Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Hari pertama


__ADS_3

Di bawah penolakan kedua orang tuanya upaya memindahkan ketika Bandung terealisasi dengan cepat.


Kemampuan Bima untuk melakukan itu patut diacungi jempol. Sebelum hari pertama ke universitas Katrina Nugraha benar-benar tercatat di universitas Bandung.


Sementara itu Patty ataupun Andien masih tetap setia melanjutkan studinya di universitas Pancasila.


Walaupun mengetahui Robert ada di sana sebagai dosen pengganti dia tidak peduli sama sekali. Hubungan mereka berdua sudah berlalu dan mereka adalah orang-orang yang benar-benar berbeda saat ini.


Dalam pemikiran Andien tidak akan ada Robert lagi di masa depannya tapi dia tidak mengetahui jika Robert adalah orang yang benar-benar teguh pada pendirian.


Pada hari pertama ada berbagai acara untuk mahasiswa baru. sebagai murid SMA ini adalah pengalaman baru bagi Andien.


Di sini dia diperkenalkan dengan teman-teman dari berbagai daerah tentunya. Andien di universitas tidak lagi dipanggil dengan Andien.


Melainkan patty sesuai dengan nama yang tertera pada pendaftaran yang sudah berubah dengan cepat.


Pembawaan Andien yang ringan dan ceria membuat dia bisa berbaur dengan cepat .Beberapa orang menjadi kenalannya dan memilih satu tim dengannya dalam mengambil tantangan pada hari pertama.


Mereka di minta menjual roti bungkus di luar untuk menarik Rp100.000. roti bungkus ini sengaja dibawa dari rumah dan harganya hanya sekitar rp2.000 saja.


Tapi tantangannya harus membawa kembali Rp 100.000 sebagai gantinya. Agar tidak melakukan kecurangan mereka salah satu dari anggota tim harus menghidupkan kamera sebagai bukti.


20 bungkus roti seharga rp2.000 harus membawa pulang rp100.000 sebagai gantinya bukankah ini sesuatu yang tidak mungkin .


lagipula hanya ada 2 jam waktu yang diberikan. Beberapa orang segera mengeluh kan masalah itu.


Jika dikatakan tidak ada kecurangan karena kamera yang perlu dihidupkan sebagai bukti tapi sebenarnya tidak demikian sama sekali.


Beberapa orang menelpon kenalannya untuk mengatakan hal ini agar mereka bersiap-siap menunggu di luar dengan beberapa ribu rupiah di tangannya.


Orang yang memiliki teman-teman di luar tentu saja bisa melakukannya tapi bagaimana dengan orang-orang yang bahkan tidak memiliki saudara di Jakarta.


Jika dalam waktu 2 jam misi tidak terselesaikan mereka akan dihukum keesokan harinya membawa sesuatu yang di luar imajinasi.


Bila orang ini adalah seorang laki-laki mereka harus datang ke sekolah memakai pakaian wanita dan bersolek juga.


Tapi jika itu adalah seorang gadis, mereka akan datang dengan pakaian laki-laki tapi akan mendapat denda tambahan yaitu push up sebanyak 100 kali.


Siapa yang ingin didenda sedemikian rupa.Jadi penjualan roti ini menentukan bagaimana nasib mereka esok hari.


"oke jika kalian sudah mengerti peraturannya maka saya akan memberikan waktu sekitar 20 menit sebelum hitungan mundur dalam waktu 20 menit cari tim MU satu tim bisa terdiri dari tiga atau empat orang. dan satu tim akan membawa pergi 20 bungkus roti"kata senior yang menjadi sumber masalahnya .


20 menit untuk mencari anggota tim dan mereka baru berkenalan hari ini siapa yang tahu apa yang terjadi besok. Jadi menemukan tim yang cocok adalah hal yang sangat menentukan.


sekarang Andien adalah gadis kaya rp100.000 hanya uang kecil untuknya namun bagaimana dia bisa mengeluarkan ini jika ada kamera yang akan dihidupkan.


Beberapa orang dengan cepat melakukan banyak hal dalam 20 menit itu tapi Andien sedikit bingung karena dia belum mendapat ide.


Waktu seperti ini semua orang adalah musuh mereka tidak akan berbagi ide bagus untuk melihat lelucon di hari berikut.


Meski mereka baru saja berkenalan beberapa orang cepat tanggap dan mereka memilih orang-orang yang berduit sebagai anggota tim.


Intinya orang-orang berduit ini tentu memiliki kenalan yang bisa dimintai tolong dalam waktu 2 jam ini.


tapi jika anda adalah siswa miskin apalagi siswa yang datang karena beasiswa tentu tidak memiliki orang-orang seperti itu.


