CINTA SETELAH AKAD

CINTA SETELAH AKAD
Eps 64


__ADS_3

Setelah Ibra membawa Ataya berjalan-jalan mengelilingi kota Bandung , Ibra pun membawa mobil nya masuk kedalam salah satu parkiran Hotel.


" Abang ayo pulang " Ataya sedikit terkejut ketika Ibra memarkirkan mobil nya di salah satu hotel mewah yang berada di Bandung.


" Abang cape , ngantuk kalo di paksain bahaya sayang " Jelas Ibra kepada Ataya.


" Biar Ataya yang nyetir abang tidur aja " Tawar nya kepada Ibra , jemari nya membuka seat belt.


Tapp...


Ibra menahan pergelangan tangan Ataya , yang mulia beranjak.


Ataya pun melihat Ibra dengan tatapan penuh tanya .


" Kenapa ?" Ataya menanyakan alasan Ibra denga kedua alis yang sudah Ataya naikan. ( bingung )


" Abang ga percaya sama kamu " Ibra menggeleng kan kepala nya ."Malam ini kita tidur disini aja , besok pagi kita pulang " Jelas Ibra dengan wajah tanpa ekspresi.


" Kasian Zio bang , malem-malem suka manggil-manggil mama " Jawab Ataya sedikit memohon.


" Zio udah tidur sayang " Sahut Ibra. " Mbo Nim udah ngasih tau " Ibra memperlihat kan layar ponsel nya.


" Tuh mbo udah potoin Zio lewat WA , dia baik-baik aja " Jelas Ibra kembali.


" Tapi aku gak bawa baju , masa iya tidur pake kemeja sama celana jeans " Rengek Ataya kepada suaminya Ibra.


" Udah yuk turun , abang cape sayang " Ibra tetap kekeuh dengan keinginan nya.


" Yaudah iya " Ataya pun menghela nafas dengan kasar , lalu mulai beranjak keluar dari mobil Ibra tanpa rasa curiga sedikit pun kepada suaminya.


Melihat Ataya yang telah keluar terlebih dahulu , ia pun tersenyum penuh arti , hati nya terasa di penuhi ribuan kupu-kupu terbang.


" Maafin abang sayang , sekali-sekali ngejebak istri sendiri ga apa-apa kan " Gumam nya , lalu mulai menuruni mobil, ia berjalan menyusul istrinya yang telah turun dari mobil terlebih dulu.


Brugh... Drekk..


Ibra menutup pintu mobil , lalu mengunci nya.


" Abang " Panggil nya ketika melihat Ibra sedang berjalan ke arah nya.


"Hemmm" Sahut Ibra , lalu tersenyum ke arah istri nya.


" Pulang aja yuk " Ajak Ataya kepada Ibra.


Ibra hanya terdiam mendengar kata pulang kembali dari istrinya itu.


" Ataya ga bawa baju ganti sayang " Rengek nya sedikit memohon.


Tak ada jawaban kembali dari Ibra , lelaki itu terus menatapa Ataya dengan raut wajah dingin nya.


Tanpa basa-basi , Ibra pun meraih pergelangan tangan Ataya lalu mulai menuntun nya.


Ataya pun hanya terdiam ketika Ibra menarik tangan nya , ia hanya berusaha mengimbangi langkah kaki Ibra tanpa banyak pertanyaan , kaki nya terus melangkah menuju meja Resepsionis.


Cengkraman tangan Ibra akhir nya terlepas kala ia melakukan pendaftaran ( check in ).


Sambil menunggu suaminya , langkah kaki Ataya pun tertuju pada sofa berukuran lumayan besar lalu mulai mendudukinya , dengan ponsel di tangan Ataya , untuk mengirim kan pesan kepada orang tua nya.


^^^💌 : Assalamualaikum , bunda.^^^


^^^💌 : Zio lagi apa ? rewel engga ?^^^


Ketika Ataya sedang terus menatap layar ponsel nya , Ibra pun memanggil .


" Sayang ayok " Ibra mengulur kan tangan nya.


Mendengar panggilan dari sang suami , Ataya pun segera beranjak dari sofa tempat duduk nya , lalu mulai melangkah kan kaki ke arah Ibra dan mulai menerima uluran tangan suaminya itu.


