
Jika Andien alias patty berbahagia dengan segudang kado yang terlambat.Di Bandung Katty pula mengalami hari terburuk nya.
Mereka tiba di rumah ini tadi malam dan rumah masih dalam kondisi sepi. Robert menunggu mamanya tapi siapa tahu sang Mama justru pergi pagi-pagi sekali untuk berbelanja.
Karena itu Robert harus menunggu mamanya kembali lagi ke rumah tapi dia tidak sabar sebab mamanya itu memang gila belanja.
Jika sudah berbelanja kemungkinan besar Mama tidak akan kembali sampai siang.Dengan begitu Robert menyesal tidak menemui mamanya langsung tadi malam.
Masalah mamanya yang sudah pergi berbelanja. Baru diketahui saat Robert menarik Katty turun untuk sarapan pagi.
Papa saat ini belum kembali dari Padang karena urusannya tambah rumit di sana.Tapi mama tidak berpikir untuk menyusulnya kembali kepada karena masalah mereka belum benar-benar selesai.
Karena tidak melihat sosok mamanya di sini jadi robek bertanya pada asisten rumah tangga.
"nyonya sudah pergi sejak pagi, saya juga lupa mengabari nyonya jika ada tamu di rumah"kata asisten rumah tangganya yang sedikit malu.
Dia benar-benar melupakan sosok Katty di sini. Tapi bukankah Katy yang di kira Andien bukan lah orang lain.
Andien bukan tamu tapi adalah menantu satu-satunya di rumah ini Jadi jika dia datang tentulah nyonya besar mengetahuinya.
Karena itulah asisten rumah tangga tidak mengabari masalah ini kepada nyonya sebelum nyonya besar keluar tadi pagi.
"oke tidak apa-apa pergilah menyesuaikan pekerjaanmu di belakang"
"baik Tuan " katanya yang langsung pergi tidak ingin masuk campur dengan urusan majikan.
"ayo makan dulu an,nanti maag mu kambuh lo "Kata Robert yang langsung mengambilkan sepiring nasi goreng untuk Katy.
"Aku bukan Andien dan aku tidak suka nasi goreng ya"kata Katy dengan ketus.
Siapa bilang dia tidak suka nasi goreng ,suka kok. Hanya tidak bernafsu melihat pria di depannya ini.
"Siapa yang ingin kamu bohongin, Andien Hem.memang aku bukan suami yang baik tapi aku jelas tahu kamu suka nasi goreng buktinya kamu memasak ini setiap pagi kan sebagai sarapan kita?"Kata Robert yang tidak mau tahu alasan Katty.
Katy mendengus dengan kesal dia memang memiliki maag sama seperti yang dialami oleh Andien kembarannya. Walaupun sedang tertekan dia tidak mau drop pada saat seperti sekarang.
Jadi Katty mengambil sepiring nasi goreng itu dengan marah tapi tetap memasukkannya ke dalam mulut.
Walaupun berkali-kali Katty mengatakan dirinya bukanlah Andien.Tapi Robert sama sekali tidak menanggapi kata-katanya itu. Dia justru meremehkan Katty dan menertawakannya secara terang-terangan.
Saat ini Robert benar-benar membawa Andien ke rumahnya.Mama Robert sedang pergi berbelanja tidak tahu kapan pulangnya.
Robert pikir dia mungkin tidak bisa meredam emosi Andien saat ini.
Tapi justru mamanya pasti mampu. Paling tidak Andien dan mamanya sudah dekat sehingga mereka bisa berbicara dari hati ke hati.
"Hehehe aku tahu Andien kamu itu membenci aku. Tapi percayalah aku akan berubah dan tidak akan melakukan hal yang sama lagi oke. Sekarang diam dulu nanti kita akan berbicara setelah kemarahanmu menghilang.Tidak baik berbicara dalam kondisi panas"kata Robert yang sok tahu.
Katy tidak bisa berbicara lagi dia hanya berharap Rendra dan Rendy bisa melakukan sesuatu untuk menemukannya.Yang paling dia kesalkan adalah telepon genggamnya yang tertinggal di tempat karaoke.
Jika dia masih memiliki itu di tangannya.Bukankah dia bisa membuktikan jika ini adalah Katy bukannya Andien.
