
Dua jam kemudian Andien belum juga bisa tertidur siang. Seperti yang direncanakan sebelumnya. Bukannya tidak nyaman tiduran di ranjang sederhana seperti sekarang.
Tapi hatinya tiba-tiba merasa tidak nyaman tidak tahu kenapa.
saya dari tadi dia hanya membolak-balikkan tubuhnya sampai bisa menutupkan mata. karena sedikit bosan pada akhirnya Andien keluar dari kamar dan duduk di depan rumah.
Di depan rumah pak Auzarudin ini ada sebatang pohon jambu air yang membuat nyaman duduk di bawahnya. Apalagi memang ada kursi kayu buatan tangan di sana.
Mungkin karena tidak ingin mengganggu istirahat andien ,jadi tidak ada orang di rumah sama sekali.
Sepuluh menit duduk di bawah pohon itu tiba-tiba, istri dari pak auzaruddin ini tiba bersama seorang gadis muda usia 27 tahun.
Dia adalah anak perempuan dari pak auzar yang sudah menikah tapi memiliki rumah masih satu desa yang sama.
Sebut saja namanya Cece.
Saat Andien tinggal di sini dia juga berteman baik dengan cece .cece sudah memiliki dua anak dan suaminya adalah pekerja serabutan.
Mengetahui jika Andien tiba hari ini, dia tentu saja buru-buru datang ke rumah orang tuanya .Hanya saja Andien dikabarkan ingin istirahat tidur siang jadi dia memilih untuk berbicara di rumah tetangga.
Siapa tahu ketika kembali didapati Andien sudah duduk di bawah pohon jambu air.
"hai Andien udah bangun ya" sapanya dengan ramah, Andien yang tidak bisa tidur ini tidak akan mengatakan hal itu.
"Ah aku mungkin kelelahan jadi tidurnya nyaman banget pas bangun nggak ada orang di rumah jadi bingung sendiri"kata Andien yang pura-pura.
Cece mengambil tempat di depan Andien dia duduk dan tersenyum menatap Andien.
"aku senang deh kamu masih seperti Andini yang kemarin"
"loh emangnya aku bisa berubah jadi apa?" tanya Andien yang tertawanya.
"Hihihi kamu sisi aja bilang kayak gitu emangnya Andien bisa berubah jadi Superman atau spider-man?"kata istri pak auzarudin.
"ah maaf ya Andien sebenarnya aku tuh berpikir kamu itu bakalan jadi sombong .secara kan udah jadi anak orang kaya, mana mau kenal sama kita-kita yang melarat ini. tapi syukurlah kamu masih Andien yang kemarin"kata cece tidak menyembunyikan apapun.
Setelah bergaul didapati Cece sebenarnya orang yang sebelas dua belas dengan romlah yang berbicara mengikuti kata hatinya tanpa berpikir tentang perasaan orang lain.
Namun begitu Andien merasakan Cece ini orangnya tulus dan tidak neko-neko. Cece hanya asal sebut tapi tidak pernah berpikiran buruk.
"gimana aku berubah aku juga asalnya orang yang susah kok, Hahhah"
"Ohh ibu ngerujak yuk, tadi pagi aku lihat ibu itu beli nanas kan sama ketimun, kebetulan ada Andin yuk kita ngerujak"kata Cece.
Kebetulan sekali jambu air sedang berbuah dan buahnya cukup lebat. Ada beberapa yang sudah matang, mungkin cocok dibuat rujak di tengah cuaca panas seperti ini.
"Oke"ibu Cece menganggukkan kepalanya dan berlari ke belakang saat tiba lagi ke depan dia sudah membawa bersama pisau dan beberapa atribut lagi.
Dia benar-benar membuat rujak sederhana di bawah pohon jambu.
Ini pakai gilingan batu besar , sementara cece dan Andien membantu mengupas dan membersihkan semua buah. ibu Cece ini menggiling beberapa bumbu rujak.
Belum kelar ngerujak tiba-tiba ada ibu-ibu yang lewat. Mungkin orang desa sudah seperti ini jadi tanpa malu dia duduk bersama dan pada akhirnya gabung untuk merujak bersama-sama.
Datangnya dua ibu-ibu ini membuat Andien tidak perlu lagi membantu membersihkan buah. Semua diserahkan pada mereka sedangkan Andien tinggal bersihnya saja
"aku dengar kamu pengen membeli tanah yang di sebelah ya?" tanya seseorang ibu-ibu sambil mengupas memotong kecil-kecil jambu air.
'rencananya sih gitu ini lagi nunggu tuan tanahnya hehehe"
"sebenarnya sih masih ada yang tertarik dengan tanah itu hanya saja karena si nenek yang banyak gaya hingga orang pada surut biasalah semua orang takut dengan sengketa tanah"
"sebenarnya apa sulitnya sih tinggal tarik aja nenek ke meja hijau gitu aja kok repot kata ibu-ibu yang lain menimpali.
"memang tapi masalahnya jika dilaporin ke polisi urusannya bakalan lama.Nggak bakalan habis dua atau tiga bulanan. mungkin juga pakai hitungan tahun baru kelar"kata Andien yang menerima kiriman sepiring rujak pedas.
