Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
pertemuan


__ADS_3

Entah bagaimana pada akhirnya Katty bisa juga membujuk keluarga Jhoni untuk pergi bersama-sama ke Jakarta selain itu Katty juga berinisiatif untuk membayar semua biaya.


Butuh kerja keras untuk membujuk orang ini tapi Katty sangat puas dengan hasilnya. Paling tidak dia mengetahui jika calon mertua dan calon suami bukanlah orang-orang yang matre.


Atau keluarga yang ingin mengambil keuntungan dari sebuah hubungan.


Jhoni juga tidak berdaya menantang katty lagi .Apa lagi Andien juga sudah menghubunginya dan memohon agar mereka bisa bertemu .Masalahnya perasaan Andien sekarang sedang tidak stabil dan membutuhkan dukungan dari orang-orang yang dia sayangi.


Tentu saja itu termasuk dengan Jhoni dan kedua orang tuanya.


Jadi hari ini keluarga Jhoni benar-benar bersiap ke Jakarta dan naik pesawat.


"Ibu mertua apa kau gugup?"Tanya katty saat mereka sudah masuk di dalam pesawat.


Dia bisa melihat bagaimana ibu Joni ini gugup mungkin karena reaksi pertama kalinya naik pesawat


"Ini hehehe ini memalukan sekali"kata ibu Jhoni pelan. Ibu Joni ini memiliki sindrom mabuk perjalanan. Karena itulah dia jarang keluar dari desa jika tidak ada hal yang penting.


Tapi biasanya itu berkaitan dengan mobil bus karena jalannya yang tidak nyaman.Sekarang mereka sudah naik pesawat tentu saja tidak akan ada goncangan di sini.


Apakah masih akan mengalami mabuk perjalanan .Kira-kira seperti itulah yang dipikirkan oleh ibu Joni.


"tidak apa-apa ibu mertua sebenarnya ini biasa kok .semua orang mengalaminya saat pertama kali naik pesawat" ucap Katty untuk menyenangkan Calon mertua nya.


Ibu Jhoni menatap putra dan suaminya, mereka juga sama gugupnya tapi tidak seperti dia .Jadi di sini ibu Jboni merasa dirinya sedang membuat malu keluarga.


Untung saja Katty mengerti dan mengucapkan beberapa patah kata lagi untuk menenangkan ibu Joni agar tidak gugup.


Sementara itu Jhoni berpikiran lain dia sekarang mengetahui jika Andien sama sekali bukan sepupu yang memiliki ikatan darah di sini.


Jhoni sangat ingin tahu apakah dia masih memiliki reaksi yang sama seperti dulu atau sudah berbeda seperti yang dialaminya pada Katty saat ini.


Jadi pada hari keberangkatan keluarga Joni ke Jakarta, mereka semua dipenuhi dengan pemikiran masing-masing.


Di Jakarta pula Andien sedang bersiap-siap ingin pergi menjemput keluarga pamannya di bandara .kali ini dia tidak lagi menolak niat baik Robert untuk menemaninya.


Lagi pula Robert memang ingin bertemu dengan keluarga Jhoni dan mengucapkan beberapa kata agar mereka tidak begitu marah. Menyangkut perceraian yang terjadi antara dia dan Andien di masa lalu.


Begitu selesai berganti pakaian Andien turun ke bawah dan mencium tangan papah dan mamanya.


"?aku pergi mah, paah" katanya pamit.


"oke hati-hati di jalan kalau ada apa-apa hubungi papa .jangan ragu untuk nyusahin Robert juga"kata Abimanyu dengan serius .


Tapi kata-katanya ini justru ditunjukkan Abimanyu kepada Robert bukan kepada Andien.


Robert sudah kecolongan sekali dibali. Kali ini jika dia masih kecolongan lagi ,artinya Robert benar-benar tidak layak untuk Andien dan perlu dieliminasi sebagai calon menantu .


Tentu saja Robert menyadari konsekuensi dari perkataan Abimanyu Nugraha dan dia tidak akan pernah lengah lagi seperti kejadian di Bali.


