
Pada hari Andien menelpon Katty sebenarnya pada hari itu juga dia berangkat lagi ke Jakarta. keberangkatan kali ini masih bersama-sama dengan mahasiswa dan para dosen yang lainnya.
Karena kata-kata dari Robert semua orang tidak tahu jika ada kejadian mengerikan itu yang terjadi kepada Andien.
Sama halnya dengan Sari dan Yanti. Sejak Andien pergi bersama Haikal malam itu mereka tidak melihat Andien lagi.
Sampailah keberangkatan mereka di bandara.
Saat datang ke Bali, Andien sama sekali tidak merespon keberadaan robert . Malahan dia membayar sejumlah uang agar mendapatkan kursi tepat di sebelah Andien .
Rapi sekarang ketika mereka kembali dari Bali ke Jakarta.Andien tidak berbicara sedikitpun meskipun Robert berinisiatif untuk duduk di sampingnya.
Ini sangat aneh ditambah wajah Andien yang sedikit pucat.
"pak Robert Andien kenapa kok bisa pucat gini?"tanya Sari pada Robert ketika Robert ke belakang untuk mengambil sesuatu.
Dia ingin bertanya langsung kepada Andien tapi takut andiennya marah duluan.
"ada masalah sama Haikal kemarin Untung saja kalian udah ngabarin aku jika tidak mungkin situasinya akan lebih buruk"kata Robert yang sama sekali tidak menyembunyikan masalah itu .
Lagi pula dia memang merasa bersyukur karena Sari dan Yanti berinisiatif untuk mengabari dia tentang Haikal.
"apa pak Robert ahh kasihan Andien"kata Yanti prihatin.
"bener kalian dari awal tuh aku udah merasa dia begitu bukan pria yang baik-baik. Untung saja kita lapor kepada pak dosen jika tidak aku tidak tahu apakah yang terjadi setelah itu"kata Sari dengan mendesah.
"Haha jadi siapa yang bisa disuap dengan uang, sekarang berlaga alim pula"ejek yanti.
"His, itu khilaf Bu, biasa sih Sari juga kan manusia"kata Sari yang tiba-tiba merasa malu jika dia mengingat tentang hari itu di mana dia menjual nomor Andini pada Haikal.
Sekarang imbasnya Andien tidak lagi percaya pada Sari karena itu
Jadi siapa yang bisa disalahkan sekarang.
Robert yang mendengar mereka berbicara hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Sari memang terlalu absurd jika sudah menyangkut masalah uang. Tapi paling tidak sekarang dia sudah mendapatkan pelajarannya.
Mari berharap saja jika Sari bisa berubah dan tidak lagi tergoda dengan uang. Seperti yang dikatakan oleh orang banyak seseorang berhak mendapatkan kesempatan kedua.
"sudahlah kalian jangan berdebat lagi, sebentar lagi pesawat akan berangkat kalian duduk di bangku yang lain ya"kata Robert yang tidak menunggu jawaban dari dua gadis itu.
Awalnya Sari dan Yanti ingin berbicara dengan Andien mengenai kejadiannya dengan Haikal . Tapi melihat wajah Andien yang pucat sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya.
keduanya mengganggu dan pergi mencari kursi masing-masing. sementara itu Robert kembali di kursinya semula yaitu tepat di sebelah Andien.
dia membawa segelas jus untuk Andien dan menyerahkannya langsung di tangan. sekarang Andien tidak memiliki penolakan sama sekali dengan perawatan Robert.
robek juga tersenyum dengan perubahan ini paling tidak Andien sudah mulai membuka hatinya sedikit. walaupun sedikit ini sudah termasuk dalam perkembangan.
"ayo minum sayang biar kamu cepat sembuh"kata Robert yang meminta Andien menghabiskan segelas jus tomat.
Begitu infus dicabut mereka langsung pergi ke bandara sehingga tidak ada waktu untuk Andien beristirahat lebih lama.
Mungkin karena berlari cepat untuk menyusul semuanya, wajah Andien tadi yang sudah memerah sekarang memucat lagi.
