
Tiba di rumah megah dengan cat kuning angsa.Suasana hati Andin bercampur aduk hingga dia merasa gugup.
Ini adalah pertemuan pertamanya dengan mertua.Hatinya bertanya apakah mertua nya adalah sosok yang baik atau seseorang yang galak. Yang hanya memandang tentang status menantu nya.
Bagaimana pun andin mengerti bahwa dirinya banyak kekurangan dari berbagai segi.
Dia bukan gadis dari golongan kaya dan berpenampilan menarik hanyalah gadis yatim piatu yang tiba tiba menikahi putra mereka, lagi pun usia nya juga amat muda di banding dengan Robert.
Apakah ini menjadi masalah untuk pernikahan dia dan Robert kelak
Tapi semua perkiraan Andin itu salah setelah memasuki rumah besar itu. Dia segera disambut ramah oleh ibu mertuanya dengan ramah.
" halo sayang ,wah cantiknya mantu mama ,capek ya ,yuk masuk nak " ucap mama uti memeluk mesra andin.
d8ia menarik Andin yang masih canggung tapi jelas melupakan kehadiran Robert yang mematung di pintu.
Mama Robert entah sengaja atau tidak,dia bahkan tidak menyapa Robert yang membuat Robert menahan kesal nya.
Robert mendesah ,dia tau kalau mamanya ini begitu ingin memiliki menantu tapi jangan juga melupakan dirinya yang adalah putra semata wayangnya juga dong.
Melihat dirinya tidak di sambut di rumah sendiri.Robert masuk dengan menyeret kaki nya dengan berat.dia langsung masuk ke kamar pribadi nya berniat membersihkan diri .
"Rob ?"tanya papa nya tiba tiba.Rupa nya papanya sedang duduk di sofa tapi dia tidak menyadari nya.
"Eh papa,maaf aku nggak liat tadi!"dia beralih duduk di kursi dekat papa nya.Dengan patuh menyalami Papa nya.
"Mana istrimu?"tanya papa lagi heran.Katanya bawa Istri baru pulang ke rumah tapi orang nya nggak keliatan.
"Langsung di bawa kabur sama mama,lagian aku nggak ngerti deh cara berpikir mama yang langsung main suruh kawin dadakan begitu!" adu Robert pada Papa nya dengan harapan sang papa akan menjadi hakim untuk masalahnya ini.
Papa Robert meletakkan berkas yang di pegang nya ke meja.Dia menatap putranya ini dengan dalam seolah olah mencari jawaban di sana.
"Rob, berapa umurmu sekarang ini Hem?" tanya Papa Robert.
"Entah " jawab Robert enteng tapi hasil nya dia di lempar bantal sofa oleh papa.
Buk..
"Kamu itu udah hampir tiga puluh tahun,itu bukan usia yang muda. berapa kali mama dan papa menjodohkan mu tapi lihat hasil nya.papa dan mama pikir ada yang tidak beres dengan kamu, jangan jangan kamu ini...gay ?" tanya Papa lagi dengan tuduhan yang tidak mendasar.
"Ah papa,aku tuh masih normal kok,tapi aku masih ingin bebas.
__ADS_1
Pacaran dulu kek tunangan dulu, baru nikah pakai resepsi besar yang megah tapi nikah dengan cara begini juga nggak asik pa,ini memalukan apa kata orang jika tau " jawab Robert panjang lebar.
"Heh jodoh tuh udah ada yang Atur ,kalau cara kalian begini ya sudah tinggal terima apa susah nya sih " jawab mama yang datang bersama Andin dari belakang.Andin menenteng seabrek kantong yang katanya oleh oleh dari Bali.
"Terima sih terima ma tapi, jangan nikah dengan wajah bonyok juga kan ?" dengus nya.
"Dah diam kamu, sekarang papa akan urus surat pindah istrimu biar dia sekolah di sini ngerti?"ucap papa nya galak.Robert pikir papanya akan membantu dia , tapi siapa tau papa lebih galak daripada mama nya.
Sekarang mereka malah mengusulkan hal yang lebih tidak masuk akal lagi.Memindahkan Andin ke sini.
Ini tidak bisa.
" Tapi papa kami itu udah punya rencana sendiri. Itu cukup bagus buat kami, jadi papa tidak perlu kuatir "jawab Robert.
Memang sebelum mereka sampai mereka sudah berunding tentang hal ini. Jadi sekarang Robert harus mengatakan rencana itu kepada papa dan mamanya.
"jelaskan !"ucap mamanya dengan hati berdebar ia ingin mendengar tapi juga ingin tahu apa tujuan akhir Robert
"begini mama papa, saat ini Andin harus tetap sekolah di sekolah asalnya. Nanti biar aku yang akan datang kesana setiap akhir pekan .
Kami akan menganggap sekarang kami masih dalam mode pacaran.