Mereka pun berjalan menuju pintu lift , mulai masuk dan menekan tombol.


Setelah beberapa detik mereka berada di dalam lift , Ibra pun kembali menuntun Ataya menyusuri lorong dan mencari kamar yang akan mereka tempati.


" Pintu nya nomor berapa " Ataya bertanya , dengan mata yang sedang meneliti acces card.


" Pintu nya masih di ujung sayang " Jawab Ibra.


Ataya pun mengangguk paham , langkah kaki nya terus mengikuti langkah kaki Ibra.

__ADS_1


" Sepi amat sih " Gumam Ataya namun masih bisa di dengar Ibra.


" Iyalah udah mau jam setengah satu " Sahut Ibra.


" Lagian abang jajan-jajan doang bisa sampe sejauh ini , jadi pulang ke maleman kan " Ataya sedikit mengomel.


" Ya kan kamu yang mau jajan ini itu " Jelas Ibra kembali.


Setelah melalui lorong dengan sedikit perdebatan , akhir nya Ibra berhenti di salah satu pintu kamar hotel paling ujung.


" Kenapa pesen yang paling ujung sih " Mata nya meneliti sekitar jemari tangan nya meremas kuat lengan Ibra , ia merasa takut dengan suasana se sepi ini.


" Ya dapet nya yang ini sayang " Jelas Ibra.


Clik..


Pintu terbuka setelah Ibra menempel kan accses card nya.


Suasana kamar hotel yang begitu gelap membuat Ataya menarik lengan Ibra kembali.


" Kenapa ?" Jemari nya akan menekan tombol lampun , namaun Ataya terlebih dahulu menarik nya.


" Pulang aja , aku ga mau " Rengek Ataya dengan raut wajah yang terlihat katakutan.


" Apaan si kamu ini " Ibra pun kembali masuk lalu menekan saklar lampu.


Cetrek..


Lampu kamar pun menyala.


" Ayo masuk " Ajak Ibra.


" Ga mau " Ataya masih tetap berdiri di ambang pintu.


"Ayo " Ibra pun menarik lengan Ataya dengan lembut , lalu menutup pintu.


" Hotel nya beda bang , ini serem " pekik Ataya kepada suaminya.


" Ada abang sayang , ga usah takut " Ibra tersenyum ke arah istrinya.


Ibra pun mulai membuka kemeja yang ia kenakan hingga menyisakan kaos polos yang tetep melekat di tubuh nya.


" Udah malem kali yah , bunda ga baleh chat aku " Raut wajah nya terlihat sendu.


" Kenapa ?" Tanya Ibra.


" Aku tanyan in Zio lewat pesan ke bunda , tapi ga di bales " Jawab nya lirih.


" Sayang Zio itu anteng , kamu tau sendiri putra kita adalah anak yang baik , ia tak pernah menyusah kan banayak orang " Ibra berusaha menenang kan.


" Tapi aku kangen Zio " Pekik nya kembali.


" Sayang , kita udah jarang waktu berdua , sekali-sekali ga apa-apa Zio bareng nenek-kake atau oma sama opa nya " Jelas Ibra kembali.


Ataya pun mengangguk , lalu meletakan ponsel nya di atas nakas yang berada si sebelah nya.


Tangan nya mulai menanggal kan kerudung yang ia kenakan.


Ataya pun beranjak dari ranjang nya , ia berjalan menuju lemari lalu mengambil bathrobe.


" Mau kemana ?" Tanya Ibra.


" Mau mandi , kenapa ? mau ikut ?" Sahut Ibra sambil berlalu meninggal kan suaminya.


Mendengar kata IKUT Ibra pun tersenyum lebar , kaki nya langsung menuruni ranjang dengan sedikit melompat.


Ketika tubuh nya sudah sampai di depan pintu.


Braakk..


Crekk..


Ataya membanting pintu dan langsung mengunci nya.


" Sayanggggg " Pekik Ibra , tangan nya terus menggedor pintu kamar mandi .


Tidak ada jawaban dari Ataya , kini hanya terdengar suara gemercik air.

__ADS_1


Setelah beberapa menit Ataya berada di dalam kamar mandi , ia pun keluar dengan hanya menggunakan bathrobe , rambut basah dan terlihat sedikit acak-acakan membuat nya terlihat semakin sexy.