Tapi tidak akan apa-apa jika anda memakan sesuatu yang bergizi.Lagi pula masalahnya bukan pada tubuh tapi hanya pada mentalnya yang drop.
Setelah racun yang dihasilkan dari obat-obatan itu dikeluarkan tentu saja tidak akan membahayakan tubuh.
Tapi Andien tetap saja menyimpan rasa bersalahnya sehingga dia diam dan tidak banyak berbicara.
Rasa bersalah itu sebenarnya khusus ditujukan kepada Robert yang sudah mewanti-wanti sebelumnya tapi Andien sendiri yang menyepelekan nasehatnya itu.
Sekarang Robert duduk tepat di depan matanya bagaimana Andien bisa bergerak dan tersenyum.
Inilah yang dirasakan oleh Andien sekarang .Dia benar-benar malu dan merasa bersalah tapi Robert berpikir jika Andien memiliki masalah dengan mentalnya.
Ini adalah sebuah kesalahpahaman yang indah.
Segelas jus di tomat di tangan Andien segera dia minum sedikit demi sedikit. Tapi Robert memaksa andien untuk menghabiskannya karena mereka akan segera lepas landas.
selain asari dan Yanti semua orang tidak tahu apa yang terjadi pada Andien tapi mereka jelas melihat perubahan sikap adil terhadap Robert.
beberapa mahasiswa juga mengacungkan jari jempolnya ke atas. menurut mereka Robert sudah berhasil membuat hati Andien menjadi luluh.
Andien yang sama sekali tidak mengetahui apa pemikiran yang lain tetap saja diam dan menghabiskan jus tomatnya dengan cepat.
setelah itu dia diam lagi dengan wajah yang malah menjadi memerah sangking malunya dia.
Robert marah menganggapnya sebagai situasi yang serius.
__ADS_1
"kenapa wajahmu menjadi merah apakah panas, tanya Robert Andien yang malu makin malu mendengar pertanyaan itu dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan mencoba memandang ke arah lain.
tepatnya ke arah awan yang terlihat di jendela kaca.
selama 2 jam perjalanan dari Bali ke Jakarta Andien Diam seribu bahasa tidak mengeluarkan sedikitpun suaranya lain dengan Robert yang selalu bertanya tentang beberapa hal menyangkut kesehatan Andien
semua ini berlangsung begitu saja sampai mereka akhirnya tiba lagi ke Jakarta.
jika ini di Bali mungkin keluarga Nugraha akan menyerahkan semuanya kepada Robert tapi sekarang Andien sudah kembali ke Jakarta jadi tidak ada sebab untuk membiarkan Robert mengambil alih.
Begitu pesawat mendarat Yuki dan Bima sudah menunggu dengan sebuah mobil mewah di bandara. Pada saat itu Sari dan Yanti baru saja mendekati Andien untuk bertanya sesuatu padanya.
Belum mereka berbicara tiba-tiba seseorang memanggil Andien dengan telepon.
Drtt...drettt..
Halo..kakak ipar" kata Andien ketika dia mengangkat telepon yang berasal dari Yuki.
"kamu nggak boleh bicara apa-apa lagi sekarang ini perintah papa kamu harus pulang langsung ke rumah besar oke kami sedang menunggu kamu di depan"kata Yuki yang langsung to the point.
"tapi kakak ipar aku bisa pergi sendiri kok nggak perlu dijemput lagian tidak jauh juga kan" kata Andien yang menolak untuk dijemput tapi apa mau dikata orang yang sudah di depan.
"kakak nggak minta persetujuan tapi kakak hanya ingin memberitahu kamu. kami udah ada di depan ayo ikut"kata Yuki yang langsung menutup teleponnya.
Saat ini Robert sedang sibuk menarik koper-koper yang tentu saja milik Andien. Sebagai pasangan yang baik tentu saja Robert tidak menunggu diminta terlebih dahulu jadi dia mengajukan diri sebagai sukarelawan.
