Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Pingsan


__ADS_3

Beberapa jam sebelum nya


Robert baru saja keluar dari rumah pak auzarudin menuju ke tanah yang tadinya akan dibeli oleh Andien.


Dia mengatakan pada Andien jika dirinya ingin beristirahat karena. Tentu saja itu tidak benar sama sekali .Robert hanya tidak ingin Andien merasa serba salah karena status mereka yang tidak jelas.


mereka hanya bertemu tapi dipersilakan untuk beristirahat di dalam kamar yang sama. Ini tidak akan menjadi masalah apapun seandainya mereka masih suami istri yang sah.


Tapi di sini hanya Andien dan Robert sajalah yang mengetahui jika sebenarnya pernikahan itu sudah bubar lama sekali.


Untuk menutupi itu Robert membuat alasan lain. tapi di sini robek benar-benar ingin pergi ke tanah tersebut.


Selain untuk istirahat dia juga ingin melihat apa bagusnya tanah itu. Dia sudah mendengar dari Jhoni sebelumnya jika keuntungan ada bersih dari kebun buah juga cukup lumayan.


tadi dia bisa melihat sekilas ada beberapa pohon yang nilai jualnya tidak sedikit jika di kembangkan lagi.


ini bukan masalah Robert sih karena andienlah yang memilikinya. Tapi Robert masih bisa memberikan beberapa masukan untuk Andien jika itu memang layak.


Dengan begitu mobil warna hitam yang dikemudikan oleh Robert ini meluncur dengan cepat ke area yang dimaksudkan.


"Hei kenapa kau datang lagi ke sini, apa kau tidak mendengar ucapan manusia tanah ini tidak dijual"bagi seorang nenek yang tiba-tiba menghadang jalan mobil Robert.


Nenek ini adalah nenek yang sama di pak auzarudin. dia berdiri persis di depan mobil tidak takut sama sekali jika dirinya ditabrak.


Kedua tangannya sudah ada di pinggang dengan gaya yang arogan. Matanya cukup galak dan terlihat sedikit menyeramkan untuk Robert yang tidak pernah bersinggungan dengan wanita tua yang seperti dia.


Menghadapi situasi seperti itu Robert sama sekali tidak takut hanya saja dia tidak ingin bertarung dengan wanita yang sudah tua. Ini akan sangat memalukan untuk dirinya secara pribadi.


karena tidak memiliki pilihan lain Robert mengunci pintu mobilnya dengan tidak memperdulikan wanita tua itu sama sekali


Pasang saja Bluetooth di telingamu sehingga tidak mendengar apa yang dikatakan oleh nya.


dengan cara seperti ini Robert benar-benar tidak mendengar apa yang dikatakan olehnya. Ini masih aman tapi Robert merasa dia tidak mungkin tinggal di tempat ini selagi wanita tua itu ada.


Dart....Dart...Dart...


Pintu mobil di gedor-gedor oleh wanita tua yang tidak tahu malu itu. Dia sudah marah dia di bertambah marah ketika tidak ada reaksi dari orang di dalam mobil.


"keluar kau dari sini ini bukan tanahmu pergilah aku tidak akan menjualnya padamu" Pekik nya berkali-kali.


melihat dia tidak lagi berada di depan mobil ini adalah kesempatan bagus untuk Robert. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Robert berjalan maju ke depan meninggalkan wanita tua itu dengan sapah-sarapahnya.


dari kaca spion mobil dia melihat seorang laki-laki yang membawa jerigen, tiba dari arah belakang yang menarik wanita tua itu untuk pergi dari lokasi.


"mungkin itu anak atau cucunya. sial bener hari ini ketemu orang yang tidak masuk akal seperti itu"kata robert pada diri sendiri.


Setelah beberapa saat Robert benar-benar tiba di rumah kecil yang dia maksudkan pada Andien.


Tubuhnya memang sedikit lelah ditambah lagi, setelah bertemu wanita tua yang tidak masuk akal itu membuat robert benar-benar ingin beristirahat di tempat ini.


