
Setelah membawa Andien ke dalam rumah singgah ini nyatanya Robert menjadi bingung lagi.
Pakaian mereka berdua benar-benar sudah basah kuyup. Jika terus seperti ini Andien bisa mengalami demam.
"ha aku ingat ada pakaian ganti di dalam mobilku"pikir Robert.
Dia menatap Andien yang tergolong lemah di atas dipan kayu.tanpa menunggu waktu robek segera berlari lagi keluar menuju mobilnya.
Sesampai di sana Robert masuk dan mengemudikan mobil langsung ke area rumah singgah, di mana dia meletakkan Andien.
Memang benar ada pakaian ganti tapi itu adalah pakaian nya, pakaian seorang pria.
Ada juga sebuah selimut yang memang selalu ada di bagasi belakang. Dia kerap pergi bekerja dan tidak tahu kapan akan terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan.
Karena itu beberapa hal seperti selimut dan bantal Leher juga di sediakan di sini.
Ada juga kotak P3K yang penuh dengan obat-obatan darurat.
Dengan cepat Robert membawa semua hal itu ke dalam rumah singgah.
Hal pertama yang dilakukan oleh Robert adalah menghidupkan api dari kayu bakar yang memang sudah tersedia sudut ruangan.
Tanpa kesulitan apapun Robert berhasil menghidupkan api dengan percobaan pertama.
Dengan cepat api unggun kecil ini menghalau udara dingin.
"An.. Andien?"panggil Robert pelan.
Sekarang tubuh Andien sudah basah dan Robert khawatir.Demam Andien akan semakin memburuk jika pakaian nya tidak diganti.
Jika dia masih suami Andien tentu saja robert tidak perlu membangunkan gadis ini dia bisa menggantinya sendiri.Tapi sekarang mereka sudah bukan muhrim lagi. Jadi Robert tidak mungkin melanggar larangan itu.
Andien sudah minum obatnya ,api juga sudah dihidupkan sekarang Robert hanya ingin berharap Andien bisa sadar secepat mungkin.
Yang dilakukan oleh Robert hanyalah mengusapkan handuk di wajah dan rambutnya agar Andien lebih hangat.
Hampir 20 menit kemudian Andin memiliki reaksi untuk bangun.
lama-lama Adit merasa sesuatu yang hangat di sekitarnya. kepalanya masih cukup berat tapi dia mencoba membuka matanya sedikit.
Tiba-tiba saja matanya yang menyipit itu membesar melihat siapa yang ada di depannya saat ini.
"Robert?"panggil nya.
"Andien,syukurlah kau sudah sadar Kenapa kau bisa hujan hujanan gitu sih. kau sudah demam sekarang"kata Robert menatap Andien dengan wajah senang.
Tapi di dalam hati dia juga masih menyimpan rasa kecewa. Sebelum pingsan Andien jelas memanggilnya dengan sebutan mas.Tapi sekarang malah Robert lagi,apa ceritanya ini.
"Robert kau masih hidup?" kata Andien dengan kepala yang masih berat.
"Hem aku masih baik-baik saja kok, kamu yang tidak baik,sekarang bangun dan cobalah ganti pakaian dulu. Tubuhmu basah semua nanti demammu akan semakin parah kalau tidak diganti"kata robert pelan.
"Tapi...
"ayolah aku tidak akan securang itu melihatmu tanpa pakaian kan, hehehe"
Robert menemukan tali plastik di dinding. Dia mengikatnya pada ujung ke ujung, tinggal letakkan selimut di atas tali sehingga membentuk tirai kecil.
Di balik tirai Andien bisa mengganti pakaiannya juga.
"sebaiknya kita pulang saja kan kamu bawa mobil?"
"Ini udah malam, tidak ada lampu jalan sehingga khawatir kejebak. mari kita tunggu pagi ya. lagi pula tubuhmu tidak kuat.istirahat dulu di sini satu malam dan jangan khawatir aku tidak akan melewati batasan kok"kata Robert tulus.
Andien hanya bisa menganggukan kepalanya dengan lemah.entah kenapa kali ini dia merasa percaya dengan apa yang dikatakan oleh Robert.
