Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Pengakuan cinta


__ADS_3

Romlah sejak tadi melirik pembicaraan Robert dan Andien. Dia duduk di ruang tengah, jelas saja tidak mendengar apa yang mereka perbincangkan.


Namun begitu dia merasa sesuatu yang tidak wajar di sini. Kenapa dia melihat Andien memperlakukan Robert layaknya seperti pasangan.


Romlah segera menggelengkan kepala dan mengusir Ide ini jauh-jauh dari otaknya.Mereka sepupuan dan ada CCTV lagi. apapun yang akan mereka lakukan jelas terpantau di CCTV. Bagaimana mungkin mamanya Robert mengijinkan perselingkuhan seperti itu terjadi di apartemen.


Ini sangat tidak mungkin.


Robert yang sudah menyelesaikan makanannya langsung masuk lagi ke kamar tidur dan berganti pakaiannya untuk pergi bertemu dengan Serra.


Dia harus buru buru pergi, serra orang yang tepat waktu. tahu benar jika Serra sangat tidak menyukai seseorang yang membuang waktu secara percuma.


"Andien emang kamu sering tidur di sini?"tanya Romlah dengan curiga. dia melihat jika Andien sepertinya familiar dengan lokasi apartemen. seperti seseorang yang kerap kali datang dan menginap gitu.


"nggak sering sih tapi ada sekali-sekali itu ada kamar tamunya"jawab Andien seenaknya. dia menunjukkan kamar kosong yang sejatinya memang untuk di pakai sebagai kamar tamu.


hanya dengan kata seperti ini,


Romlah percaya dengan begitu mudahnya.


"Hem kapan-kapan kita tidur di sini yuk sepertinya nyaman semuanya lengkap, ntar aku tanya Mama mertua deh eh tante"kata Romlah yang segera melupakan isi otaknya tadi. sepertinya tidur di apartemen ini akan nyaman dan baik-baik saja. Dia juga ingin merasa bagaimana sensasinya tidur di sebuah apartemen mewah.


"Hei kamu ini nggak tahu malu sih Romlah, udah dikasih hati malah mintanya jantung" kata Andien.


Dia segera membuka buku pelajaran. Memang hari ini ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh mereka.


Lebih cepat pekerjaan selesai lebih cepat pula teman-temannya ini pulang ke rumah masing-masing.


Daripada menjawab pertanyaan yang tidak masuk akal lebih baik mereka langsung mengerjakan pekerjaan rumah .Biar teman-temannya kembali lebih awal.


Sebenarnya tidak masalah jika mereka mengetahui pernikahan ini. Namun bagaimana reaksi Robert saat itu .Tentu dia akan menyalahkan nya dan akan semakin membenci Andien setelah itu.


Masalah akan semakin panjang dan Andien mungkin tidak akan bisa menanganinya saat itu terjadi.


"Ndin kenapa sih nilai kamu untuk semester ini turun.Kita itu tinggal beberapa bulan lagi kan" kata Reni. Sangat disayangkan nilai Andien turun di saat seperti ini padahal mereka akan segera meninggalkan bangku SMA.


Andien tidak pintar-pintar amat tapi dia tidak pernah lewat dari 10 besar. Pada semester terakhir Andien duduk di nomor 13 bukankah hal ini agak mengkhawatirkan.


Andien segera mendesah dia tidak berpikir tentang pelajaran setelah menikah.Liburan semester juga dihabiskan dengan belajar banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga.


Waktu menerima lapor semester barulah Andien menyadari betapa dia sudah melupakan masalah pelajarannya.


Andien hanya memiliki beberapa bulan lagi setelah itu mereka akan melanjutkan ke universitas. Jika nilai terus-menerus turun bagaimana bisa dia pergi kuliah.


Setelah menikah Andien tidak berpikir sekolah itu berguna. itulah mengapa dia fokus pada Robert saja.


Tapi setelah pertengkaran kemarin. Andien pikir dia harus mengandalkan diri sendiri


daripada mengandalkan orang lain meskipun statusnya sebagai suami.


Terlebih lagi Robert mengancamnya dengan status janda.Di mana dia bisa menghidupi diri jika sudah begitu.


"aku ada sedikit masalah tapi sekarang sudah sedikit nyaman jadi jangan khawatir nilaiku akan naik lagi"kata Andien dengan serius.