Tanpa bukti Robert tidak akan pernah percaya apa yang dia katakan. Jadi tidak berdaya dan menyerahkan semua ini pada waktu.
Hanya waktu yang bisa membuktikan segalanya.
Untungnya Robert tidak menguncinya di kamar kecil tapi membiarkan dia bebas berkeliaran di rumah.Dengan begitu Katty bisa berjalan-jalan melihat situasi sebelum dia bergerak.
Melihat Katty yang sudah tidak berontak lagi. Robert akhirnya menelpon mamanya yang saat ini sedang pergi ke mall.
"ya sayang ada apa?" tanya Mama Robert di seberang.Jarang sekali Robert menelponnya saat ini.
"Mama ini ngapain aja sih pagi-pagi udah ke mall aja, pulang dulu ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama mama" Kata Robert dengan nada yang masih sopan.
"masalah apa yang nggak bisa kamu bicarakan ditelepon sih sayang. Mama ini lagi sibuk, ini ada tas baru yang Mama pengen.Atau tunggu mama kembali baru kita berbicara ya?"kata Mama Robert yang tidak senang aktivitasnya diganggu.
"mamah sebenarnya aku udah ketemu sama Andin.Dia sekarang lagi ngambek, nggak mau berbicara. mungkin jika mama berbicara dia akan lebih lembut"Kata Robert yang langsung membuat mata mamanya berbinar.
"kapan kamu bertemu dengan Andien ,kok mama nggak tahu sih?"kata Mama Robert yang buru-buru marah karena diberitahu pada saat-saat terakhir.
"Tapi ceritanya panjang jadi Mama pulang dulu deh baru kita bicara"Kata Robert yang memotong pembicaraan.
"oke tunggu mama pulang ya,kebetulan Andien udah kembali. ini ada baju bagus untuknya Mama mampir dulu untuk membeli beberapa potong"Kata mamanya di seberang tiba-tiba.
__ADS_1
Jelas Robert merasa geram dengan mamanya kali ini. Dia memiliki masalah tapi mama justru lebih semangat berbelanja.
"Mama...
Tidak ada jawaban di pihak mama dan telepon tiba-tiba terputus. Mau tidak mau Robert hanya bisa mendesah dengan kesal.
"Andiensepertinya Mama akan pulang terlambat deh jangan tunggu dia.Hem gimana kalau kita jalan-jalan sebelum Mama pulang?"
Katy diam saja dia tidak ingin berbicara dengan pria yang tidak tahu malu.
Melihat Katty yang diam tidak berbicara Robert mendesah lagi. Betapa sulitnya mengejar istri.
Demi untuk menunggu waktu berlalu Katy berkeliling rumah. Dia bahkan berbicara dengan para pembantu di rumah ini.
Perawakan yang mirip dan gaya berbicara yang sama membuat asisten rumah tangga tidak menyadari jika mereka adalah orang yang berbeda.
Baru di sini kati mendapat tahu jika Andien pernah tinggal dan bahkan diakui oleh mereka sebagai menantu satu-satunya.
Jadi sebenarnya kehidupan Andien tidak buruk sama sekali.Dia bahkan menjadi menantu tersayang di keluarga Adam.
"Hem tidak buruk" pikir Katty.
Berjalan lagi Katty tiba di ruang tamu dia melihat kondisi ruang tamu yang masih lumayan bagus menurut matanya.
Ada foto-foto di dinding. Bahkan ada Andien yang tersenyum di foto tersebut. Entah kapan Andien mengambil foto itu tapi di sana dia terlihat bahagia ketika memeluk ibu mertua.
Ini membuktikan hubungan Andien dan ibu mertuanya masih cukup bagus.
Selagi melihat-lihat mata Katy menatap sebuah foto dengan wajah yang familiar. serasa tidak percaya Katy mendekati foto dan melihatnya lagi.
Mau tidak mau dia menggeleng-gelengkan kepalanya tapi justru tersenyum dengan liar.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan kekurangan Katty adalah dia tidak memiliki ingatan yang kuat. Jadi menghafal angka nomor telepon seseorang sulit bagi Katy.
Karena itulah dia tidak bisa menghubungi seseorang dari telepon manapun.Jika dia mengingat satu nomor saja, kemungkinan besar dia bisa meminjam telepon genggam milik asisten rumah tangga.
