Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Malam terakhir di bumi perkemahan


__ADS_3

Semalam suntuk Andin resah dan gelisah.Bagaimana tidak tengah malam buta alvian masuk diam diam melanjutkan kelakuan nakal nya.


Pria seperti Alvan memang tidak tau malu,dia bahkan tidak peduli dengan Andin yang berbaring di samping Romlah.Dia mungkin sadar jika Andin bisa mendengar apa yang mereka lakukan, hanya Alvian saja yang tidak peduli.


Begitu juga dengan Romlah,di nasehatin tidak peduli. Nanti jika sudah terlanjur baru nangis setengah mati.


Andin berusaha keras untuk tidak peduli tapi mereka makin kurang ajar di sebelahnya.


Andin jadi merinding sendiri tega tega nya dua mesum itu mencari celah padahal ada Andin di sana juga dua temannya yang lain.


Romlah menekan ******* nya sekuat mungkin.


"Sial "Andin tidak tahan lagi,dia bangun dan berteriak keras.


"Kalian kalau bikin anak jangan di sini.Dosa aja di bagi bagi, jadi sial tujuh keturunan, bodoh"


"An ngapain sewot sih,orang nggak ngapa-ngapain kok,cuman kangen doang" kata alvian beralasan.


"Jangan pikir aku anak TK ya, pergi sana kalau buat dosa,keluar "Maki Andin yang bikin alvian kabur secepat mungkin.


Kedua temannya yang lain jadi bangun karena Andin yang marah marah.Merrka bertanya kepada nya apa yang terjadi.


Setelah tau , mereka juga tidak perduli sama sekali.Lanjut tidur seperti tidak ada hari esok.


Sementara itu Andin ngomel sampai pagi padahal Romlah tak peduli.Dia heran aja,apa bagus nya pacaran model gitu, menjijikkan sekali.


Kalau mau buat mesum,ayo nikah.Puas puasin deh sampai muntah. Nggak ada yang larang jadi sudah bisa bebas.


"Ya nenek ku, Cucu mengantuk oke"kata Romlah cuek.


"Dasar bodoh,di manfaatin aja senengnya minta ampun.Yang rugi tu perempuan yang nanggung dosa tuh perempuan dodol.Laki laki dapat senang nya doang, kamu tuh Rom akhhh.Sudah lah,dasar bodoh "


Setelah itu Andin sudah malas menasehati Romlah.Dia juga punya urusan lain yang lebih penting dari si sarung nangka matang.


Hari kedua di bumi perkemahan ada sesi perkenalan dengan para pramuka dari SMA lain.Juga di adakan acara lomba antar SMA dengan hadiah kecil seperti centong piring paling besar hp murah yang cuman bisa buat telpon model pencet.Tapi menang bisa bikin bangga bukan hadiah nya.


Di sana Andin melihat lagi Robert kedua kalinya. lebam di wajah nya udah hilang tak berbekas menampilkan wajah tampan mempesona.Tubuh nya tinggi kekar di atas rata rata bikin Andin panas dingin.


Dia tampan meski tidak setampan Artis korea tapi lebih baik dari Alvian yang buaya buntung.

__ADS_1


Robert juga melihat Andin tapi kapasitas nya sebagai guru melarang Robert untuk mendekat.Dia guru sementara Andin murid,hai nasib apa ini.


Saat makan siang Robert datang mendekat sekedar menyapa tapi bikin Romlah pengen putus dengan alvian.


"Andin?" sapa Robert.


Dia tidak memperdulikan Romlah yang menatapnya dengan tatapan penuh pemujaan. Romlah dengan cepat melupakan alvian saat melihat guru tampan yang katanya masih sepupu si Andin.


"Eh mas Robert! ada apa mas ?" Andin terkejut mendapati Robert yang ada di belakang nya.


Dia melirik Romlah terlebih dulu.Wajah Romlah seperti air yang meleleh , Andin jadi kesal sendiri.


Makan tuh si Alfian.


"Nih uang buat jajan ,mama bilang kamu pulang bareng aku ke bandung besok !"ucap nya seraya mengulurkan beberapa lembar uang merah pada Andin.


Sejujurnya jika tidak mengikuti perintah mama ,Robert ogah untuk menemui anak kecil ini. Bagaimana jika ada yang curiga dan mengetahuinya, dia bisa malu seumur hidup.