__ADS_1
ini benar-benar rujak yang cocok dimakan pada siang bolong seperti sekarang. Apalagi ada air es sebagai temannya cukup sederhana tapi lumayan lah bisa bantu ngegosip.
"gimana rasanya Andien enak nggak sih ?"tanya ibu Cece.
"enak banget kok apalagi dimakan bareng-bareng seperti sekarang . rasanya nggak cukup sepiring hahaha"kata Andien dengan jujur.
Tidak banyak buah di dalam nya,hanya ada jambu air mentimun dan nanas matang.Di tambah dengan cebe rawit, gula merah dan kacang tanah goreng,rasanya maknyus abis.
Mereka semua makan dengan cara ini memang tidak mengenyangkan tapi inilah yang membuat hubungan personal di desa lebih nyaman daripada jika kita tinggal di kota.
"Andien sepertinya kamu itu harus hati-hati deh, tadi aku sempat melihat si kai membeli bensin cukup banyak"kata seorang ibu-ibu yang ikut prihatin.
Tanahnya bagus tapi ada penunggunya yang menyeramkan.
"Hem emangnya kai itu siapa?" tanya Andien belum mengerti.
"ah kai,kai itukan cucu si nenek, dia itu mantan residivis. di desa ini tidak ada yang memiliki masalah sama dia. kupikir otaknya udah nggak ada. kalau dia mau tuh sepeda siapa aja bisa diembat apalagi kalau sepeda motor yang diparkir di depan rumah"
"ah kalau gitu kan tinggal lapor aja lagi ke polisi biar ditangkap lagi"kata Andien yang berkeringat setelah memakan setengah dari rujak buah di tangannya.
"Hem percuma ntar juga dia lepas lagi. kalau dia lepas dia itu biasanya akan membalaskan pada orang yang melaporkannya. Mas dono kan, kasihan banget dia"
"Loh mas Dono yang di dalam gang kan?"tanya dini yang merasa kenal dengan sosok yang disebutkan.
"Ya itu, kemarin itu Dono kehilangan sepeda motor setelah diselidikin rupanya Akai yang ngambil dan menjualnya lagi dengan penadah. ya jelas aja dilaporin ke polisi apalagi memang ada bukti"
"Lalu?"tanya Andin mulai kepo.
"nggak tahu apa yang terjadi, polisi lepasin dia meskipun ada bukti-bukti juga , tapi katanya bukti itu nggak kuat. hanya satu hari setelah dia dibebaskan, mas Dono ini masuk rumah sakit dengan babak belur. katanya dia di pukulin sama Kai dan teman-temannya. kakinya sampai patah hingga kata dokter perlu istirahat lama"keluh ibu Cece pelan.
Ada apa dengan kepolisian kita, kenapa pria jahat seperti itu bisa lepas padahal buktinya ada. Inilah nasib orang lemah.
"tapi apa hubungan dia sama aku, kami kan hanya pembeli?"tanya Andien.
Deg...
"Tapi dia tidak akan nekad kan?"tanya andien yang mulai gugup.
"Siapa tau,otak nya kan udah di jual sama setan"kata Cece lagi.
Walaupun dia sudah berkeringat banyak karena mengkonsumsi rujak buah yang sebenarnya ada rasa pedasnya ini tapi dia masih menambah satu piring lagi.
Rupanya satu piring belum cukup untuk Cece.
deg
"kak Cece, kira-kira untuk apa ya bensin sebanyak itu?"tanya Andien yang masih gugup sekarang dia malah ketakutan.
"apa lebih baik aku nggak jadi beli aja ya? kan banyak tanah yang lain. buat apa cari uang kalau ujung-ujungnya kita modar"pikir Andien di dalam hati.
"Nggak tau juga sih tapi kita masih hati hati, siapa tahu dia malah marah fan membakar rumah ini.Kan untung tidak dapat malah kita rugi duluan "kata cece yang tidak menghitung perkataan yang sama sekali.
"Ah Robert?"tiba-tiba saja Andien terpikir tentang Robert.
Sebenarnya Robert ini ada di mana sih ?dia bilang tadi melihat sebuah pondok kecil di tanah itu. jangan-jangan beneran Robert ingin beristirahat di sana"pikir Andien gelisah.
Tapi siapa tahu jika...
Deg...
"tapi tidak mungkin Robert tidak mungkin sebodoh itu juga kan" pikir Andien lagi.
Selagi Andien yang sedang gugup memikirkan nasib Robert yang sekarang sedang beristirahat di tanah itu .Tiba-tiba pak Auzarudin datang.
"Hai pak Udin baru pulang ya, kami numpang rujak di sini ,mumpung jambunya sedang berbuah lebat"kata seorang ibu-ibu pada pak azaruddin yang baru tiba
__ADS_1
"silakan nikmati aja sepuasnya kalau bisa ambil aja dengan pohon-pohonnya sekali hahaha" kata pak auzarudin bercanda.
"Ah pak Udin ini, ini namanya sudah pelajaran verbal pak menghina banget sih, hehehe"
Cece yang melihat ayahnya datang tiba-tiba kabur ke dalam untuk mengambil satu piring baru dan sendok yang bersih.
