
Robert masih tenggelam dalam laptop nya ketika Andin masuk ke kamar.Dia hanya melirik Andin drai ujung matanya.
Entah mengapa wajah gadis itu memerah dengan aneh. Tapi Robert tak mau ambil pusing, mereka adalah orang orang yang hidup di dunia yang berbeda.
Benarkah...
Bagaimana dengan pernikahan ini.Robert tidak tau harus di kemanain.Yang jelas dia dan Andin tidak cocok meski di lihat dari sudut manapun.
Andin terlihat ragu ragu namun dia pada akhirnya tetap melangkah pasti ke kamar mandi.
Dia melangkah begitu pelan dan ringan seperti ada sesuatu yang dia takutkan. Meskipun begitu dia menghabiskan waktu hampir satu jam di sana hanya untuk membersihkan diri.
Robert masih saja berkutat dengan laptop tatkala Andin keluar dari kamar mandi. Sekarang Andin sudah memakai pakaian super tipis berwarna merah terang.
Bau harum sampo menguar dengan cepat menusuk ke hidung Robert.
Mau tak mau dia maling kan wajah dan tertegun sesaat.
Mata Robert menatap keindahan di depan mata yang tidak di sembunyikan sama sekali.
Meskipun Andin masih bau kencur namun lekukan tubuh nya sudah membentuk sempurna. Rambut panjang sepinggang yang hitam berkilau Nan basah amat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.
Entah nyata ataupun tidak namun potong baju berwarna merah itu terlalu rendah.Sehingga mampu menampilkan gunung kembar yang membusung indah. Ukuran nya pun mantap tidak kecil atau besar namun Robert bisa merasakan bahwa itu cukup pas di genggaman tangannya.
Bagaimana dengan pinggang nya yang kecil namun bokong nya begitu padat dan kenyal.Belum lagi kaki nya yang terlihat panjang mengoda iman.
"Khmm.....
Robert merasakan sensasi terbakar yang aneh jadi dia memalingkan wajahnya secepat mungkin.
Robert adalah seorang pria normal bagaimana dia tidak bereaksi setelah mendapat tontonan segar seperti ini.
Tapi dia harus bisa menahan diri,Andin masih anak-anak ,jika dia melakukan nya , apakah Robert memiliki penyakit pedofil.
Tidak kan.
Andin melihat gelagat Robert yang tak wajar malah merasa di atas angin.Dia pikir, ibu mertuanya sangat benar sekali.
__ADS_1
Istri adalah seorang wanita yang tidak perlu malu di depan suaminya.Itu kata mama mertua.
Langkah kaki yang berani menapak pelan namun pasti . Untuk seketika Andin sudah berdiri tepat di depan Robert yang terhalang laptop.
Meskipun terlihat percaya diri, Andin hanya berdiri tegak buat beberapa waktu tanpa melakukan apapun selain mengigit bibir merah nya.
Dia hanya mematung dengan ragu ragu.Saat ini Andin merasa dingin dan dia seperti nya tidak yakin dengan ide mama mertua.
Tanpa di sadari, berdiri lama tanpa bergerak itu malah membuat Robert risih setengah mati. Mau tak mau dia menepis semua rasa yang hadir di setiap urat kelelakian nya dengan mendengus kasar.
" Andin, kamu ngapain di situ, nggak liat aku lagi kerja hem ? " tanya nya mantap seolah-olah tak peduli dengan keindahan yang terpampang jelas itu.
Padahal di dalam sana terlebih lagi dengan tubuh bagian bawah. Dia mati matian menekan hasrat aneh yang tiba-tiba muncul.
"Mas.. hmm. aku....
" Kenapa? mau mengoda aku hah nggak mempan tau? "matanya menatap langsung ke arah Andin yang semakin ciut di dalam.
" Bukan nya ini malam pertama mas kita sejak menikah, jadi aku tidak akan membuat mas kecewa " jawab Andin membalas tatapan mata Robert hingga Robert ketar ketir sendiri.
Lagi lagi Robert mengalihkan pandangan nya dengan mendengus kasar. Anak anak yang berpura pura dewasa, menjijikkan.
"Kau itu bukan tipe ku, aku paling nggak suka cewek yang menggunakan tubuh nya demi kepentingan pribadi. Kau begini sudah seperti cewek binal aja, apa jangan jangan memang begini perilaku mu selama ini? " tukas Robert kesal.
Apa memang gadis muda ini memiliki perilaku buruk. Jika memang benar makan wajar kalau dia rela di nikah kan mendadak,gadis jahat,pikir Robert lagi.
Apalagi Andin sudah sangat mempersiapkan baju menantang.
Baju yang harga nya tidak murah tapi sudah cukup untuk menjelaskan betapa berniat nya Andin dalam hal ini.
Entah kapan dia membeli nya tapi bukan kah semua hal bisa di beli secara online sekarang. Robert merasa sudah masuk ke dalam jeratan lubang hitam yang tidak berdasar.