Setelah pamit keduanya segera masuk ke dalam mobil dan berkendara di menuju bandara. Setengah jam kemudian mereka tiba di bandara tapi pesawat dari Surabaya belum tiba.


Dengan begitu keduanya langsung masuk ke dalam sebuah kafe dan memesan kopi berikut cemilan untuk menunggu waktu kedatangan pesawat.


Semua hal sudah dilakukan oleh Robert jadi Andien hanya tinggal duduk manis saja di kursinya.


Robert sangat senang melihat peningkatan Andien yang sama sekali tidak menolak.


Tidak seperti di masa lalu di mana Andien selalu memberontak dan mengasarinyaungkin ini adalah sebuah hikmah yang didapat setelah tragedi Bali.


"Andien sepertinya aku harus meminta maaf pada pamanmu.


mungkin dia akan menyalahkan aku kan?"kata robert saat mereka sedang menikmati segelas kopi.


"berani berbuat berani bertanggung jawab"kata Andini yang sudah berpikir tentang itu.


Paman dan bibi paling menyayanginya di masa lalu.


itulah sebabnya Andien tidak menceritakan masalah perceraian itu lebih awal.


Ditambah lagi Paman sebenarnya memiliki riwayat darah tinggi yang memiliki potensi stroke ringan.


Andien berpikir ingin menceritakan ini pelan-pelan tapi siapa tahu.


Semua ini terhalangi hanya karena Katty yang sedang jatuh cinta.Katty meminta sedikit waktu pada Andien.


Ini untuk dia mengenali karakter Jhoni lebih lama.


Tapi setelah satu tahun ini adalah waktu yang cukup bagi Katty

__ADS_1


tidak mungkin mereka bisa menyembunyikan masalah ini selama-lamanya.


"kau benar sayang aku akan menanggung semuanya apalagi kau akan mendukung ku kan hehehe" kata Robert tanpa malu.


"ah dasar muka tembok"kata Andien kesel tapi dia terlihat tersenyum tipis .


Mungkin kabar tentang kedatangan keluarga Joni ke Jakarta membuat mod Andien jadi baik dan dia lebih ceria dari kemarin.


Lebih hampir 1 jam kemudian pada akhirnya pesawat yang ditumpangi oleh keluarga Joni benar-benar tiba.


Begitu ada suara yang memberitahukan kedatangan pesawat itu ,Andien dan Robert segera angkat kaki dari kafe.


Tidak lama kemudian Andien benar-benar melihat bibinya berjalan dengan langkah kaki yang sedikit goyah mungkin dia mengalami mabuk perjalanan.


Sebagai keponakan tersayang bagaimana Andien tidak tahu jika Bibi memang memiliki mabuk perjalanan. Jadi Andien juga merasa bersalah melihat wajah Bibi menjadi pucat dan sedikit gemetar.


"Bibi, paman?"teriak Andien saat melihat mereka mendekat.


Ibu Joni yang dipanggil Andien ini langsung mencari asal suara dan melihat sosok Andien berdiri di ujung sana.


"Andien?" kata bibi Bu Joni.


Andien tidak kuasa menahan rasa harunya dia langsung berlari menyongsong mereka alih-alih menunggu mereka datang mendekat.


Dengan cepat Andien melempar dirinya ke dalam pelukan Bibi alias ibu Jhoni.


"Bibi Andien kangen huhuhu"bisik Andien pada ibu Joni dengan rasa bersalah.


"kamu tuh ya, kalau kangen kan bisa pulang kapan-kapan. ini kamu nggak ngasih kabar apapun eh malah sudah sampai seperti ini. Apa kamu nggak mikir kami sebagai saudara lagi setelah mendapatkan keluarga sendiri?" keluh bibi Andien yang melampiaskan kata hatinya.


"Bibi sebenarnya bukan begitu aku sedang banyak pikiran dan tidak ingin kalian khawatir aja "kata Andini yang terus saja menjadi anak kecil di depan bibinya ini.


Dia bergelayutan manja di lengan sang bibi dengan manjanya.


Tentu saja ibu Jhoni mengetahui nasib pernikahan Andien dan Robert.Dia menepuk pundak Andien seraya mengelus rambut Andien dengan penuh kasih sayang.


