Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
membeli tanah desa


__ADS_3

Setelah konferensi pers tiga hari kemudian semua orang kembali ke tempat yang masing-masing.


Kedua orang tua Robert kembali ke Bandung begitu juga dengan Katty dan keluarga Jhoni.


Katty dan Joni tidak langsung ke kampung melainkan pergi ke Bandung untuk menimba ilmu di universitas.


Jadi suasana di rumah Nugraha kembali sepi seperti di masa yang lalu.


karena identitasnya sudah diketahui Andien tidak lagi tinggal di rumah kost tersebut. Dia langsung tinggal di apartemen yang dia beli belum lama ini.


selain daripada membeli Villa Andien juga menggunakan setengah dari uangnya itu untuk membeli beberapa apartemen yang kemudian disewakan lagi.


Andien tidak memiliki banyak pengalaman tentang bagaimana mencari uang tapi dia sangat berpengalaman dalam hal sewa-menyewa seperti sekarang.


namun begitu tidak sama seperti anda menyewakan rumah petaknya di Surabaya. di sini Andien menggunakan seorang pengacara khusus agar tidak ada tidak terjadi masalah di masa depan.


Tidak tanggung-tanggung Andien langsung membeli 100 apartemen sekaligus. Dengan lokasi yang berbeda-beda dan harganya yang cukup tinggi.


Hanya dengan ini saja Andien berpikir dia tidak perlu menjadi pekerjaan lagi. Belum lagi dividen yang akan turun setiap ujung tahun dari perusahaan Nugraha group.


sebelum Andien benar-benar pergi kuliah dia menyempatkan diri untuk mampir ke desa pinggiran kota.


di mana dia sempat tinggal sebelum menyewa.


Pak Auzarudin yang mendapatkan kabar jika Andien akan berkunjung merasa bersemangat dan segera membersihkan ruangan agar tidak memalukan tuan rumah.


perlu diingatkan sekali lagi pak ozaruddin ini adalah saudara kandung dari ibu Siti mantan gurunya di SMA yang mengirimkannya di kota waktu itu.


Andien tinggal di sini selama 2 minggu sebelum menemukan rumah kosnya.


Dulu Andien tidak berpikir dia bisa membalaskan kebaikan orang lain. Tapi karena dia sudah memiliki kemampuan tentu saja dia akan melakukannya.


Kali ini andien mendapat kabar jika ada tanah yang cukup luas dijual di desa itu.


Dia berencana untuk menjadikan rumah peta yang bisa disewa dengan harga murah.Ibarat kata sambil menyelam minum air.


Namanya saja desa di pinggir kota sama dengan desa yang tertinggal. karena tidak cukup dana sehingga pembangunan agak terlambat.


Pak Auzarudin diminta untuk bertanya mengenai harga tanah dan mencoba menegoisasinya. Tentu saja hal ini tidak gratis akan ada beberapa fee yang diberikan pada pak auzar setelah ini.


Hanya setelah perjanjian disetujui baru kemudian Andien datang untuk membayar dan langsung tanda tangan.


Andien juga berpikir untuk mempekerjakan pak auzaruddin ini dalam mengawasi pembangunan rumah petak yang akan dia kerjakan nanti.


Ke depannya pak uzar juga bisa mengelola penyewaan rumah tersebut sehingga Andien hanya tinggal mengambil hasilnya saja.


inilah tujuan Andien datang ke desa Kali ini namun begitu dia tidak datang sendiri. Robert terlalu berhati-hati dan mengikuti Andien kemanapun.


Berbekalkan dengan izin keluarga tentu saja Andin tidak bisa menolak perawatan Robert.


Perjalanan hanya memakan waktu 2 jam dengan mobil. Mereka sudah pun tiba di desa kecil ini.


melihat ada mobil yang datang tentu saja pak uzair mengetahui itu adalah orang yang dia tunggu. dengan cepat pria setengah baya itu menyusulnya dan mempersilakan Andien dan Robert untuk masuk ke dalam rumah.