"Tidak Mama tidak setuju, Mama pengen kalian ini sama-sama bahkan Mama pengennya tahun depan Mama udah punya cucu besar yang gemuk" tukas Mama pada Robert
" mama mama itu harus mikir dong ,Andin kan masih kelas 2 SMA masih 1 tahun lagi buat dia tamat mama"jawab Robert
"tapi mas Robert benar Mama. Aku juga setuju, aku masih terlalu awal untuk memiliki anak. Biarkan kami menjalani rumah tangga kami secara alami bukankah itu bagus" Bela Andin pada Mama mertuanya yang tampak kesal dengan Robert
"jadi sekarang ini kalian sudah memutuskan pisah rumah bahkan pisah kota ?"tanya papa
Keduanya serempak mengangguk setuju. Mau tak mau papa dan Mama Robert harus mengalah ini rumah tangga mereka dan mereka juga yang akan menjalaninya.
"ya sudah kalau begitu nanti papa akan belikan sebuah apartemen yang tak jauh dari sekolah Andin dan juga papa akan memasang CCTV di pintu apartemen agar papa bisa memastikan bahwa Robert sampai di sana setiap akhir pekan atau libur sekolah ngerti?" kata papa tegas.
"Itu terserah papa kami akan menurut saja" jawab Robert sementara Andin hanya senyum-senyum melihat perilaku dua orang yang baru masuk di dalam kehidupannya ini .Mereka tidak terlalu buruk pikir Andin.Apa lagi dengan mama Robert yang langsung akrab dengan nya ini.
"jangan lupa sama tugas kamu ya dengan uang bulanan khusus buat mantu Mama ini, Mama nggak mau dia hidup di dalam kekurangan sedangkan dia sekarang sudah menjadi tanggungan kamu ingat itu Robert!" kali ini dia mendapat lirikan tegas dari mamanya sendiri.
"ya sudah kalau begitu bawalah istrimu masuk ke kamarmu agar dia bisa istirahat nanti kalau makan siang sudah selesai Mama akan memanggil kalian untuk turun" ucap Mama.
Andin yang duduk tersipu malu mendengar nya.Tapi dia segera mengikuti langkah Robert untuk masuk ke sebuah kamar tidur yang asing baginya.
__ADS_1
Sebuah kamar besar dengan cat berwarna hitam namun diselingi warna-warna lain di sisinya menampilkan bahwa kamar ini memanglah kamar seorang lelaki lajang .kamar ini cukup lengkap dengan semua peralatan dan juga kamar mandi yang luas . Andien cukup kagum dengan kamar Robert. Dia berpikir bahwa kamar ini sama mewahnya dengan kamar di sebuah hotel berbintang.
Robert tanpa berkata pergi ke satu ruang yang diyakini Andin adalah kamar mandi.Andin bisa memperkirakan itu karena Robert masuk bersama handuk di tangannya.
Merasa bingung Andin memilih duduk di sofa kecil di ujung kamar dia akan menunggu Robert selesai dan akan bergegas masuk ke kamar mandi setelahnya.
Tak lama Robert keluar dari kamar mandi dan dia sudah rapi dengan pakaian santainya.Melihat itu Andin tidak lagi bertanya dia hanya masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya disana .
Andin juga tak lupa membawa pakaian lengkap beserta handuknya ke kamar mandi untuk bersih bersih.
Andin tidak lama di kamar mandi.Dia memakai lagi pakaian bersih nya disana.
Setelah Andiin keluar dengan memakai pakaian rapi ,dia tidak lagi mendapati Robert di kamar . Berpikir jika Robert sudah keluar, maka Andien juga tidak perlu lagi duduk di kamar.
Dia memilih keluar ruangan dan mencari Mama mertuanya yang kebetulan sedang merapikan meja makan.
"Mama"sapa Andin seolah-olah mereka sudah lama kenal.
"sayang kenapa kamu cepat turun? bukankah tadi sudah mama bilang nanti akan Mama panggil bila semuanya telah selesai !"ungkap Mama Robert.
Andin kan baru tiba, dia masih perlu untuk istirahat lagipula di rumah masih ada dua pembantu yang cakap.
"Mama ini sudah biasa bagiku santai saja ma"ucap Andin pada mama mertua nya.
Mama Robert cukup senang dengan Andin . Dia merasa Andin adalah pribadi yang sopan dan Robert cukup beruntung mendapatkannya sebagai istri meski dia masih begitu muda.
Usia bukanlah faktor yang menentukan seseorang itu baik atau buruk. Nyatanya di usia muda Andin sudah cukup mandiri.
"Ayo pergi cari suami mu untuk makan siang"kata mama Robert setelah semua menu di siapkan di meja makan.
Andin mengangguk dan pergi menemukan Robert yang duduk di luar dengan papa nya.
" Papa , mas sudah waktu nya makan siang"katanya.
Robert memandang Andin tidak suka.Tapi di bawah tatapan mata Papa nya dia tetap pergi ke meja makan.
Di meja makan andin tau apa yang harus di lakukan nya tanpa bertanya.Di sini mama Robert semakin suka dengan Andin.
Dia cukup pantas jadi menantu nya
Itu bisa dilihat bagaimana dia dengan cekatan menata meja dan melayani Robert ketika makan siang.Mama Robert tersenyum di sela-sela acara makannya dan dia cukup senang mendapatkan menantu muda tapi mandiri.
__ADS_1