
Setelah Ibra membawa Ataya berjalan-jalan mengelilingi kota Bandung , Ibra pun membawa mobil nya masuk kedalam salah satu parkiran Hotel.
" Abang ayo pulang " Ataya sedikit terkejut ketika Ibra memarkirkan mobil nya di salah satu hotel mewah yang berada di Bandung.
" Abang cape , ngantuk kalo di paksain bahaya sayang " Jelas Ibra kepada Ataya.
" Biar Ataya yang nyetir abang tidur aja " Tawar nya kepada Ibra , jemari nya membuka seat belt.
Tapp...
Ibra menahan pergelangan tangan Ataya , yang mulia beranjak.
Ataya pun melihat Ibra dengan tatapan penuh tanya .
" Kenapa ?" Ataya menanyakan alasan Ibra denga kedua alis yang sudah Ataya naikan. ( bingung )
" Abang ga percaya sama kamu " Ibra menggeleng kan kepala nya ."Malam ini kita tidur disini aja , besok pagi kita pulang " Jelas Ibra dengan wajah tanpa ekspresi.
" Kasian Zio bang , malem-malem suka manggil-manggil mama " Jawab Ataya sedikit memohon.
" Zio udah tidur sayang " Sahut Ibra. " Mbo Nim udah ngasih tau " Ibra memperlihat kan layar ponsel nya.
" Tuh mbo udah potoin Zio lewat WA , dia baik-baik aja " Jelas Ibra kembali.
" Tapi aku gak bawa baju , masa iya tidur pake kemeja sama celana jeans " Rengek Ataya kepada suaminya Ibra.
" Udah yuk turun , abang cape sayang " Ibra tetap kekeuh dengan keinginan nya.
" Yaudah iya " Ataya pun menghela nafas dengan kasar , lalu mulai beranjak keluar dari mobil Ibra tanpa rasa curiga sedikit pun kepada suaminya.
Melihat Ataya yang telah keluar terlebih dahulu , ia pun tersenyum penuh arti , hati nya terasa di penuhi ribuan kupu-kupu terbang.
" Maafin abang sayang , sekali-sekali ngejebak istri sendiri ga apa-apa kan " Gumam nya , lalu mulai menuruni mobil, ia berjalan menyusul istrinya yang telah turun dari mobil terlebih dulu.
Brugh... Drekk..
Ibra menutup pintu mobil , lalu mengunci nya.
" Abang " Panggil nya ketika melihat Ibra sedang berjalan ke arah nya.
"Hemmm" Sahut Ibra , lalu tersenyum ke arah istri nya.
" Pulang aja yuk " Ajak Ataya kepada Ibra.
Ibra hanya terdiam mendengar kata pulang kembali dari istrinya itu.
" Ataya ga bawa baju ganti sayang " Rengek nya sedikit memohon.
Tak ada jawaban kembali dari Ibra , lelaki itu terus menatapa Ataya dengan raut wajah dingin nya.
Tanpa basa-basi , Ibra pun meraih pergelangan tangan Ataya lalu mulai menuntun nya.
Ataya pun hanya terdiam ketika Ibra menarik tangan nya , ia hanya berusaha mengimbangi langkah kaki Ibra tanpa banyak pertanyaan , kaki nya terus melangkah menuju meja Resepsionis.
Cengkraman tangan Ibra akhir nya terlepas kala ia melakukan pendaftaran ( check in ).
Sambil menunggu suaminya , langkah kaki Ataya pun tertuju pada sofa berukuran lumayan besar lalu mulai mendudukinya , dengan ponsel di tangan Ataya , untuk mengirim kan pesan kepada orang tua nya.
^^^💌 : Assalamualaikum , bunda.^^^
^^^💌 : Zio lagi apa ? rewel engga ?^^^
Ketika Ataya sedang terus menatap layar ponsel nya , Ibra pun memanggil .
" Sayang ayok " Ibra mengulur kan tangan nya.
Mendengar panggilan dari sang suami , Ataya pun segera beranjak dari sofa tempat duduk nya , lalu mulai melangkah kan kaki ke arah Ibra dan mulai menerima uluran tangan suaminya itu.
Mereka pun berjalan menuju pintu lift , mulai masuk dan menekan tombol.