Melihat Robert masih hidup, hati Andien berteriak kegirangan. Tapi tubuhnya begitu lemah sehingga dia tidak bisa merefleksikan kegembiraan ini.
"Hem,aku ganti"kata Andien malu.
Walaupun dihalangi oleh selimut sebagai tilainya. Tapi tetap saja akan canggung mengingat Robert hanya satu meter saja dari Andien saat ini.
Mereka berdua adalah pasangan suami istri tapi itu dulu.
Dengan hati-hati Andien mencoba bangkit melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya saat ini termasuk dengan pakaian dalam.
"Hanya kaos?" tanya Andien lemah.
"Hem maaf ya hanya kau yang ada di dalam mobilku saat ini. itu adalah pakaian gantiku dia saat darurat. tapi tidak apa-apa ini hanya sebentar kok. kalau sudah pagi, masuk mobil dan kita langsung pergi ke kota.nanti aku akan memberikan pakaian ganti dan kau bisa menggantinya di dalam mobil"Kata Robert.
Pakaian ini tidak mungkin kering sampai besok pagi. Jadi jalan terbaik adalah untuk pergi membeli pakaian di kota. Untuk meninggalkan Andien di sini juga tidak mungkin jadi Robert masih akan membawa Andien bersama nya.
Andien juga setuju dengan pengaturan yang dibuat oleh Robert. Ini adalah jalan satu-satunya.
Tidak mungkin juga dia kembali ke rumah Pak Auzar untuk meminta pakaian ganti. Ini sangat memalukan jika diketahui oleh keluarga itu.
Tidak lama kemudian Andien selesai berganti pakaian dengan kaos Robert. Kaos ini cukup pas untuk Robert tapi dipakai oleh Andin jadi terlihat kebesaran.
__ADS_1
Karena tidak ada dalaman nya ,ini membuat suasana jadi aneh sendiri.Untung masih ada selimut yang bisa dipakai Andien.
Hanya saja dia tidak bisa bergerak dari ranjang kayu itu.
Begitu Andin mengatakan jika dia sudah selesai, baru kemudian Robert berani membalikkan tubuh nya.
Andien yang cantik sekarang terlihat seksi di matanya.Dia duduk dengan malu malu hanya dengan selimut sementara rambut nya yang basah membuat Robert berdebar-debar sendiri.
Mau tak mau dia berfantasi dengan gambaran aneh.
Benar kata pak ustad,jika sudah berduaan , yang ketiga adalah setan.
"Ehem.ehem,an kau kau lapar?"
"Hem "
di dalam rumah singgah ini sama sekali tidak ada makanan tapi ada panci kecil yang disediakan di sudut. Dengan panci itu Robert sudah memasak kan air hujan sehingga bisa diminum.
Ada juga sebuah gelas plastik,mungkin orang sudah bersiap-siap terlebih dahulu dan menyediakan beberapa hal di sini.
Air yang sudah matang itu dimasukkan ke dalam gelas dan diberikan pada Andien.
"tunggu sampai dingin oke" Kata Robert pada Andien.
Meskipun air ini belum bisa diminum tapi jika dipegang mungkin bisa membuat tubuh Andien lebih hangat. Andien diam tapi dirinya menggangguk.
Dia tidak berani menatap Robert karena saat ini Robert tidak memakai pakaiannya, dia hanya bertelanjang dada. Melihat ini tentu saja Andien malu untuk menyapanya.
Jika ini adalah suaminya tentu saja Andien akan gembira dan memeluk Robert tanpa aba-aba.Mereka akan berbahagia menghabiskan waktu di tempat sekecil ini.
Tapi sayang sekali...
Meskipun demikian tidak dipungkiri ada ada barang hati yang menginginkan kedekatan yang lebih intim pada mantan suaminya itu.
Hal-hal seperti inilah yang membuat Andien bertambah malu dan membuat dirinya semakin menyusut ke dalam selimut nya.
"Robert mana pakaianmu?"
"Hehehe sebenarnya aku hanya ada sepasang pakaian ganti. kita berdua basah jadi aku memberikan atasannya padamu dan memakai bawahannya untuk diriku sendiri.Tidak masalah kan?" kata Robert lagi dengan santai.
