
Demi membuat hati serra nyaman, Robert merupakan posisi Andien yang sedang di rumah sakit. Robert benar-benar melakukan banyak hal untuk memuaskan Serra.
Dia yang tidak pernah memasak di dapur , sebenarnya sedang berusaha menyiapkan sarapan pagi. Meskipun hanya segelas kopi panas dan telur ceplok yang di makan bersama roti bakar.
Sejak tidak adanya Andien di rumah ini Sera benar-benar pindah secara otomatis.Walaupun demikian Robert tetap menahan diri dan mereka tidak pernah tidur di kamar yang sama.
Sera tidak pernah menjadi sosok pemalu, baginya berpakaian minim itu adalah hal yang lumrah. justru inilah yang membuat Robert menjadi membandingkan Serra dan Andini tanpa sadar.
Kata orang cinta memang sesuatu yang membutakanmu itulah yang terjadi saat ini pada Robert. Demi Serra Robert melakukan apapun dan menutup mata untuk banyak kesalahan yang dilakukan oleh Serra.
Jika itu Andien, dia akan mengatakan penampilan ini layak dipakai oleh wanita jalanan.Tapi dengan Serra dia malah berkata itu bagus dan sangat cocok.
"Selamat pagi sayang"begitu bangun dan bersiap-siap ingin ke kantor, Serra justru dihadapkan dengan meja yang sudah tertata.Serra segera memberikan robert ciuman hangatnya ketika melihat ini.
Tentu saja dia sangat senang dengan perawatan seperti ini. Di dalam hati serra berharap perawatan ini akan sama ketika mereka menikah nantinya.
"selamat pagi ,ayo duduk aku sudah buatkan sarapan untuk mu" ujar Robert dengan senyum lebar.
Serra mengangguk dan tidak lupa melemparkan satu ciuman di pipi Robert sebelum dia duduk.
"Robert kamu nggak ke sekolah hari ini kenapa belum bersiap-siap?" Tanya Serra yang melihat Robert masih belum berganti pakaian.
"astaghfirullahaladzim aku lupa sebentar ya sayang" Robert sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk kekasihnya.Dia malah lupa untuk menyiapkan diri sendiri untuk ke sekolah.
"pergilah aku akan menunggumu untuk sarapan bersama tapi jangan lama-lama ya" kata Serra.
"nggak lama kok hanya mandi kucing hehehe" Robert segera berlari ke dalam kamarnya sendiri. Sementara itu Serra yang duduk cantik di meja makan, merasa sedikit bosan jadi dia mengambil telepon genggamnya dan menelepon seseorang dari sana.
Di sana dia berbicara sesuatu dengan seseorang dan sesekali mengangguk setuju. Hanya setelah Robert datang barulah dia menutup telepon.
Robert yang sudah rapi duduk lagi di kursinya dan berkata" kamu lagi nelpon dengan siapa?"
"ini Tommy kami berencana akan pergi ke Jakarta besok. kemungkinan aku akan pulang dua atau tiga hari lagi"kata serra ringan.
Robert yang mendengar jika Sera akan pergi bersama Tommy merasa tidak nyaman tapi dia tidak ingin bertengkar lagi seperti kemarin.
Serra jelas merasakan perubahan wajah itu,jadi dia berkata " jangan khawatir Robert sayang.Dia hanya teman dan hanya kamu satu-satunya pria di hatiku saat ini"
"Aku tau "kata robert pelan.
"aku udah selesai yuk kita berangkat udah telat juga, oh ya sayang jika sempat tolong kirimkan pakaian kotor ke laundry ya.Sebenarnya tidak nyaman seperti ini tapi setelah aku kembali dari Jakarta aku akan mencari asisten rumah tangga aja, gimana?"Tanya Serra.
"tapi kenapa harus mencari asisten rumah tangga kita kan hanya berdua kamu juga nggak selalu di sini" ujar Robert.
"Robert aku itu terlalu sibuk dari pagi sampai malam. Jadi tidak ada waktu untuk mengurus rumah .Kita punya uang kenapa harus mengerjakannya sendiri cukup bayar seseorang dan semuanya beres" Kata Serra dengan enteng.