"Andien tolong jangan sungkan kamarmu masih ada di sana kalau kamu capek istirahat aja dulu" kata istri pak auzarudin dengan nada yang ramah.


"Ah Bibi aku tahu kok bukankah itu masih kamarku yang lama"kata Andien yang tidak peduli dengan rumah kecil ini.


Setidaknya dulu dia cukup puas bisa tinggal di sini meskipun hanya sebentar.


"Andien gimana apakah kau ingin melihat-lihat lokasi dulu atau istirahat dulu?"tanya pak ustad yang mengetahui jadwal pak Andien ini padat sekali dia akan pergi kuliah esok harinya.


"Oke lah, lagian perjalanan cuma sebentar kok belum begitu capek"kata Andien yang menganggukkan kepala.


Robert di sini hanya seorang pendengar dia mengikuti kemanapun Andien pergi sebagai sikap berjaga-jaga.


dengan mobil pak Oza segera menunjukkan lokasi tersebut. tanah ini masih dihitung sebagai desa sebelah, tapi ada jalan besar di depannya sehingga bisa dilewati dengan mobil.

__ADS_1


Dari jalan raya mereka harus berjalan kaki ke dalam sekitar 200 meter lagi. Kondisi tanah yang disebutkan lebih mirip dengan tanah kebun atau ladang sayuran.


"turun dari aspal adalah jarak tanah tersebut, sampai ke sini"kata pak auzar yang menjelaskan alokasi tanah


padahal lokasinya cukup bagus tapi tuan tanah tidak menginginkannya karena desa ini tidak berkembang selama bertahun-tahun.


dengan kurangnya keamanan dan ketidakpedulian warga banyak rumah-rumah yang didirikan tanpa pandang bulu. karena mereka saling kenal dan mungkin berkerabat juga jadi rasanya tidak nyaman untuk mengusir dari lokasi itu.


rumah yang dibangun juga bukan rumah dengan semen beton hanya rumah dengan kayu dan atap seng. mungkin pada saat pembangunan tuan rumah mengatakan persyaratan itu pada orang yang menumpang di sana.


niat awalnya cukup bagus untuk memberikan tumpangan pada orang yang tidak memiliki tanah sendiri tapi setelah bertahun-tahun mereka merasa sulit untuk mengusir orang.


Jalan terbaiknya adalah menjual tanah itu menghasilkan uang dan membeli lokasi yang baru di kota.


"Ohh aku mengerti"kata Andien dengan cepat.


jadi tuan tanah ini masih orang yang memiliki hati nurani tapi yang menumpang tanah lah yang tidak mau pindah sama sekali. Mungkin sudah merasa nyaman tinggal lama di tanah orang dan merasa sudah menjadi milik mereka sendiri.


"aku sudah menghubungi orangnya mungkin akan sampai sebentar lagi kata pak auzar lagi. dia sudah mencapai kata sepakat pada tuan tanah dan berniat untuk melepasnya kapan saja ketika Andien bisa memiliki waktu.


Bukankah ini artinya penandatanganan bisa dilakukan hari ini juga.


Andien melihat lokasi dan memperkirakan beberapa hal agar mereka tidak terkena kendala tentang sengketa tanah..


dia sudah mau minta pengacara untuk melihat dan meneliti langsung apakah memang ada kejadian sengketa tanah di atas tanah ini. baru setelah dapat pengesahan dari pengacara dia memutuskan untuk membelinya.


"Nona muda apakah kau yang ingin membeli tanah ini tanya seorang wanita tua yang tiba-tiba datang entah dari mana.


"iya saya kata Andi dengan lembut.


"sebaiknya lebih baik berpikir ulang. tanah ini adalah tanah keluargaku turun. kami tidak pernah menjualnya pada ndoro kangkung"kata wanita tua itu beragumen.


menurutnya tanah ini adalah tanah dari kakeknya dulu. kemudian dibagi lagi menjadi beberapa pemilik.


Nenek ini dulunya miskin jadi meminjam uang dengan jaminan rumah tanah ini pada pemilik tanah yang sekarang.