Dengan begitu bukankah masalah ini lebih mudah dipecahkan dan dia bisa pergi lebih cepat.Tapi sayangnya dia tidak memiliki ingatan tentang itu.
Melihat suasana hati Katty ,Robert juga lebih percaya diri jika mantan istri akan kembali ke pelukan. Yang harus dilakukan hanyalah menunggu mamanya kembali.
Baru 2 jam kemudian Mama Robert kembali dan dia tidak menyebut Robert melainkan langsung berlari ke Katy yang dikiranya Andien.
langsung saja memeluk Andin dan menciumnya dengan mesra seraya berkata"Andien ke mana aja sih Mama kan kangen ini Mama beliin baik pakaian buat kamu pasti bagus deh jika dipakai"
"Tapi....
"Mama tahu kok kamu dan Robert itu udah bercerai tapi jangan khawatir, Mama nggak akan nganggap dia anak .tapi kamu adalah Putri mama kan sayang hehehe" katanya dengan mata tajam menatap Robert.
Robert segera mengecilkan lehernya agar mamanya tidak marah lagi.Dia mengakui ini adalah salahnya .Tapi terus-terusan disalahkan juga membuat dirinya tidak nyaman.
Katy yang dipeluk juga tidak menolak Tapi dia justru merasakan bagaimana mantan ibu mertua Andien ini memiliki rasa sayang yang tulus. jadi dia masih menghargai perasaan itu.
"Tante eh mama, Aku boleh nanya nggak?"kata Katty yang tidak menyebutkan nama tapi memilih "aku" sebagai gantinya.
Robert dan mamanya sama sekali tidak menyadari perubahan penyebutan itu.
"apa sih yang nggak buat kamu sayang tanya aja, tapi kalau kamu nanya masalah Serra itu udah kelar. dia udah dibuang ke laut hahaha"
"bukan gitu juga mah tapi jika boleh tahu ini foto siapa ya?"tunjuknya pada foto di dinding.
Mama Robert tersenyum dan bertambah senang saat Katy bertanya tentang sosok di foto itu.
dia mendekat dan berbicara penuh tekanan seolah-olah mengingat kembali masa lalu.
"ini teman mama, dia adalah dermawan di keluarga kita. jika mama tidak ketemu dia saat itu kemungkinan besar kami masih dalam kondisi terpuruk.Namanya Siti Aurora. dia cantik dan baik sekarang tinggal di Jakarta"kenang nya dengan bangga.
Mendengar nama itu mata Katty berbinar dengan cerah.
Siti Aurora.
"Jadi itu benar-benar dia?" pikir Katty.
"oh begitu tapi bolehkah aku berkenalan dengannya soalnya dia kan dermawan keluarga ini hehehe"
__ADS_1
Kenapa tidak sayang mama malah senang kalau kamu kenal sama dia.tunggu sebentar ya Dia itu orang yang sibuk tapi masih memiliki banyak waktu untuk berbicara dengan teman"
Mama Robert tidak tahu apa tujuan Katy menanyakan nomor Siti Aurora.Justru dia merasa senang jika Andien berniat untuk mengenali koleganya apalagi dengan sosok yang bernama Siti Aurora ini.
Perlu beberapa waktu sebelum orang di sebelah menjawab panggilan telepon dari mama Robert.
Mama Robert berinisiatif untuk memakai speaker.
"assalamualaikum Siti" sapa mama Robert
" waalaikumsalam ti,eh tumben nelpon,udah beberapa lama nggak ada kabar ?"kata orang di sebelah.
Tapi Katty sudah terlanjur senang mendengar suara itu.
" maaf ya baru nelpon sekarang tapi aku ada kabar bagus loh. ini si Robert udah nikah Sekarang istrinya ingin kenalan sama kamu"
"Oh ya itu kabar bagus Kenapa nggak ngundang-ngundang sih kalau tahu Bukankah aku akan menyiapkan kado bagus?"
"belum ada resepsi nanti kalau sudah sampai waktunya tentu kamu yang pertama aku kabarin" ujarnya.