Mungkin bisa tidur satu atau dua jam sebelum kembali lagi ke rumah pak auzarudin.


Tapi...


"Eh ada orang, permisi pak saya numpang istirahat dulu ya.Maaf"di dalam rumah itu ada seorang pria separuh baya yang entah siapa.


Dia tiba-tiba mengucapkan kata maaf pada Robert. Mungkin dalam pikirannya Robert ada pemilik rumah kebun ini.


"Hehehe maaf pak sebenarnya saya juga hanya ingin numpang tidur hehehe"kata Robert yang sedikit malu.


"Oh jadi anak ini bukan pemilik rumah ini ya?"tanya pria tua itu lagi.


"Ya ada sesuatu yang harus dilakukan di sini. tapi tidak ada rumah kenalan.jadi hanya mampir sebentar untuk istirahat aja kok"jelas Robert yang menggarukkan kepalanya.


"Hem tadi dikira pemilik rumah ini. rupanya kita sama-sama pengen numpang hahaha" katanya tertawa senang.


"Begitulah pak"


Sampai di sini tiba-tiba mengalirlah cerita pria tua itu yang juga hanya numpang lewat. Dia ingin ke Jakarta tapi sepeda motornya tiba-tiba mengalami masalah.


Sekarang sepeda motor itu ditinggal di bengkel yang tidak jauh dari sini. Kata pemilik bengkel dia memerlukan waktu sedikit lama untuk memperbaikinya. Karena masih ada beberapa sepeda motor lain yang sudah tiba duluan.

__ADS_1


daripada menunggu di situ dia memilih menunggu di sini. tempat ini juga ditunjuk oleh pemilik bengkel tersebut.


Katanya sudah banyak orang yang singgah di situ jika dalam kondisi lelah. Pemilik rumah juga tidak akan marah karena itu lebih nyaman berbaring di sini ketimbang menunggu di bengkel.


mereka berbicara hampir 1 jam, tapi pada akhirnya Robert juga tidak nyaman mengganggu pria tua itu untuk istirahat.


Dengan begitu dia izin untuk pergi keluar. Menurut pria tua ini ada satu lagi rumah kecil yang tidak jauh dari lokasi.Dia juga mendengarkan kata-kata dari pemilik bengkel jika rumah ini juga kerap dijadikan rumah singgah.


Jadi dia pergi ke sana, kira-kira 10 menit jalan kaki.


rumah singgah itu tidak mirip seperti rumah mungkin hanya seperti gudang kecil yang ditinggalkan. tapi karena sering dipakai untuk mampir oleh orang-orang yang lewat. kondisinya masih lebih bagus dan sedikit rapi.


Tidak ada lantai apapun hanya tanah saja tapi ada sebuah dipan darurat yang dibangun dengan mengatur beberapa keping papan.


ternyata orang yang pernah singgah sini juga sepertinya membuat dapur kecil di dalamnya. ini bisa dilihat dengan beberapa ikat kayu bakar.


ada juga sisi terbakar di tanah mungkin tempat mereka membuat api.


"mungkin ada orang yang mampir di sini di malam hari membuat api agar tidak dingin"pikir Robert sendiri.


Namun begitu Robert dengan tanpa pikir panjang berbaring di sana. Mungkin karena dia begitu lelah sehingga Robert bisa tertidur setelah beberapa menit berbaring.


Di rumah yang sebelumnya pria tua ini jelas ingin tidur dengan rasa kantuk yang menderanya. namun entah mengapa tiba-tiba dia merasa lapar. Ditambah dengan udara dingin yang sepertinya akan hujan. Rasa lapar di perutnya semakin menjadi-jadi.


Karena itulah pria tua ini bergegas bangun dan mencari sesuatu di dalam ranselnya.


Sama seperti di mana Robert berada ada beberapa ikat kayu di samping. di sini bahkan ada panci kecil untuk memanaskan sesuatu.