Atas nama hati nurani makanya sang Nenek bisa tinggal secara gratis di tanah ini.Tapi siapa tau, semakin ke sini anak anaknya juga membangun rumah juga di lahan yang sama.


Karena tidak ingin bermusuhan pemilik tanah berniat untuk menjual tanah tersebut pada keluarga mereka. Tapi niat itu tidak diambil baik oleh nenek.


Menurutnya saudara harus memiliki hati nurani dan tidak bisa menekan orang lain dengan cara seperti ini.


Apa artinya uang jika tidak memiliki perasaan sama sekali.


"tapi nenek kalau orang meminjam uang, bukankah itu perlu dikembalikan lagi jadi...


"apa yang kau tahu tentang itu? Kau pendatang jadi tidak tahu apa-apa. Dulu dia pernah mengatakan akan menghalalkan semua hutang-hutang itu dan tidak mempermasalahkan jika kami tinggal di sini. Sayangnya aku tidak punya bukti sama sekali. jika aku tahu dia berhati busuk ,tentu saja aku akan meminta tanda tangannya dengan materai rp10.000"dengan wanita tua itu dengan marah.


Andien mengerutkan dahinya mendengar kata ini. Sepertinya memang ada masalah sengketa tanah di sini. Tapi bukankah menurut pengacara itu tidak ada masalah sama sekali.


Apakah si Nenek hanya berhalusinasi atau ingin menolak dipindahkan dari tanah ini.


"Ini...


"Andien jangan dengarkan dia satu desa tahu siapa dia. Dia suka meminjam tapi tidak pernah mengembalikan.Setiap orang di desa ini pernah menjadi korbannya. Jika dimintai hutang dia akan mengamuk dan bahkan mau membawa pisau"bisik pak auzar kepada Andien.


Andien berpikir mungkinkah tuan tanah ingin menjual tanah ini hanya gara-gara si nenek yang membuat ulah.


"oke nenek kami akan kembali dulu, sampai jumpa lagi" kata Andien dengan nada yang sopan.


"oke pulanglah dan jangan beli tanah ini tanah ini masih milik kakekku"kata wanita tua itu dengan arogannya. Dia melihat Andien dan yang lainnya pergi dengan mobil. Di sini sang nenek menganggap dia sudah benar dan menang. Benar-benar tidak perlu pindah dari tanah ini.


"jadi gimana Andien apa kau masih ingin membelinya?"tanya pak auzar ketika mereka sampai di rumah lagi.


"aku khawatir akan terjadi masalah di masa depan. Tapi aku juga bertanya , apakah pak auzar bisa menangani masalah ini.Secara bapak yang akan menangani nya di masa depan"kata Andien.balik bertanya pada pria setengah baya itu.


"menurutku tidak masalah sih ini hanya masalah prinsip. kita tidak bisa melawan nenek tapi bisakah bertanya pada putranya. tekan saja mereka ada masalah akan beres"kata Robert yang sejak tadi hanya mendengar.

__ADS_1


menurut Robert masalahnya tidak besar ini hanya keegoisan semata dan memutarbalikkan Antara Hitam Dan putih.


tapi pemilik tanah memiliki bukti atas kepemilikan tanah tersebut dan yang tentu saja sudah diverifikasi terlebih dahulu oleh pengacara.


Dalam hal membeli tanah ini tidak ada masalah apapun.


Mungkin karena masalah


sang nenek tadi harga jualnya lebih murah daripada lokasi yang lain. jika Andien memang berniat untuk membangun rumah petak dengan harga yang terjangkau. ini bisa dilakukan.


Tapi jika menambah harga mencari tanah lain dengan harga yang lebih tinggi modal Andien akan terkikis di sini.Yang tentu saja berimbas pada harga sewa rumah di masa depan.


lokasi tanah yang memang berada di jalan raya tentu saja akan mempermudah lagi transportasi ke rumah itu. Menurut Robert ini jika proyek ini berhasil kemungkinan besar aya akan menang.


mendengar perkataan Robert itu pak ozar tiba-tiba tersenyum dengan matanya yang cerah.