Hanya robert yang tahu bagaimana gugupnya dia saat ini.Jantungnya saja seakan-akan mau copot sangking kerasnya dia berdetak.
Mendengar ini Andien malu lagi.
Robert segera membuka biskuit rasa kelapa untuk Andien.mereka sama saya tidak mempunyai makanan robek juga tidak pernah menyimpan makanan di dalam mobilnya.
"Kau tau, aku bertemu dengan pria tua di rumah yang terbakar itu. kami sempat berbicara lebih dari satu jam loh. Dia orangnya sangat baik dan juga mudah bergaul.Mengetahui jika aku akan pergi ke sini dia mengirimkan aku satu bungkus biskuit ini. Siapa tahu sekarang dia sudah tidak ada lagi di dunia.Ckckck"kata Robert yang mendesah.
"usia manusia itu tidak ada yang mengetahui kita hidup di hari ini tapi Siapa yang bisa menduga di hari esok" sambung Robert lagi.
Robert Hanya mengingatkan dirinya sendiri tentang peristiwa hari ini. dia memang sangat menyayangkan pria tua itu.Tapi siapa yang menyangka jika kata-kata ini malah membuat Andien mengenang rasa sakit akan kehilangan Robert saat itu.
Air mata Andien mulai mengalir lagi tapi dia tidak bisa berkata kata.
"Andien kok kamu nangis, kepalamu masih sakit ya?"tanya Robert yang mulai khawatir melihat kondisi Andin.
Andien menggelengkan kepalanya dengan lemah tapi dia masih saja menangis pelan.
Robert yang khawatir mendekati Andien dan mengambil gelas air hangat di tangannya. Dia meletakkan gelas itu di sudut yang jauh.
Dengan lembut diletakkan punggung tangannya di dahi Andien untuk merasa apakah gadis ini tambah panas.Dia tidak memiliki termometer dalam mobilnya sama sekali.
Semakin Andien diperlakukan seperti itu oleh Robert dia semakin saja merasa sedih.
Robert ingin bertanya lebih banyak tapi siapa yang menduga jika Andien malah memeluknya dan menangis di dadanya.
"Mas..aku pikir kau yang terbakar huhu aku takut mas"kata Andien.
"An kamu,kamu panggil aku apa? Andien mas nggak salah dengar kan?" tanya Robert yang menarik wajah Andien dari dadanya.Dia ingin melihat wajah Andien dengan jelas.
Jangan sampai ini hanya telinga nya saja yang bermasalah.
"Mas" desah Andien yang malu.
Setelah berkata begitu dia langsung membenamkan wajahnya lagi di dada Robert.Segera saja dada Robert basah dengan air mata Andien.
"Andien kamu, kamu mau menerima aku lagi kan, kamu serius kan sayang?"tanya Robert yang tidak percaya.
Andien yang bersembunyi di dadanya hanya mengangguk kepala nya saja tanpa melihat.
Saat ini Robert jelas jelas tidak memakai pakaian jadi udara memanas dengan cepat.
Laki laki mana yang bisa tahan dengan situasi ini.Di mana yang pria tanpa atasan yang wanita pula tanpa bawahan .
Sepasang insan berbeda jenis saling berpelukan di dalam ruangan kecil dengan api unggun.Sedang kan di luar hujan masih turun dengan lebat nya.
"Andien kita rujuk oke,mas takut kamu berubah pikiran lagi sayang"kata Robert tiba tiba
__ADS_1
Andien mengangguk pasrah.
Ketika menyadari jika Robert sudah terbakar oleh api. Hatinya merasa sakit dan pada saat itu barulah dia menyadari jika hati nya sebenarnya adalah milik Robert.
Dia hampir mati mengingatkan situasi itu.
Tanpa disadari Robert sebenarnya sudah berakar kuat di dalam hatinya. Kehilangan kedua orang tuanya dulu tidak sesedih ini.
Andien berpikir dia hanya keras kepala dan tidak ingin menerima Robert hanya berdasarkan keegoisannya semata.
Tapi pada saat dia berpikir Robert sudah meninggal dunia.Pada saat itulah dia mengatakan pada diri sendiri.
Jika waktu bisa diputar dan dia bertemu lagi dengan Robert. Andien masih akan menikahi Robert terlepas dari keberadaan Serra.