"siapa itu an?"tanya Yanti.
Sejauh ini yang tidak Sari masih beranggapan jika Andien adalah gadis yang senasib dengan mereka.
Gadis miskin yang tidak punya uang dan juga tidak memiliki kerabat di Jakarta.
"kakakku dia udah jemput di depan, jadi maaf ya nggak bisa bareng"ucap Andien dengan wajah yang tidak terkatakan.
Awalnya Andien memang marah pada dua sahabat yang ini tapi setelah diberitahu oleh Robert jika mereka melaporkan ini atas inisiatif sendiri .Tentu saja pemikiran Andien terhadap mereka jadi berubah lagi.
Sari dan Yanti rupanya masih memiliki hati nurani dan mengkhawatirkan dirinya sebagai seorang sahabat.
Sekarang Andien tidak marah tapi justru tidak tahu harus berkata apa dengan mereka berdua.
"hah kakak emangnya kau punya kakak di Jakarta?"tanya Yanti yang terkejut.
Entah apa isinya tapi sepertinya dua koper ini benar-benar penuh dengan barang-barang.
Karena masih merasa malu Andien tidak berbicara dengan Robert tapi membiarkan Robert mengikutinya dari belakang.
Di ruang parkir ada mobil bus besar untuk menjemput kembali para mahasiswa dalam tour kali ini.
Semua siswa sudah diatur untuk kembali ke universitas dengan mobil-mobil yang sudah tersedia dari pihak Nugraha grup.
Jadi ketika Andien keluar dari bandara dia tidak sendirian melainkan bersama keseluruhan anggota tour.
Seharusnya tidak ada yang terjadi kali ini.Tapi mereka yang keluar lebih awal tiba-tiba bergosip dan memandang aneh ke arah Andien khususnya.
sebelum keberangkatan ke Bali sebenarnya ada video viral tentang Andien dan seorang pria separuh baya
sekarang pria yang dimaksudkan sedang berdiri di sebuah mobil mewah seperti sedang menunggu seseorang.Sambil berdiri pria yang masih saja tampan di usianya ini sedang melakukan beberapa hal pada telepon genggamnya.
Siapa lagi jika bukan Bima Nugraha kakak Andien sendiri.Sementara Yuki yang menelpon Andien sebenarnya masih duduk di dalam mobil tanpa keluar.
Dia takut terbakar matahari.
"bukankah itu pria yang bersamaan Andien dalam video ngapain dia di sini?"
"Ehh jangan-jangan mau jemput Andien lagi? kalau gitu bukankah yang dikabarkan dalam video itu semuanya benar?"
"jangan berbisik-bisik aku juga pengen tahu kasih tahu aku dong?"
"Is aku ingin melihat drama apa yang akan ditampilkan kali ini gimana pak dosen tampan kita berhadapan dengan saingannya hahaha"
"walaupun masih tampan pak dosen sih tapi yang itu juga masih lumayan. palingan cuman beda 5 tahun lah dari pak dosen"
"kenapa ngurus masalah tampan sih. diam aja napa,ini kan masalah cinta segitiga. kira-kira siapa yang babak belur setelah ini gara-gara Andein "
Semua orang bergosip lagi tentang segala sesuatu yang tidak mereka ketahui. Terlebih lagi ketika melihat andien keluar dari pintu bandara.
"Ish drama dimulai hehehe"
Andien yang melihat Bima menunggunya di depan mobil hanya bisa menarik nafas panjang dan bersiap-siap digunjingkan oleh teman-teman sekelas.
__ADS_1
Inilah yang dikhawatirkannya sampai menolak untuk dijemput.
"And kok nggak bilang-bilang kalau kamu udah dijemput?"kata Robert pada Andien.
"barusan tahu "jawab Andien dengan wajah cemberut.
Sama seperti yang lain sari dan Yanti juga terperangah melihat pelaku dalam video itu benar-benar menunggu Andien di bandara.
Sekarang mereka tidak tahu harus berkata apa.Tapi sepertinya Robert tidak bereaksi sama sekali, mungkinkah sangking cintanya Robert bahkan rela diduakan.