Andin tak tau apa yang di pikirkan Robert, bila dia tau mungkin bisa saja mereka berdebat tingkat tinggi sekarang.
Tapi yang jelas Andin terkejut dengan reaksi Robert yang tak seperti di bayangkan.Dan jelas ini tak sama seperti yang ibu mertua nya katakan. Dia kecewa tapi bisakah dia merasa kecewa pada robert atau pada dirinya sendiri.
Dia sudah berpakaian seminim ini tapi tetap tidak bisa mengerakkan hasrat Robert.Apa dia kurang cantik, kurang seksi , kurang ayu.
__ADS_1
Awalnya dia juga tak mau bertindak agresif. Nyata nya dia juga tidak nyaman dengan pakaian terlalu terbuka sana sini.
Tapi Andin berpikir ibu mertua nya lebih berpengalaman dalam hal berumah tangga dan tentunya tak mungkin ibu mertua sebaik itu akan membuat dia jatuh ke dalam rasa malu sedalam ini.
Tapi mungkin kah ibu mertua bisa salah...
"Mas, kita sudah halal jadi wajar kalau kita memiliki hubungan intim, dan mengenai siapa yang melangkah pertama kali apakah itu akan jadi masalah, tidak kan? " kata Andin membela diri, jawaban yang persis sama seperti yang di katakan sangat ibu mertua tersayang.
Tanpa malu Andin menjiplak kata-kata ibu mertua.
"Memang tidak salah, tapi jelas itu menunjukkan perilaku buruk mu yang tak seperti gadis gadis polos lainnya. Gaya mu sudah seperti gadis yang berpengalaman dalam hal ini, apa jangan jangan itu benar bukan? " sanggah nya.
"Mas kok pikir nya gitu sih,aku begini kan hanya sama kamu mas.Karena kita sudah menikah"kata Andin lagi.
Rupanya istri kecil nya begitu tangguh dalam berdebat. Lagi lagi Robert menambah nilai yang buruk untuk Andin.
Andin mendapatkan firasat buruk mengenai pendapat Robert tentang nya. Kalau benar demikian apa yang harus di lakukan agar pendapat Robert tentang nya berubah ke arah yang lebih baik.
"Aku hanya ingin memberikan sesuatu agar mas tak kecewa dengan pelayanan ku sebagai istri jadi ku pikir ini masih wajar, tapi baik lah kalau mas tak suka hanya saja jangan berpikir buruk dulu tentang aku. Sepanjang usiaku aku belum pernah mencicipi satu hal seperti pacaran. Bagaimana pula aku bisa jadi gadis nakal seperti yang ada dibenakmu saat ini. Aku bisa jamin mas, aku murni karena aku menjaga diri demi suami ku dimasa depan. Dan saat ini mas lah lelaki itu, bukan karna aku tak sabar Tapi ku pikir mas hanya akan membuat gerakan lambat dalam hubungan suami istri jadi apa salahnya jika aku yang maju duluan " tambah Andin kesal.
Saat ini kemurnian dan kepolosan nya di pertanyaan oleh Robert dan itu menyakitkan bagi Andin. Mengapa begitu mudahnya Robert yang notabene seorang guru yang berasal dari golongan terpelajar bisa salah menafsirkan dirinya hanya karena dia mengambil gerakan pertama kalinya.
Apalagi saat ini Masyarakat sudah tak lagi terlalu memikirkan murni apa tidak nya seorang wanita. Tapi mungkin Robert masih saja berpikir kuno.
Tak mau berdebat lebih lama, Andin kembali ke kamar mandi menganti baju nya dengan baju yang lebih manusiawi.
Langkah kaki nya di percepat ,dia merasa malu dengan Robert sekarang.Tapi dia juga malu dengan ketidakmampuan nya sebagai seorang istri.
Robert mengelus dada lega. Dia bagai kan lepas dari neraka nafsu. Siapa bilang Andin tidak menarik,dia hanya perlu belajar lebih centil lagi saja
Andin yang terkejut dengan perkataan Robert tak menyadari bahwa tubuh indahnya bergerak gerak intens. Dan adegan itu seperti lambaian panggilan bagi Robert.
Meski adegan panggilan godaan itu tak lebih dari hitungan menit namun bagi Robert itu lebih lama dari hitungan jam.
Dan itu menyiksa nya hingga tak sadar Robert harus menahan nafas demi menekankan gejolak aneh yang datang bagai gelombang pasang tsunami.
Rasa yang tiba tiba namun mampu menghancurkan iman dalam hitungan detik.
__ADS_1
Andin masuk ke dalam selimut setelah itu dengan perasaan sedih dan malu. Sedangkan Robert tak mau kembali larut dalam gejolak berbahaya maka dia menghindari dengan memaksa kan diri tidur di sofa.
Malam yang menyedihkan...