Andien akan tetap mempertahankan pernikahannya dan tidak akan pernah membiarkan perceraian itu terjadi.
Dalam setahun ini Andien benar-benar merasakan ketulusan hati seorang Robert.
Setiap manusia memiliki kesalahan dan semua orang memiliki kesempatan kedua untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Mungkin Andien tidak perlu memberikan Robert kesempatan kedua jika dia tidak memiliki hati.Tapi masalahnya hati Andien memang untuk Robert dari dulu sampai sekarang.
Setelah begini kenapa Andien harus mengkhianati hati nuraninya sendiri.
Kenapa juga masih berkeras kepala yang hanya berakhir dengan kehilangan.
Hanya setelah kehilangan itu dia menyadari keberadaan Robert.
Nyatanya sekarang robert tidak meninggal sama sekali dan Allah sudah memberikan kesempatan kedua dan membuka mata Andien untuk menerima robert lagi.
Jika ini adalah artinya mereka akan rujuk dan kembali pada pernikahan. Lalu kenapa dia tidak menerimanya.
Cinta adalah sesuatu yang tidak pasti. Tapi cinta adalah awal dari segalanya. Di mana dalam cinta ada banyak godaan, pengorbanan, pengertian dan kebersamaan juga rasa tanggung jawab.
Jika cinta sudah dirangkai dengan segala sesuatunya maka itulah yang disebut dengan keabadian cinta.
Orang yang paling bahagia di situ tentu saja adalah Robert. Kata-kata inilah yang ingin dia dengar dari Andien.
"Alhamdulillah ya Allah engkau sudah menunjukkan jalan untuk kami bersama lagi.Alhamdulillah ya Allah"kata Robert berulang ulang.
Melihat Robert yang berlaku seperti itu Andien bertambah malu.Dia malah menyusut ke sudut dan menyelimutkan dirinya dari ujung kaki sampai kepala.
"Hahaha istriku pemalu ya Allah hahaha"
Tidak peduli walau bagaimanapun Andien adalah istrinya dari dulu sampai sekarang. Meskipun mereka sempat bercerai juga.
Tapi untuk rujuk mereka harus menikah ulang.
Walaupun robek baru sabar pikiran jernih tapi perasaan hatinya yang tidak senang segera mengkhianati.
Dia memeluk Andien yang saat ini menjadi kepompong kecil.Pelukan Robert yang secara tiba-tiba membuat Andien di dalam selimut menjadi lebih hangat.
Meskipun ada perasaan sedikit sesak tapi hatinya gembira.
"mulai sekarang kau adalah istriku dan tidak akan pernah aku lepaskan lagi.Sayang mas sayang Andien. pulang dari sini mas halalin kamu ya"kata Robert senang.
"Nggak mau"jawab Andin.
"Lho kenapa nggak mau di halalin sih,mau kumpul kebo,ayo mas siap kok" kata Robert bercanda.meskipun belum nikah ulang tapi kalau icip dikit boleh nggak ya. Minimal ciuman gitu hehehe..
"Mas,aku mau nikah yang normal.Di lamar juga ada pesta nya"kata Andien di balik selimut.Dulu mereka menikah secara dadakan sekarang mereka memiliki kesempatan untuk menikah secara normal.
Jika bisa normal kenapa harus dadakan lagi
"Oke lah nggak apa apa,mas ngerti kok hehehe" Kat Robert cepat.
Dia akan menikah lagi dengan gadis yang sama di kali kedua.Tapi kali ini benar-benar akan menjadi pernikahan yang berbeda dari sebelumnya.
"An minta Depe ya,dingin sayang"
"Apa?"
"Bibir aja, boleh ya?"
"Nggak boleh"
"Dikit aja, hehehe tadi bisa kan hehe"
"nggak mas,itu terlanjur"
"Ayolah sayang Hem"
"nggak ah"
"An..
"Mas....
__ADS_1
Di dalam gubuk itu terjadi pertengkaran dengan antara pasangan yang mau rujuk. Tapi di bawah curahan air hujan di malam gelap sebenarnya tidak ada seorang pun yang mendengar pertengkaran itu.
Tapi itu bukan pertengkaran biasa hanya sesuatu yang indah.