Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Ke Bandung


__ADS_3

Pagi hari di bumi perkemahan.


Berbagai aktivitas Pramuka meramaikan suasana untuk terakhir kalinya.Rangkaian pemberian hadiah atas event event yang di lakukan selama lima hari di sini.


Group Andin berhak mendapatkan hadiah centong nasi dengan wajan kecil atas partisipasi dalam event masak memasak di lapangan terbuka.


Untuk hadiah kecil ini, Tim Andin sangat bersemangat sekali.Padahal hadiahnya sangat kecil.


Tapi semangat untuk bersaing lebih penting dari pada hadiah nya.


Tim olahraga pria malah nggak dapat apa apa tapi justru mereka yang paling semangat lagi.


Banyak gadis gadis cantik di sini tentu saja mereka tidak lupa untuk tebar pesona.Meminta no Wa seperti nya adalah sebuah kewajiban untuk mereka.


Andin juga tidak kalah populernya saat ini.Sudah ada beberapa pemuda yang datang.minta no tapi Andin hanya menunjuk HP nya dengan tidak bisa internetan itu.


Malu sih enggak, Andin hanya bergerak untuk menghindari masalah.


Lagi pula dia tidak peduli dengan pria manapun sekarang.Dia sudah punya gandengan.


"Anak anak sekarang kita bisa kembali,mari pergi bersiap siap.Usahakan jangan ada yang tertinggal.Pejalanan jauh kita nggak mungkin untuk memutar lagi" kata Bu guru.


"Oke mem" semua murid menjawabnya dengan keras


Setelah itu semuanya bubar untuk mengemasi barang-barang mereka takut ada yang tertinggal.


Andin tak begitu fokus dalam hal ini dia hanya memutar bila matanya ke sana ke mari mencari Robert yang belum tampak dari pagi.


Mungkin status nya sebagai seorang guru mengharuskan dia sedikit terlambat.Maklum lah dia harus mengurusi murid muridnya sebelum berangkat.


Tapi sampai Andin sudah siap, Robert tidak menampakkan diri.


Andin mencoba memanggil nya tapi ia tidak mengangkat telepon dari Andin.


Mobil bus yang seharusnya di naikin Andin sebentar lagi berangkat ,haruskan dia naik bus sementara belum ada kejelasan dari Robert apakah dia ikut atau tidak.


"Hei Aan,naik lah cepat" teriak Romlah yang menepuk bahunya pelan.Dia sudah memanggilnya berkali kali tapi Andin seperti nya tak mendengar kan nya.


"Ya ayok lah,tadinya aku menunggu kakak sepupu ku tapi sepertinya tidak jadi " ucap Andin lemah.


Dia sudah menuggu tapi mungkin Robert tidak menginginkan nya.


Andin masuk ke bus bersama Romlah dia memiliki nomor kursi di samping Romlah lagi.


"Ada apa sih, jelek digituin tau"tegur Romlah.Kata guru setelah dari sini mereka bisa libur satu minggu .Jadi agak lama lagi untuk bertemu.


Apa mungkin si Andin udah kangen duluan ya.

__ADS_1


"Hem katanya mau bawa aku ke rumah nya untuk ketemu sama mama tapi sekarang nggak jadi,sebel nggak tuh"kata Andin pada Romlah.


"Sebel lah, wong dia nggak ajak gue hahaha " kata Romlah tertawa cerah.


Tin ..tin...tin..


Suara klakson mobil hitam terdengar berkali kali dan itu dari mobil Robert.


Andin yang baru duduk di kursi langsung berdiri dan meminta izin pada gurunya untuk pulang bersama kakak sepupu nya.


Dengan mudah guru memberi izin karena dia telah di kabari Robert sebelumnya.


Andin masuk ke mobil Robert yang memandang nya dengan wajah datar.


"Mas kok telat sih,aku udah nunggu lama, telepon juga nggak di angkat.


Di pikir nggak jadi"kata Andin kesal.


"Maunya sih tapi mama nelpon terus, terpaksa aja nih " kata Robert santai.


Sebenarnya Robert tadi sudah di jalan duluan. Tapi mamanya terus-menerus mendesak dan bertanya di mana Andin.


Dengan sangat terpaksa Robert memutar mobilnya dan di sinilah dia sekarang.


Tapi Andin berpikir apa yang dikatakan oleh Robert itu hanyalah kata-kata bercanda .Dia bahkan tidak memasukkannya ke dalam hati.