Di dalam tas ranselnya ada satu botol air mineral. berbekalkan air mineral itu dia mencuci sedikit panci kecil itu.Mengisinya dengan beberapa gelas air lagi ke dalam.


dengan sikap mengingat-ingat masa lalu pria tua ini mencoba menghidupkan kayu bakar yang memang kering.


"sepertinya hari akan hujan lebih baik aku menambahkan kayu lagi"pikirnya pada diri sendiri.


Dengan percobaan pertama dia berhasil menghidupkan api,dengan panci kecil di atasnya.


Karena tidak pandai memasak dia memasukkan 2 bungkus mie instan dan berikut bumbunya ke dalam panci itu.


pria tua ini begitu capek sehingga dia berbaring tidak jauh dari api. maksudnya menunggu mie instan matang seraya berbaring. Tapi siapa sangka tubuh tuanya tidak bisa menunggu dia langsung tertidur di detik berikutnya.


tanpa disadari api yang membakar panci itu benar-benar membesar dengan cepat. karena tidak ada kontrol dari manusia api itu menjalar dari kayu yang terbakar tadi sampai ke kayu kering lainnya.


Beberapa menit kemudian asap mulai terlihat, pada saat pria itu bangun itu semua sudah terlambat.


Tanpa sadar dirinya sudah menghirup banyak asap sehingga membuat dirinya lemas. Karena tubuhnya yang memang sudah tua. Ditambah lagi rasa capek yang dia derita, membuat pria tua ini tidak bisa menahan diri dan langsung pingsan di tempat.


ketika orang lain menyadari rumah itu sedang terbakar semuanya sudah terlambat dan pria tua itu tidak bisa tertolong sama sekali.


Hanya pemilik bengkel itu sajalah yang mengetahui jika ada seorang pria di dalam rumah kecil itu. mereka mengabaikan tentang sebuah mobil di yang diparkirkan tidak jauh dari rumah yang terbakar.


Saat ini Robert tidak tahu apa yang terjadi ketika dia bangun itu pun karena ada suara-suara berisik yang membuat dia penasaran.


Suara berisik itu dikatakan oleh orang-orang yang berlari menjauh dari lokasi kebakaran.Mereka tidak takut dengan api tapi malahan takut dengan air hujan.


"Coba dari tadi aja ujan nya,kan"


"Hoo,kasian ya"


"Duh nasib malang benar ya?"


karena rasa penasaran itu Robert keluar dari rumah singgahnya dan melihat ke arah rumah yang terbakar tersebut.


Beberapa orang menyandarkan tubuhnya melihat robert.Beberapa lagi nekat menerobos hujan untuk kembali ke rumah masing-masing.


"Pak ada apa ya,apa yang terbakar?"tanya seorang pria yang lewat dengan berlari.


Pria itu mundur untuk menjawab pertanyaan Robert.


"Itu , rumah singgah nya terbakar, seperti nya da seseorang di sana"kata nya.


"Hah terbakar pak, orang nya gimana?"Tanya Robert lagi dengan cemas.

__ADS_1


Baru kemudian dia menyadari situasinya tidak bagus dan ingat tentang pria tua yang tadi dia ajak bicara.


Pria itu hanya menggelengkan kepalanya dan mengangkat bahu. Dia kemudian berkata tidak bisa tinggal dan terpaksa pulang sepertinya hujan ini tidak akan berhenti dalam sekejap.


Tidak lama kemudian pria tadi benar-benar meninggalkan robert sendirian di dalam rumah singgah.


setelah dipikir lagi pada akhirnya Robert ingin melihat langsung tempat kejadian. dia hanya ingin memastikan pria tua itu masih di dalam atau sudah keluar sebelum kejadian.


Mereka berbicara lebih dari satu jam dan memiliki ketidaknyamatan di dalam hatinya.Orang yang masih hidup satu jam yang lalu sebenarnya sudah tiada pada jam berikutnya.


Dengan begitu Robert segera berlari menerobos hujan menuju ke lokasi kebakaran.


api hampir tidak ada lagi namun belum hilang sepenuhnya. dengan keberanian yang tersisa Robert berusaha masuk untuk melihat situasi.