Robert menghela nafas panjang kenapa kontrasnya begitu besar.
Dulu Andien bisa menghandle semuanya sendirian tanpa perlu menggunakan asisten rumah tangga.
Serra sibuk sebagai wanita karir tapi andien juga sibuk sebagai seorang pelajar. Tapi Andien sangat pintar membagi waktu sehingga dia tidak keteteran dalam mengurus rumah tangga.
Tapi Serra....
Robert segera membuangkan pikiran yang tidak benar itu tapi entah kenapa dia selalu melakukannya tanpa di minta.
Robert hanya bisa menggangguk dengan jujur tapi tiba-tiba Robert memikirkan sesuatu"aku lupa memberitahu kamu, Mama dan papa akan pulang beberapa minggu lagi .jadi usahakan kau sudah ada di sini sebelum mereka kembali, gimana?"
Serra tiba-tiba terdiam dia sedang berpikir tapi kemudian berkata" aku tidak janji tapi aku akan berusaha sayang"
Jawaban ini sudah cukup bagi Robert dan dia tidak berkata apa-apa lagi.
Setelah menghabiskan sarapan pagi, keduanya keluar dan berpisah menuju lokasi masing-masing. Ini sudah hari ketiga Andien di rumah sakit.
Robert awalnya ingin langsung ke sekolah tapi ingat jika Anda masih di rumah sakit jadi dia berputar arah ke sana.
Tapi sampai di sana Andien sudah tidak ada lagi ketika Robert bertanya kepada dokter yang bertugas.Siapa tahu Andien sebenarnya sudah keluar sore kemarin.
Robert lagi-lagi menyesal tidak berbicara dengan Andien tentang masalah nomor teleponnya. Nanti dia akan bertanya kepada rumah saja di sekolah.
"hari ini adalah hari Sabtu apakah Andien akan sekolah hari ini bukankah ini hari terakhir untuk mengulang pelajaran?"pikir Robert.
Berpikir begitu hati Robert sedikit nyaman.Dia akan bertemu Andien hari ini ,entah kenapa rasa gembiranya tiba-tiba menumpuk di dalam dada.
Tapi Robert kembali kecewa karena Andien hari ini masih tidak masuk ke kelas. Jika sudah begitu bukankah gadis itu hanya masuk saat ujian besok hari Senin.
__ADS_1
Perasaan bahagia yang tadi melandanya tiba-tiba lenyap begitu saja lalu berganti dengan sesuatu yang kosong.
"Romlah apa kau memiliki nomor Andin ?" kata robert di sela-sela pelajarannya.
Romlah yang ditanyakan tersenyum malu, dia pikir ada sesuatu yang istimewa di wajahnya hari ini sehingga guru kece menyapanya.
"bapak kalau mau nomor saya bilang aja. kok kepleset lidah nanyain si Andien, kan sepupuan?"
Tiba-tiba saja robert menyesal bertanya pada Romlah tentang Andien. Tapi dia terdesak sekarang dan hatinya tidak tenang selagi tidak mendengar suara gadis itu.
"dia memblokir saya siapa tahu dia punya nomor lain"jelas nya.
"aha jangan takut pak nomor bapak nggak bukan pernah terblokir kan di hati saya kok. karena hanya nomor bapak saja di sana"kata Romlah dengan wajah serius.
"Romlah kamu itu, ah sudahlah ke siniin HP kamu saya mau minjem"
"jangankan HP pak hati saya aja sudah punya bapak, nggak perlu minjem ambil aja selamanya hehehe"
Meskipun sedang kesal Robert terpaksa mengambil HP Romlah dan mengotak-atiknya sebentar.
saat mendengar suara Andien dari sana hati gelisah Robert tiba-tiba terasa disiram air dingin.
"Halo"
"halo Din, ini masmu kenapa nggak masuk hari ini?" tanya robert ya langsung to the point.