"kupikir aku bisa mengatasi nenek tua yang tidak tahu diri itu. jika tidak bisa menekannya dengan baik-baik aku bisa memanggil polisi"


Tuan tanah yang sekarang ,memiliki hubungan kerabat dengan sang nenek dan dia tidak tega melaporkan masalah ini ke kantor polisi. Tapi berbeda jika itu adalah Andien, uang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan persaudaraan.


Lagi pula Andien dan sang nenek tidak ada hubungannya sama sekali.


Karena pak auzar menyanggupi tugas-tugasnya jadi Andien juga setuju membeli tanah tersebut. sekarang mereka hanya menunggu tuan tanah tiba dan menandatangani kesepakatan jual beli.


"kalau begitu silakan istirahat dulu sementara menunggu dia datang, katanya akan tiba sekitar jam 03.00 sore"kata pak Auzarudin dengan senang.


"Ohh Andien istirahatlah dulu tapi aku akan berjalan-jalan sebentar"kata Robert pada Andien.


"nak Robert sebenarnya mau pergi ke mana ?"tanya pak auzar ,mereka baru saja selesai makan siang.


"aku ingin melihat tanah tadi sepertinya cukup dingin berbaring di bawah pohon"kata Robert yang tertawa.


Sebenarnya pak Auzarudin ini menganggap Andien dan Robert masih pasangan suami istri seperti yang dia dengar dalam konferensi pers yang ditayangkan secara langsung.


Jadi dia hanya mengemas satu kamar khusus untuk mereka. Tentu pak auzar ini akan mengirimkan mereka dalam kamar yang sama untuk tidur siang.


"ah tak kirain ada apa?"kata Fauzan yang pada akhirnya mencoba untuk tertawa.


Istrinya tadi menyajikan menu sederhana di atas meja. Dia gugup dan menganggap Robert tidak cocok dengan menu tersebut.


Mungkin saja Robert ingin keluar mencari sesuatu untuk dimakan di balik punggungnya.


Gulai pisang muda ,goreng ikan asin dan sambal terasi.


Andien datang dadakan hari ini jadi mereka tidak bisa tidak sempat mempersiapkan menu yang lebih bagus. Jika kabar kedatangannya adalah tadi pagi ,mungkin istrinya bisa buru-buru membeli ayam di warung tetangga .


Tapi Andien hanya mengabari ketika dia sudah akan sampai di rumah. Karena itulah istrinya hanya memasak menu seadanya saja.


Andien malah tidak banyak berpikir dia mengirim Robert ke mobilnya.


"An tadi aku sempat melihat ada sebuah rumah kecil. aku ingin pergi ke sana dan melihat-lihat. Kalau kau ingin ikut, kita bisa tidur siang bareng di sana hehehe"kata Robert dengan bercanda.


Andien hanya mendengus kesal tapi entah kenapa hatinya menjadi manis. Sejak konferensi pers itu Robert benar-benar mengikutinya kemanapun dia pergi.


Rayuan dan gombalan Robert semakin menjadi saja setiap harinya. Walaupun belum menerima Robert seutuhnya tapi Andien bisa merasakan jika hati kekerasan hatinya mulai cair.


Tanpa disadari benih cinta yang ditanamkan oleh Robert dulunya. Sekarang semakin tumbuh besar dan sudah mulai berbunga.


Sebelum Robert pergi dia benar-benar mencubit hidung Andien."pergilah istirahat siang dan mimpikan aku oke"


"Ahh bosan "kata andien cemberut.


"Hahaha satu hari jika aku tidak ada kau pasti akan merasakan kehilangan ku"kata Robert yang segera melarikan mobilnya menjauh dari Andien.


Deg...


Tiba-tiba saja jantung Andien berdetak dan merasakan jika situasinya tidak nyaman. kelopak mata Andien juga berlompat seperti akan terjadi sesuatu.

__ADS_1


Namun pada akhirnya Andien hanya bisa menatap kepergian Robert dan dia masuk ke kamarnya untuk tidur siang.


__ADS_2