"bener tuh Din jangan kayak si Romlah mikirnya laki-laki mulu"ujar Safitri. Dia dan Romlah seperti musuh bebuyutan.


"Heh aku mikirin pacar tapi nilaiku nggak jeblok, bego"kata Romlah yang mulai membela dirinya sendiri.


Tapi Romlah benar meskipun dirinya tidak pintar-pintar amat namun Romlah tidak pernah memiliki masalah yang membuat nilainya turun seperti Andien.


lagi-lagi Andien mengganggukan kepalanya setuju.Dia harus belajar seperti Romlah si goreng pisang. Jangan mencampuradukkan masalah satu antara dengan yang lain.


Semua orang berbicara Robert segera keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi.


Andien mengatakan jika Robert sebenarnya sering keluar malam dan kembali lebih larut.Jadi mereka tidak heran dengan Robert yang akan keluar lagi.


"mas mau keluar lagi ?"sapa Andien terburu-buru. dia tiba-tiba menjadi lupa jika ada teman-temannya di sini. Introgasi khusus dari seorang istri ketika suami ingin mencari jajanan di luar.


Temannya langsung saling pandang melihat perilaku Andien yang tidak biasa ini.


"aku akan keluar bersenang-senanglah kalian di sini ya"kata Robert yang bahkan tidak melihat mata andien yang terlihat khawatir.


"Oke , tapi usahakan pulang lebih awal mama tadi sudah meminta aku menyebutkan ini padamu" kata Andien lagi.


Hatinya kian yakin jika Robert sebenarnya memiliki kekasih. Tapi kenapa Robert tidak pernah menyebutkannya sampai sekarang bahkan dia cenderung menyembunyikannya dari Andien.


Robert segera mengernyitkan dahi ketika mendengar perkataan itu apakah benar mamanya mengatakan itu pada Andien.


Terkadang Robert ingin memberontak tapi jauh di dalam hatinya. Dia juga ingin menjadi anak yang berbakti. Sebab itulah dia ingin jika mama menyadari kebaikan hati Serra lebih dulu.


Jika dipikir sebaliknya mama juga ada benarnya. Serra terkadang membawa pengaruh buruk pada diri robert sendiri.


Buktinya jika ada Sera Robert mulai berani minum-minum. Meminum minuman keras hanya dilakukan Robert hanya untuk Serra.


Mungkin karena rasa cinta jadi Robert sulit menolak apapun permintaan dari Serea.


Selain itu dia tidak akan pernah melakukannya justru karena dia tahu itu adalah dosa besar.


Kebelakangan ini dia bahkan menganjurkan Serra untuk meminum jus di cafe atau sekedar meminum minuman berkadar alkohol rendah.

__ADS_1


Tapi sebuah kebiasaan itu agak sulit diubah. Namun Robert berniat untuk mengubah nya Demi cinta. Robert sangat yakin jika Serra mampu melakukan itu.


"aku akan mengusahakan pulang cepat" jawab robert tiba-tiba. jawaban ini membuat hati Andien jadi meleleh.


Dia tidak mengharapkan Robert akan menjawab seperti itu. Mungkinkah Robert sudah berubah pikiran dengan idenya tentang perceraian.


Bahkan ketika Robert sudah pergi senyum Andien masih saja mekar di wajahnya. Dia seperti mendapatkan sebuah cahaya di saat kondisi dalam keadaan gelap.


"Eh din ada kopi nggak?"seru Reni yang membuat Andien tiba-tiba sadar.


"rumah sebagus ini masa nggak ada kopi bercanda kamu" kata Andien buru-buru.


"kirain sih"


"Boo kulkasnya penuh woi, Din di sini ada es krim aku minta satu ya?"kata Romlah padahal dia sudah mencomot nya lebih awal.


Apartemen mewah dengan kulkas yang penuh seperti ini adalah idamannya.Tujuan hidupnya, dengan begitu fix pak guru bahasa Inggris adalah target selanjutnya.


Romlah senyum sendiri saat dia pergi ke ruang tamu lagi. melihat Romlah dengan es krim di tangan semuanya buru-buru bangkit dan menyerbu kulkas.


Mereka melupakan benda kecil itu saat berbelanja tadi. Suasana makin heboh lagi dan membuat hati Andien yang cerah menjadi lebih cerah dari sebelumnya.


