Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Janda dan duda


__ADS_3

Sementara itu Andien yang sedang dipikirkan oleh Robert sebenarnya memang merasa sedih tapi tidak begitu hanyut ke dalam kesedihan tersebut.


Setelah menikah beberapa bulan Robert tidak pernah bertanya.Dan terkesan tidak pernah mau tahu tentang masa lalu Andien sebelum menikah. Dia bahkan tidak tahu di mana letak rumah Andien saat ini.


Andien bukanlah gadis yang mellow, dia diberikan sebuah sepeda motor dari ibu mertua dan dia merasa itu adalah haknya. Jadi Andien tidak meninggalkan satu barang pun dari ibu mertua ataupun dari Robert sendiri.


Barang barang ini di berikan saat mereka masih menikah ,dengan berpikiran itu sudah menjadi hak milik pribadinya.


Jadi saat Andien pergi dari apartemen itu sebenarnya Andien juga mengambil kunci sepeda motor dan pergi dari sana menggunakan itu.


Tiba di rumah lama Andien segera membuka pintu. Hampir 6 bulan sudah dia meninggalkan rumah peninggalan kedua orang tuanya ini.


Kondisi rumah sedikit berdebu namun itu tidak masalah bagi Andien. Andien memutuskan untuk membersihkan kamar tidur saja terlebih dahulu.


Besok adalah hari Senin , tapi tidak mungkin Andien bisa ke pergi sekolah dalam kondisi hati yang sedang tidak nyaman, jadi dia memutuskan untuk bolos dulu.


Tapi bolosnya itu akan di habiskan untuk membersihkan seluruh rumah tanpa terkecuali.


Lebih dari setengah jam Andien akhirnya menyelesaikan urusannya bersih-bersih kamar lamanya.


Akhirnya Andin bisa beristirahat juga setelah satu hari yang melelahkan.


Berbaring di ranjang lamanya ini tidak membuat Andien langsung tertidur, dia terpikir tentang rekaman tadi.


Andien sebenarnya berencana untuk mengirimkan rekaman ini kepada ibu mertua ini adalah satu-satunya bukti jika berakhirnya hubungan dia dan Robert.


Tapi setelah dipikir lagi Mama dan Papa Robert pergi tentang urusan bisnis. Tidak baik rasanya jika dia melaporkan hal ini terburu-buru.


Dengan itu Andien menyimpan lagi rekaman itu dan berpikir akan mengirimnya setelah mereka kembali dari perjalanan bisnis.


Penting untuk mereka tau , jika mereka sudah berpisah.Andein tidak akan pernah menyembunyikan ini ,walau bagaimanapun Serra adalah menantu mereka di masa depan bukan Andien.


****


Keesokan harinya Andien benar-benar mengirimkan surat izin melalui wa grup pada guru wali kelas. Dia beralasan sedang sakit sakit saat itu.


Kebiasaan selama 6 bulan sudah mulai melekat pada diri Andien jadi dia bangun dan tidak bisa tidur lagi setelahnya.


Biasanya jam seperti ini dia akan setelah shalat dan mandi.Lalu dia akan segera menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan Robert


Tapi untuk beberapa menit Andien lupa tentang dirinya yang sekarang sudah berstatus sebagai janda muda.


Sama seperti sebelumnya Andien memasak nasi dalam magic com dan menggoreng telur serta membuatkan satu gelas kopi hitam dan satu gelas teh manis untuk dirinya.


"Mas, bangun sarapan sudah siap"panggil Andien.Tidak ada jawaban jadi dia pergi ke kamarnya.


Baru kemudian dia sadar tidak perlu membuat kopi lagi untuk Robert.Andein duduk di ranjangnya dengan lesu.pikirannya mulai menerawang jauh ke masa lalu.


Bohong jika dikatakan Andien sudah melupakan peristiwa semalam


Selama 6 bulan Andien berpikir Robert adalah dunianya.