Setelah beberapa detik mereka berada di dalam lift , Ibra pun kembali menuntun Ataya menyusuri lorong dan mencari kamar yang akan mereka tempati.
" Pintu nya nomor berapa " Ataya bertanya , dengan mata yang sedang meneliti acces card.
" Pintu nya masih di ujung sayang " Jawab Ibra.
Ataya pun mengangguk paham , langkah kaki nya terus mengikuti langkah kaki Ibra.
__ADS_1
" Sepi amat sih " Gumam Ataya namun masih bisa di dengar Ibra.
" Iyalah udah mau jam setengah satu " Sahut Ibra.
" Lagian abang jajan-jajan doang bisa sampe sejauh ini , jadi pulang ke maleman kan " Ataya sedikit mengomel.
" Ya kan kamu yang mau jajan ini itu " Jelas Ibra kembali.
Setelah melalui lorong dengan sedikit perdebatan , akhir nya Ibra berhenti di salah satu pintu kamar hotel paling ujung.
" Kenapa pesen yang paling ujung sih " Mata nya meneliti sekitar jemari tangan nya meremas kuat lengan Ibra , ia merasa takut dengan suasana se sepi ini.
" Ya dapet nya yang ini sayang " Jelas Ibra.
Clik..
Pintu terbuka setelah Ibra menempel kan accses card nya.
Suasana kamar hotel yang begitu gelap membuat Ataya menarik lengan Ibra kembali.
" Kenapa ?" Jemari nya akan menekan tombol lampun , namaun Ataya terlebih dahulu menarik nya.
" Pulang aja , aku ga mau " Rengek Ataya dengan raut wajah yang terlihat katakutan.
" Apaan si kamu ini " Ibra pun kembali masuk lalu menekan saklar lampu.
Cetrek..
Lampu kamar pun menyala.
" Ayo masuk " Ajak Ibra.
" Ga mau " Ataya masih tetap berdiri di ambang pintu.
"Ayo " Ibra pun menarik lengan Ataya dengan lembut , lalu menutup pintu.
" Hotel nya beda bang , ini serem " pekik Ataya kepada suaminya.
" Ada abang sayang , ga usah takut " Ibra tersenyum ke arah istrinya.
Ibra pun mulai membuka kemeja yang ia kenakan hingga menyisakan kaos polos yang tetep melekat di tubuh nya.
" Udah malem kali yah , bunda ga baleh chat aku " Raut wajah nya terlihat sendu.
" Kenapa ?" Tanya Ibra.
" Aku tanyan in Zio lewat pesan ke bunda , tapi ga di bales " Jawab nya lirih.
" Sayang Zio itu anteng , kamu tau sendiri putra kita adalah anak yang baik , ia tak pernah menyusah kan banayak orang " Ibra berusaha menenang kan.
" Tapi aku kangen Zio " Pekik nya kembali.
" Sayang , kita udah jarang waktu berdua , sekali-sekali ga apa-apa Zio bareng nenek-kake atau oma sama opa nya " Jelas Ibra kembali.
Ataya pun mengangguk , lalu meletakan ponsel nya di atas nakas yang berada si sebelah nya.
Tangan nya mulai menanggal kan kerudung yang ia kenakan.
Ataya pun beranjak dari ranjang nya , ia berjalan menuju lemari lalu mengambil bathrobe.
" Mau kemana ?" Tanya Ibra.
" Mau mandi , kenapa ? mau ikut ?" Sahut Ibra sambil berlalu meninggal kan suaminya.
Mendengar kata IKUT Ibra pun tersenyum lebar , kaki nya langsung menuruni ranjang dengan sedikit melompat.
Ketika tubuh nya sudah sampai di depan pintu.
Braakk..
Crekk..
Ataya membanting pintu dan langsung mengunci nya.
" Sayanggggg " Pekik Ibra , tangan nya terus menggedor pintu kamar mandi .
Tidak ada jawaban dari Ataya , kini hanya terdengar suara gemercik air.
__ADS_1
Setelah beberapa menit Ataya berada di dalam kamar mandi , ia pun keluar dengan hanya menggunakan bathrobe , rambut basah dan terlihat sedikit acak-acakan membuat nya terlihat semakin sexy.