Sudah cukup beruntung jika ada saudara yang berdiri di luar universitas untuk menunggu. Jika tidak ini adalah sebuah masalah besar.


Adapun di mana lokasi anda akan menjual produk itu adalah masalah lain.Yang penting rp100.000 sudah di tangan dan hasilnya akan masuk ke dalam dana sumbangan yayasan universitas.


nasib jelek diterima oleh Andien karena dia justru ditarik oleh Sari dan Yanti sebagai anggota tim. Mereka sudah berusaha untuk mencari anggota lain tapi siapa yang mau menerima mereka yang datang dengan beasiswa.


Sari dan Yanti adalah tetangga di rumah kost sebelah jadi mereka sudah sedikit akrab. Tapi tahu bagaimana kemampuan keluarga masing-masing dengan itu menjadi satu kelompok adalah pilihan terakhir.


"Din ada ide?"sejak awal Yanti hanya tahu nama-namanya adalah Andien. Baru di acara perkenalan ini Andien menyebut nama aslinya sebagai Patricia Nugraha. Namun lidahnya sudah akrab dengan panggilan itu jadi sulit diubah lagi.


5 menit 10 menit terakhir barulah ketiganya kompak untuk membentuk tim karena tidak ada jalan lain. jadi sudah terlambat untuk ketiganya menyusun rencana.


"tidak tahu tapi bagaimana jika kita berpecah terlebih dahulu?"kata Yanti.


"tapi apa kau lupa kita satu tim dan satu tim tidak bisa berpecah karena hanya ada satu kamera?" jawab Andein


"oh iya aku lupa jadi gimana dong?"kata Sari yang sekarang ingat dengan pengaturan yang baru saja disebutkan.


Mereka semua gugup, ini sangat seru tapi juga mendebarkan sekaligus mengkhawatirkan. Denda yang akan dikenakan akan memalukan wajah siapapun yang terkena.


Tentu saja tidak ada yang menginginkan itu. Hanya saja siapa yang mau membeli produk seharga rp2.000 dengan harga yang lebih mahal.


Selagi ketiganya berpikir itu kan hitungan mundur segera terdengar. semua mahasiswa baru segera berhamburan keluar dengan tujuan masing-masing.

__ADS_1


abeberapa sudah mendapatkan tujuannya dan beberapa baru saja berpikir ke arah itu.


Berbeda dengan Andien dan anggota timnya .Mereka bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini.


Karena tidak memiliki jalan lain Andien berpikir mereka harus pergi ke jalan saja. Sementara itu Sari yang memegang kameranya sehingga dia lebih banyak rileks daripada kedua anggota tim yang lain.


Tiba di jalan Andien segera berdiri dan memanjangkan lehernya untuk melihat situasi.


Jika ini adalah di persimpangan lampu merah mungkin akan lebih bagus. Mereka bisa mengamen sebentar seraya menjual rotinya tapi saat ini apa yang harus dilakukan.


"Ih ogah ah ngamen Andien ide kamu itu macam-macam aja. cari yang berbobot dong?"kata Yanti.


"Oke ,hei lihat itu"kata sari


dia menunjuk ke sebuah warung yang tidak jauh dari universitas di warung itu ada beberapa pemuda dengan sepeda motor gede.


Rupanya baru turun untuk sarapan pagi.


mengerti apa yang dipikirkan oleh Sari keduanya langsung berlari ke arah yang disebutkan.


"Mas mas, permisi boleh minta bantuannya mas ?"kata Andien dengan lemah lembut. Dia sudah terbiasa berbicara seperti itu sewaktu bekerja di rumah makan Padang.


"Hem Ada apa neng cantik?"setelah helm dibuka rupanya pria ini cukup tampan dan masih menjanjikan.


Yang jelas dia cukup ramah menjawab Andien jadi mereka pikir masih ada harapan.


"Hem gini mas saya dari universitas dapat tantangan menjual produk ini seharga rp20.000 apakah mas mau membantu?"Andien segera segera mengulurkan roti kemasan yang hanya seharga rp2.000 itu.


Mungkin pria ini pernah kuliah jadi dia mengangguk dan melihat ke arah kamera.


"Ohh baru kuliahan ya, oke aku akan beli Rp 100.000 tapi ada syaratnya hehe"jawab pria tersebut.


"kalau boleh tahu syaratnya apa ya mas?" tanya Andien lagi.


"gimana kalau kita kenalan dulu minum-minum dan bertukar nomor, mudah kan?"jawab nya enteng.


Andien pikir akan baik-baik saja jika tidak ada kamera tapi dengan adanya kamera nanti mereka akan dicap sebagai gadis penggoda.