Wajahnya seketika mengatakan "ambil selagi lo mau".


Sementara itu Robert yang sudah bergerak menuju sebuah klub malam. Menyesal atas jawaban yang dia berikan tadi pada Andien.


Tidak seharusnya dia menjawab seperti itu. Serra terkadang sulit untuk diajak pulang. Bagaimana dia harus menyebut kata pulang dengan serra nanti.


Robert tidak memberikan harapan palsu untuk gadis itu. Walau bagaimanapun Andien adalah istri yang dia nikahi secara.


Bukankah Andien akan kecewa jika dia tidak kembali lebih awal seperti yang dia janjikan tadi.


"masa bodoh pernikahan ini juga tidak akan lama ngapain menjaga hati Andien ya nggak?"pikir robert.


Dia berusaha menekan rasa bersalah di dalam hatinya dengan pemikiran seperti itu.Mereka pada akhirnya akan bercerai jadi untuk apa membuat kesan baik kepada Andien.


Tapi semakin dipikir Robert semakin merasa bersalah. Dia merasa seperti seorang suami yang sedang pergi untuk berselingkuh.


Tapi apakah ini masih bisa di sebut dengan selingkuh?


Tak lama kemudian Robert tiba juga di klub malam yang mereka janjikan. di sana Serra sudah datang rupanya dia sudah menunggu dari tadi.


Ini bisa dilihat dari wajah Serra yang berubah murung saat Robert menepuk pundaknya.


"sorry Sera gue telat "kata Robert seraya duduk di kursi sebelah Sera.


gadis itu hanya bisa mendengus kesal sal selagi meneguk minuman beralkohol dari dalam gelas yang dia pegang.


"nggak juga sih hubungan aku dan dia itu biasa-biasa aja .Nggak gimana-gimana seperti yang kamu pikirkan. Aku sibuk dengan sesuatu berapa hari ini ,banyak hal yang tertinggal"? kata Robert beralasan tapi memang benar-benar itu yang terjadi.


Sayang sekali Serra bahkan tidak ingin mempercayai Robert.Dia merasa tidak nyaman ketika Robert lebih mengutamakan istrinya dari pada dia.


"Serra kamu ngapain sih,marah sama aku?"kata Robert lagi. Serra tidak berbicara untuk beberapa waktu padahal Robert sudah bertanya padanya tentang hal ini berkali-kali.


Sebenarnya Serra berangkat ke Bandung tadi pagi dia mengurus masalah perusahaannya di sana. siapa tahu di sana dia bertemu dengan papa Robert meski hanya dari jauh.


Tidak percaya apa yang dia lihat serra langsung bertanya pada koleganya siapakah Adam Zain.


Yang Sera tahu keluarga Robert masih di golongan menengah. Mereka adalah keluarga biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa dengan itu.


"jika tidak salah itu pak Adam Zain CEO dari Garuda cooperation. perusahaannya tidak besar tapi beberapa tahun ini mulai unjuk Gigi"kata sekretaris nya yang sudah bertanya pada seseorang.


Perusahaan keluarga Sera saat ini tidak memiliki hubungan kerjasama dengan perusahaan disebutkan oleh sekretarisnya tadi.


Meski begitu nama garuda corporation mulai didengar akhir-akhir ini. mungkinkah ini sebuah perusahaan yang baru saja dibangun.


"apakah ini perusahaan baru ?"tanya Serra pada sekretaris nya.


"tidak perusahaan ini sudah ada di hampir 30 tahun. Tapi lingkungan


nya hanya bergerak di sekitar Bandung saja.Pernah vakum beberapa tahun tapi mulai bangkit lagi setelahnya.Baru tiga tahun terakhir perusahaan ini mulai bergerak ke kota lain"kata sekretarisnya lagi.


Serra langsung membeku mendengar penerangan.Bukankah artinya selama ini Robert sudah berbohong tentang siapa dia sebenarnya.


Dia adalah anak satu-satunya yang tentu saja akan mewarisi segala nya sendirian.


Serra tidak tinggal diam,dia langsung mencari informasi tentang Garuda cooperation.Serra langsung marah besar karena nya.


Siapa yang percaya jika kekayaan keluarga Robert sebenarnya melebihi dari yang dimiliki oleh mantan suami Serra sendiri.


Robert bahkan tidak perlu membaginya lagi dengan para saudara karena dia adalah anak tunggal.


