Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
makan malam


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Andin di rumah mertuanya.Dia walau bagaimana hanya lah seorang pelajar dan sekarang sudah waktunya untuk kembali.


Kerena keputusan keluarga, Robert juga di pindahkan ke bandung dan mengajar di sekolah di mana Andin berada.


Meskipun begitu , sifatnya hanya lah sementara saja.Dia akan pindah lagi setelah Andin tamat dan ikut bersamanya untuk melanjutkan kuliah.


Meski tidak menyukai pengaturan ini tapi Robert masih patuh dengan aturan-aturan yang di buat oleh orang tua nya.


Jadi hari ini dia dan Andin berangkat ke Bandung berdua.


Entah mengapa Andin merasa agak tidak nyaman berpisah dengan ibu mertua.Dia sudah akrab dan merasa seperti ibu sendiri.


Begitu juga dengan mama Andin yang sempat menangis melepas kan kepergian pasutri ini.


Sebelum berangkat lagi lagi, Robert di nasehati untuk menerima Andin dan segera memberikan mereka cucu yang gemuk.


Sungguh acara pelepasan yang memalukan sekali.


Perjalanan dari Bandung tak menemui hambatan berarti bagi ke dua nya. Sama seperti ketika datang, Robert tidak berbicara dengan Andin meski Andin sudah berusaha untuk mengajaknya berbicara .


Ujung ujungnya Andin bosan sendiri dan dia diam juga pada akhirnya.


Beberapa jam kemudian mereka berdua sampai ke tujuan dengan selamat, hari sudah mulai gelap.


Apartemen yang di maksud memang tak begitu jauh dari sekolah. Hanya perlu menempuhi waktu dua puluh menit bila menggunakan mobil. Sedangkan bila menggunakan sepeda motor tiga puluh menit.


Berhubung dengan mertua tersayang sudah membelikan sepeda motor matic baru, maka itu tak memberatkan bagi Andin.


Tanpa sadar Andin membelai kunci sepeda motor baru di saku nya seraya terkirim kikik dalam hati. Otak polos Andin sudah teracuni oleh mertua hanya dalam kurun waktu Tujuh hari.

__ADS_1


Apartemen yang katanya berada di lantai ke lima membuat Andin dan Robert menaiki lift.Andin antusias sekali dengan apartemen ini.Ini bisa di anggap rumah pertama nya setelah menikah.


Di sisi lain, Robert gugup hanya memikirkan CCTV yang di katakan oleh Mama nya.Di benaknya keberadaan benda ganjil itu adalah prioritas pertama. Mungkin kah Mama menyimpan nya di kamar tidur.


Jika benar bisa gawat kan.Mama suh keterlaluan sekali.Masak hingga urusan begituan di atur juga.


Andin dan Robert setuju untuk tinggal di kamar berbeda jadi bagaimana mungkin ini bisa di lakukan bila Mama memiliki mata. Ini sungguh sial.


Andin tercengang dengan suasana keseluruhan apartemen yang mewah menurut nya. Seumur hidup nya dia tak pernah bermimpi jauh.


Membayangkan nya saja dia enggan apalagi memimpikan nya.


Ruangan nya cukup besar bagi dua orang dan memiliki dua kamar utama dan satu kamar tamu. Dapur nya cukup bersih dengan set peralatan dapur yang baru dan lengkap.


Lemari es tiga pintu yang super besar teronggok rapi di sisi kanan.


Dengan warna merah cerah di selipkan gambar bunga indah yang merayu mata. Andin membuka nya dengan hati hati.


Deretan bumbu khas dapur juga di susun rapi.Tak sulit menemukan garam dan gula karena semuanya sudah di kasih label.Bahkan beras pun tersedia dan itu adalah merek mahal.Diam diam Andin bersyukur dalam hati dan bergumam rendah."Rezeki anak soleha "


Masa masa ngirit nya sudah berlalu, hahahaha.


