Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Guru vs murid


__ADS_3

Setelah dua hari bolos ,Andien baru masuk ke kelas pada hari ketiga. perlahan-lahan Andien sudah mulai menerima statusnya Yang sekarang.


Namun begitu tidak ada perubahan yang signifikan. Pernikahan diam-diam ini benar-benar tidak diketahui siapapun.Jadi statusnya sebagai janda pun tidak memberi kesan pada orang lain.


Tadi malam mama Robert sempat menelpon dia membicarakan tentang indahnya tanah Padang.


Mereka melakukan perjalanan bisnis ke tempat itu tentu saja sekalian jalan-jalan. di sini mama robek bertanya apa oleh-oleh yang diinginkan Andien.


Andien terkesan menjawab seperti tidak terjadi apapun. Dia bahkan tidak berniat untuk mengganggu pasangan itu namun begitu dia tetap bertanya kapan tepatnya mereka akan pulang.


Andien berencana akan mengirimkan rekaman itu pada keduanya jadi posisi mereka sudah sedikit nyaman di rumah.


Tapi mama Robert mengatakan mereka hanya akan pulang satu bulan ke depan.Pada saat itu Andien bahkan sudah menyelesaikan ujian terakhir nya.


Dengan gembira Mama Robert berkata jika dia ingin Andien dan Robert pergi ke Bandung setelah ujian berakhir. Dengan begitu mereka bisa sekalian menyerahkan oleh-oleh dari Padang.


Saat berbicara dengan mama Robert Andien tidak kuasa menahan rasa pedih di hatinya. jika bisa Andien ingin sekali terbang pergi ke Padang saat ini dan memeluk Mama Robert seraya mengadukan rasa sakit hati ini.


Tapi tidak bisa Mama Robert hanyalah mantan mertua.


Hari ini adalah hari pertama Andien masuk sekolah setelah dirinya menyandang status janda. ada perasaan aneh di lubuk hatinya .Tapi segera dia redam dan membuat wajah ceria lagi.


Andien berpikir positif jika dia masih muda dan berkesempatan untuk bertemu dengan jodoh yang di kirimkan oleh Allah.


Mungkin jodoh yang jatuh dari langit hanya lah sebuah cobaan semata.


Saat masuk ke kelas orang pertama yang menyambut Andien adalah Romlah yang entah kenapa datang lebih awal hari ini.


"Andien ke mana aja kamu kamu sakit ya?" katanya dengan prihatin. siapapun tahu jika Andien adalah yatim piatu yang hidup seorang diri di rumahnya.


"hanya sakit biasa udah baikan kok"jawab Andien dengan dia meletakkan tasnya di meja dan berkumpul lagi dengan teman-temannya.


"apa sih yang kalian bicarakan kok seru amat?" kata Andien. Sejak hari itu Andien tidak membuka ponselnya sama sekali .Dia bahkan tidak melihat apa yang dibicarakan di grup WA. Jadi dia sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun.


"Eh an, kemarin tuh pas hari Senin aku ngeliat pak guru Robert datang diantar sama pacarnya. orangnya tinggi dan cantik banget. cocok deh sama pak Robert yang tampan"kata Safitri dengan wajah yang sedikit cemberut.


Deg...


Kontan saja Andien terkejut mendengar kabar ini .Mereka berpisah malam tapi paginya sudah berdua-duaan di khalayak umum.


lagi-lagi Andien menertawakan dirinya sendiri. Mereka tentu sudah lama menginginkan ini. Jadi wajar saja mengumumkannya di depan banyak orang tentang hubungan terlarang itu.


"Oh ya aku kan nggak masuk selama 2 hari jadi aku nggak tahu "jawaban Andien dengan ketus.


"wanita itu sepertinya cukup kaya dia bahkan memiliki mobil sendiri kita kalah saing nih guys mana orangnya cantik lagi" keluh Safitri lagi


"Hem cantik sih boleh tapi mungkin ketuaan sama pak guru kan Safitri. coba sama kita-kita ini, masih muda dan masih bisa berkembang"kata Romlah yang meremehkan pacar Robert.


"kalau kamu,mau berkembang gimana lagi Romlah itu aja udah kayak balon gitu "jawab Safitri lagi yang mengundang gelak tawa dari yang lain.


Andi juga tertawa mendengar celotehan mereka. Terkadang dia menjadi iri karena remaja seperti ini. Tidak pernah mengenal rasa takut mereka bahkan tidak tahu bagaimana menyebutkan kata putus asa. Hanya hidup sesuai dengan kehendak hati masing-masing.