Hal inilah yang membuat Serra berubah pikiran tentang Robert. Dulu dia berpikir Robert sama saya jadi tidak layak untuk dia pandang sebagai seorang pria.


Robert hanyalah sosok sebagai pengganti.


Sekarang dia berpikir Robert adalah pria terbaik yang bisa mendampinginya .Lebih dari para mantan-mantan yang terdahulu. Bahkan jika dibandingkan dengan mantan suami Robert 10 kali lebih baik.


Robert juga sosok yang mengerti dia selalu meluangkan waktu kapanpun Serra mau. Sayang sekali Robert sudah menikah dan dia tidak memiliki kesempatan untuk menarik Robert di sisinya lagi.

__ADS_1


Ini yang membuat suara kesal sebenarnya. Tapi Robert terlanjur menganggap kesalnya Serra karena dia datang sedikit terlambat dari jadwal yang seharusnya.


"Sera bicara dong dari tadi aku bicara sendirian apa sebenarnya yang kamu pikirkan hen?"tanya Robert yang merasa tidak nyaman. Karena dari tadi Serra tidak berbicara apapun padanya.


"Robert"kata Sera seraya mengguncang lagi gelas kaca berisi alkohol itu.


"katakan padaku apa yang membuat kau marah saat ini Serra. jangan bilang kau sedang jatuh cinta lagi, hem"kata Robert yang merasa masam dengan kata-katanya sendiri.


Dia juga memesan minuman beralkohol namun dengan kadar yang rendah.Tidak sama seperti Serra yang menyukai sesuatu yang lebih keras daripada itu.


"aku terlambat menyadarinya Robert aku terlambat dan aku sangat menyesalinya sekarang" kata Serra yang sengaja menundukkan kepalanya lebih dalam.


"Apa, apa yang kau sesakan katakan padaku tidak biasanya kau menyembunyikan sesuatu dengan sahabat mu ini?" Robert juga memutar gelasnya sedikit sebelum menelannya dalam sekali teguk.


" aku terlambat menyadari jika sebenarnya aku menyukaimu sebagai seorang laki-laki bukan sebagai seorang sahabat"kata Serra


"Ehh Serra apa kata mu?"Robert pikir telinganya bermasalah apalagi klub malam ini memang sedikit berisik.


Tapi tidak ayal jantungnya berdegup lebih kencang karena perkataan Serra yang disengaja itu.


"maaf Robert aku mengecewakanmu sejak kau mengatakan sudah menikah baru aku menyadari arti dirimu untukku yang sebenarnya.Maaf Robert kupikir kita tidak bisa berteman lagi sekarang" Serra bangkit dari kursinya dia seperti ingin meninggalkan tempat waktu dengan cepat.


Robert secara refleks menarik ditangan Serra dan memeluknya dengan erat .Ini adalah hal yang paling dia ingin lakukan sejak dulu tapi tidak bisa karena statusnya sebagai seorang sahabat.


"lepaskan aku obat lepaskan jangan kau buat luka ini menjadi lebih besar. pantas saja aku tidak pernah merasa bahagia dengan mantan suamiku. kenapa baru aku sadar sekarang jika semua itu ada karena kamu Robert?" kata Sera yang bertindak seakan-akan dia merasa sedih dan tertekan di saat yang sama.


Tentu saja Robert merasa senang dengan ini .Dia tidak tahu jika Serra hanya berpura-pura yang jelas hatinya sedang menari dan ingin terbang ke langit karena kata-kata ini


"tidak Sera bagaimana bisa aku melepas kamu kau tidak tahu aku sudah mencintaimu sejak kita kenal dan itu sudah hampir 7 tahun Serra.Tujuh tahun"kata robek yang langsung menekankan kata-kata 7 tahun.


Robert benar-benar jatuh cinta pada sosok Sarah. Sejak mereka pertama kali masuk ke universitas yang sama.


Selama 4 tahun di universitas Robert hanya bisa memposisikan dirinya sebagai seorang sahabat bagi Serra.


Di depan matanya Sera sering gonta-ganti pasangan bahkan sering pula curhat tentang masa-masa indahnya dengan para mantan.


Sedangkan Robert sama sekali tidak pernah berani mengutarakan rasa ini.Karena takut Serra akan langsung menghindarinya.