Belajar sesuatu tentang bagaimana menjadi ibu rumah tangga yang baik. Bahkan lucunya Andien mulai membayangkan bagaimana menjadi seorang ibu muda.Dia belajar semuanya,itu karena dia pikir tidak akan ada perceraian di antara mereka.


Andien juga ingin memilki anak anak bersama Robert.Bukankah ibu mertua mengatakan tidak perlu mengulur waktu masa kehamilan.


Mengenang hal-hal ini Andien tiba-tiba menertawakan dirinya sendiri.


"betapa bodohnya aku mengharapkan seorang pria?"pikir andien.Dia pergi lagi ke meja makan.Duduk dan menarik nafas panjang.


Andien mulai meminum tehnya dan pergi mengambil nasi panas dengan telur ceplok.Di sini hati nya masih merasa kan gelombang kesedihan yang aneh.


Tapi dia segera menekan rasa sedih nya dengan mendengarkan kan sebuah lagu gembira di earphone.


Sementara itu Robert yang selalu bangun kesiangan secara khusus sudah bangun lebih pagi karena ini adalah hari Senin.


Sudah umum jika hari Senin akan diadakan upacara bendera. Meskipun tidak ada pelajaran bahasa Inggris pada hari Senin para guru tetap diwajibkan untuk datang.


Robert bergegas mandi dan memakai pakaian formalnya untuk berangkat ke sekolah hari ini.


Saat duduk di meja makan, dia bingung karena tidak ada makanan yang tersaji di atasnya.Biasanya semua nya sudah tersaji di meja makan.Dia hanya tinggal makan dan pergi setelah nya.Tapi hari ini kenapa meja makan nya masih saja kosong,apa saja yang di buat andien sepagi ini.


"Andien ini gimana sih udah tahu aku bakalan telat malah nggak bikin yang sarapan"katanya sendiri.


"An.. Andien?"panggil nya.


Karena Andien tidak menjawab Robert memanggilnya beberapa kali. Tiba-tiba saja Serra yang baru bangun tidur nongol di depan pintu.


Dia mengenakan piyama super tipis yang didapatnya entah dari mana.


"ngapain ribut si Robert ,apa kamu lupa tadi malam kamu sudah menceraikan dia .Sekarang Andien nya kan sudah pergi tidak tahu ke mana?" kata Serra dengan mata mengantuk.


Baru setelah itu Robert termenung,dia memang melupakan masalah penting ini.


Agar Serra tidak merasa tersinggung Robert berkata "maaf Serra aku tiba-tiba lupa, hari ini hari Senin aku buru-buru ingin ke sekolah"

__ADS_1


Serra mengangguk tanda mengerti, dia langsung membuka kulkas dan bergerak cepat .Kebetulan sekali di dalam kulkas ada sebungkus roti.


Dia menarik beberapa roti dengan sedikit mentega.Lalu membakarnya di mesin pembakar roti yang terletak di sudut.


Serra tahu jika Robert sangat menyukai kopi Hitam. Jadi dia membuatkan Robert segelas kopi hitam dengan air panas pada dispenser.


Sebelum kopi hitam selesai roti sudah keluar dari pemanggangan. Serra meletakkannya pada sebuah piring setelah mengolesinya dengan selai kacang.


"ayo sarapan dulu sebelum pergi sekolah oke"kata serra dengan lembut.


Robert sangat senang pagi ini Serra membuatkannya sarapan istimewa. Tidak seperti Andien yang akan membuatkan nasi goreng untuk sarapan pagi.


Serra justru menyajikan roti seperti ini atau sesekali sandwich. Robert merasa perbedaan ini tidak buruk.


Nasi goreng dan telur ceplok terasa begitu berat di perutnya. Walaupun masakan Andien tidak bisa disebutkan dengan kategori buruk .


Justru karena itu lah Robert merasa jenuh dengan sarapan yang itu-itu saja.


"Makasih Serra, kamu terbaik deh tahu aja apa yang aku suka"kata Robert yang tersenyum seraya menggigit roti bakarnya.


Bagi Robert ini adalah sarapan terbaik yang pernah dia miliki.