"Eh din, gimana kalau ujung minggu ini kita pergi ke apartemen pak guru Robert lagi Hem"tanya Romlah yang masih terkenang-kenang saat mereka mengerjakan tugas di apartemennya Robert.


Yang paling dia suka adalah kulkas yang penuh dengan camilan dan beberapa makanan siap saji. Yang lebih penting pasti mamanya Robert akan mengizinkan dan memberikan mereka camilan lagi secara gratis.


Andien segera menggelengkan kepalanya, dia berkata "sebenarnya pacar mas Robert itu nggak suka sama aku .Jadi aku dilarang pergi ke apartemen lagi gimana mau mengajak kalian ke sana coba?"


"Eh benarkah begitu kok aneh ya sepupu kok dilarang-larang datang ke rumah, kan mereka belum menikah?"tanya Romlah dengan bingung.


Jelas jelas Andien adalah sepupu dari Robert sendiri .Kenapa juga dilarang datang ke apartemen. Apakah pacar pak Robert itu cemburu dengan Andien, cemburu kok sama sepupu.


"ih calon istri kayak gitu nggak pantes kan.Nggak ada ramah-ramahnya juga"kata Safitri yang mendukung pemikiran ini. Yang paling cocok dengan Robert itu sebenarnya adalah dia. Pak guru robert nya aja yang belum mengenal siapa Safitri. Jika sudah kenal pastinya dia akan lengket seperti perangko.


"masa sih, pak guru itu matanya buta ya, tampan-tampan kok buta sih. Cantik sih cantik tapi kalau hatinya sejelek itu kan kasihan pak Robert nya"Celetuk Reni.


Semua orang tiba-tiba memandang Andien dengan penuh tanda tanya. Mungkinkah Andien sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka semua.


Andien yang ditatap oleh teman-temannya ini tiba-tiba jadi merinding sendiri .Dia tidak ingin ditodong untuk mentraktir mereka lagi kan.


Secara dia sudah jadi orang bokek lagi seperti yang dulu. Jadi sebelum ditodong dia harus mengatakan sesuatu untuk membungkam isi otak mereka.


"aku tidak tahu tentang pacarnya mas Robert yang jelas aku dilarang pergi ke apartemen juga kartu kreditnya yang dikasih Mama itu ditarik lagi. Jangan bilang kalian itu minta aku traktir ya ,sekarang aku udah bokek ,tahu"


"Hah sampai segitunya Din?" tanya Romlah kecewa. hancur deh niatnya ingin bermalam di rumah Robert lagi. Pacar sialan baru pacaran aja udah belagu, pikir Romlah dan yang lain.


"Ya gitulah "kata Andien angkat bahu.


Mereka ingin bertanya beberapa hal lagi, untung saja tidak lama kemudian bel tanda masuk mulai berbunyi dan guru juga sudah datang.


"An...


"Stt nanti Mem Siti marah. ntar aja nyambungnya oke"kata Andien yang pura pura sedang fokus.


Untung saja Romlah mengerti dan dia tidak bertanya lebih lanjut. ujian akan segera dilakukan dan mereka tidak bisa bermain-main lagi saat ini.


Untuk beberapa jam kemudian kelas aman dan benar-benar tidak ada yang bertanya tentang Robert pada Andien.


Andien tidak tahu jika Robert sebenarnya melihat dari jendela kaca ke kelas. Sudah dua hari Robert tidak melihat Andien. Tentu saja dia ingin tahu apakah gadis itu masuk kelas atau tidak hari ini.


Sejak Andien tidak lagi ada di rumah, Robert merasa seperti kehilangan sesuatu. Dia merasa ada sesuatu yang kosong di dadanya. Hanya saja Robert berpikiran jika itu hanyalah rasa bersalah yang menumpuk kian hari.


Agar perasaan seperti ini tidak menderanya lagi dan lagi .Robert berniat untuk membicarakan masalah mereka dari hati ke hati.

__ADS_1


Melihat Andien yang duduk di kursinya Robert entah kenapa menjadi lega.Baru setelah itu Robert masuk ke dalam kantor dan menyusun mata pelajarannya hari ini.


Sebelum jam makan siang, ada seorang kurir yang lagi-lagi mengantarkan satu kotak makan siang untuk Robert tentu saja ini dari Serra.


Kali ini menu makan siangnya adalah spaghetti bolognese dengan dua batang pisang sebagai pencuci mulut.