"Oh maaf kita tidak ada hubungan lagi dan jangan pernah hubungi aku lagi "
Setelah berkata begitu Andien menutup teleponnya secara sepihak. Yang membuat Robert tidak terima.
"kurang ajar ...
Malu dilihat oleh siswa lain ,Robert setelah mengembalikan HP Romlah dan dia pura-pura tidak terjadi apapun setelah itu.
Ingin rasanya Robert bertanya kepada mereka di mana rumah Andien saat ini tapi tiba-tiba Robert merasa tidak nyaman lagi.
Mereka pernah menjadi suami istri selama beberapa bulan tapi kenapa dia tidak tahu di mana rumah Andien dibesarkan.
"Mama benar, aku memang bukan suami yang ideal"pikirkan Robert menyesal...
Sementara itu ibu guru Siti merasa prihatin dengan kondisi Andien yang sakit.Dia bahkan sampai tidak masuk ke kelas hingga hari ini.
"assalamualaikum Andien" sapa Bu Siti dari luar. Andien yang mendengar panggilan itu bergegas bangun dan membuka pintu seraya menjawab " waalaikumsalam mem Siti"
Andein mengambil tangan Bu Siti dan menciumnya sejenak. Kemudian dia membiarkan guru ibu guru ini untuk duduk di ruang tamu.
melihat Andien yang ingin pergi ke belakang ,ibu guru melambaikan tangan dan berkata " jangan repot-repot membuatkan air, ibu hanya ingin melihat bagaimana kesehatanmu hari ini"
Mendengar itu Andien tidak peduli dan dia duduk bersamanya. Ibu guru Siti yang di mulut andien disebutkan sebagai mem Siti, adalah sosok guru yang sangat disukai oleh Andien sampai saat ini.
Dia juga selalu mengambil tahu tentang kondisi terkini Andien. Mungkin karena ibu guru Siti prihatin dengan statusnya sebagai seorang yatim piatu.
Karena itu jugalah Andien selalu menganggap ibu Siti ini lebih dari sebagai seorang guru di hatinya. Lebih seperti seorang saudara.
"Andien sebenarnya kamu sakit apa? biasanya kalau sakit kan kamu selalu ngabarin ibu kan?"tanya nya
"biasa mem maag ku kambuh"jawab Andien segalanya.
"itu dia tapi kenapa kamu nggak ngabarin ibu sih.kemarin-kemarin kamu maag kambuh juga ibu tahu kan, kamu menyembunyikan sesuatu ya sama ibu?" tanya nya menyelidik.
"enggak mem, Andein nggak apa-apa kok"kata Andien yang mulai mellow.
Andien adalah sosok yang tidak mudah menangis.Tapi jika sudah dekat dengan orang-orang yang akrab dengannya hatinya mulai melemah.
"Andien jujur sama ibu ,Ada apa kamu dengan pak Robert.Kamu nggak mungkin sepupuan sama dia kan?" Tanya ibu Siti.
Dia sudah menjadi wali kelas Andien sejak di kelas 7 sampai kelas 9 ini. Tentu saja dia tahu bagaimana siapa-siapa saja saudara Andien. Tapi dia tidak pernah tahu jika ada Robert di silsilah keluarganya.
Mendengar ibu guru Siti bertanya seperti itu .Tiba-tiba Andien merasa tidak bisa menyembunyikan rahasianya lagi. Saat ini Andien benar-benar membutuhkan seseorang yang bisa menenangkan hatinya yang sedang gelisah.
Mungkin ibu guru Siti adalah sosok yang tepat untuk itu.Karena Andien tidak bisa berkata banyak jadi dia langsung memberikan telepon genggamnya.
Sebelumnya Andien sudah membuka video tentang ijab kabul yang dilakukan oleh Robert di desa. video ini sengaja disimpan Andien untuk dokumentasi.
Lagi pula dia dan Robert tidak memiliki surat nikah jadi video ini adalah bukti satu-satunya untuk hubungan itu.
__ADS_1
ibu guru Siti heran tapi tetap menerima HP dan melihat video itu. Video dengan durasi lebih dari setengah jam, membuat wanita setengah baya itu terpelongo.