"Oh ya , tunggu aku ya aku ingin pergi ke barengan sama kamu"kata Serra buru buru.


Dia juga memiliki sesuatu yang harus dilakukan di kantor pagi ini. Robert menggangguk dia mengerti tentang kesibukan seorang wanita karir. Dengan sabar Robert menunggu Serra siap sebelum mereka berdua sama-sama pergi ke tujuan masing-masing.


Serra baru pergi setelah mobil Robert tiba di sekolah.Kejadian ini sempat di lihat oleh beberapa murid.


Mereka segera berbicara tentang ini sepanjang pagi.


Sementara itu setelah menyelesaikan sarapannya .Andien bergegas membersihkan seluruh ruangan. Dia juga pergi ke pada seseorang untuk memotong rumput di halaman yang sudah semakin tinggi.


Hari ini adalah hari tersibuk Andien setelah dia menikah.


Andien bergegas pergi ke warung yang tidak jauh dari rumahnya membeli beberapa bahan makanan di sana.Ini adalah warung langganan andien sejak dari ibunya masih ada.


"Heh Andien lama nggak ketemu di mana aja ?" kata wak Ani.


Wanita separuh baya ini terlihat ramah dia sangat mengenal dengan Andien sejak kecil.Dia bertanya karena tidak melihat Andien padahal biasanya tidak begitu.


Heran saja tiba-tiba Andien pergi menghilang dan baru kembali saat ini.


Kawasan di mana Andien tinggal sebenarnya masih di kawasan kota namun masuk ke dalam gang. Rumah di sini agak rapat dan tentu saja orang-orang yang saling kenal.


Di gang ini Andien juga memiliki 6 petak rumah yang disewakan. Dari hasil sewa rumah inilah Andien hidup setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan itu.


Tapi setelah pergi ke bumi perkemahan waktu itu Andien sama sekali tidak pernah pulang. Tentu saja wanita setengah baya ini bertanya ke mana dia pergi.


"setelah dari bumi perkemahan aku tinggal di rumah paman selama liburan. Kebetulan ada sepupu yang bekerja menjadi guru di sekolahku Dan dia menyewa sebuah apartemen. Aku tinggal di situ buat sementara" kata Andien seraya memilih sayur mayur.


"Oh itu pamanmu yang selalu datang ke sini kan siapa namanya itu?" tanya wak Ani lagi.


"Paman adul?"


"Hah Itu dia, tapi setahu aku pamanmu itu kan hanya punya satu anak laki-laki yang tidak mungkin jadi guru sekarang kan?"tanya wak Ani dengan heran.


Pada saat kedua orang tua Andien masih hidup pamannya kerap datang, entah itu satu tahun sekali. Jadi wak Ani dan beberapa warga juga mengenali sosoknya.


Mereka juga mengenali siapa bibi dan sepupu Andien yang bernama Joni itu.Herannya lagi mereka tidak tahu jika anda memiliki saudara lain selain Paman Andien.


"oh ini sepupu dari sebelah ibu.Dia itu lebih tua dari aku sekitar 10 tahun gitu deh"jelas Andien terburu-buru dia tidak ingin orang-orang mengetahui statusnya sekarang. Tapi tidak bukan tidak mungkin jika suatu saat Robert mencarinya sampai ke sini.


Karena itu dia harus membuat alibinya terlebih dulu. Apalagi di sekolah murid-murid lain juga mengetahui jika Robert adalah sepupunya.


"Hem, ya udah kalau gitu ,mau belanja apa?" tanya Wak Ani.


Di warung bukan hanya ada wak Ani, tapi beberapa wanita juga ada di sana untuk membeli perlengkapan dapur.


Mereka bertanya tentang beberapa hal pada Andien yang dijawab Andien dengan serius.


"memang di lebih nyaman tinggal di rumah sendiri daripada tinggal di rumah orang lain. meskipun rumah kita itu tidak sebanding dengan mereka"


"Hehehe benar sekali bu atun, tidak nyaman numpang kita tidak bebas dengan apa yang kita lakukan.Aku juga pernah ngerasain seperti itu kok"kata yang lainnya.