Di dalam Robert bisa melihat kayu dengan warna merah di mana-mana. Ada juga jejak seperti tubuh manusia yang gosong. Bisa dikatakan pria tua itu tidak selamat.


Tidak menunggu waktu lagi Robert segera keluar dari rumah itu.Pada saat masuk Robert sebenarnya masuk dari pintu belakang.Jadi ketika keluar dia lewat pintu depan.


Nah posisi ini ialah yang dilihat oleh Andien saat itu. Andien berpikir jika Robert memang keluar dari rumah tersebut dalam bentuk hantu gentayangan.


Mana dia tahu jika robert sebenarnya masih hidup dan hanya berniat untuk melihat-lihat rumah yang terbakar.


Robert yang melihat Andien berbasah di bawah hujan tentu saja khawatir. Dia langsung menghampiri Andin dan menariknya ke dalam pelukan.


"Mas,aku kangen mas" bisik Andien di telinga Robert yang membuat Robert menggigil kesenangan.


Berapa lama Robert menunggu panggilan seperti ini. Meski tidak tahu kenapa Andin berkata demikian tapi Robert sangat senang sekali.


"mas juga kangen "jawab Robert pelan.


tidak disangka Andien yang sebelumnya menolak malah membalas pelukan Robert. jelas robek merasakan dinginnya kulit anjing saat ini.


"sudah berapa lama Andien.di bawah hujan, sepertinya dia sudah mulai demam" pikir Robert saat itu.


"Andien kamu?"


Sebenarnya Robert ingin mengajak Andien masuk ke dalam mobil untuk pergi ke rumah pak auzarudin lagi.


Tapi siapa sangka, belum sempat dia berbicara Andien sudah mencium nya dengan inisiatif sendiri.


Beberapa detik kemudian Andien menatap wajah Robert dan menyentuh pipinya dengan tangan seolah-olah ingin merasakan apakah Robert masih hidup atau benar-benar hantu.


Di belakang punggung Robert masih terlihat rumah tua itu yang mengeluarkan asap. meskipun api yang berkobar itu hampir habis namun asapnya masih ada. ditambah dengan rumah itu yang sekarang menghitam akibat kebakaran hebat


Robert yang keluar dari sana jelas bukanlah manusia tapi adalah hantu. Paling tidak itulah yang dipikirkan oleh Andien saat ini.


Andien menangis tapi Robert sama sekali tidak bisa menilai itu air mata ataukah hanya hujan.


Perasaan bahagia yang tiba-tiba menumpuk di dalam hati Robert bersinergi dengan air hujan.


Hatinya yang kering seperti musim panas benar-benar ditimpa hujan saat ini. Seumur hidup Robert belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini dan dia ingin bahagia ini jadi abadi dengan memiliki Andien seutuhnya.


Hanya beberapa detik Andien mencium robert lagi untuk kali kedua. Ini rasanya seperti menikmati madu di ujung bibirmu tapi itu hanya beberapa detik saja.


Karena di detik berikutnya Andien sudah pingsan duluan.


"Andien kamu jangan bikin mas khawatir ya, Andien"panggil Robert berkali-kali dengan mencoba menggoyangkan tubuh Andien tapi dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.


"an.. Andien...


Tidak ada jawaban sama sekali melainkan tubuh Andien yang kian memanas.


Gadis ini benar-benar mengalami demam.


Tiba-tiba saja perasaan senang yang tadi masuk ke dalam reluk hatinya berubah menjadi rasa khawatir yang menumpuk.


Dengan cepat Robert memeluk tubuh kecil Andien dan membawanya ke rumah singgah. Dia ingat ada tablet obat demam di dalam kantong celana nya.


Selagi berlari dengan Andien di dalam pelukan nya ,Robert hanya bisa berdoa di dalam hatinya.


Sayang tunggu mas ya...

__ADS_1


__ADS_2