Dia malu untuk menceritakan jika Robert dan Andien menikah karena jatuh dari pohon jengkol.Tapi suatu hari tentu akan dia menceritakannya juga secara tidak ada rahasia diantara mereka.Apalagi Andien yang masih di bawah umur yang tidak bisa meminta sertifikat surat nikah.
"Ohh oke" kata Siti Aurora yang berusaha untuk mengerti.
"Siti ini menantuku ingin berbicara namanya Andien" kata Mama Robert dengan nada bangga.
"Andien? bagus juga tuh namanya, mana dia?"Tanya orang di sebelah yang tidak kalah semangatnya.
Tiba-tiba saja posisi diubah menjadi video call. Dengan begitu orang bisa melihat wajah si penelpon.
Begitu telepon diserahkan pada Andien sesuatu yang tidak pernah diduga segera terjadi.
"Tante...huhuhu tante Siti tolongin Katty, Katty diculik!!"pekik Katty.
Sontak saja apa yang disebutkan oleh Katty membuat mama dan robert terkejut Kenapa Andien berbicara begitu pada Siti.Siti yang justru juga terkejut melihat penampakan ini.
"Katty ngapain kamu ada di situ, hah kamu...
"Tante ini orang-orang ini mikirnya aku itu Andien.sebel nggak Tante, dari kemarin aku sudah bilang aku ini Katty.Songong banget nggak pada ngerti juga.Tante Siti tolongin huhuhu" kata Katy yang histeris.
Tiba-tiba Robert merasakan firasat buruk .Dia yang tadinya duduk menjadi berdiri tegak.Kenapa Andien berbicara seperti itu dan tega memfitnah mereka di depan sahabat terbaik mamanya.
Di sisi Mama Robert pula dia tidak percaya jika Andien berbicara pada Siti seolah-olah mereka sudah akrab selama bertahun-tahun.Padahal dia sendiri yang mengenalkan mereka beberapa menit sebelumnya.
Kenapa bisa begini sih. Apa pula yang dikatakan oleh Andien tentang dia yang diculik. Siapa yang menculik Andien.
"Andien...Katty kamu?"wajah Siti Aurora yang tadinya tenang menjadi kemerah-merahan.Katy juga tidak tahu, apakah beliau marah atau juga sedang senang.
"Ya Tante, Mama dan Papa juga tahu kok"kata katty.mungkin masalah ini akan lebih simpel jika mama dan papa mengabarkan masalah penemuan Andien pada tante Siti.Tapi jika sudah begini mungkin tante Siti akan marah dengan Mama karena tidak karena sudah menjadi orang yang terakhir tahu.
"Oke serahkan telepon kepada uti dulu"kata Siti Arora di sebelah.Katy tersenyum penuh kemenangan dan dia menyerahkan telepon genggam itu kembali pada pemiliknya.
"tante Siti pengen bicara"kata Katy.
Mama Robert tidak tahu apa yang terjadi tapi dia tetap mengambil telepon itu yang langsung disemprot oleh Siti Aurora sahabat terbaiknya selama bertahun-tahun.
"uti kamu itu salah orang itu bukan Andien tapi Katy ,Patricia Nugraha anak sahabat baikku. Kalau kamu lupa itu pari.ingatkan pari yang pernah kerja di rumah aku dulu sebagai asisten rumah tangga?"kata Siti Aurora di seberang sana.
Melihat dari perubahan wajahnya Siti Aurora juga bersemangat sekali.Jika Katty mengatakan seperti itu bukankah artinya kembar yang hilang sudah ditemukan.
Padahal hilangnya sudah belasan tahun yang lalu.
"Pa..parisia Baiduri?"pekik Mama Robert yang langsung terduduk di kursi.
Robert juga tidak mengerti apa yang terjadi tapi khawatir mamanya akan drop.jadi Robert buru-buru duduk di samping mamanya dan memijat kepala mamanya agar dia lebih rileks.
Apalagi sang Mama memiliki riwayat darah tinggi.
Dalam keluarga mereka Mama sering menyebut wanita ini. Jika tidak ada dia maka Adam grup tidak pernah bangkit lagi. Jadi Mama sangat menyukai sahabat satunya ini juga suka memujinya kemana-mana.
Tapi apa yang terjadi sekarang kenapa dia mengatakan Andien bukan lah Andien.
Siapa pula Katty.
__ADS_1