Bagaimana dia bisa percaya jika sebenarnya Andien bukan hanya pergi untuk mengikuti acara perkemahan tapi sebenarnya menikah di sana.
"Andien kenapa kamu tidak cerita sama ibu sih ,kamu takut ibu akan memviralkan video ini. jadi kamu tidak percaya sama ibu?" tanyanya lagi dengan bersemangat dia tidak menyangka hal ini sama sekali.
Katanya sepupu tapi ternyata...
"aku masih di bawah umur Bu belum bisa mendapatkan surat nikah jadi beginilah"kata Andini yang berubah sendu.
Bagaimana bisa dia melupakan hari di mana hidupnya merubah status. Dari seorang gadis berubah menjadi seorang istri.
"jadi ini alasannya kamu tinggal satu rumah dengan robert selama beberapa bulan ini?Andien... astagfirullah ibu tidak tahu harus berkata apa sayang"
Andien mulai menceritakan sebab awal mulanya dia bisa menikah dengan Robert itu. Dia juga berbicara tentang ibu mertuanya yang sangat baik dan sampai saat ini masih bertanya kabar tentang nya.
"oke jadi masalahnya kalian lagi bertengkar.Apakah itu yang membuat kamu sakit?" Tanya nya lagi. Jiwa emak-emak langsung bangkit dan membuat wanita separuh baya ini menjadi kepo.
Namun begitu dia berjanji akan merahasiakan kisah ini pada orang ketiga.
"masalahnya Robert itu udah punya pacar mem, jadi dia sama sekali tidak bisa menerima andien .Mem Andien nggak tahu sampai sebulan yang lalu. wanita-wanita itu malah datang dan berkata aku adalah pelakor.Andein..huhuhu"
ibu guru Siti memeluk Andien dan berusaha mengerti apa yang dia rasakan saat. Gadis kecil di bawah umur yang terpaksa menikah tapi tidak disukai oleh suami sendiri.
"ibu ngerti apa yang kamu rasakan, kemarin pernah pak Robert bertanya kepada ibu tentang seseorang yang mantan pacar dan pacar yang baru. ibu nggak ngerti dulu tapi sekarang mulai mengerti dimana kisahnya"
"ya mem, Andein udah huhuhu.. Udah berusaha mengerti mereka dan meminta maaf karena udah jadi orang ke tiga tapi itu juga bukan salah Andien kan mem huhuhu"Andien bicara terbata-bata lagi. Dia tidak kuasa untuk menahan rasa sedih ini.
"itu bukan salah kamu Andien. udah ditakdirkan Allah kalau kamu dan dia itu berjodoh. Pak Robert itu sudah cukup dewasa jadi kenapa dia tidak mengerti itu. kalau gitu besok ibu akan mencoba membujuk pak Robert lagi"kata Bu guru yang menghapuskan air mata Andien dengan penuh kasih sayang.
Kasian
Andin pikir masalah akan menjadi rumit jika dia tidak menyelesaikan sampai tuntas. Jadi Andien membuka video lain dengan durasi beberapa menit. video di mana Robert mengucapkan kata talak untuknya.
Di sini ibu guru Siti menganga lagi. Murid kecilnya bukan saja sudah menikah tapi saat ini sudah menjadi janda.
"Andien ini...
"Andien terima nasib, mem.Mungkin nggak ada jodoh sama mas Robert. Selama pernikahan robert juga nggak pernah nyentuh Andien sama sekali. tapi tetap saja sakit ini sakit mem huhu.. sakit sekali"Andien sampai menyentuh dadanya menunjukkan rasa sakit yang berasal dari situ.
"astaghfirullah Robert apa yang kau buat , kenapa kau menyiksa Andien seperti ini. Andien yang sabar ya nak sabar, ibu tahu ini berat buat kamu tapi mungkin ada kebaikan di sebaliknya" ibu guru Siti juga tidak kuasa menahan tangisnya.