Andien segera menganggukkan kepalanya dan berkata"awalnya enak tapi lama-lama enggak nyaman juga, jadi aku memutuskan untuk kembali ke rumah hehehe"


"Eh Din, sebentar lagi kan kalian mau tamat SMA emang kamu mau nyambung ke mana?" tanya bu atun kepo.


"belum tahu Bu belum ada rencana ke situ juga" jawab Andien lagi,dia benar-benar tidak pernah memikirkan kemana dia akan kuliah setelah ini.


"Hei dengarkan ibu ya, sekarang ini jika tidak kuliah itu sangat mubazir apalagi kamu ini nggak bodoh-bodoh amat. pergi aja kuliah kan ada beasiswa dari pemerintah gunakan itu" mata Bu Nani.Sekarang ada banyak beasiswa di mana mana.Yang penting ada kemauan untuk sekolah.


"ya Bu tak akan aku usahakan"


"jangan sia-siakan masa remaja mu seperti anak-anak sekarang yang pacaran aja setiap hari.Laki-laki mah nggak ke mana ,ya buk ?" bujuk nya lagi.

__ADS_1


"bener itu didengarkan kata-kata kami kami ini udah berpengalaman. belum dapat dicari-cari udah dapat,muntah hahahaha " kata yang lain.


"apanya yang muntah Bu ?"tanya Andin pura-pura nggak tahu.


"Eneg Din hahaha "


"Ah si ibu masak lagi bisa jadi eneg.Bisa aja "kata Andien yang memerah.Dia masih perawan tapi pernah jadi Istri seseorang jadi tahu ke mana arah pembicaraan itu.


"hei bener itu Din, coba lihat aja di luar sana, perempuan tuh kalau janda jadi betah. nah kalau laki-laki baru jadi Duda satu hari udah cari yang lain, ya kan?" semua ibu-ibu tertawa dan mengatakan hal yang sama.


Deg...


Entah kenapa kata-kata janda membuat jantung Andien berdegup kencang.


ibu-ibu ini rame-rame membicarakan masalah janda dan Duda. di sela-sela pembicaraan mereka tertawa gembira entah itu cerita lucu atau bagaimana.


Yang jelas Andien tidak nyaman lagi berbicara masalah itu. Jadi dia buru-buru membayar belanjaannya dan pergi dengan cepat.


"permisi ya saya pulang dulu di rumah masih ada mang Ucup yang lagi memotong rumput nggak enak ditinggal lama-lama hehehe"kata Andien beralasan.


"Oke nanti kalau ada yang perlu dibantu kamu bilang ya jangan ragu-ragu sama kami"kata bu Siti.


"ya Din mumpung gratis beliin aja gorengan rp10,000 hahaha"


"Ya begitulah bu, Andien pergi assalamualaikum"kata Andini sebelum dia benar-benar pergi.


"Uhh Andien itu anak yang baik ya, jika saja anakku mau dijodohkan dengan Andien" kata Bu Siti lagi


"Heh buk, ini bukan zaman Siti Nurbaya pakai jodoh-jodohan. Semua anak-anak lebih suka memilih jodohnya sendiri" kata wak ani.


Andien yang kembali ke rumahnya dengan cepat melupakan masalah pembicaraan di warung. Ada banyak hal yang bisa dilakukan selain dari berpikiran tentang Robert.


Tidak ada yang tahu jika sebenarnya Andien saat ini berstatus janda namun janda tapi perawan.


"syukur deh belum di apa-apain, jadi nggak rugi juga menikah dengan mas Robert waktu itu.Dapat 100 juta dengan sepeda motor matic juga hehehe" kata Andien pada diri sendiri.


Dia terus-menerus berbicara seperti itu pada dirinya sendiri agar dia tidak down dengan perceraian ini.


Bukankah almarhum ibu juga mengatakan kita harus selalu bersyukur atas apapun yang terjadi.


Ibarat kata pepatah ambil yang jernih buang yang keruh.