Robert menatap mie itu dengan pandangan yang tidak nyaman. Jika dibilang suka memang dirinya suka sih .Namun makanan seperti ini tidak mengenyangkan untuk perutnya yang asli Indonesia.


Kata orang jika tidak bertemu nasi itu namanya bukan makan. jika sudah begini mau tidak mau Robert tiba-tiba mengingat anjing yang selalu menyiapkan makanan malam untuknya .


Terkadang gadis itu menyajikan ayam sambalado dan sebagainya. Sesuatu menu yang tidak begitu ribet namun begitu tetap bisa membuat dia kenyang.


sejak ditinggal pergi oleh Andien Sera benar-benar tinggal di rumahnya. untuk sarapan pagi Sera tidak pernah membuat nasi goreng atau sejenisnya hanya menu berupa roti dan telur ceplok.


Di malam hari, menu lain juga disediakan .Namun masih berupa spaghetti atau salad sayur segar. Sudah 3 hari seperti ini ,bagaimana Robert bersemangat pergi mengajar jika perutnya sering kelaparan.


Seperti sekarang ini ,Robert merasa lapar sekali.


Tapi sepiring spaghetti ini....


*****


Memasuki mata pelajaran di kelas Andien sama sekali tidak berpikir lagi tentang Robert .Dia benar-benar menjadi seorang siswa yang baik di sini. Hanya saja Andien tidak menduga jika Robert menunggunya ketika sekolah dibubarkan


Hal ini tidak pernah terjadi saat mereka masih dalam hubungan suami istri.


Dulu mobil Robert tidak pernah ada di tempat parkir saat sekolah dibubarkan. Tapi sekarang pria itu bahkan berdiri di depan mobilnya seakan-akan sengaja menunggu Andien untuk keluar.


Andien yang sudah dalam kondisi baik sekarang mulai muram sejak melihat Robert di sana.


Awalnya dia berencana untuk berjalan-jalan dulu seputar kota sebelum benar-benar kembali ke rumah.


"Andien, aku ada perlu denganmu sebentar "kata Robert saat melihat Andien pergi ke arah sepeda motornya.


"Andien kamu dipanggil tuh sama pak Robert!"kata Romlah yang sejak tadi memang ingin pulang diantar oleh Andien.


"biarin aja dia males meladeni orang kayak gitu "kata Andien lagi. Dia benar-benar tidak mau berhubungan lagi dengan yang namanya Robert.


Mereka bisa berhubungan tapi hanya sebatas murid dan guru.


"Andien kalian berdua lagi bertengkar ya"tanya Romlah dengan heran.


"Nggak kok"


"kamu bilang enggak tapi justru aku melihatnya begitu. Kenapa tidak bicarakan dulu masalah kalian agar lebih cepat selesai" kata Romlah yang sok tahu.


Karena Andien tidak merespon, Robert maju dan menahan Andien untuk bergerak.


"siapa yang kabur jelas-jelas aku ada di rumah nggak kemana-mana kok "kata Andien beralasan.


Andin terus aja maronta agar tangannya dilepaskan.Tapi Robert ingin masalah mereka diselesaikan hari ini juga.


melihat anjing yang tidak bersahabat robek tidak mau dilihat oleh murid-murid yang lain jadi dia langsung saja menarik Andin dan meletakkannya pada pundak kiri.


Sekarang posisi Andien seperti sekantong beras yang sedang dipikul oleh kuli panggul.


"Robert turunkan aku , Robert "kata Andien yang dipedulikan oleh Robert sama sekali.


Beberapa murid melihat perilaku yang tidak wajar itu. tapi tidak ada yang menghiraukannya sama sekali.


Mereka adalah sepupu yang sedang bertengkar.


Buk...


Tubuh kecil Andien dilemparkan ke jok belakang dan dikunci langsung secara otomatis agar Andien tidak bisa keluar.


"robert apa-apaan sih kamu ,aku mau pulang tahu" Pekik Andien lagi.


"jangan berisik aku hanya ingin bicara setelah itu kamu bebas pergi"kata Robert yang langsung mengemudikan mobilnya entah ke mana.


"tapi sepeda motorku masih di sekolah Robert, siapa yang bertanggung jawab jika motorku dicuri orang?" kata Andien beralasan.


"tenang aja akan aku ganti dua kok"kata Robert yang tidak peduli.