Ckckck cinta itu memang buta.
Bima tidak mengetahui isi pikiran orang lain. Tapi ketika diamelihat Andien keluar dari bandara dan kondisinya baik-baik saja kekhawatiran yang berada di dadanya tiba-tiba jatuh ke tanah.
Segera saja Bima merentangkan tangannya dan berteriak tanpa mempedulikan orang lain.
"sayang , apa kabar?"
Jika ini Katty tentu saja dia akan lari dan masuk ke dalam pelukan Bima tanpa malu sama sekali tapi sekarang yang berada di depannya adalah Andien.
Wajah Andien tambah memerah melihat perilaku Bima yang menurutnya tidak pantas.
Walaupun masih saudara juga tidak perlu berpelukan di jalan dan menunjukkan keramahan mereka di depan semua orang.
Ini namanya lebay.
Siapapun yang ada di dekat situ juga mendengar jika Bima menyebut Andien dengan sebutan sayang.
"Ckckck jadi beneran kan,bukan gosip tidak bertanggung jawab?"
"Hah pasangan yang tidak tahu malu"
"aku tidak menyangka sama sekali kasihan pak dosen tampan-tampan diduain"
"Pak dosen ku.. huhuhu.
Andien tidak mendengar tapi bisa menduga jika orang-orang berpendapat buruk tentang dirinya tapi dia tidak bisa mendorong Bima begitu saja karena mereka masih saudara satu ayah.
Dengan malas Andien menghampiri Bima dengan wajah yang masih cemberut. Tapi Bima adalah jenis orang yang tidak peduli dengan apapun.
Dia langsung saja memeluk Andien seperti dia memeluk Katty.
Tak...
"Ahh kakak kau...ishh.."
Bima sama sekali tidak peduli jika Andien ini marah. Dia masih saja melakukan kebiasaannya mencubit bokong Andien dengan keras sehingga Andien menjerit kesal.
Perbuatan Bima ini jelas dilihat oleh semua mata dan mereka menutup mulut dengan kedua tangan sangking terkejutnya itu.
Semua ini menurut mereka adalah bukti jika Andien tidak jujur.Seorang gadis yang menjadi simpanan pria kaya.Yang sayang nya berasal dari universitas mereka.
Sekarang babak yang ditunggu adalah bagaimana baku hantam antara dosen dan pebinor.
Tapi...
ketika keduanya bertemu tidak ada yang saling tonjok malah mereka berpelukan seperti sudah akrab lah lama sekali.
Bahkan Robert terlihat tertawa dan mengatakan beberapa hal baik kepada pria itu.
"ah apa yang terjadi kenapa nggak ada tonjok-tonjokan nggak seru"
"ini..Ini
Sementara itu Robert masih saja berbicara dengan Bima karena Bima mengundangnya untuk bersama-sama pergi ke rumah besar.
Pria tua itu ingin berbicara langsung dengan Robert dan menanyakan situasi yang terjadi di Bali.
Tentu saja Robert tidak akan menolak undangan ini karena dia memang sudah lama menantikannya .Menanti pertemuan pertama bersama ibu mertua dan ayah mertua.
Andien yang memang sudah bete tidak ingin mendengar pembicaraan dua laki-laki absur yang tidak peduli dengan nasibnya.
Andien sekarang benar benar jadi bahan pergunjikan teman sekelas.
Langsung saja Andien masuk ke dalam mobil dan bertemu Yuki di sana. Pada Yuki lah Andien mengatakan tentang Bima yang benar-benar berlaku tidak wajar di depan teman-temannya yang membuat Andien malu.
Yuki hanya menepuk punggung Andien dan berkata semuanya akan diselesaikan besok karena Nugraha grup akan mengadakan konferensi pers seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya.
Setelah Yuki berkata begitu apalagi yang bisa disebutkan oleh Andien. Dia hanya bisa setuju dan menggangguk tanpa air mata.
__ADS_1