Ataya pun berjalan ke arah lemari dengan membawa pakaian nya , lalu ia menggantung nya memgunakan hanger.


Ketika ia akan berbalik untuk kembali menuju ranjang untuk beristirahat.


Brugh..


Ataya menabrak dada bidang suaminya yang hanya memyisakan celana jeans di badan nya , tak ada lagi kaos tipis berwarna hitam yang Ibra kenakan tadi.


" Abang " Ia terkejut , telapak tangan nya menyetuh dada nya sendiri.


Tidak ada jawaban dari Ibra , ia hanya menatap Ataya dengan tatapan penuh gairah.


Ataya yang merasa gugup pun berusaha menghindari tatapan Ibra , kektika kaki nya sudah melangkah kembali.


Tapp..


Ibra menaha lengan Ataya , lalu menarik wanita yang membuat nya menjadi budak cinta kedalam dekapan nya.


" Abang " Rengek Ataya , tubuh nya memberontak dengan tangan yang terus berusaha mendorong tubuh Ibra.


" Hmmmm " Sahut Ibra , hidung nya mengendus rambut Ataya.


" Abang lepasin " Ataya terus berusaha melepas kan dirinya dari Ibra.


" Why ? kenapa abang harus lepasin kamu ?" Ibra berbisik di telinga istrinya.Hingga membuat Ataya merinding setengah mati.


" Aku cape " Jelas Ataya, sesantai mungkin.


" Memang nya kita mau ngapain ? " Ibra terus menggoda Ataya.


Ataya tidak menjawab , kepala nya hanya tertunduk , ia pun terlihat sangat terkejut ketika tubuh nya melayang , berjalan ke arah ranjang.


" ABANG , TURUNIN " Jemari Ataya mengepal , lalu memukul dada Ibra sangat kencang.


Laki-laki itu tak berseuara sedikit pun , ia hanya terus berjalan membawa tubuh kecil yang ia pangku menuju ranjang berukuran besar.


" Aaaww " Teriakan Ataya menggema kala tubuh nya di hempasakan begitu saja .


Ibra pun tersenyum ke arah istrinya , lalu mulai menghimpit Ataya yang kini sedang berada di bawah nya.


" Sayang mau apa ? " Ataya menatap manik tajam yang kini sedang menatap nya , tatapan yang sudah di penuhi kabut gairah.


Lagi-lagi Ibra tak menjawab nya , lelaki itu hanya terus menatap nya dengan raut wajah yang tak bisa di artikan .


Tiba-tiba bibir suaminya sudah mendarat di bibir milik Ataya.


Menghisap tanpa ampun hingga Ataya pun memukul dada suaminya agar Ibra melepas kan l*matan di bibir nya.


" Mmmmmmmh " Ataya pun terus memukul dada Ibra.


Setelah melihat istrinya kehabisan nafas karena tak bisa mengimbanginya , Ibra pun melepas kan pautan bibir nya di bibir Ataya


Ibra pun kembali tersenyum , dengan jemari mengusap bibir basah Ataya karena perbuatan nya.


" Abang jangan sekarang " Suara nya lirih , dengan tatapan sendu.


" Why ?" Tanya Ibra membalas tatapan istrinya.


" Ataya takut " Suara nya sedikit berbisik namun Ibra masih bisa mendengar nya dengan jelas.


" Apa yang kamu takukan hmmm ?" Tanya Ibra penuh kelembutan , tangan nya mengusap pipi Ataya , agar istrinya itu bisa lebih tenang.


" Nanti kalo jahitan nya robek lagi gimana " Rengek Ataya.


Ibra pun hanya tersenyum mendengar pernyataan istrinya , tangan nakal nya mulai menarik tali bathrobe yang Ataya kenakan.


" Abang " Tangan nya menahan Ibra.


" Sayang please , aku takut " Mata nya sudah berkaca-kaca .


Melihat Ataya yang sedikit memohon kepada nya , bukan nya berhenti ia malah menarik tali bathrobe itu sekaligus hingga langsung memperlihat kan tubuh polos dan sexy milik istri nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Segini dulu nanti lanjut lagi🤭🙏.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN & SUBREK ..


EH SALAH DENG VOTE AJA YA🤭☺


__ADS_2