"nggak apa-apa nak semuanya ada hikmahnya kok .bukankah dengan begitu kau ketemu dengan orang tuamu Hem?"


Andien mengangguk dan melepaskan pelukannya pada Bibi tersayang. Dia menatap paman dan menyalaminya dengan hikmat.


"Paman maafin Andin ya" kata Andien serius dengan matanya yang basah.


Dia hanya bisa menyapa Andien dan berkata "syukurlah kau baik-baik saja"


"Jhoni?"panggil Andin yang segera memeluk Jhoni.


Mereka berdua memang berperilaku seperti ini sejak dulu jadi itu tidak masalah. Hanya saja sekarang mereka baru saja menyadari jika keduanya tidak ada hubungan darah sama sekali.


Hanya saja Andien mengabaikan itu dan langsung saja dengan kebiasaannya di masa lalu.


ketika Andien memeluk Jhoni tiba tiba saja Joni merasakan sesuatu yang akrab.Sebuah perasaan yang memang berbeda dengan Katty


Dengan perasaan yang familiar ini tiba-tiba saja Jhoni menjatuhkan beban di hati Joni.


"inilah andinku"katanya terharu.


pap.


Sebuah tamparan keras dilayangkan pada bokong Andien. sebuah situasi situasi yang memang sudah terbiasa mereka lakukan sejak dulu.


Andien memang tidak marah dan tidak merasa tertekan dengannya tapi sekarang berbeda.


Andien yang bokongnya ditepuk keras sebenarnya Katy yang menjerit.


"awww Joni apa-apaan sih ini sakit tahu?" pekik Katty yang kesal


"sakit apanya?"tentu saja Joni tidak mengetahui reaksi aneh yang didapatkan oleh kembar identik ini.


Katty menganggap ini adalah aib dan sama sekali tidak layak dibanggakan untuk itu . Jadi bagaimana dia mengabarinya pada semua orang. Jika itulah yang menjadi dorongannya untuk pergi belajar di Bandung alih-alih Jakarta.


"Hahaha Joni sini deh aku bisikin sama kamu"kata Andien pada Joni.


Segera saja Jhoni menajamkan telinganya .Andien membisiki sesuatu yang membuat Joni tercengang.


"Jadi...


"hehehe sekarang kau mengerti kan kenapa Katty jadi memilih sekolah di Bandung?"kata Andini yang sebenarnya juga malu.


Reaksinya aneh dan tentu saja tidak layak disebut.

__ADS_1


Tap..


"Ahh Jhoni kau...


"Ah benar begitu, Hahahaha ini adalah sebuah kejutan bagus"kata Joni yang tertawa terbahak-bahak.


Segera saja rasa kaku dan jutaan pertanyaan di benaknya itu hilang begitu saja ketika melihat Andien lagi.


Andien hanyalah Andien yang sepupunya di masa lalu .walaupun mereka tidak berhubungan darah tapi bagi Joni Andien masihlah sepupu tersayang.


Sedangkan Katy? Ada yang kenal?


Melihat semua orang sudah akrab, Robert mendekat dan mencoba menyalami Paman Andien terlebih dahulu.


Plak...


Dengan kasar ayah Joni menampar Robert. Dulu dia menyangka jika Andien memiliki keberuntungan bisa menikahi Robert. Orang kaya yang sepertinya baik hati karena dia adalah anak yang sholeh.


Tapi siapa sangka Andien malah bernasib buruk dan menjadi janda di usia yang begitu muda.


Jika saja saat itu ayah Joni ini berhati-hati dan berpikir dua kali untuk menikahkan mereka. Mungkin semuanya tidak akan terjadi.


Mendapatkan tamparan dari ayah Joni ini Robert sama sekali tidak marah dia menganggap ini adalah kesalahannya jadi wajar jika ayah Joni melampiaskan itu.


" Robert...


"paman aku tahu Salah Paman tapi aku sudah menyesali nya dan ingin rujuk lagi, jadi izinkan aku menikahi Andien sekali lagi Paman .kali ini benar-benar atas suka sama suka tidak lagi berdasarkan situasi "kata kata Robert yang menunjukkan kepalanya merendah.