Sepertinya Andien tidak memiliki alasan lain untuk melawan kata-kata Robert. Jadi dia diam dan duduk dengan patuh di belakang .Hal ini membuat Robert puas dan menarik bibirnya sedikit.


Lebih dari satu jam kemudian mereka tiba di tepi danau tempat yang tidak pernah Andien mendatangi selama ini.


Robert membuka pintu mobil dan membiarkan anjing mengikutinya dari belakang. Ada sebuah restoran kecil di sini Robert bahkan sudah reservasi sebelumnya.


Ketika pelayan datang Robert tinggal menyebutkan nama dirinya dan mereka ditunjuk menuju ke sebuah meja yang berhadapan ke arah danau.


Setelah keduanya duduk di kursi mereka berdiam diri lagi dan tidak saling berbicara. Robert menatap Andien dengan 1000 pertanyaan yang. tapi dia cukup sabar menunggu menu yang mereka pesan tiba.


"ayo makan dulu hari sudah mau gelap nanti pulang dari sini kau tidak perlu makan malam ya nggak?"kata Robert yang pura-pura akrab.


Andien tidak berbicara tapi dia setuju untuk makan dulu. Ikan gurame goreng dan sayur asem sangat cocok dimakan di tepi danau seperti ini dan Andien tidak munafik untuk menolak rezeki yang datang.


Mereka berdua akhirnya makan dengan lahap.


Setelah selesai makan, Andien akhirnya duduk dengan patuh. Dia sedang menunggu apa maksud dari Robert membawa dia ke sini.


Sebelum berbicara Robert segera meletakkan satu helai cek di atas meja. Andien melirik Jack itu dan terkejut melihat angka di atasnya.

__ADS_1


Itu adalah Rp 200 juta.


"ini adalah kompensasi atas apa yang terjadi padamu.Sebelum itu aku dengan tulus mengatakan maaf untuk semua ini. kita tidak bisa berhubungan seperti suami istri tapi kita masih bisa berhubungan layaknya saudara kan. Apalagi di sekolah orang-orang tahu jika kita adalah sepupuan "ujar Robert.


Andien setuju dengan itu namun bagaimana lagi. Hati ini tidak bisa menipu, tidak ada rasa nyaman saat mendengar mantanmu dengan sebutan sepupu.


"aku mengerti tapi maaf cek ini tidak akan aku terima"Andi mengganggu setuju tapi dia menyodorkan lagi kertas berupa cek itu ke sisi Robert.


"ambil sajalah kamu menanggung resiko yang tidak kecil karena perceraian ini. lagi pula aku ikhlas kok" kata Robert.


Di mana-mana kalau cerai itu kan ada pembagian harta gono gininya. Jadi menurut Robert, Andien layak mendapatkan ini. Lagi pula uang seperti ini tidak berharga di matanya.


"ya mas ikhlas tapi akunya yang nggak" jawab Andien ketus.


"maksudmu?" tanya robert tidak mengerti.


" Kamu menganggap aku matre kan. jadi kamu melemparkan aku uang seperti layaknya sesuatu yang habis pakai hehehe maaf kamu salah sangka"sanggah Andin buru-buru.


Robert tidak berdaya menanggapi perkataan itu tapi memang itulah yang dia pikirkan selama ini.


Sebelum Robert berbicara Andin langsung menambahkan kata-kata lagi"denger ya,aku itu memang yatim piatu tidak punya orang tua tapi tidak perlu mas melecehkan aku seperti itu. Apa yang aku lakukan hanyalah bentuk pengabdianku sebagai seorang istri. Aku berdandan untuk kamu aku belajar memasak untuk kamu apa itu salah?"kata Andien yang sedang mengeluarkan uneg-uneg nya selama ini.


"Andien kenapa kita masih berdebat tentang masalah ini. Lupakan saja dan mari jalani hidup kita seperti sebelumnya oke" kata Robert


"kamu bilangnya enak tapi aku yang disamain sama pelacur jalanan itu merasa tidak nyaman. Jadi simpan uang kamu karena aku tidak butuh ini"selesai berkata begitu. Andin bangkit dan ingin pergi .Dia tidak peduli bagaimana caranya untuk kembali .Yang penting dia tidak ingin berada di depan Robert sama sekali.


Jijik


"Andien tunggu dulu ,Mari kita jelaskan kesalahpahaman ini. Kamu nggak boleh marah-marah gitu dong. Aku ini berniat baik. ingin menyelesaikan kesalahpahaman kita" Robert memegang tangan andien demi mencegah dia pergi.


