
Perjalanan ke rumah mertua pertama kali nyatanya membuat Andin ketar ketir di setiap menitnya. Meski di luar dia nampak datar dan ramah, siapa bilang jantung nya berdetak normal.
Ini adalah hari di mana Andin merasa kan yang namanya gugup.Dan dia berkeringat hanya karena memikirkan nya sepanjang perjalanan.
Tapi setelah bertemu muka , nyatanya pasangan tua di depan nya kini memberi dukungan buat dirinya, membuat Andin bisa bernafas dengan lega.
Dalam pikiran terdalam nya hanya tinggal satu langkah kehati Robert yang kini jadi prioritas.Andin pasti bisa membuat tempatnya sendiri di hati Robert.
Menurut Andin, kemudaan dan kelembutannya di iringi dengan dukungan mertua membuat semua akan lebih mudah dan mudah.
Tapi benar kah jalan ke hati Robert akan mudah dan mulus?
Ketika acara makan malam usai, Andin masih sibuk di dapur berniat membantu membersihkan piring kotor. Namun mama Robert menyelamatkan dengan menarik dia nya ke ruang tamu.
Andin yang di tarik juga tidak menolak, toh dia adalah ibu mertua nya sendiri.
"Andin, mama mau nanya ya sayang, hm... apa kamu menerima pernikahan ini nak? " tanya mama Robert ragu ragu.
Dia mencoba mencari cari jawabannya sendiri ke dalam mata Andin, apakah ada keterpaksaan di sana.Siapa tau aja gitu, soal nya si Andin sedang pingsan saat ijab Kabul dilakukan.
"Mama, jangan ragukan usia muda ku, Sebenarnya aku terlalu cepat dewasa di banding usia. Aku menerima pernikahan ini Lahir dan batin.Bener deh mah, tapi menurut ku mas Robert juga ada benar nya. biarkan kami pacaran halal untuk beberapa saat paling tidak sampai mas Robert siap menerima aku jadi pendamping seumur hidup nya ma" Kata Andin seraya mengelus punggung tangan sangat mertua.
Mendapatkan jawaban seperti ini mau tak mau wanita separuh bayar itu menarik nafas dalam.
Benar saja bukan gadis ini yang belum siap rapi putra semata wayang nya lah yang bertindak ke kanak-kanakan.Pasangan beda usia dengan pribadi terbalik.
"Yang Mama mau tau, apa pendapat mi tentang punya anak dalam waktu dekat, apa akan jadi masalah buat mi? misal nya kuliah mu bagaimana? " tanya mama lagi dia kembali menatap penuh arti pada menantu baru nya.
Menurut medis,usia Andin memang belum cocok untuk hamil tapi Robert nya yang sudah kepalang tua.Sekarang dia sudah menikah tapi pasangan nya yang belum siap.
"Kenapa tidak sih ma, aku sih siap siap aja, kalau masalah sekolah kan cuman beberapa bulan lagi.Kalau benar-benar hamil kuliah bisa di tunda setahun kan ma" Jawab Andin mantap.
Jawaban Andin sangat memuaskan Mama Robert.Jika pengen kuliah anak anak bisa di lemparkan ke rumah nenek nya.Itu ide yang bagus , sekarang hanya tinggal kabar baik saja.
__ADS_1
"Kau benar sayang, Mama punya banyak waktu untuk membesarkan cucu mama sementara kamu kuliah, hahahaha " katanya tertawa senang.
"Ah mama, itukan masih lama ma, lagian juga tergantung mas nya mau apa tidak hehehe" kata Andin yang mencoba mengingat ibu mertua nya ini.
"Hmm, Andin sayang, udah di jebolin belum ama mas nya " Tanya mama serius yang bikin wajah Andin memerah akibat malu.
Ibu mertua yang kepo sama urusan menantu nya, sangat memalukan.
"Mama ih, gimana mau jebol, kita kan di tenda ma, apalagi Status guru dan murid hah, bisa bisa viral di dunia maya " kata Andin beralasan.
"Jadi malam ini bisa? " tanya mama tanpa malu.
"Mama....
" Hmm maksud mama kalau malam ini kamu siap nggak? " tanya Mama Robert tergesa-gesa.Pertanyaan yang agak memalukan tapi ini justru menjadi kunci utama untuk menggendong cucu.
"Andin sih siap siap aja ma, tapi....
Andin baru tau kalau mama mertua nya ada di level tak tau malu.Tapi senang juga sih, lebih seperti seorang teman gitu.
"Tapi ma, jangan nggarap dulu soalnya. mas Robert bilang belum mau gituan soal nya masih belum sreg gitu katanya "jawab Andin jujur
" Dia bilang begitu? "Andin menganggukkan kepala nya dan mama mendesah lagi dan lagi.
" Andin sayang seperti nya kamu harus lebih agresif biar mama cepat dapat cucu, oke"kata mama lagi.
Anak itu bukan lelaki kalau menolak ikan sesegar ini. Apa masalah nya nikah dadakan di bawah pohon jengkol. Kan cerita nya masih sama aja. NIKAH.
"Tapi ma, apa nanti kalo aku agresif malah bikin mas nya ilfil gitu, mikirnya aku tu cewek gimana gitu" kata Andin
"Aduh sayang,di mana mana tu suami harus di ikat dengan kuat biar nggak lari ke tetangga, iyakan"Mama mencoba mencuci otak menantu nya
" Tapi...
__ADS_1
"Ah jangan takut sayang, **** hanya salah satu cara agar ikatan itu kuat dan makin kuat, lagian kalian juga udah halal jadi tidak masalah siapa yang ambil langkah pertama.
Percaya deh sama mama,masak mama booong sama.mantu secantik kamu iya kan" katanya
"Iya sih ma....
" Jangan takut sayang, kebetulan mama punya baju hot yang masih baru, kamu pakai aja malam ini,oke"kata mama seraya mengedipkan matanya penuh arti hingga wajah Andin kembali memerah.
Andin menggangguk setuju, rupanya dia juga sudah ketularan jadi tidak tau malu seperti ibu mertua nya yang ajaib.
Mama makin senang dan gemas dengan menantu baru nya yang masih segar dan polos juga... naif.
hehehehe
"Yuk kekamar mama, nyari baju tempur buat kamu sekalian mau ngasi tips agar makin yahut " Andin pasrah di tarik mama ke kamar nya.
Beberapa jam di kamar ibu mertua, Andin membiarkan kuping polos nya tercemar dengan aura kotor yang menegangkan layak nya filem horor dari Thailand.
Meskipun pelajaran terlarang ini di berikan oleh tutor andalan tapi Andin tetap saja merasa kan sensasi aneh.
Mama Robert memilih kan dua warna sekaligus,warna hitam dengan banyaknya string dimana mana.Yang merah justru tips seperti kain pel.
"Mama pikir yang merah aja deh,ntar kalau robek nggak apa apa.Jangan takut nanti mama beliin satu tas penuh untuk kamu" katanya bersemangat lagi.
" Ma ...
"nggak apa apa,sakit dikit tapi cuman sebentar kok sayang, kamu tahan aja dulu"katanya yang sudah mulai melantur lagi.
"Ohh kenapa semua nya bagus ngini ya,ah sudah lah.Pokoknya satu set berbeda tiap malam.Nggak rugi demi cucu hihihi"
Andin hanya bisa tepok jidat mendengar celotehan nya.
Mama.. mama mertua ku sayang
__ADS_1