"Mas main makan apa? " tanya Andin,waktu malam malam hampir tiba tapi belum ada satupun menu yang tersedia.


"Terserah" jawab Robert cuek.


Dia berlalu ke kamar utama.Niat nya untuk mencari lokasi berbahaya, syukur syukur dapat menemukan titik buta.


Andin segera melupakan lelah nya dan bergegas menuju beras.Dia begitu bersemangat memasak bahan yang dulu pikir nya langka.Hal pertama yang penting menurut nya karena nasi perlu waktu empat puluh menit untuk bisa di makan.

__ADS_1


Mengeluarkan ayam beku dari kulkas.Ini juga perlu waktu jadi menunggu ayam siap dia memutuskan menggoreng nageut ayam dan sosis sapi.


Nageut dan sosis tak perlu waktu lama untuk di goreng jadi itu selesai dengan cepat.Tangan Andin dengan cekatan menyiapkan sayuran tumis ringan.Hanya kangkung dengan tambahan tauge.Namun begitu dia menggantikan minyak goreng dengan minyak zaitun yang bikin aroma naik.Dengan irisan cabe merah segar di padu warna hijau alami kangkung makan tak ayal ini bisa memanjakan mata.Ringkas tapi bisa di jamin enak.


Katanya cinta bisa tumbuh dari mata baru turun ke hati.Laki laki juga perlu di ikat berawal dari urusan perut.


Andin terkekeh-kekeh mengingat kata kata mama mertua.Ternyata punya ibu mertua itu seru juga.


Setelah ayam siap, maka Andin menggoreng ayam setelah di rebus sebentar. Selagi nunggu ayam matang Andin menyiapkan bumbu seperti bawang merah bawang putih dan cabe hijau besar beserta tomat untuk di blender kasar.


Untuk menghemat waktu ,di satu sisi kompor Andin segera menumis bumbu dan membiarkan bau naik juga di taburkan garam dan gula.Jadi begitu Ayam matang bisa langsung di campur hingga merata. Meski somple Andin cukup puas dengan sajian.


Berhubung Robert belum turun, Andin masuk untuk mandi dan menganti baju.Di kamar Andin tak menemukan Robert tapi Andin tak ambil pusing. Dia mandi dan berganti secepatnya karena perut nya sudah minta di isi.


"Mas? " Robert entah kenapa celinguk sana celinguk sini buat Andin heran. Jadi dia menegur nya dengan menepuk pelan bahu Robert.


"Oh nggak, mau liat liat ruangan aja,sudah siap masak?"


"Udah kok mas, yuk makan " Robert mengangguk pelan. Mau menolak juga takut nanti mama dan papa nya lihat melalui CCTV-nya.


Jadi Robert patuh duduk di meja.


Karena lapar dia makan dengan lahap,lagi pula masakan Andin tidak buruk.Meski pun dalam hati Robert berpikir,masakan Serra jauh lebih nikmat.Serra suka memasak hidangan luar seperti spageti,roti bakar yang di makan dengan telor setengah matang. Serra menggunakan diet ketat untuk menjaga bentuk tubuh.


Robert berpikir itu wajar bagi wanita dan mendukung Serra namun Andin adalah sosok bodoh yang tak memikirkan kondisi tubuh dengan makan tanpa berpikir.


Andin hanya cukup beruntung ,dia masih muda dan belum punya anak. Coba kalau kebiasaan makan nya tak di ubah sejak dini mungkin sepuluh tahun lagi gadis muda ini akan jadi balon. Ck ckck, malang nian nasib suami nya kelak.


Robert tak mau jadi sosok itu. Lambat laun Andin harus jelas dengan hubungan mereka yang rapuh.

__ADS_1


Andin yang tak mengerti dengan pola pikir Robert,cukup senang karena Robert tak menolak masakannya. Dia merasa optimistis dengan masa depan rumah tangga nya. Ini awal yang menyenangkan buat hubungan mereka. Hanya akan pelan pelan jatuh cinta


__ADS_2