Setelah tamat dari universitas mereka berpisah tapi tetap menjalin komunikasi yang tentu saja masih sebagai seorang sahabat.


Dan itu masih terjadi sampai saat ini. Sampai detik ini tidak ada satu gadis pun yang pernah menempati ruang hati Robert selain daripada Serra.


"apa maksudmu dengan 7 tahun Robert katakan padaku apa maksudmu ,aku tidak mengerti" seru Serra yang lagi-lagi hanya berpura-pura.


Sebenarnya Robert juga tidak jelek. Dia masih tampan apalagi sekarang kenyataannya Robert adalah anak jutawan yang tidak memalukan jika disebut sebagai pasangan.


Robert kembali menarik Serra agar duduk di tempat semula.Dia tersenyum dan menatap mata Serra secara langsung .Hal yang tidak pernah berani dia lakukan dalam kurun waktu 7 tahun itu.


"aku mencintaimu sejak 7 tahun Sera dari dulu sampai sekarang hanya kau yang menganggap aku seorang sahabat. Aku mencintaimu dan itu tidak pernah berkurang sama sekali" kata Robert dengan mata bersinar.


"apakah kau berkata benar Robert kau tidak berbohong padaku kan hanya takut aku merasa sedih?"


"tidak Sera aku serius aku mencintaimu dari dulu. sekarang aku sangat senang jika kau sudah menyadari cintaku. terima kasih Serra " kata Robert dengan gugup dan dia memeluk lagi Serra.


Sera yang dia peluk tiba-tiba menangis terisak-isak. dia bahkan tidak menyembunyikan air matanya yang jatuh.


"Serra?"


"untuk apa lagi Robert ,tidak ada gunanya. Jau ingat kau itu sudah menikah dengan gadis yang jauh lebih muda daripada aku .Mungkin dia jauh lebih cantik daripada aku apa gunanya cinta ini?"setelah berkata begitu Serra bangkit lagi dan dia bergerak untuk menjauh dari Robert.


entah bagaimana dia yakin Robert akan mencegahnya untuk pergi. Seperti yang dia duga Robert datang lagi dan memeluknya dari belakang.


tidak Sera apapun yang terjadi aku hanya menyukaimu aku hanya mencintaimu dia adalah orang baru yang akan pergi setelah beberapa saat percayalah padaku"


"apa maksudmu Robert?


"mungkin tidak sekarang tapi beri aku waktu beberapa saat lagi kami akan bercerai percayalah . Andien memang masih muda tapi dia tidak akan pernah bisa menggantikan kamu di hatiku" kata Robert lagi dengan serius.


Serra membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Robert lagi dengan tidak kalah serius. Serra memiliki banyak pengalaman dalam hal seperti ini.


"bisakah aku mempercayai ucapanmu Robert?"


"ucapan siapa lagi yang bisa kau percayai Sera yakinlah kami akan bercerai mungkin tidak akan lama lagi" kata Robert dengan hati bahagia.


Dia berencana untuk menceraikan Andin mungkin dalam dua atau tiga tahun kedepan. Tapi setelah Serra mengaku padanya Robert berubah pikiran. Agar mereka bisa bersama secara terang-terangan hubungan dia dan Andien harus diselesaikan secepat mungkin.


Robert juga tidak ingin Serra diberi label sebagai seorang pelakor. jika ada seorang pelakor itu hanyalah Andien. Seseorang yang datang di tengah-tengah mereka berdua.


"Serius?"


"aku serius aku janji"


Serra tiba-tiba menjatuhkan dirinya dan memeluk Robert seraya menangis. Di dalam hati dia tertawa terbahak-bahak. Betapa mudahnya menarik Robert ke sisinya lagi.


Untung saja dia belum terlalu terlambat.


Malam itu untuk merayakan kebersamaan mereka berdua. Robert dan Serra lagi-lagi menghabiskan waktu sampai Subuh. Sementara di rumah Andin lagi-lagi tidak bisa tidur menunggu suaminya kembali.


Bukankah Robert sudah mengatakan jika dirinya akan kembali lebih awal. Tapi kenapa dia lagi-lagi tidak kembali seperti malam-malam sebelumnya.

__ADS_1


Hati Andien berdenyut lagi, kiranya Robert benar-benar memiliki seorang kekasih. Dan dia hanyalah istri Yang tidak dianggap.


__ADS_2