Ataya pun berjalan ke arah lemari dengan membawa pakaian nya , lalu ia menggantung nya memgunakan hanger.
Ketika ia akan berbalik untuk kembali menuju ranjang untuk beristirahat.
Brugh..
Ataya menabrak dada bidang suaminya yang hanya memyisakan celana jeans di badan nya , tak ada lagi kaos tipis berwarna hitam yang Ibra kenakan tadi.
" Abang " Ia terkejut , telapak tangan nya menyetuh dada nya sendiri.
Tidak ada jawaban dari Ibra , ia hanya menatap Ataya dengan tatapan penuh gairah.
Ataya yang merasa gugup pun berusaha menghindari tatapan Ibra , kektika kaki nya sudah melangkah kembali.
Tapp..
Ibra menaha lengan Ataya , lalu menarik wanita yang membuat nya menjadi budak cinta kedalam dekapan nya.
" Abang " Rengek Ataya , tubuh nya memberontak dengan tangan yang terus berusaha mendorong tubuh Ibra.
" Hmmmm " Sahut Ibra , hidung nya mengendus rambut Ataya.
" Abang lepasin " Ataya terus berusaha melepas kan dirinya dari Ibra.
" Why ? kenapa abang harus lepasin kamu ?" Ibra berbisik di telinga istrinya.Hingga membuat Ataya merinding setengah mati.
" Aku cape " Jelas Ataya, sesantai mungkin.
" Memang nya kita mau ngapain ? " Ibra terus menggoda Ataya.
Ataya tidak menjawab , kepala nya hanya tertunduk , ia pun terlihat sangat terkejut ketika tubuh nya melayang , berjalan ke arah ranjang.
" ABANG , TURUNIN " Jemari Ataya mengepal , lalu memukul dada Ibra sangat kencang.
Laki-laki itu tak berseuara sedikit pun , ia hanya terus berjalan membawa tubuh kecil yang ia pangku menuju ranjang berukuran besar.
" Aaaww " Teriakan Ataya menggema kala tubuh nya di hempasakan begitu saja .
Ibra pun tersenyum ke arah istrinya , lalu mulai menghimpit Ataya yang kini sedang berada di bawah nya.
" Sayang mau apa ? " Ataya menatap manik tajam yang kini sedang menatap nya , tatapan yang sudah di penuhi kabut gairah.
Lagi-lagi Ibra tak menjawab nya , lelaki itu hanya terus menatap nya dengan raut wajah yang tak bisa di artikan .
Tiba-tiba bibir suaminya sudah mendarat di bibir milik Ataya.
Menghisap tanpa ampun hingga Ataya pun memukul dada suaminya agar Ibra melepas kan l*matan di bibir nya.
" Mmmmmmmh " Ataya pun terus memukul dada Ibra.
Setelah melihat istrinya kehabisan nafas karena tak bisa mengimbanginya , Ibra pun melepas kan pautan bibir nya di bibir Ataya
Ibra pun kembali tersenyum , dengan jemari mengusap bibir basah Ataya karena perbuatan nya.
" Abang jangan sekarang " Suara nya lirih , dengan tatapan sendu.
" Why ?" Tanya Ibra membalas tatapan istrinya.
" Ataya takut " Suara nya sedikit berbisik namun Ibra masih bisa mendengar nya dengan jelas.
" Apa yang kamu takukan hmmm ?" Tanya Ibra penuh kelembutan , tangan nya mengusap pipi Ataya , agar istrinya itu bisa lebih tenang.
" Nanti kalo jahitan nya robek lagi gimana " Rengek Ataya.
Ibra pun hanya tersenyum mendengar pernyataan istrinya , tangan nakal nya mulai menarik tali bathrobe yang Ataya kenakan.
" Abang " Tangan nya menahan Ibra.
" Sayang please , aku takut " Mata nya sudah berkaca-kaca .
Melihat Ataya yang sedikit memohon kepada nya , bukan nya berhenti ia malah menarik tali bathrobe itu sekaligus hingga langsung memperlihat kan tubuh polos dan sexy milik istri nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Segini dulu nanti lanjut lagi🤭🙏.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN & SUBREK ..
EH SALAH DENG VOTE AJA YA🤭☺