Hanya seperti ini ayah Jhoni sedikit puas. Paling tidak Robert masih cukup sopan dengan mengakui kesalahannya.


"dulu aku sama sekali tidak mengetahui jika Andien bukan keponakanku jadi aku menikahkan kalian begitu saja. Tapi sekarang jelas Andien memiliki keluarganya sendiri dan ayah kandungnya masih hidup. jadi itu bukan lagi berada dalam kekuasaan"kata ayah Joni yang menyadari kekeliruannya di masa lalu.


"Ya paman, tapi sampai kapanpun Paman tetaplah Paman bagi Andien dan aku.Tidak ada yang akan berubah tentang itu. Kami berdua akan menghormati kalian seperti yang sudah seharusnya"kata Robert dengan tulus.


"syukurlah kalau kau mengerti "kata ibu Joni lagi , dia jelas melihat ketulusan Robert di sini.


Jika Andien masih ingin menerima Robert maka mereka juga tidak memiliki kepentingan untuk mendorong Robert


Seperti yang dikatakan oleh suaminya tadi Andien memiliki ayah kandung yang lebih berhak.


"Robert jangan kau pikir semuanya sudah selesai begitu saja.sebagai seorang kakak aku tidak akan pernah setuju jika kau ingin menikahi Andien lagi"kata Joni yang tidak senang.


Andien masih muda dan sekarang juga Andien adalah wanita kaya. karena itu Andien memiliki banyak pilihan selain Robert.


Jika sudah begitu kenapa harus kembali pada Robert.


"Hem Jhoni ehh kakak ipar jangan marah aku akan melakukan apapun yang kau inginkan asalkan mengizinkan aku menikahi Andien oke. sebutkan persyaratannya kalau bisa aku akan memenuhinya" kata Robert yang mencoba menyenangkan Jhoni.


"bagaimana kalau aku bilang langkahi dulu mayatku?"kata Joni serius.


Jawaban ini membuat Robert mengeryitkan dahinya. Jika Joni menginginkan uang ataupun sebuah mobil tentu saja dia akan dengan senang hati menyerahkannya.


Tapi untuk melangkahi mayat Joni bukankah itu masalah besar.


Andien cukup puas dengan pembawaan Joni ini. Paling tidak dia merasa didukung di sini daripada Bima yang terang-terangan menerima Robert tanpa banyak bertanya.


Bagi Andien , Jhoni lebih bisa di andalkan.


Inilah artinya seorang kakak sejati.


"kakak ipar jangan marah dulu bagaimana kalau kita jalan-jalan dan berbicara dari hati ke hati oke"kata Robert yang langsung menarik Joni dan berjalan berdua di depan yang lain.


Dia ingin berbicara empat mata dengan Joni tanpa campur tangan Andien.


Sementara itu Andien bergegas membawa semuanya ke dalam mobil penjemputan. Keluarga Jhoni sama sekali tidak membawa banyak barang.


Mereka pikir hanya akan datang untuk 2 hari kedepan. tapi bagaimana bisa Andien membiarkan mereka pergi tanpa menikmati indahnya kota Jakarta.


Tidak lupa Andien juga memeluk Katty yang sudah lama tidak dilihatnya.


"hahaha kau makin cantik aja ya sayang "kata Andien pada Katy.


Tapi Katy hanya mendengus dan berkata "memuji diri sendiri Bu"


jawaban ini kontras membuat ibu dan ayah Joni tersenyum masam. mereka benar-benar kembar identik yang tidak bisa dibedakan sama sekali.


Kalaupun bisa dibedakan itu hanyalah dari segi pakaian saja.


Melihat ini mau tidak mau ayah Joni merasa jengkel dengan almarhum adiknya. Kenapa dia tidak pernah mengatakan jika Andien sebenarnya bukan anak kandung melainkan anak angkat.

__ADS_1


Tapi mau bagaimana lagi orangnya saja sudah meninggal.Sekarang ayah Jhoni hanya bisa menyimpan rasa jengkel itu di dalam hati nya saja.


__ADS_2