Setelah kembali dia mengambil rujak dan menyerahkan pada ayahnya berikut dengan segelas air es.
"Andien maaf ya tadi aku baru saja menerima telepon, Tuan tanah itu katanya belum bisa datang hari ini. gimana kalau kamu itu nunggunya dulu di sini" kata pak auzarudin dengan rasa bersalah.
" tapi kalau boleh tahu kenapa ya pak?"
"Nggak tau, katanya sih ada masalah dalam keluarganya. jadi dia berjanji besok akan datang sebelum makan siang. jadi rencana kita batal hari ini"
"nggak apa-apa pak dengan itu aku juga memiliki waktu satu hari lagi untuk berpikir"kata Andien terus terang.
"lho kok gitu emangnya kamu berubah pikiran?"tanya pak ustad jangan langsung tidak semangat untuk memakan rujaknya.
Dia sudah mengatakan pada tuan tanah itu jika Andien berniat untuk membeli tanah itu meskipun ada masalah pada nenek. Tapi sekarang ambil tiba-tiba ingin merubah pikirannya.
"iya sih pak tapi sekarang setelah mendengar ada cucunya yang nekat gitu aku jadi takut"kata Andien.
"jangan takut ini akan menjadi urusan saya, aku sudah melakukan sesuatu untuk antisipasi"
"iya sih pak tapi kalau dia merugikan keluarga bapak gimana, Kan akunya yang jadi nggak enak"
"Hahaha siapa yang kamu dengarkan orang-orang ini hanya menggosip. kisah satu jengkal akan jadi satu hasta untuk mereka. jangan takut lah aku akan menjaminnya kok"kata pak auzarudin lagi.
Jika tanah ini memang jadi dibeli dia akan mengkoordinasinya dengan pihak kepolisian terlebih dahulu. Seandainya terjadi sesuatu dengan keluarganya dan tanah yang dibeli ini ,mereka akan menuduh kai langsung sebagai orang yang dicurigai.
kali ini adalah seorang residivis yang kerap kali melakukan banyak hal yang merugikan orang di sekelilingnya.
Dia bodoh jika melakukannya lagi setelah berkali-kali. Apalagi dengan alasan yang memang tidak masuk akal seperti itu.
"kalau masalah uang sih akunya nggak apa-apa tapi ini kan masalah keselamatan pak"kata Andien yang lagi-lagi berdalih.
"nggak apa-apa tenang aja, kok.Kai sudah dibawa ke kantor polisi kemarin dan menandatangani kesepakatan. jika terjadi sesuatu di lahan itu atau seseorang yang akan dirugikan di masa depan dia akan menjadi tersangka dan diciduk serta mata. jadi sebenarnya kayak ini lebih takut daripada kita saat ini hahaha" kata pak auzarudin lagi dengan tertawa kecil.
"Loh kapan Kai menandatangani berkas seperti itu di kantor polisi, kenapa aku nggak tahu ya?"kata ibu ibu di samping Andien yang merasa terkejut.
Ini adalah sebuah informasi baru yang artinya akan ada gosip baru yang bisa mereka perbincangkan. Anehnya dia baru sekarang mengetahuinya pada saat ini.
Padahal jika ada berita seperti ini dia adalah orang yang nomor satu mengetahuinya.
Aneh saja jika dia adalah orang kedua setelah itu.
Andien juga dibuat menyerah karena gosip ini.Tapi setelah dibujuk berkali-kali oleh pak auzaruddin pada akhirnya Andien menyerah. Pak auzaruddin sendiri benar-benar menginginkan ini untuk mencari rezeki yang berkesinambungan untuknya dan keluarganya tentu saja.
Jika proyek ini tidak jadi dilakukan bukankah dia sendiri akan lebih besar. Selain dia selain pak auzaruddin dia juga akan menarik menantunya untuk bekerja bersama-sama.
Ini sebenarnya ada proyek kecil tapi bagi pak auzaruddin yang orang kalangan rendah tentu saja menjadi proyek besar.
Dia tidak perlu bekerja keras hanya perlu menjadi pengawas lapangan saja. setelah rumah peta ini jadi dia juga akan ditugaskan untuk mencari dan mengutip sewa setiap bulannya.
Tidak digaji sih tapi sekian persen dari uang sewa itu akan jadi miliknya sebagai pengelola.
Bukankah ini sudah lumayan.
Setelah dibujuk sedemikian rupa, pada akhirnya Andien menyerahkan semuanya pada pak auzarudin. Karena tuan tanah tidak ada Andien harus kembali dulu ke Jakarta. Dia akan datang lagi besok, tapi masalahnya kemanakah Robert.
Entah kenapa hati Andien makin ke sini makin tidak nyaman saja. k
Kelopak mata Andien juga sudah melompat-lompat dari tadi. biasanya ini adalah sebuah pertanda yang buruk.
Memikirkan hal ini Andien merasa tidak lagi tertarik dengan sepiring rujak yang enak.Dia hanya berharap Robert akan cepat kembali dan mereka bisa meninggalkan desa untuk kembali besok.
__ADS_1