"salah paham gimana walau bagaimanapun kamu menjelaskan Salah paham ini .Aku dan kamu tidak pernah balikan lagi "


"itulah yang aku maksudkan, selama ini aku tidak punya perasaan sama kamu .Aku hanya menganggap kamu itu seperti seorang murid, kamu ngerti kan apa yang aku maksud?" jelas Robert.


Andien segera menarik nafas panjang pada akhirnya Robert mengatakan sesuatu yang tidak pernah ingin dia dengar.


Murid dan guru.


"Oke pak guru bisakah aku pulang sekarang?" Tanya Andien. Andien benar-benar ingin pulang dan berbaring di ranjangnya.Dia kalah mental.


"Andien?"


"maaf pak guru selama ini aku tidak pernah menganggap kamu sebagai guru hanya menganggap sebagai seorang suami yang layak aku hormati. Untuk mengubahnya akan sangat sulit" kata Andien. Sakit memang ketika dia mengatakan hal ini.


"Andien jangan berpikiran begitu licik. Kamu masih muda dan masih bisa menemukan cinta sejati cinta yang baru .Tapi aku dan Serra berbeda kami sudah saling kenal sejak kuliah dulu jadi maaf .Seperti yang kamu katakan mengubah hati itu tidak mudah" kata Robert.


Dia hanya ingin menjalin hubungan baik bersama Andien meskipun di bawah status lain.


Mama ada apa-apa juga menyukai Andien. Apakah mungkin jika Andien diangkat menjadi adik perempuan saja.


"aku mengerti pak guru yang salah ini adalah aku. Tidak pernah bertanya apakah kamu mempunyai seseorang atau tidak.Tapi jangan khawatir mungkin akan sulit tapi aku jelas akan melupakan masalah ini"


Tiba-tiba saja Andien menyadari jika yang salah adalah posisinya. Masuk di antara Robert dan Serra.


Dia jelas adalah penghalang hubungan itu tapi justru menyalahkan Robert karenanya.


Dengan jawaban itu Robert menganggap Andien sudah mengikhlaskan perpisahan mereka.


Di sini Robert juga meminta agar Andien tidak menyebutkan tentang perceraian ini pada orang tuanya dulu. Paling tidak tunggu sampai mereka kembali dari Padang.


Andien diam tapi dia memang sudah merencanakan ini lebih awal. melihat Andien yang tidak lagi cemberut dan memberontak Robert akhirnya bisa menarik nafas lega.


Setelah itu Robert berinisiatif mengantar Andien lagi ke sekolah karena sepeda motornya ada di sana.


sebenarnya Andien sangat ingin menolak diantar oleh Robert namun bagaimana lagi dia masih berpakaian dengan seragam sekolah dan tidak memegang uang di tangannya.


Tidak baik juga meminta uang taksi dengan mantanmu.


Saat tiba di sekolah lagi,suasana sudah lengang dan tidak ada satu orang pun di sana.


awalnya Robert ingin mengikuti sepeda motor Andien dari belakang. tidak baik membiarkan anak gadis jalan-jalan di saat gelap seperti ini.


Apalagi dirinya lah yang mengajak adik untuk pergi.Tapi siapa sangka di menit berikutnya telepon Robert berbunyi dan itu adalah panggilan dari kekasih tercinta, Serra.


"Robert kamu di mana sih ,aku udah di apartemen kamu loh" kata Serra dari ujung sana.


"ini udah di jalan tunggu aku ya sebentar lagi aku datang"


"Hem oh kamu mau makan malam apa aku bisa pesenin dari delivery sekarang?" tanya serra. Serra ini memang nggak pintar memasak lagi pula dia adalah seorang wanita karir yang tidak mungkin 24 jam di rumah.


Sekarang Serra hanya memasang secara delivery.


"aku nggak milih makanan kok Serra, pesen aja semau mu " kata Robert tersenyum.


"oke kalau begitu cepat pulang ya Robert" sapa Serra sebelum menutup teleponnya.


Dengan terpaksa Robert putar arah meninggalkan Andien yang berkendara sendirian kembali ke rumahnya.


"Andin mas pergi dulu ya besok kita ketemu lagi di sekolah "kata Robert sebelum berpisah.


Andien tidak menjawab dia menatap mobil Robert yang menjauh.


Di dalam mobil Robert baru ingat jika sebenarnya dia lupa meminta nomor terbaru Andien. Gadis itu sudah mengganti nomornya atau black list nama Robert karena marah.

__ADS_1


__ADS_2