalu senang dan suka usil, kini adik laik-laki nya itu terlihat sangat pendiam .
"Kaya mau di tinggal kemana aja, nanti juga teteh bakalan ke rumah kita Za!"Jelas Aisyah sambil mengelus punggung Zaydan.
"Teh sini deh bunda mau bicara."Kata Aisyah kepada Ataya.
Ataya pun menghampiri sang bunda tercinta dan duduk di sebelah sambil memeluk sang bunda.
"Bunda jangan bikin teteh sedih atuh!"Lirih nya.
"Iya bunda, teteh usahain biar teteh bisa jadi istri yang baik buat bang Ibra!"Ujar Ataya kembali.
"Jangan sedih ah!"kata Aisyah sambil tersenyum. "inget kan nanti buka kado dari bunda yah!"Aisyah mengalih kan pembicaraan yang sudah mulai membuat kedua nya sedih.
"heheh ia bunda."Ataya pun kembali tersenyum.
******
Setelah beberapa menit, akhir nya Ibra selesai dengan mandi nya, pria itu kini sudah siap dengan celana jeans dan kaos hitam polos yang menempel di tubuh kekar nya
Tok..
Tok..
Tok..
( Suara pintu kamar Ibra di ketuk )
"Siapa?"Ibra bertanya dengan suara sedikit berteriak.
"Ini papah!"Jawab seseorang di balik pintu.
"Oh papah."Segera Ibra sambil membuka pintu.
"Kapan Ataya di jemput kesini?"Tanya Ruli kepada putra nya Ibra.
"Sekarang mau jemput, Ibra abis mandi dulu pah."Jawab nya.
"Oh ya sudah, sana jemput kasian udah malem"Jelas Ruli kepada Ibra sambil ter- senyum. "Masih mau pake kamar ini atau papah pesenin kamar yang lain yang ada handuk angsa dan bunga mawar nya!"Ucap Ruli penuh canda.
"Ga usah pah!"Jawan Ibra tersenyum."Tante Amira sama Gilang di mana pah?"
"Tante Amira udah pulang duluan sama mang dadang, kalo Gilang udah tidur."Jelas nya kembali.
__ADS_1
"Ya sudah Ibra mau jemput Ataya dulu, kelamaan nggak enak sama ayah dan bunda nya."Pamit Ibra.
"Papah juga besok pagi udah pulang ke Jakarta, izin sekarang aja, kalo izin pagi-pagi, suka nggak enak apa lagi sama pengantin baru!"Ruli terus menggoda putra nya.
Kini Ibra pun sudah melaju kan mobil nya, perjalanan hanya sekitar 5 menit saja, karena memang hotel tempat Ibra dan Ataya menginap tidak terlalu jauh.
Sesampai nya ia di hotel tersebut.Ibra segera turun dan berjalan menuju lift lalu menekan angka empat.Di mana kamar istrinya berada saat ini.
Tut...
Tut..
📞Assalamualaikum,,
Ini abang udah di lantai empat, nomor kamar nya berapa?
📞Oh iya bang, Ataya keluar sekarang!
—Ceklek...
(pintu kamar ujung terbuka)
"Abang!"Panggil Ataya sambil melambai kan tangan.
Ibra pun berjalan menghapiri sambil memutus kan sambungan telepon nya.
"Assalamualaikum,,"Ibra pun memasuki kamar Ataya m, disana terlihat tinggal Hardian, Aisyah , dan Zaydan saja.
"wa'alaikumusalam." Jawab bersamaan.
"Eh Ibra, udah mau jemput?"Aisyah tersenyum.
"Iya tante maaf ke maleman!"sahut Ibra.
"Nggak apa-apa sekarang kan sama suami nya, sekarang panggil bunda aja ya! masa masih panggil tante"Ucap Aisyah, lalu di angguki Ibra.
Setelah Ataya mengambil koper kecil milik nya, ia pun segera berpamitan.
"Ayah, bunda, teteh pamit yah!"Ataya sambil mencium tangan kedua orang tua nya dan tak lupa memeluk mereka.
"Iya sayang hati-hati, baik-baik di sana nurut sama suami kamu!"Tutur Aisyah yang sudah menetes kan air mata.
"Iya bunda."Sahut Ataya."Dek, teteh berangkat yah? jangan nakal!"pamit nya kepada Zaydan.
"Iya teh."Jawab Zaydan lirih tak lupa ia memeluk kaka prempuan ke sayangan nya.
Melihat pemandangan ini Ibra pun sedikit terenyuh, bagai mana tidak ia akan mengambil orang yang mereka sangat sayangi.
"Ibra, ayah titip Ataya, jaga dia, jangan pernah membuat nya menangis walaupun cinta belum tumbuh di antara kalian ber-dua."Pesan Hardian kepada Ibra sambil memeluk menantu nya itu."Kalo kamu udah nggak mau jangan di tinggalkan begitu saja, antar kan dia kembali ke ayah!"Tegas Hardian.
"Iya ayah Ibra pasti ingat pesan ayah."Ibra menjawab.
"Ayah, bunda kami berangkat dulu yah."Pamit nya sambil berjalan keluar.
Sepasang pengantin pun berjalan beriringan menuju mobil.
"Sini koper nya biar abang yang bawa."Kata nya sambil tersenyum.
"Makasih abang!"Ucap nya sambil memberikan koper tersebut.
Mereka berjaan menuju lift dan tujuan mereka adalah lantai dasar .
Sesampai nya di lobby, mereka pun menujun keluar dan memasuki mobil Ibra yang terparkir tidak jauh.
Setelah Ibra menyimpan koper di bagasi mobil.
Ia pun berlari kecil menuju pintu depan, terlihat Ataya yang sudah menunggu nya di dalam monil, lalu Ibra pun lansung memasuki mobil dan mulai menjalan kan Pajero hitam nya perlahan.
...Guys! like, vote, kome, kopi, bunga, dan tips nya dongs🤭😅...
__ADS_1