Andien berusaha memecah suasana dengan bertanya tentang beberapa hal. Namun Robert tidak menjawabnya dengan sungguh-sungguh


Pada akhirnya Andin menyerah dan dia berhenti mengoceh seperti radio tua.


Tak ada perbincangan berarti dari perjalanan ke bandung.Andin sesekali ngoceh tak jelas tanpa di jawab Robert.Sungguh batu es yang tampan.


"Mas ,apa kita tak perlu bawa buah tangan buat mama papa?"


"Nggak "


"Mas ,aku...


"Bisa diam tidak sih, bawel banget jadi orang !" bentak Robert .


Untuk beberapa menit mereka berdiam diri.Tapi Andin kembali memecah kan keheningan dengan menawarkan minuman mineral


"Mas minum?"


"nggak!"


"Mas nggak haus,apa nggak bisa minum karena sedang nyetir ?"

__ADS_1


!!!!?


"Mas ,mas udah punya pacar belum ?" tanya Andin. siapa tahu Robert memiliki pasangan yang tidak mudah dilepas. Andien pikir dia seharusnya bersiap-siap untuk mengalami fenomena ini .Maklum sajalah mereka menikah karena keterpaksaan saja.


!!!!?


"Mas ?" sapa nya lagi karena tidak ada jawaban dari Robert.


"Diam ku bilang,dari tadi ngoceh mulu, apa sih yang kamu pikirkan hah,hei dengar ya, jangan pikir pernikahan ini asli,kita bisa bercerai kapan saja .Mari berjanji setelah beberapa bulan kita bercerai ,kau tak akan rugi sedikit pun karena aku tak akan menyentuh mu" kata Robert setengah menjerit.


Dapat istri muda tapi cerewetnya kayak nenek-nenek, mamanya aja masih kalah.


"Mas jaga mulut mu mas,ingat kata adalah doa,jangan sampai ketika hal itu terjadi mas akan menangis menyesal" kata Andin bersungguh-sungguh


"Aku?menyesal?tak akan!" kata Robert lagi dengan yakin.


"Ya siapa tau nanti aku yang ingin berpisah malah kamu yang nggak bisa lepas iya kan ?"


"Huh jangan harap,tunggu kucing bertanduk baru aku percaya "


"Mas"


"Sudah diam sana!" pekik Robert yang mulai hilang kesabaran.


Andin menatap jendela kaca,dia tetap akan memantapkan hatinya.Suami adalah sesuatu yang harus di perjuangkan meski harus merendahkan diri menurut nya tapi apakah dia sanggup.


Andin dan Robert adalah orang yang belum mengenal satu sama lain nya.Selain itu mereka juga berbeda usia.Mungkin sekitar delapan atau sepuluh tahun entah lah.


Andin ingat kata kata ibunya dulu. Ketika banyak isu tentang pelokor yang masuk ke dalam rumah tangga nya nanti.


"Jodoh tidak bisa di paksa kan, kalau sudah jodoh meskipun jauh pasti akan bertemu.Meski pun ditakdirkan sebentar tapi pernikahan tetap terjadi mau itu hanya satu Minggu atau beberapa jam saja.Buat ibu jika di depan mata ,ayah adalah suami ibu. Tapi di luar dia orang lain.Bila Allah berkehendak dia beristri lebih dari satu, kita bisa apa?"


Kata kata itu terpatri kuat di hati Andin sampai membekas ke memori nya.Dia mungkin saja satu pemikiran dengan ibu yang menyerahkan diri pada takdirnya.


Tapi sebelum terjadi harus di cegah. Apalagi kita tak bisa percaya dengan iman lelaki yang bisa runtuh kapan saja di depan pelakor cantik.


Seperti apa kriteria Robert untuk istri masa depan nya ,apa gadis dengan pakaian minim atau gadis serba tertutup.Andin adalah gadis tomboi namun mandiri dan friendly apa itu sudah termasuk kreteria Robert


"HM mas kau suka gadis seperti apa,aku bisa berubah seperti yang mas mau " kata Andin lagi


"Yang nggak bawel bisa nggak ?"


"ops maaf " Apa Robert ingin punya istri yang bisu, batin Andin


Andin benar benar tak bersuara lagi sekarang dan selanjutnya .Sampai mobil yang di kendarai Robert tiba di Bandung.Mobil tetap melaju hingga lah ke rumah besar yang indah.


Rumah Robert Adam.

__ADS_1


__ADS_2