Sementara itu Robert di sekolahan tidak bisa menemukan di mana Andien saat ini.


Robert ingin membicarakan masalah penting dengan Andien. Tapi siapa tahu Andien bahkan tidak masuk sekolah hari ini.


Karena tidak ada jam pelajaran Robert memilih mengisi laporan anak-anak di kantor.Di saat seperti ini dia juga bisa mengerjakan pekerjaan perusahaannya dengan santai.


Tiba-tiba saja Robert merasa tidak nyaman dengan perutnya.Bukan tidak nyaman dengan rasa sakit tapi tidak nyaman karena lapar.


Tadi pagi dia hanya memakan dua keping roti panggang dan segelas kopi hitam. Perut ini sudah terbiasa melahap nasi goreng panas setiap paginya jadi dua keping roti ini bahkan tidak bisa menetap untuk satu jam.


Jadi untuk pertama kalinya Robert singgah ke kantin sekolah. Untungnya ini bukan jam istirahat jadi tidak ada anak-anak di sana.


"Heh pak Robert, tumben nih?"sapa ibu kantin setengah bercanda.


"iya nih Bu tiba-tiba aja perutnya di lapar, apa aja yang ada nih?"tanya Robert yang memang tidak pernah memesan makanan di sini. Jadi dia tidak tahu menu apa saja yang ada.


"Hem ada nasi goreng soto sama mie goreng, mau ?" tawar nya.


"Hem boleh deh nasi goreng sama telur ceplok nya ya. minumnya air putih aja"


"Oke pak Robert"ibu kantin buru-buru mengemas pesanan Robert dan mengirimnya ke meja tidak lama kemudian.


"pak Robert seminggu ini ke mana aja. Andien bilang pak Robert pergi liburan sama pacarnya.Sayang sekali kupikir pak Robert ini jomblo loh"tegur ibu kantin.


Robert tercengang saat ibu kantin bertanya demikian.Apakah ini alasan yang dikatakan Andien pada orang-orang jika mereka bertanya.


Anak itu benar-benar bermuka dua.


"Ya gitulah bu"jawab Robert sekenanya. Jika dia tidak lapar dia tidak akan tetap di sini. Saat menyantap nasi goreng ini tiba-tiba robert tercenung, kenapa rasanya begitu familiar ya.


"Ada apa pak Robert apa nggak enak?"tanya ibu kantin tiba-tiba. dia melihat Robert menyendukkan nasi pertama dan setelah itu memandang aneh pada nasi goreng tersebut.


"apa ada sesuatu di dalam nasi gorengnya ?"pikir ibu kantin.


"oh enggak Bu kupikir rasa ini mirip dengan yang dimasa Andien setiap pagi, tapi selebihnya enak kok"jawab Robert buru-buru dia tidak ingin ibu kantin berpikir macam-macam tentang masakannya.


"oh kirain ngapa, sebenarnya Andien itu pernah nanya bagaimana cara memasak nasi goreng yang benar. Waktu itu dia bilang ingin memberikan pak Robert sarapan pagi nasi goreng agar nyaman mengajar. mungkin karena itu rasanya sedikit mirip hehehe tapi ngomong-ngomong apa hari ini Andien nggak memasak nasi goreng untuk pak Robert?"


Robert sama sekali tidak tahu jika Andien sudah bersusah payah sampai bertanya seperti itu pada ibu kantin. tiba-tiba saja dia menjadi tidak nyaman karenanya.


"sekarang Andien sudah pulang ke rumahnya sendiri jadi tadi pagi aku nggak sarapan"jawab Robert lagi.


"Ohh kirain sih, eh maaf pak guru saya terus aja berbicara silakan makannya lagi "kata Ibu kantin yang buru-buru pergi agar Robert bisa makan dengan nyaman.

__ADS_1


Robert hanya bisa menganggukkan kepalanya sedikit dan dia langsung membenamkan diri dengan sepiring nasi goreng beserta telur ceplok.


Rasa ini...


__ADS_2