" Mas apa ini nggak kebanyakan mas ?" tanya Andin yang terkejut melihat nominal uang ini.


"Nggak kok ambil aja!" kata Robert kesal.Dia tidak peduli dengan Andin yang bengong.Mama bilang kasi duit ya di ambil aja, kenapa masih banyak nanya.


Setelah di hitung,uang yang di berikan oleh Robert sama dengan jumlah uang sewa rumah nya selama dua bulanan.


Rupanya si laki sedang kasi nafkah buat istri tercinta, pikir Andin.


Andin mau tidak mau terkekeh kekeh sendiri.


"Siapa nih An?" tanya Romlah sudah memasang senyum terbaik nya pada Andin si Nenek nyinyir.


"Oh iya ,mas kenalin ini Romlah teman aku,rom ini sepupu aku namanya Robert, yang aku bilang kemaren !" kata Andin pelan.


Sebenarnya dia ogah mengenal kan Romlah dengan Robert,abis otak Romlah mesum abis.


"OMG ini yang nama nya mas Robert ya,ih ganteng nya " tanpa malu Romlah mengulur kan tangan tapi Robert tak membalas hingga Romlah kesal.


Sombong, jatuh cinta baru nyahok lu,pikir Romlah.


"Udah dulu, ingat besok kita ke bandung " ucap Robert sebelum pergi.Dia males lama lama dengan anak kecil.

__ADS_1


"Oke mas " jawab Andin lagi.


Romlah tanpa henti berkomentar tanpa mau diam.Dia membayangkan bisa pacaran dengan Robert meski sebentar dan itu sukses bikin Andin gondok.


Ahh dapat laki tampan sebenarnya tidak enak, banyak godaan nya.Tapi udah jodoh mau gimana lagi kan.


Setelah hari itu, Andin sudah tidak berkomunikasi dengan Robert lagi.


Andin sendiri tau pasti Robert sibuk dengan aktivitas nya sebagai seorang guru.


Tapi dia tetap saja merasa tidak nyaman.


Andin melampiaskan rasa kesal nya dengan membeli banyak barang di warung terdekat.Jajanan satu kantong besar di lemparkan di depan api unggun yang menyala.


Dia akan menggigit nya seperti sedang menggigit Robert.


Di sisi lain ada Romlah yang lagi mesraan dengan Alvian.Alvian membisikan sesuatu di telinga Romlah yang membuat gadis itu terkikik geli.


Mereka seperti pasangan yang baru menikah saja.Andin kesal, seharusnya dia yang sedang indehoi sama si doi.


Tapi Robert belum nongol sejak mengirim kan duit.


Ada Dewi dan Sari juga Desi di sisi Andin yang sibuk memperhatikan pasangan mesum itu dengan iri.Andian masih cukup sabar melahap jajanan nya sambil menatap ke Romlah.Malam ini malam terakhir di bumi perkemahan jadi pastinya pasangan mesum itu curi curi bertemu lagi seperti semalam.


Romlah berbuat mesum juga bukan masalah Andin . Tapi yang bikin Andin kesal, berani berani nya si Alfian masuk ke tenda hanya untuk meraba Romlah padahal masih ada teman yang lain.


Yang bikin gondok posisi adalah tidur Andin yang tepat di sebelah Romlah.Bisa bayangkan posisi andin saat itu.


Ini terjadi hampir setiap malam.Sial nggak tuh.Untung saja ini malam terakhir jika tidak Andin akan gantungin si Romlah di pohon toge.


Tanpa di duga Robert datang mendekati Andin.Dia juga membawa pisang goreng sebagai camilan.


"mas?"


"Hem makan gorengan selagi hangat"katanya.


Romlah terpaku menatap Robert yang makin tampan di tengah cahaya api unggun. Tanpa sadar menepis tangan alvian yang mulai nakal.


"Andin ,bisa bicara sebentar ?" tanya Robert .Tanpa di minta teman teman Andin berpencar.

__ADS_1


Romlah menolak awal nya, apa yang harus di rahasia kan .Bukankah Robert dan Andin masih saudara.Tapi begitu mendapat bisiakn 'gaib' dari alvian dia menyingkir juga.


__ADS_2