Jadi ide ini sangat buruk dan tidak bisa dilakukan.


"maaf mas ini sudah menjadi tantangan kami dan itu dilarang mas lihat kan ada kamera?"kata Andien beralasan.


Mungkin ini juga didasari oleh rasa malu karena ditolak tadi.


Walaupun tidak kebeli sampai rp100.000 tapi sudah lumayan Andien dan Yanti sama-sama saling pandang dan tersenyum lebar.


Waktu masih banyak dan mereka sudah bisa menghasilkan jika begitu pelanggan yang potensial adalah para cowok.


Hehehe ...


Andien dan tim nya mulai berkeliling lagi mencari korban baru. Tanpa disadari tidak jauh dari mereka sebenarnya ada sosok yang melihat kegiatan itu sejak dari awal.


Orang yang menjadi fokus adalah Andien sendiri.


Siapa lagi orang ini jika tidak Robert, yang sekarang menjabat sebagai dosen pengganti.


Baru saja dia melihat adegan bagaimana Andien menjual produknya dan sempat digoda oleh pria tersebut.


pria itu masih muda dan cukup tampan apalagi dari gayanya jelas bukan dari kalangan bawah. sempat terpikir oleh Robert jika Andien akan mudah berpaling melihat penampilan seperti itu.


Tepat sebelum hatinya mendidih karena marah, andien sudah menolak bujukannya yang membuat amarahnya jadi dingin lagi.


Kenapa dia bisa lupa jika Andien bukanlah gadis yang mudah menerima ajakan oleh pria yang tidak dikenal.


Melihat Andien dan yang sudah berkeringat menawarkan produknya Robert tidak sampai hati dan langsung berdiri di depan Andien.


Jika tidak malu Robert ingin sekali mengambil tisu dan mengeringkan keringat di dahinya.Tapi saat ini mereka tidak memiliki hubungan sama sekali.


Keberadaan Robert di depan matanya membuat Andien sedikit terkejut. mereka jelas tidak memiliki hubungan apapun lagi kenapa Robert harus menampakkan dirinya seperti sekarang.


"ups bagaimana aku bisa lupa dia kan sekarang dosen" pikir andien.


Sari dan Yanti tidak mengenal siapa Robert. lagi pula Robert tidak menampakkan diri saat perkenalan pertama tadi. Tapi saat ini mereka melihat Robert sebagai calon korban yang potensial.


melihat Andien tidak kunjung mempromosikan barang mereka Yanti langsung maju dan mengulurkan tangan untuk berkenalan.


"Halo kenalkan kami adalah mahasiswa baru dari universitas pancasila mendapatkan tantangan untuk menjual produk harga rp2.000 menjadi rp20.000-an, apakah anda tertarik untuk membantu kami?"kata Yanti dengan senyuman.


Meskipun Yanti maju tapi pandangan Robert tetap pada Andien membuat Yanti sedikit malu.

__ADS_1


"Halo saya dosen pengganti, Robert Adam yang kebetulan sekali adalah mantan pacar dari Andien. jika Andien mau saya bisa memborong semua ini kok"kata Robert tanpa malu-malu.


ini membuat jawaban ini membuat sari dan Yanti terbelalak. mereka tidak tahu jika ini adalah mantan dari Andien sendiri hanya saja yang membuat pusing adalah situasi ini sedang direkam.


Rekaman ini akan dibuka dan dilihat oleh orang lain. Dengan mengatakan seperti itu bukankah Robert langsung mengakui statusnya sebagai mantan pacar dari mahasiswa sendiri.


Apakah Robert tidak menghiraukan nama buruk yang akan dia sandang sebentar lagi.


Andien yang mendengar jawaban itu segera memerah dia merasa aneh. kenapa Robert mengakuinya dengan cepat. Bukankah ini buruk untuk mereka berdua di masa depan.


"Robert kau.. kau tidak tahu malu"


"Oh sejak dulu kau sudah tahu aku tidak tahu malu kan. oh iya aku tahu jika hal ini sudah direkam jadi secara langsung aku mengakuinya kepada mahasiswa baru dan mahasiswa lama .Adapun para dosen yang kemungkinan besar tahu aku juga tidak peduli"kata Robert.


Yanti dan Sari berkeringat lagi ,apa yang terjadi nih apakah mereka sedang syuting prank.


Ada dosen yang sedang menggoda mahasiswi dan ini masih di depan kampus.


Dosen ini benar-benar sudah gila rupanya.