Gadis ini adalah seorang yatim piatu yang tidak memiliki orang tua di sisi. Sekarang dia bahkan dinobatkan sebagai janda termuda di kota Surabaya. Dosa apa yang sudah dia lakukan.
Sejak perceraian Andien pernah menangis tapi tidak pernah seperti ini. Mungkin kedekatannya dengan ibu guru Siti membuat perasaannya menjadi begitu mellow.
Ditambah ibu guru Siti yang juga menangis mengenangkan nasibnya yang buruk. Jadi dia menangis lagi dan lagi sehingga matanya menjadi bengkak.
"jika sudah begini sudahlah tapi kenapa Robert masih tetap menahan kamu, apa alasan nya?"di sekolah Robert terkesan masih ingin menjalin hubungan baik dengan Andien. Hubungan baik macam apa yang bisa kita bangun dengan mantan istri.
"Huhuh. dia takut sama ibu mertua, Robert meminta waktu sampai kedua orang tuanya kembali dari Padang mem"ujar andien yang lelah menangis.
"Begitu kah?"
"Mama menyayangi andien mem, jadi Robert bilang kami bisa menjadi teman setelah bercerai. mungkin mama bisa mengangkat Andien jadi putri angkat. dia juga bilang Andien harus berteman dengan pacarnya itu.Huhu gimana hati Andi bisa rela mem" Andien menangis dan menangis. Ibu guru Siti malah ikut menangis karenanya.
"setelah menikah Andien meletakkan semua harapan Andien, masa depan Andien sama mas Robert. setelah begini Andien jadi bingung harus bagaimana huhu, tapi dia bilang Andien harus berteman dengan wanita itu. di mana hati nuraninya mem,di mana?"kata andien yang di setujui oleh ibu guru Siti.
"jadi apa rencanamu sekarang sayang ibu akan mendukungmu tenang aja" kata ibu Siti yang ngerasa kesedihan itu adalah miliknya. Hal ini sama sekali diluar pemikirannya sendiri
Andien sudah bisa tenang lagi setelah menangis lama. untuk pertanyaan itu Andin menjawabnya dengan cepat.
"Andien ingin pergi dari kota Surabaya secepat mungkin. mungkin Mem bisa bantu mendapatkan Andien beasiswa di universitas Jakarta. Tapi jangan beritahu Robert alamat spesifiknya. Andien ingin melupakan semuanya di tempat baru. tidak ingin melihat Robert lagi seumur hidup" kata andien.
"Oke ibu akan membantu kamu tentang beasiswa itu. selain itu apalagi?"kata nya dengan tulus.
"jangan bilang apa-apa sama Robert anggap saja mem nggak tahu apa-apa tentang ini. Nanti tolong jual sepeda motor Andien dan menyusahkan mem untuk mengirimnya di rekening Andien. hidup di Jakarta Andien juga butuh uang"katanya.
"Oke jangan takut ,pria seperti itu jangan diingat lagi.kamu masih muda masa depanmu masih panjang. Kemungkinan besar akan bertemu lagi dengan orang-orang baru yang akan lebih baik daripada robert saat ini"
Ibu Siti kebetulan memiliki saudara di Jakarta, dia akan mencoba mengatur sesuatu untuk Andien. Hanya ini yang bisa dia lakukan untuk membantu Andien.
"jadi kamu harus tetap datang ujian besok hari Senin ya, untuk dapat beasiswa hasilmu harus bagus"bujuk ibu guru Siti lagi.
Andien menggangguk tanda dia mengerti. Setelah itu ibu guru Siti memberikan wejangan-wejengan lagi pada Andien.Agar dia tetap tabah menghadapi cobaan dari Allah subhanahu wa ta'ala.
__ADS_1
Karena dorongan dari ibu guru Siti membuat Andien merasa lebih lega. Dia pikir kata-kata ibu guru itu memang benar adanya. masa depannya masih panjang. Jodohnya bukan dengan Robert tapi ada seseorang yang sudah disiapkan Allah untuk menjadi masa depan.
insya Allah orangnya akan lebih baik daripada Robert Adam.