Robert sama sekali tidak berniat mengambil posisi dosen untuk waktu yang lama. Dia memiliki sebuah perusahaan yang akan dikembangkan agar bisa go internasional.


kejadian hari ini memberikan dia pelajaran jika Andien masih memiliki pesona mudanya dan bisa menggaet calon-calon mantan yang baru apalagi Andien bukalah gadis yang jelek.


Pengakuan ini yang akan dilihat oleh banyak orang memberikan dia celah untuk bertindak di masa depan. Paling tidak orang-orang yang tidak relevan akan mundur secara teratur sebelum melancarkan serangannya.


"Yanti ayo kita cari ke tempat lain"kata Andien yang langsung menarik Yanti untuk pergi.


Kenapa dia tidak tahu jika Robert ini adalah orang yang memiliki kulit tebal.


"Sayang kenapa pergi sih aku akan memborong rotimu, ini akan hemat waktu tenaga dan energi.Hem Yanti ya, gimana Yan jika dia tidak mau menjual ,kau saja yang mengirimkan padaku .Itu kan masih sama kalian kan satu tim" kata Robert pada yanti.


Mereka sudah menawarkan dagangannya lebih dari satu jam. jika penawaran dari Robert ini ditolak bukankah mereka harus berkeliling lagi mencari calon yang baru dan membujuk orang


Itu akan menghabiskan waktu lebih banyak dan tidak tahu apakah mereka bisa menghabiskannya tepat waktu.


Saat ini di jalan sudah tidak banyak mahasiswa yang berlarian untuk menjual produk. Beberapa tim bahkan sudah kembali dengan kehabisan kemenangan penuh.


"ayolah sayang kau tidak ingin dihukum kan besok.hem ?"kata Robert lagi dengan poster yang menawan.


"lebih baik aku dihukum daripada dekat-dekat dengan dosen gatel kayak kamu"kata Andini menolak untuk menjual produk untuk Robert.


Dia bergegas untuk pergi namun kata-kata Robert lagi membuat Yanti dan Sari berpaling dan tersenyum malu-malu.


"gatal sama Andien kan nggak masalah, lagian nggak tega lihat kamu di hukum besok. jika itu Sari dan Yanti mah nggak apa-apa"


"Pak ini ini sedang direkam loh pak, bapak ngerti kan" kata Sari.


"tentu saja tapi siapa takut"kata Robert dengan penuh percaya diri.


Sejak hari pertama dia sudah mengklaim kepemilikannya pada Andien. Jadi siapa yang sudi menantang posisi itu, jika ini adalah mahasiswa tentu saja mereka tidak memiliki kesempatan.


Secara Robert adalah dosen.


"Andien itu adalah masalah kalian berdua masalah saat ini kami tidak mau dihukum besok jadi jual saja dan selesaikan masalah kalian setelah ini oke"


"Yan kamu...


Yanti segera mengambil semua roti tersisa dan menyerahkannya kepada Robert. Alih-alih rp100.000 Robert malah memberikan 500.000.


Menurut pengaturan siapapun yang bisa menjual produk uangnya akan tetap masuk ke dalam kas yayasan. Tapi ada juga peringkat yang akan diberikan bagi penjual terbanyak.


Mendapati nominal yang tidak terduga, tentu saja Yanti dan sari menerimanya dengan senang hati, lagi pula waktu tidak tersisa banyak.


Mereka tidak memperdulikan bagaimana raut wajah Andien yang terlihat kesal.


Yang penting misi selesai dan mereka tidak akan dihukum.


Karena produk sudah terjual dengan habis, sari tidak buru-buru menutup kameranya dia malah dengan senang hati mewawancarai Robert sebagai pembeli terbanyak.


"terima kasih atas partisipasinya bapak dosen tapi pertanyaannya apakah bapak serius adalah mantannya Andien, eh Patty?"


"Serius kok, tapi ada sedikit masalah di tengah namun begitu jangan khawatir Andien akan tetap kembali jadi pacar saya. karena itu orang-orang di luaran sana yang memiliki niat pada Andien sorry ya, dia udah ada yang punya hehehe"kata Robert lagi yang membuat Andien semakin malu.


Di depan kamera kenapa Robert tega berbicara seperti itu. Apakah dia tidak tahu jika Andien hanyalah mahasiswi baru dan ini hanya di hari pertama. Kenapa dia memberikan nama buruk seperti itu.


Segera saja Andien pergi dengan wajah marah, jika terus dilayani Robert akan semakin menggila. dengan cepat Sari dan Yanti mengejarnya dari belakang sementara itu Robert hanya tertawa terbahak-bahak di belakangnya.


Suara tawa Robert itu masih terdengar di kamera Sari. Sari. tersenyum geli karena dia sengaja melakukannya.

__ADS_1


Pasti viral .


__ADS_2